BID’AH ITU HARUS DIMATIKAN SEBELUM BERKEMBANG BIAK

BID’AH ITU HARUS DIMATIKAN SEBELUM BERKEMBANG BIAK ‼️

Awalnya pelaku bid’ah itu satu orang, lantas yang satu orang ini mengajarkan dan menyebarkan hasil inovasi agamanya kepada orang lain, yang pada akhirnya semakin banyak dan semakin bertambah yang mengikutinya.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah :

فالبدع تكون في أولها شبراً ثم تكثر في الأتباع حتى تصير أذرعاً وأميالا وفراسخ . [الفتاوى (٤٢٥/٨)]

“Bid’ah itu awalnya satu jengkal, kemudian semakin banyak pengikutnya sampai satu depa, satu mil, dan satu farsakh” (Fatwa : 2/425).

Yang besar itu awalnya dari yang kecil, yang banyak dari yang sedikit, begitu pula bid’ah. Kalau ini dibiarkan dan tidak dimatikan maka bid’ah akan berkembang biak dan mematikan sunnah.

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma :

مَا أَتَى عَلَى النَّاسِ عَامٌ إِلا أَحْدَثُوا فِيهِ بِدْعَةً، وَأَمَاتُوا فِيهِ سُنَّةً، حَتَّى تَحْيَى الْبِدَعُ، وَتَمُوتَ السُّنَن

ُ

“Setiap tahun ada saja orang yang membuat bid’ah dan mematikan sunnah, sehingga yang hidup adalah bid’ah dan sunnah pun mati.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Mu’jam Al Kabir).

Berkata Hasan bin ‘Athiyah rahimahullah (penulis kitab Al-Muharrar al-Wajiz fi at-Tafsir al-Kitab al-Wajiz, wafat 542H) :

ما ابتدع قوم بدعة في دينهم إلا نزع الله من سنتهم مثلها ولا يعيدها إليهم إلى يوم القيامة

“Tidaklah suatu kaum melakukan suatu perkara yang diada-adakan dalam urusan agama mereka (bid’ah) melainkan Allah akan mencabut suatu sunnah yang semisal dari lingkungan mereka. Allah tidak akan mengembalikan sunnah itu kepada mereka sampai kiamat” (Lammud Durril Mantsur, hal. 21)

Berkata Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu anhu :

مَا ابْتُدِعَتْ بِدْعَةٌ إِلا ازْدَادَتْ مُضِيًّا , وَلا تُرِكَتْ سُنَّةٌ إِلا ازْدَادَتْ هَرَبًا 

“Tidak ada suatu bid’ah yang dilakukan kecuali bid’ah tersebut akan bertambah banyak, dan tidaklah sunnah ditinggalkan melainkan sunnah tersebut akan semakin jauh.”  (Al-Ibanah  Ibnu Batthah 1/351)

Selain sunnah akan mati jika bid’ah dilestarikan, juga menyebabkan orang-orang akan mengira dan menuduh orang yang mengamalkan sunnah dianggap membuat perkara baru dalam agama. Dianggap membawa ajaran baru. Ini sangat membahayakan.

Berkata Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu :

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ الفِتْنَةُ يَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ، وَيَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ، وَيَتَّخِذُهَا النَّاسُ سُنَّةً، فَإِنْ غُيِّرَ مِنْهَا شَيْءٌ قِيلَ غُيِّرَتِ السُّنَّةُ» ، قَالُوا: مَتَى يَكُونُ ذَلِكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ ؟ قَالَ : « إِذَا كَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ، وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ، وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ، وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ، وَالْتُمِسَتِ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الآخِرَةِ

“Bagaimana kalian jika di suatu zaman fitnah menyelimuti kalian sehingga membuat besar sebelum waktunya bagi anak kecil, membuat pikun orang dewasa, dan manusia menjadikan fitnah (bid’ah) itu sebagai sunnah sehingga jika sunnah (bid’ah yang dianggap sunnah) tadi diubah, mereka mengatakan: “Sunnah kita telah diubah.”

Lalu beliau ditanya, “Kapan hal itu terjadi, wahai Abu ‘Abdirrohman?”

Beliau menjawab, “Jika semakin banyak para qurroo’ (hanya pandai dalam bacaan alquran), semakin sedikit para fuqoha, semakin melimpah harta kalian, semakin langka orang-orang terpercaya dari kalian dan akhirat dijual dengan dunia.” (HR. Al Hakim – kitab Al Mustadrok (8570)

Untuk ini mari terus bersemangat menyebarkan sunnah agar bid’ah tidak berkembang pesat. Mari hidupkan sunnah agar bid’ah tidak berani unjuk gigi tampil kepermukaan. Mari kita terus peringatkan umat dari bahaya bid’ah dan para tokohnya agar bid’ah tidak merajalela.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: