MENYEMBELIH BINATANG BUKAN KARENA ALLAH.

MENYEMBELIH BINATANG BUKAN KARENA ALLAH.

          Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين، لاشريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين[

          “Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS. Al An’am, 162-163).

] فصل لربك وانحر[

“Maka dirikanlah sholat untuk Rabbmu, dan sembelihlah korban(untukNya)” (QS. Al Kautsar, 2)

          Ali bin Abi Tholib Radhiallahu’anhu berkata :

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku tentang empat perkara :

“لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن والديه، لعن الله من آوى محدثا، لعن الله من غير منار الأرض”

          “Allah melaknat orang-orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah, Allah melaknat orang-orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang-orang yang melindungi orang yang berbuat kejahatan, dan Allah melaknat orang-orang yang merubah tanda batas tanah”. (HR. Muslim)

Thoriq bin Syihab Radhiallahu’anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“دخل الجنة رجل في ذباب, ودخل النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله ؟، قال : مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا، فقالوا لأحدهما قرب، قال : ليس عندي شيء أقرب، قالوا له : قرب ولو ذبابا، فقرب ذبابا فخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر : قرب، فقال : ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله U، فضربوا عنقه فدخل الجنة ” رواه أحمد.

          “Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya : bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah, Rasul menjawab : “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi : persembahkanlah sesuatu untuknya, ia menjawab : saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya,  mereka berkata lagi : persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka karenanya, kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain : persembahkalah untuknya sesuatu, ia menjawab : aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga”. (HR. Ahmad).

 Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang makna ayat قل إن صلاتي ونسكي …

Penjelasan tentang makna  ayat فصل لربك وانحر ….

Orang yang pertama kali dilaknat oleh Allah berdasarkan hadits diatas adalah orang yang menyembelih karena selain Allah.

Dilaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, hal itu bisa terjadi bila ia melaknat kedua orang tua seseorang, lalu orang tersebut melaknat kedua orang tuanya.

Dilaknat orang yang melindungi pelaku kajahatan, yaitu orang yang memberikan perlindungan kepada seseorang yang melakukan kejahatan yang wajib diterapkan kepadanya hukum Allah.

Dilaknat pula orang yang merubah tanda-batas tanah, yaitu merubah tanda yang membedakan antara hak milik seseorang dengan hak milik tetangganya, dengan digeser maju atau mundur.

Ada perbedaan antara melaknat orang tertentu dengan melaknat orang-orang ahli maksiat secara umum.

Adanya kisah besar dalam hadits ini, yaitu kisah seekor lalat.

Masuknya orang tersebut kedalam neraka disebabkan karena mempersembahkan seekor lalat yang ia sendiri tidak sengaja berbuat demikian, tapi ia melakukan hal tersebut untuk melepaskan diri dari perlakuan buruk para pemuja berhala itu.

Mengetahui kadar kemusyrikan yang ada dalam hati orang-orang mukmin, bagaimana ketabahan hatinya dalam menghadapi eksekusi hukuman mati dan penolakannya untuk memenuhi permintaan mereka, padahal mereka tidak meminta kecuali amalan lahiriyah saja.

Orang yang masuk neraka dalam hadits ini adalah orang Islam, karena jika ia orang kafir, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak akan bersabda : “ … masuk neraka karena sebab lalat …”

Hadits ini merupakan suatu bukti bagi hadits shoheh yang mengatakan :

                                    “الجنة أقرب إلى أحدكم من شراك نعله والنار مثل ذلك”

“Sorga itu lebih dekat kepada seseorang dari pada tali sandalnya sendiri, dan neraka juga demikian”

Mengetahui bahwa amalan hati adalah tolok ukur yang sangat penting, walaupun bagi para pemuja berhala.

MENGHARAPKAN BERKAH DARI PEPOHONAN, BEBATUAN ATAU YANG SEJENISNYA.

MENGHARAPKAN BERKAH DARI PEPOHONAN, BEBATUAN ATAU YANG SEJENISNYA.

         Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]أفرأيتم اللات والعزى ومناة الثالثة الأخرى ألكم الذكر وله الأنثى تلك إذا قسمة ضيزا إن هي إلا أسماء سميتموها أنتم وآباءكم ما أنزل الله بها من سلطان إن يتبعون إلا الظن وما تهوى الأنفس ولقد جاءهم من ربهم الهدى[

“Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Al lata dan Al Uzza dan Manat yang ketiga, ([1]). Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan ? yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang diada-adakan oleh kamu dan bapak-bapak kamu, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, padahal sesungguhnya tidak datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.” (QS. An Najm, 19-23)

          Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :

“Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “Ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab :

“الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[ لتركبن سنن من كان قبلهم” رواه الترمذي وصححه.

          “Allahu Akbar, itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :“Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : “Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham), kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)

        Kandungan dalam bab ini :

Penjelasan tentang ayat yang terdapat dalam surat An Najm ([2]).

Mengetahui bentuk permintaan mereka ([3]).

Mereka belum melakukan apa yang mereka minta.

Mereka melakukan itu semua untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, karena mereka beranggapan bahwa Allah menyukai perbuatan itu.

Apabila mereka tidak mengerti hal ini, maka selain mereka lebih tidak mengerti lagi.

Mereka memiliki kebaikan-kebaikan dan jaminan maghfirah  (untuk diampuni) yang tidak dimiliki oleh orang-orang selain mereka.

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam tidak menerima argumentasi mereka, bahkan menyanggahnya dengan sabdanya : “Allahu Akbar, sungguh itu adalah tradisi orang-orang sebelum kalian dan kalian akan mengikuti mereka”. Beliau bersikap keras terhadap permintaan mereka itu dengan ketiga kalimat ini.

Satu hal yang sangat penting adalah pemberitahuan dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bahwa permintaan mereka itu persis seperti permintaan bani israil kepada Nabi Musa : “Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka mempunyai sesembahan sesembahan …”

Pengingkaran terhadap hal tersebut adalah termasuk diantara pengertianلا إله إلا الله   yang sebenarnya, yang belum difahami oleh mereka yang baru masuk Islam.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menggunakan sumpah dalam menyampaikan petunjuknya, dan beliau tidak berbuat demikian kecuali untuk kemaslahatan.

Syirik itu ada yang besar dan ada yang kecil, buktinya mereka tidak dianggap murtad dengan permintaannya itu.

Perkataan mereka “…sedang kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk islam) …” menunjukan bahwa para sahabat yang lain mengerti bahwa perbuatan mereka termasuk syirik.

Diperbolehkan bertakbir ketika merasa heran, atau mendengar sesuatu yang tidak patut diucapkan dalam agama, berlainan dengan pendapat orang yang menganggapnya makruh.

Diperintahkan menutup pintu yang menuju kemusyrikan.

Dilarang meniru dan melakukan suatu perbuatan yang menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyah.

Boleh marah ketika menyampaikan pelajaran.

Kaidah umum, bahwa diantara umat ini ada yang mengikuti tradisi-tradisi umat sebelumnya, berdasarkan Sabda Nabi “Itulah tradisi orang orang sebelum kamu … dst”.

Ini adalah salah satu dari tanda kenabian Nabi Muhammad, karena terjadi sebagaimana yang beliau ceritakan.

Celaan Allah yang ditujukan kepada orang Yahudi dan Nasrani, yang terdapat dalam Al qur’an berlaku juga untuk kita.

Sudah menjadi ketentuan umum dikalangan para sahabat, bahwa ibadah itu harus berdasarkan perintah Allah [bukan mengikuti keinginan, pikiran atau hawa nafsu sendiri]. Dengan demikian, hadits tersebut di atas mengandung suatu isyarat tentang hal-hal yang akan ditanyakan kepada manusia di alam kubur. Adapun “Siapakah Tuhanmu ?”, sudah jelas, sedangkan “Siapakah Nabimu ?” berdasarkan keterangan masalah-masalah ghoib yang beliau beritakan akan terjadi, dan “Apakah agamamu ?” berdasarkan pada ucapan mereka : “Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka itu mempunyai sesembahan sesembahan … dst”.

Tradisi orang-orang ahli kitab itu tercela seperti tradisinya orang-orang musyrik.

Orang yang baru saja pindah dari tradisi-tradisi batil yang sudah menjadi kebiasaan dalam dirinya, tidak bisa dipastikan secara mutlak bahwa dirinya terbebas dari sisa-sisa tradisi tersebut, sebagai buktinya mereka mengatakan : “Kami baru saja masuk Islam” dan merekapun belum terlepas dari tradisi-tradisi kafir, karena kenyataannya mereka meminta dibuatkan Dzatu Anwath sebagaimana yang dipunyai oleh kaum musyrikin.

([1])   Al Lata, Al Uzza dan Manat adalah nama berhala-berhala yang dipuja orang Arab jahiliyah dan dianggapnya sebagai anak-anak perempuan Allah.

([2])    Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menyangkal tindakan kaum musyrikin yang tidak rasional, karena mereka menyembah ketiga berhala tersebut yang tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak pula dapat menolak mudhorat. Dan Allah mencela tindakan dzalim mereka dengan memilih untuk diri mereka jenis yang baik dan memberikan untuk Allah jenis yang buruk dalam anggapan mereka. Tindakan mereka itu semua hanyalah berdasarkan sangkaan-sangkaan dan hawa nafsu, tidak berdasarkan pada tuntunan para Rasul yang mengajak umat manusia untuk beribadah hanya kepada Allah dan tidak beribadah kepada selainNya.

([3])    Yaitu : mereka meminta dibuatkan Dzatu Anwath sebagaimana yang dimiliki oleh kaum musyrikin, untuk diharapkan berkahnya.

RUQYAH DAN TAMIMAH

RUQYAH DAN TAMIMAH

           Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim bahwa Abu Basyir Al Anshori Radhiallahu’anhu bahwa dia pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, lalu beliau mengutus seorang utusan untuk menyampaikan pesan :

“أن لا يبقين في رقبة بعير قلادة من وتر أو قلادة إلا قطعت”

          “Agar tidak terdapat lagi dileher onta kalung dari tali busur panah atau kalung apapun harus diputuskan.

          Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“إن الرقى والتمائم والتولة شرك ” رواه أحمد وأبو داود.

          “Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah syirik.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

           TAMIMAH adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. Jika yang dikalungkan itu berasal dari ayat-ayat Al Qur’an, sebagian ulama salaf memberikan keringanan dalam hal ini, dan sebagian yang lain tidak memperbolehkan dan melarangnya, diantaranya Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu ([1]).

          RUQYAH ([2]) yaitu : yang disebut juga dengan istilah Ajimat. Ini diperbolehkan apabila penggunaannya bersih dari hal-hal syirik, karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati ‘ain atau sengatan kalajengking.

          TIWALAH adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya.

          Dalam hadits marfu’ dari Abdullah bin ‘Ukaim Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من تعلق شيئا وكل إليه ” رواه أحمد والترمذي

“Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (dengan anggapan bahwa barang tersebut bermanfaat atau dapat melindungi dirinya), maka Allah akan menjadikan orang tersebut selalu bergantung kepadanya.”(HR. Ahmad dan At Turmudzi)

          Imam Ahmad meriwayatkan dari Ruwaifi’ Radhiallahu’anhu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya :

“يا رويفع، لعل الحياة تطول بك، فأخبر الناس أن من عقد لحيته، أو تقلد وترا، أو استنجى برجيع دابة أو عظم، فإن محمدا بريء منه”

         “Hai Ruwaifi’, semoga engkau berumur panjang, oleh karena itu sampaikanlah kepada orang-orang bahwa barang siapa yang menggulung jenggotnya, atau memakai kalung dari tali busur panah, atau bersuci dari buang air dengan kotoran binatang atau tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri dari orang tersebut”.

          Waki’ meriwayatkan bahwa Said bin Zubair Radhiallahu’anhu berkata :

          “Barang siapa yang memotong tamimah dari seseorang tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak.”

    Dan waki’ meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (An Nakho’i) berkata : “Mereka (para sahabat) membenci segala jenis tamimah, baik dari ayat-ayat Al Qur’an maupun bukan dari ayat-ayat Al Qur’an.”

        Kandungan bab ini :

Pengertian ruqyah dan tamimah.

Pengertian tiwalah.

Ketiga hal diatas merupakan bentuk syirik dengan tanpa pengecualian.

Adapun ruqyah dengan  menggunakan ayat ayat Al Qur’an atau  doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah untuk mengobati penyakit ‘ain, sengatan serangga atau yang lainnya, maka tidak termasuk syirik.

Jika tamimah itu  terbuat dari ayat-ayat Al Qur’an, dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, apakah termasuk ruqyah yang diperbolehkan atau tidak ?

Mengalungkan tali busur panah pada leher binatang untuk mengusir penyakit ‘ain, termasuk syirik juga.

Ancaman berat bagi orang yang mengalungkan tali busur panah dengan maksud dan tujuan diatas.

Besarnya pahala bagi orang yang memutus tamimah dari tubuh seseorang.

Kata-kata Ibrahim An Nakhoi tersebut di atas, tidaklah  bertentangan dengan perbedaan pendapat yang telah disebutkan, sebab yang dimaksud Ibrahim di sini adalah sahabat-sahabat Abdullah bin mas’ud ([3]).

([1])    Tamimah dari ayat Al Qur’an dan Al Hadits lebih baik ditinggalkan, karena tidak ada dasarnya dari syara’, bahkan hadits yang melarangnya bersifat umum, tidak seperti halnya ruqyah, ada hadits lain yang membolehkan. Di samping itu apabila dibiarkan atau diperbolehkan akan membuka peluang untuk menggunakan tamimah yang haram.

([2])      Ruqyah : penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an, atau doa doa.

([3])     Sahabat Abdullah bin Mas’ud antara lain : Alqomah, Al Aswad, Abu Wail, Al Harits bin Suwaid, ‘Ubaidah As Salmani, Masruq, Ar Rabi’ bin Khaitsam, Suwaid bin ghoflah. Mereka ini adalah tokoh generasi tabiin

KENAPA BAHAGIAN FARAID ISTERI PALING SEDIKIT?

KENAPA BAHAGIAN FARAID ISTERI PALING SEDIKIT? 🤔🤔

Rupanya setelah kematian suami tanggungjawab mencari nafkah buat anak-anak jatuh kepada walinya…iaitu datuk atau pakciknya, bukan tanggungjawab si ibu. (Perkongsian dari ustazah Nik Salida Suhaila – al Maraaya, tv alhijrah).

Padanlah dari segi pemberian faraid bahagian isteri paling sedikit berbanding yang bakal diterima oleh waris yang lain. Saya pun baru tahu. Pada ketika itu saya tertanya-tanya, kenapa bahagian isteri paling sedikit sedangkan isterilah yang bakal menanggung keperluan anak-anak kelak. Bahkan rumah dan kereta peninggalan suami boleh dituntut wali jika tidak tersenarai sebagai harta pusaka yang dikhususkan untuk si isteri.

Ramai dari kita tidak tahu kerana belum pernah dengar lagi ada wali yang mencari nafkah buat anak yatim yang masih mempunyai ibu. Inilah amanah Allah yang dilupakan. Demikianlah besarnya tanggungjawab seorang lelaki… tanggungjawab anda bukan hanya kepada anak isteri sahaja tetapi turut kepada pewalinya..

Apabila agama itu diambil separuh separuh, yg memihak padanya diambil yang memberi rugi padanya ditinggal.

Saya bukanlah ustaz nk cakap psl agama, tapi saya nak ajak saudara saudari semua berfikir akan kisah benar yang berlaku pada seorang balu yg kematian suami.

1. Semasa hidup simati org susah, adik beradik tak pernah menjenguk, apatah lagi nk hulur belanja utk anak buah walaupun semuanya kerja best2.

2. Rezeki anak2 simati dpt beli sebidang tanah dan dpt buat sebuah rumah teres di atas tanah tersebut. Tak lama kemudian, si mati membeli lagi sebidang tanah utk tujuan berkebun tapi tak kesampaian (meninggal dulu)

3. Simpanan simati ada dlm 10k dalam bank. Ada sebuah rumah dan sebidang tanah.

4. Simati selalu bagitau isterinya kalau dia tiada, isteri dan anak2 tak lah susah mana, ada tempat bergantung, ada sedikit duit dan ada tempat berlindung (rumah). Betapa besarnya harapan simati utk si isteri dan anak2.

5. Ditakdirkan si mati meninggal dunia akibat sesak nafas (masalah jantung).. simati meninggalkan balu dan 2 org anak perempuan.

6. Sejurus selepas simati dikebumikan, adik beradik simati termasuk ibu simati telah mengajak si isteri berbincang pasal harta simati kononnya simati akan terseksa dalam kubur kalau tak diselesaikan secepat mungkin.

7. Simati tiada anak lelaki, so harta2 simati akan dapat juga pada adik beradiknya.

7. Tak sampai seminggu si mati meninggal, datanglah adik beradik bertandang kerumah, siap buat lakaran dlm kertas ikut hukum faraid, bahagian utk isteri, anak2, ibu simati dan adik beradik simati.

8. Hukum faraid – bahagian isteri dpt paling sedikit (org terengganu ckp dpt bahagian kepala mayat). Langsung tak pedulikan perasan sibalu yg masih bersedih, dihamburkan pula nas2 dalil2 bab pembahagian faraid.

9. Paling memilukan, dinilaikan sekali rumah yang diduduki oleh sibalu dgn anak2 ikut nilai pasaran. Kemudian mereka2 itu bagi dua pilihan pada si balu, bayar harga rumah tersebut kepada waris2 yg berhak sekiranya mahu tetap tinggal disitu atau keluar dari rumah tersebut kerana rumah itu akan dijual dan duit jualan tersebut akan dibahagikan ikut hukum.

10. Celah mana mahu cari 150k? nak tak nak terpksa keluar dr rumah tersebut. Rumah dijual, dapatlah bahagian sibalu dan anak2 dgn jumlah yg sibalu dapat dan anak2 simati dapat mustahil dpt cari rumah baru.

11. Bermula lah episod merempat si anak2 yatim. Berpindah randah, menyewa situ sini, jgnkan sibalu, si anak pon bekerja lepas balik sekolah nak sara diri sendiri. Duit simpanan /tanah sebidang/rumah dijual siwaris. Harapan simati utk tidak menyusahkan anak dan isteri selepas ketiadaanya berkecai sama sekali.

12. Waris2, semua lesap lepas dpt bahagian masing2. Nak tanya khabar jauh sekali. Nak hulur duit jauh sekali.

13. Lagi malang waris2 semuanya bekerja bagus2. Ada cikgu, ada pegawai kerajaan, ada golongan prefesional, malah kaki masjid pon ada. Tapi sayang, bab tangggungjawab pada anak simati langsung tak dihiraukan.

14. Walaupon berhak pada harta simati, tapi kene tengok pula tanggungjawab yang harus dipikul. Jangsn ambil agama itu separuh separuh utk kepentingan sendiri. Ya, tak berdosa ambil harta yg sememangnya hak kita dalam hukum, tapi berdosa gagal menjalankan tanggungjawab nafkah pads anak2 simati-tempat tinggal /pakaian/makan minum)

15 . Kalau kita termasuk dalam golongan sebegitu sebelum ni, berubahlah dan moga dijauhkan keturunan kita adik2 kite suami kita ank2 kita dari bersifat kejam begini.

16. Ambil pengajaran saudara saudari. Sekali lagi saya ingatkan apa yg agama ajar, bila simati meninggalkan anak2 yg belum baligh, wajib bg walinya (mengikut turutan wali sebelah simati) menyediakan nafkah utk anak simati. Kalau tidak diambil peduli, menanggunglah diakhirat kelak.

17. Hukum faraid itu sangat adil dan indah. Diberi lebih kepada lelaki sebab lelaki adalah ketua keluarga yang kene menanggung org2 dibawahnya, kenapa apabila tiada anak lelaki, harta akn  diberi juga kepada adik beradik simati? jelas Allah memberitahu bahawa adalah tanggungjwb si wali2 utk menanggung nafkah si anak yatim (lebih2 si yatim adalah perempuan) ,dan semoga dgn pembahagian faraid dpt meringankan beban /membantu si wali2 utk menjaga dan memberi nafkah kepada si anak yatim.

18. Ingt ye dpt pembahagian harta simati bkn terus beli rumah baru, shopping atau melancong dulu,tapi tunaikan dulu tanggungjawab si anak yatim..

10 SIFAT TERCELA DI SISI ALLAH

10 SIFAT TERCELA DI SISI ALLAH

1. Gelojoh ketika makan

Dalam erti kata lain, seseorang yang kuat dan tidak bersopan ketika makan. Sikap ini juga meliputi maksud makan terlalu kenyang, menyediakan makanan dalam jumlah yang berlebihan, yang akhirnya membawa kepada pembaziran.

2. Banyak bercakap

Allah mencela manusia yang suka bercakap perkara yang sia-sia, fitnah memfitnah, umpat keji dan kata mengata kerana semua jenis percakapan itu menjurus kepada permusuhan dan perbalahan sesama manusia.

3. Suka marah-marah

Kemarahan boleh membuat seseorang itu bertindak di luar batas kemanusiaan. Perbuatan marah akan diikuti dengan maki hamun, mengherdik dan perkelahian yang boleh mengakibatkan kecederaan atau pembunuhan.

4. Hasad dengki

Seseorang yang bersifat dengki sanggup melakukan apa saja dalam bentuk kejahatan atau jenayah. Perbuatan menipu dan sanggup memusnah hidup orang lain adalah antara sifat keji yang lahir dari perasaan hasad dengki. Rasulullah bersabda: ‘Dengki itu memakan segala kebaikan’ (riwayat Muslim).

5. Kedekut & bakhil

Rezeki yang Allah kurniakan lebih suka disimpan hingga bertimbun banyaknya. Sifat kedekut menghijab (menutup) seseorang dari membelanjakan sebahagian dari hartanya ke jalan kebaikan termasuk menderma, membuat kebajikan kejalan Allah dan membantu orang yang memerlukan.

6. Bermegah-megah

Ia termasuk sikap suka status atau jawatan, gelaran dan menerima sanjungan.

7. Cintakan dunia

Terlalu menghambakan diri kepada perkara duniawi hingga melupakan tuntutan ukhrawi. Rasulullah bersabda: “Bekerjalah kamu di dunia seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun, dan beramallah kamu untuk akhirat seolah-olah kamu akan mati esok hari.” (riwayat Bukhari dan Muslim).

8. Ego atau sombong

Sifat membuat seseorang merasakan dirinya mempunyai kelebihan dalam banyak perkara dari orang lain hingga mereka lupa bahawa hanya Allah saja yang bersifat maha besar.

9. Ujub dan suka bangga diri

Perbuatan ini ada unsur megah dan sombong dengan kelebihan dan kepandaian yang dikurniakan Allah. Rasa bersyukur tidak ada lagi dalam diri kerana telah diselaputi perasaan ego.

10. Gemarkan pujian atau riak

Manusia jenis ini suka meminta dipuji dalam setiap perkara yang dilakukan. Sikap baiknya, jasa dan baktinya mahu dikenang sampai bila-bila. Ini jelas membayangkan bahawa sikap baiknya selama ini, tidak diiringi dengan kejujuran dan keikhlasan.

Sepuluh sikap yang dicela Allah ini, jika diamalkan, akan termasuk dalam kategori melakukan dosa besar. Nauzubillah…

http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=51175

Akhlak Mulia Jambatan Ke Syurga

Akhlak Mulia Jambatan Ke Syurga

Anda berakhlak mulia? Pada pandangan anda adakah berakhlak mulia ini membawa keuntungan atau tidak? Ada orang kata : Kalau baik sentiasa dipijak orang..Adakah perkara itu membuatkan kita tidak mahu atau fobia untuk berakhlak mulia?

Akhlak mulia hakikatnya merupakan salah satu asas terpenting dalam ajaran Islam untuk membina peribadi dan memperbaiki masyarakat. Perkara tersebut dikatakan asas terpenting kerana keselamatan masyarakat,kekuatan,kemuliaan,dan kewibawaan peribadi-peribadinya sangat bergantung kepada sejauh mana mereka berpegang dengan akhlak mulia tersebut. Sebaliknya masyarakat akan hancur dan rosak tatkala mereka meninggalkan dan menjauhi akhlak yang terpuji. Setiap syariat dan agama memiliki perhatian yang serius terhadap gejala penyakit akhlak yang dapat menjadikan masyarakat terperosok.

Islam mengajak manusia untuk membina fizikal dan jiwanya secara sempurna dan seimbang tidak tempang pada salah satunya. Islam menyeru agar mereka berpegang dengan akhlak mulia dan menyebarkannya dan agar mereka meninggalkan serta menjauhi segala akhlak yang buruk.

Ajaran akhlak yang mulia ini telah diperlihatkan oleh suri teladan umat ini iaitu Rasullullah yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dengan firman-Nya,

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas akhlak yang mulia.” (Al-Qalam : Ayat 4).

Sa’ad bin Hisyam pernah bertanya kepada ‘Aisyah r.ha tentang akhlak Rasulullah, maka ‘Aisyah r.ha menjawab,

“Akhlak Baginda ialah Al-Quran”

Lalu Sa’ad berkata,

“Sesungguhnya saya ingin berdiri dan tidak lagi menanyakan sesuatu yang lain.” (Riwayat Muslim).

Oleh sebab itu, Rasulullah SAW merupakan peribadi yang paling bagus akhlaknya seperti yang disaksikan oleh Anas bin Malik (pembantu Rasulullah) selama 10 tahun-ketika beliau berkata,

“Rasulullah ialah orang yang paling bagus akhlaknya.” (Riwayat Muslim)

Maka wajarlah Rasulullah SAW menjadi suri teladan bagi kita dalam segala aspek kehidupan. Hal ini amat jelas seperti yang diberitakan oleh Allah dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu)bagi orang yang mengharap (pertemuan dengan) Allah dan (keselamatan di) hari akhir dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab : Ayat 21)

Rasulullah SAW sendiri telah memotivasikan umatnya yang beriman supaya berpegang teguh dengan akhlak yang bagus dan menjauhi akhlak yang buruk seperti dalam sabda-sabda Baginda berikut ini :

Daripada Abu Darda’ bahawa Nabi bersabda yang bermaksud, “Tiada suatu perkara yang paling memberatkan timbangan (kebaikan) seorang Mukmin pada hari kiamat selain daripada akhlak dan sesungguhnya Allah amat benci kepada seorang yang buruk perbuatan dan ucapannya.” (Riwayat At-Tarmizi)

Daripada Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam syurga, maka Baginda mejawab,

“Bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia.”

Sementara ketika ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, Baginda menjwab,

“Mulut dan kemaluan.” (Riwayat At-Tarmizi)

Dan Rasulullah SAW menjelaskan bahawa Mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling sempurna akhlaknya, seperti yang Baginda sabdakan yang bermaksud :

“Sesungguhnya Mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling bagus akhlaknya dan sebaik-baik kalian ialah yang paling baik terhadap isteri-isterinya .” (Riwayat At-Tarmizi).

Bahkan Rasulullah SAW telah menjadikan orang yang berakhlak mulia sebagai orang yang paling dekat duduknya dengan Rasulullah sebagaimana dalam sabdanya yang bermaksud:

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat ialah yang paling bagus akhlaknya dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat ialah tsartsarun (yang banyak bicara), mutasyaddiqun (yang bicara sembarangan lagi mencela manusia), dan mutafaihiqun.”

Para shabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui tsartsarun dan mutasyaddiqun, tetapi siapakah mutafaihiqun itu?” Rasulullah menjawab, “Mutakabbirun (orang yang sombong) ” (Riwayat At-Tarmizi.

Setelah membaca semua kalimah yang dicoretkan ini, adakah anda masih tidak mahu memupuk akhlak mulia dalam diri?

Akhlak mulia sumber kebahagiaan dunia dan akhirat… jadi..JANGAN ANDA LEPASKANNYA!!

-Petikan Dari Sumber Kembara Hamba Mencari Cahaya-

Langit Ilahi

50 Amalan Yang Perlu Diamalkan Bersama

50 Amalan Yang Perlu Diamalkan Bersama

1. Sesiapa yang berwuduk saat ingin tidur dan meminta supaya ALLAH berikan kebaikan dunia dan akhirat pasti akan di kabulkan – Tirmizi. Sunat tidur dalam keadaan berwuduk.

2. Sesiapa yang berselawat tidak kiralah banyak mana hitunganya setiap hari akan dapat keberkatan dalam apa jua dengan syarat ia berusaha mencari keredhaanNya.

3. Sesiapa yang berselawat 41 kali sehari, insyaALLAH, akan dihindarkan daripada sifat tercela seperti hasad engki, riak dsbnya dalam dirinya.

4. Berselawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah memahami akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh ketenangan fikiran.

5. ALLAH akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan berselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu.

6. Sewaktu menghadapi hidangan, Nabi membiasakan diri dengan mengambil makanan yang terdekat, kemudian baru di ambil hidangan yang lainnya sebagai simbolik kesopanan.

7. Amalkan membaca selawat sebanyak 1000 kali sehari, insyaALLAH akandi kurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah untuk menerokai pelbagai ilmu.

8. Sesiapa yang berniat mandi(untuk solat jumaat) kemudian pakai pakaian terbaik & wangian lalu solat jumaat, dosanya akan diampun hingga jmaat berikutnya-Ahmad.

9. Sesiapa yang mengamalkan berselawat 11 kali tiap hari, dengan izin ALLAH dirinya akan lebih dihargai oleh orang lain.

10. Uthman bin Affan riwayatkan bahawa Nabi SAW apabila berwuduk, beliau membasahi janggutnya-Tirmizi

11. Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika baginda suka, dia makan dan sebaliknya beliau tinggalkan-Bukhari. Apatah lagi jika makanan itu pemberian orang lain.

12. Sahabat meriwayatkan: Aku lihat Nabi SAW makandengan 3 jari(ibu jari telunjuk & tengah)-Muslim. Jarang sekali beliau makan dengan 4 @ 5 jari kecuali ada keperluan

13. Menurut Sayyid Ahmad dahlan, sesiapa berselawat walau sekali pada malam jumaat, saat mautnya kelak akan dipermudahkan ALLAH seperti yang dihadapi oleh para nabi

14. Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah selawat tujuh kali pada air dan minum. InsyaALLAH, perut yang sakit atau memulas akan sembuh

15. Perbaharui wuduk tiap kali bersolat krn padanya terdapat banyak fadhilat. Hadith: Sesiapa yang berwuduk dalam keadaan suci, ALLAH catatkan 10 kebaikan baginya-Abu Dawud.

16. Sesiapa yang mengamalkan membaca selawat tiga kali setiap selepas solat lima waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam menghadapi apa jua masalah

17. Nabi SAW sering menghadap kekanan sedikit setelah solat berjemaah supaya makmum dapat melihat wajahnya. Sebaiknya imam berzikir dan doa seketika bersama makmum

18. Allah akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan beselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu

19. Nabi tak makan sambil bersandar-Bukhari. Ertinya, baginda makan dengan duduk condong sedikit ke hadapan bagi elakkan dirinya terlalu kenyang & mudahkan penghadaman

20. Menurut Syihab Ahmad, sesiapa berselawat tiga kali tiap selesai solat subuh, Maghrib dan isyak, ALLAH akan menghindarkannya drp sebarang bencana

21. Nabi sering beristinsyaq air kedalam hidung dan menghembuskannya. Selain membersihkan, ia juga mengelakkan sebarang penyakit yang berkaitan dengan hidung

22. Setelah bersolat Nabi memohon ampun ( astagfirullahalaziim) tiga kali-Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya beristighfar 75 kali sehari

23. Sesiapa yang amalkan berselawat sebanyak 1000 kali tiap hari, ALLAH akan memeliharanya daripada sebarang ancaman musuh serta bahaya fitnah

24. Apabila Nabi tidur, ia dahulukan mengiring sebelah kanan – Bukhari. Dari segi kesihatan, cara berkenaan baik untuk jantung (yang berada di kiri badan) mengepam darah

25. Amalan berselawat secara teratur setiap hari mampu membersihkan kekeruhan jiwa, dipermudahkan ALLAH segala urusan dan mendapat keampunan daripadaNYA

26. Tika Nabi tidur, ia membaca surah Al-Ikhlas,Al-Falaq dan An-Naas lalu meniup telapak tangan serta menyapu keseluruh tubuh)mohon perlindunganNYA) – Bukhari

27. Membaca selawat 10 kali pada setiap waktu pagi dan petang akan memperolehi keredhaan serta dijauhkan diri daripada mendapat kemurkaan ALLAH

28. Wuduk dahulu jika ingin tidur sekalipun dalam keadaan junub. Nabi menyarankan, cukup dengan bersihkan kemaluan dan berwuduk tanpa perlu mandi wajib jika ingin tidur

29. Munurut As-Shawi, sesiapa yang membaca selawat secara rutin, akan terpelihara hatinya daripada gangguan serta tipudaya syaitan yang melalaikan

30. Silangkan kaki jika tidur di masjid. Hadith: Sahabat melihatNabi berbaring di masjid dgn satu kakinya atas kaki yang lain (krn bimbang terdedah aurat) – Bukhari

31. Sesiapa yang membaca selawat sebanyak tujuh kali selama tujuh Jumaat berturut-turut, ia bakal mendapat syafaat (pertolongan) daripada baginda SAW

32. Adakalanya Nabi SAW amat menyukai doa-doa yang ringkas (mudah) – Abu dawud. Baginda mementingkan kualiti doa itu sendiri dengan sedikit tetapi maknanya yang menyeluruh

33. Menurut Al-Hafiz Dimyati, sesiapa yang berhajat menemui Nabi SAW dalam mimpinya maka amalkan membaca selawat sebanyak 70 kali sehari

34. Setelah bersolat Nabi SAW mohon ampun (astagfirullahalaziim) tiga kali – Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya beristighfar 75 kali sehari

35. Nabi seorang yang berpsikologi dalam memberi nasihat. Nabi memilih waktu yang sesuai untuk menasihati sahabat supaya mereka tidak bosan (atau tersinggung) – bukhari

36. Ada riwayat yang menyatakan bahawa amalan berselawat 80 kali tiap selepas solat asar pada hari jumaat, insyaALLAH akan dihapuskan dosa-dosa kecil seseorang

37. Menutup mulut dan rendahkan suara tika bersin. Hadith: Apabila Nabi bersin, beliau letakkan tangan atau pakaiannya dimulut (kerana dibimbangi terpercik) – Abu Dawud

38. Jiwa yang gelisah dapat ditenangkan dengan zikir, termasuklah berselawat sekerap yang mungkin kerana ALLAH itu Maha Luas rahmatNya

39. Sabda Nabi SAW: Barangsiapa yang berselawat kepadakusebanyak 100 kali pada hari jumaat, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan keadaan bercahaya – Abu Naim

40. Nabi tidak pernah menolak hadiah. Hadith: nabi selalu terima hadiah &

amat menghargainya – Bukhari

41. Sesiapa yang sering mengamalkan berselawat pada setiap hari, ALLAH akan bukakan pintu rahmat dan rezeki yang tidak disangka-sangka baginya

42. Selalu memilih yang lebih mudah. Hadith: Mudahkan sesuatu & jangan kamu sukarkannya – Muttafaq Alaih

43. Berdiri apabila melihat iringan jenazah. Hadith: Apabila kamu sekalian melihat jenazah ( yang diusung), maka berdirilah (sbg tanda penghormatan) – Muttafaq Alaih

44. Ulamak berpendapat, sesiapa yang amalkan selawat saban hari tak kira berapa hitungannya, InsyaALLAH dihindarkan daripada taun & wabak penyakit berbahaya yang lain

45. Bersujud syukur jika dapat khabar gembira. Nabi sering melakukannya ketikaberoleh khabar yang menyenangkan sebagai tanda syukur hamba terhadap ALLAH – Abu dawud

46. Membaca selawat 1000 kali selepas Solat Hajat dua rakaat mampu meenghilangkan keresahan, rasa dukacita serta dikabulkan ALLAH akan hajatnya

47. Beri salam hingga tiga kali sahaja. Bahawasanya Nabi (apabila mendatangi rumah sahabat) beri salam hingga 3 kali – Bukhari. Jika salamnya tak berjawab, beliau beredar

48. Menurut para ulamak, sesiapa yang inginkan saat kematiannya dalam kesudahan yang baik, maka berselawatlah seban yak 10 kali setiap selesai solat Maghrib

49. Melakukan pekerjaan rumah. Hadith: Bantuan terhadap isterimu itu adalah sedekah-Ad-Dailami

50. Para ulamak berpendapat, ALLAH sempurnakan hajat yang baik dengan senantiasa berselawat 40 hingga 100 kali setiap hari, di ikuti dengan usaha yang berterusan.

http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=51190

8888888888888888888

10 SIFAT TERCELA DI SISI ALLAH

1. Gelojoh ketika makan

Dalam erti kata lain, seseorang yang kuat dan tidak bersopan ketika makan. Sikap ini juga meliputi maksud makan terlalu kenyang, menyediakan makanan dalam jumlah yang berlebihan, yang akhirnya membawa kepada pembaziran.

2. Banyak bercakap

Allah mencela manusia yang suka bercakap perkara yang sia-sia, fitnah memfitnah, umpat keji dan kata mengata kerana semua jenis percakapan itu menjurus kepada permusuhan dan perbalahan sesama manusia.

3. Suka marah-marah

Kemarahan boleh membuat seseorang itu bertindak di luar batas kemanusiaan. Perbuatan marah akan diikuti dengan maki hamun, mengherdik dan perkelahian yang boleh mengakibatkan kecederaan atau pembunuhan.

4. Hasad dengki

Seseorang yang bersifat dengki sanggup melakukan apa saja dalam bentuk kejahatan atau jenayah. Perbuatan menipu dan sanggup memusnah hidup orang lain adalah antara sifat keji yang lahir dari perasaan hasad dengki. Rasulullah bersabda: ‘Dengki itu memakan segala kebaikan’ (riwayat Muslim).

5. Kedekut & bakhil

Rezeki yang Allah kurniakan lebih suka disimpan hingga bertimbun banyaknya. Sifat kedekut menghijab (menutup) seseorang dari membelanjakan sebahagian dari hartanya ke jalan kebaikan termasuk menderma, membuat kebajikan kejalan Allah dan membantu orang yang memerlukan.

6. Bermegah-megah

Ia termasuk sikap suka status atau jawatan, gelaran dan menerima sanjungan.

7. Cintakan dunia

Terlalu menghambakan diri kepada perkara duniawi hingga melupakan tuntutan ukhrawi. Rasulullah bersabda: “Bekerjalah kamu di dunia seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun, dan beramallah kamu untuk akhirat seolah-olah kamu akan mati esok hari.” (riwayat Bukhari dan Muslim).

8. Ego atau sombong

Sifat membuat seseorang merasakan dirinya mempunyai kelebihan dalam banyak perkara dari orang lain hingga mereka lupa bahawa hanya Allah saja yang bersifat maha besar.

9. Ujub dan suka bangga diri

Perbuatan ini ada unsur megah dan sombong dengan kelebihan dan kepandaian yang dikurniakan Allah. Rasa bersyukur tidak ada lagi dalam diri kerana telah diselaputi perasaan ego.

10. Gemarkan pujian atau riak

Manusia jenis ini suka meminta dipuji dalam setiap perkara yang dilakukan. Sikap baiknya, jasa dan baktinya mahu dikenang sampai bila-bila. Ini jelas membayangkan bahawa sikap baiknya selama ini, tidak diiringi dengan kejujuran dan keikhlasan.

Sepuluh sikap yang dicela Allah ini, jika diamalkan, akan termasuk dalam kategori melakukan dosa besar. Nauzubillah…

http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=51175

43 Perkara Ringan Yang Menyekat Rezeki

43 Perkara Ringan Yang Menyekat Rezeki

Terdapat beberapa perkara yang mempunyai kaitan dengan kesusahan atau secara lebih khusus sebagai penyebab ditimpa kesusahan dan penderitaan yang mana pada kebiasaannya kita mengambil ringan tentang perkara tersebut. Dalam kitab Al-Barakah fi Fadhl lis Sa’yi Wal Harakah yang disusun oleh Abi Abdillah Muhammad bin Abdul Rahman Al-Habsyi telah diterangkan perkara yang mempunyai hubung kait dengan kesusahan seseorang.

1.tidak sembahyang atau solat.

2.tidak membaca Bismillah ketika hendak makan.

3. makan atas pinggan yang terbalik.

4.memakai kasut atau sandal memulakan sebelah kiri..

5. menganggap ringan apa2 yang terjatuh dalam hidangan makanan.

6.berwuduk’ di tempat buang air besar atau air kecil.

7. suka bersandar pada pintu rumah.

8.suka duduk di atas tangga.

9. membiasakan diri mencuci tangan di dalam pinggan selepas makan.

10. membasuh tangan dengan tanah atau bekas tepung.

11. tidak membersihkan rumah.

12. membuang sampah atau menyapu dengan kain.

13. suka membersihkan rumah pada waktu malam.

14.suka tidur di atas muka.

15. membakar kulit bawang.

16. menjahit baju yang sedang dipakai.

17. mengelap muka dengan baju.

18.berdiri sambil bercekak pinggang.

19.tidur tidak memakai baju.

20. makan sebelum mandi hadas.

21. tergesa-gesa keluar dari masjid selepas menunaikan solat subuh.

22. pergi ke pasar sebelum matahari terbit.

23. lambat pulang dari masjid.

24. doakan perkara yang tidak baik terhadap ibubapa dan anak-anak.

25. kebiasaan tidak menutup makan yang dihidangkan.

26. suka memadam pelita dengan nafas.

27. membuang kutu kepala dalam keadaan hidup.

28.membasuh kaki dengan tangan kanan.

29.membuang air kecil pada air yang mengalir.

30.memakai seluar sambil berdiri.

31. memakai serban sambil duduk.

32. mandi junub di tempat buang air atau tempat najis.

33. makan dengan menggunakan dua jari.

34. berjalan di antara kambing.

35.berjalan di antara dua perempuan.

36. suka mempermainkan janggut.

37. suka meletakkan jari jemari tangan pada bahagian lutut.

38.. meletakkan tapak tangan pada hidung.

39. suka menggigit kuku dengan mulut.

40. mendedahkan aurat di bawah sinaran matahari dan bulan.

41.mengadap kiblat ketika membuang air besar atau air kecil.

42.menguap ketika solat.

43.meludah di tempat buang air besar atau air kecil.

* Yang highlighted to adalah yg kerap kita terbuat.

http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=51287http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=51287

Lebih 600 Ribu Rakyat Malaysia Mencari Teman Untuk Menguruti Batinnya Diranjang

Lebih 600 Ribu Rakyat Malaysia Mencari Teman Untuk Menguruti Batinnya Diranjang

[HM] Kuala Lumpur: Mengejutkan apabila lebih 600,000 individu di negara ini, termasuk lepasan sekolah dan warga emas, dikesan mendaftar dalam sebuah laman sosial antarabangsa semata-mata untuk mencari kenalan baru yang boleh dijadikan teman ranjang.

Pemantauan Metro Ahad lebih tiga bulan mendapati, mereka dalam lingkungan usia 18 hingga 56 tahun membabitkan wanita, lelaki, pondan, gay dan lesbian.

Wartawan yang membuat penyiasatan dengan mendaftar sebagai ahli mendapati, lebih 564,576 lelaki dan 26,647 wanita mencari pasangan berlainan jenis sebagai teman ranjang, manakala selebihnya membabitkan kumpulan pondan, gay dan lesbian serta kumpulan individu yang berminat menyertai aktiviti seks secara berkumpulan.

Lebih teruk, ada antara mereka mengakui sudah berumah tangga tetapi mahukan layanan seks daripada pasangan yang jauh lebih muda.

Selain itu, ada ahli daripada pasangan kekasih dan pasangan berkahwin yang turut mendaftar dengan tujuan mahu bertukar-tukar pasangan serta mencari pasangan bagi aktiviti seks liar.

Pemantauan mendapati, kebanyakan individu terbabit tanpa rasa segan turut meletakkan gambar serta video bogel ketika melakukan hubungan seks bersama pasangan yang diambil dan dimuat turun sendiri bagi menarik minat ahli lain.

Ada antaranya turut menggunakan kemudahan itu dengan menawarkan khidmat seks ‘suka sama suka’ dan secara berbayar.

Dipercayai sudah lama menjadi tumpuan, ada ahli turut menubuhkan kumpulan tertentu dalam laman sosial itu bagi memudahkan carian pasangan yang diingini, selain menjadi tempat mengemas kini maklumat, terutama membabitkan aktiviti penganjuran parti secara beramai-ramai.

Untuk menghubungi individu berkenaan juga sangat mudah berikutan sesiapa saja boleh menghantar mesej di profil individu, selain menghubungi nombor telefon bimbit ditinggalkan ahli.

Mengapa Perlu Sangka Buruk ?

Mengapa Perlu Sangka Buruk ?

Hidup kita tidak lekang dari disangka buruk dan menyangka buruk. Jika diri terlibat, kunci menanganinya adalah   beristighfar dan taubat. Nabi s.a.w bersabda :-

كُلُّ بن آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Ertinya : “Setiap anak Adam itu ada kesilapan ( dosa) dan orang berdosa yang terbaik adalah mereka yang bertaubat” (Riwayat At-Tirmidzi, no 2499, 4/659)

Sangka buruk ini sering berkait rapat dengan rasa hasad, dengki atau cemburu. Ia amat-amat sukar dibuang namun wajiblah ia dimasukkan dalam senarai utama yang perlu kita usaha hindarinya sedaya upaya. Saya sendiri tidak bebas darinya. Namun atas dasar nasihat menasihati saya tuliskan artikel ini agar kita sama-sama mampu berusaha menjauhinya agar kehidupan kita akan lebih diredhai oleh Allah.

Ia bertepatan dengan apa yang disebut di dalam sebuah hadis

ثلاث لازمات لأمتي : الطيرة ، والحسد ، وسوء الظن ” . فقال رجل : ما يذهبهن يا رسول الله ! ممن هو فيه ؟ قال : ” إذا حسدت فاستغفر الله ، وإذا ظننت فلا تحقق ، وإذا تطيرت فامضه

Ertinya : Tiga perkara lazim yang sukar dibuang oleh umatku : mengganggap sial, hasad dengki dan bersangka buruk” lalu seorang lelaki bertanya : “apakah yang boleh menghilangkannya wahai Rasulullah ?”

Jawab Nabi : Jika kamu datang perasaan hasad dengki beristighfar lah kamu kepada Allah, apabila kamu bersangka buruk, janganlah kamu membenarkan sangkaan itu, dan apabila kamu menganggap sial belaku, abaikan dan jangan endahkannya” ( At-Tabrani, no 3227, 3/228 ; Al-Haithami : Dhoif kerana perawi bernama Ismail Bin Qais)

Terdapat sebuah lagi hadis yang mempunyai erti yang sama dengannya iaitu :-

ثلاثة لا يسلم منهن أحد : الطيرة ، والظن ، والحسد ، فإذا تطيرت فلا ترجع ، وإذا حسدت فلا تبغ ، وإذا ظننت فلا تحقق

Ertinya : Tiga perkara yang tidak seorang Muslim pun dapat melepaskan diri darinya; sial menyial, sangka buruk, hasad dengki; maka apabila kamu berasa ada sial, jangan kamu pulang dan mengendahkannya, bila kamu hasad, jangan melampau (hingga bertindak) , dan bila kamu bersangka jangan kamu membenarkannya” ( Musannaf Abd Razzak : Ibn Hajar : hadis mursal, Albani : Dhoif)

Al-Qaradawi menerangkan maksud jangan kamu membenarkan sangkaan buruk itu adalah dengan tidak berubahnya sikap dan pandangan kamu terhadap orang yang disangka buruk itu. Jika itu tidak dikawal, bermakna kamu sudah membenarkannya

SANGKA BURUK YANG HARUS

Tidak dinafikan ada beberapa jenis sangka buruk yang diperlukan demi keselamatan diri. Ia juga dinamakan berhati-hati atau ‘hazar’. Mudahnya, seperti pemandu kereta dikehendaki ‘bersangka buruk’ apabila melihat sebuah bas dan teksi di depan mereka akan bersangka buruk ada kemungkinan kenderaan itu berhenti mengejut kerana ingin mengambil penumpang atau menurunkan penumpang. Ia jelas sangka buruk yang tidak berdosa.

Demikian juga dalam proses majikan ingin mengambil kakitangan baru. Biasanya pihak majikan akan membuat survey rambang dengan menghubungi beberapa orang yang yang mengenali calon, bagi mendapatkan pandangan mereka berkenaan kemampuan dan lain-lain informasi berguna berkaitan calon. Saya masih ingat, saya pernah menerima Curriculum Vitae (CV) sewaktu bertugas di institusi kewangan dahulu, CV calon ini cukup menarik sekali.

Namun mengikut prosedur, sebelum pihak kami memanggil interview, saya perlu menghubungi seseorang yang diyakini mengenali si calon untuk mendapatkan komen beliau, akhirnya kami tidak jadi memanggilnya interview kerana rupanya calon tersebut mempunyai masalah mental. Kami daptkan komen beberapa orang lagi demi memastikan info yang diberi benar serta tidak berniat jahat. Namun info yang sam a diperolehi.

SANGKA BURUK YANG HARAM

Sangka buruk jenis haram dan berdosa ini biasanya didasari oleh perasaan cemburu, hasad, dengki dan berniat ingin menjatuhkan individu yang dijadikan sasarannya.

Sangka buruk jenis ini juga hakikatnya lahir dari jiwa dan minda seseorang yang kotor. Ia adalah refleski dirinya yang kerap bergelumang dengan kejahatan dan dosa. Atau dari jiwa yang tiada ikhlas dalam membuat sesuatu perkara.  

Justeru, dalam mindanya kerap tergambar mustahil ada seseorang boleh berbuat atau bercakap baik kecuali mesti ada helah, agenda kepentingan diri dan muslihat di sebalik. Ia berfikiran demikian kerana demikianlah dirinya. Ia melihat orang lain sepertinya.

JENIS PERTAMA : KERANA ALIRAN POLITIK

Sangka buruk jenis pertama ini didasari oleh permusuhan politik kepartian. Sangka buruk ini juga sangat popular di masa ini terutamanya di zaman isu politik sentiasa hangat.

Memang benar, setiap orang politik kerap mempunyai agenda disebalik segala tindakannya, biasanya adalah untuk kepentingan masa depan politiknya. Namun tidak wajar dinafikan ada antara mereka yang benar-benar berniat membantu dalam sesuatu tindakannya.

Hasilnya, apabila ada saja seorang ahli politik PAS melakukan satu tindakan yang patut dipuji pada zahirnya, akan wujud sebahagian kumpulan dalam UMNO yang mentakwil apa yang tersirat dan tujuan sebenar dari setiap tindakan baik yang dibuat, sehinggalah ia AKAN dilihat jahat dan tidak layak mendapat pujian, penghargaan dan terima kasih.

Demikian juga sebaliknya, apa sahaja tindakan politik yang baik dibuat oleh pemimpin UMNO, akan sentiasa dilihat jahat oleh sebahagian pihak pembangkang. Saya tidak kata semua, namun saya kata ada sebahagian mereka.

Sebagai contoh apabila kerajaan Pak Lah mengumumkan pembayaran Ex-Gratia kepada bekas-bekas hakim yang terlibat dalam kes 20 tahun lepas, maka ada yang tetap tidak mahu menghargai tindakan itu lantas berkata :-

“Mengapa baru sekarang? Nampak sangat ia dibuat dengan agenda tertentu”

Individu dalam kategori ini biasanya akan merasakan diri mereka bijak, sukar diperdaya serta mampu melihat dari dimensi yang luar biasa (kononnya).

Namun jika ada pimpinan mereka atau rakan mereka yang melakukan kesilapan yang terang-terang tersalah dan tidak boleh ditakwil lagi, mereka akan bersangka baik pula demi membela segala tindakan tersebut atas dasar maslahat katanya. Bagus, ia memang satu sifat yang baik, tetapi boleh menjadi buruk jika tidak betul cara kendaliannya.

Keadaan ini amat membimbangkan kerana ia seolah-olah menjadikan sangka buruk sebagai satu keperluan politik. Tatkala itu, dosa menjadi mainan diri. Sangka baik pula adakalanya digunakan bukan pada tempat yang sepatutnya sehingga menjadikan diri taksub kepada team mereka.

JENIS KEDUA : KERANA ALIRAN PEMIKIRAN DAN ANUTAN

Kali ini ia didasari oleh aliran pemikiran pula. Manusia tidak boleh lari dari perbezaan aliran pemikiran. Tidak perlulah dikesali hal ini kerana ia satu hal yang normal. Namun yang dikesali adalah permusuhan dahsyat antara satu kumpulan dengan yang lain.

Sebagai contohnya aliran Salafi, Wahabi, Khalafi, Pondok, Sufi, Syiah Malaysia, Hizb Tahrir, Ahbash, Liberal, Hadari dan lain-lain. Masing-masing kelihatan suka kalau pihak yang lain dibenci sehabis mungkin, malah mungkin wujud mereka yang akan sujud syukur jika pimpinan kumpulan sebelah sana meninggal dunia.

Tatkala itu sangka buruk sentiasa menjadi idaman dan ruh perjuangan masing-masing. Jika ada sahaja tindakan yang baik dilakukan oleh pimpinan atau ahli aliran yang bertentangan dengan mereka. Akan ditakwilkan sejahatnya.

Sebagai contoh yang saya kira paling nyata adalah apa yang berlaku kepada Mufti Perlis. Tiba-tiba Mufti Perlis semakin berterus terang mengkritik beberapa dasar kerajaan yang kurang tepat sebagai contohnya ISA. Akhirnya, pelbagai sangka buruk timbul antaranya,

  • Kononnya ia bersifat demikian hanya selepas pilihanraya 8 Mac, iaitu setelah dilihat kerajaan lemah dan pakatan rakyat kuat, lalu barulah dia bersuara untuk ‘membodek’ kerajaan pakatan rakyat untuk melantiknya pula.
  • Kononnya beliau berani kerana ingin memenangi hati pemimpin pakatan rakyat kerana tempoh sebagai mufti di Perlis sudah di penghujung.
  • “Mengapa sekarang baru nak kritik, mengapa tidak dari dulu lagi, nampak sangat ada udang di sebalik batu.?!!” Tempelak mereka.

Dan macam-macam lagi.

Saya kerap dengar komen “mengapa baru sekarang!!?” sebagai hujjah untuk membidas segala kebaikan orang lain. Wajarkah komen sebegini?

Saya dan rakan-rakan pembaca juga tentu ada penglaman masing-masing dalam hal ini.

Bila saya sebut masalah hukum di dalam ASB, syubhat dan keraguan aqad dalam MLM, pelaburan haram cepat kaya.. muncul orang marah lalu berkata:-

“Mengapa baru sekarang ustaz sibuk-sibuk, mengapa tak beritahu awal-awal dulu, ni kami dah join lama dan untung ribu-ribu baru nak sibuk kata haram, jangan dengki la ustaz. Mesti sebab ustaz ni ada join skim lain dan sekarang dah rugi kot” Katanya.

Saya menjadi pelik pula. Apa yang perlu dipertikaikan dengan sekarang atau dulu, bukankah kekuatan, hidayah, ilmu dan kemampuan itu baru tiba kini dan bukan dahulu. Justeru apa yang perlu dipertikaikan.?

Bersyukur sahajalah jika ia membawa kebaikan. Sama juga dengan keadaan kesihatan, dulu sihat, sekarang sakit, dulu kanak-kanak sekarang dewasa dan lain-lain. Jadi apakah wajar kita beteriak memarahi virus yang menghinggapi kita lalu berkata

“hei virus, mengapa sekarang mahu kacau, mengapa tidak dulu!!. Lucu juga memikirkannya.

Jawapan mengapa sekarang itu mudah saja, mungkin dahulu belum cukup kajian dan ilmu, sekarang sudah..kerana itu baru bersuara sekarang.

Mungkin dahulu ada gangguan, sekarang sudah berjaya diketepikan lalu kerana itu baru bersuara sekarang.

Dulu, mungkin belum terperasan kesilapan itu, sekarang baru sedar, kerana itu baru tegur.

Justeru, mengapa masih ada juga ingin sangka buruk dalam hal seperti ini?.

JENIS KETIGA : PERTIKAI KEBAIKAN & KEIKHLASAN ORANG LAIN

Jenis yang ketiga adalah hasil dari kesemua jenis di atas. Akibat sudah mendarah dagingnya perangai dan tabiat itu menyebabkan kehidupan seharian akan dipenuhi dengan sangka buruk dosa ini.

Saya masih ingat di waktu heboh isu pelaburan internet skim cepat kaya dahulu (Ketika itu, Majlis Fatwa Kebangsaan masih belum memfatwakan haramnya skim ini). Ada individu menghantar link satu forum kepada saya, forum itu membicarakan artikel saya yang menyebut hukum skim haram.

Tiba-tiba mucul seorang former yang berkata :”puas aku fikir dan cari di web zaharuddin ini, apakah niat sebenar si zaharuddin ini sibuk-sibuk menulis isu ini dan menyusahkan kitorang, apa yang dia hendak sebenarnya?”

“akhirnya aku jumpa, rupanya dia nak jual vcd dia!!, hem tak respeklah aku ust nak jual barang dia ni”

Begitulah lebih kurang ayatnya, demikian dahsyatnya manusia di zaman ini. Otak dan mindanya sentiasa memikirkan kejahatan dan muslihat di sebalik segala jenis kebaikan, baginya mustahil ada orang sanggup bersusah payah tanpa ganjaran dan agenda DUNIA.  

Ini bolehlah saya kelaskan sebagai kumpulan orang sangka buruk jenis ketiga yang wujud di dalam masyarakat kita.

Sebagai contoh lain.

Ada yang menghantar sms, email atau melalui system sms 33221 (sistem ini telah ditutup sementara waktu) bertanya sambil bersangka buruk berkenaan orang di sekitarnya:-

a- “Ustaz ada dengar tak slot Dr ..xxxxx pengasas ayam organik di radio ikim. Cara cakapnya macam dia sorang yang halal, dan semua yang tanda halal JAKIM tidak boleh pakai. Apa pandangan ustaz tentang dakwaan Dr ini dan perjuangannya memartabatkan makanan yang betul-betul halal kononnya tu?.. boleh caya ke. Nampak macam nak perkayakan diri sendiri jer”

b- “PPIM ni sebenarnya ustaz bukan nak perjuang isu kepenggunaan Islam, mereka nak jual nama persatuan mereka, lepas ni senang nak dapat budjet”

c- “Ustaz ni dah buat tebiat apa? Dalam banyak-banyak urusan umat yang begitu kritikal, sempat pula dia menulis buku cinta(n)!”, simpul seorang pemerhati jarak jauh. (petikan dari web saifulislam.com)

d- “eleh ustaz-ustaz TV ni, hanya layak mendapat gelaran ‘pelawak’ dari penceramah, asyik buat lawak aja. Depa ni sebenarnya sedang jual agamanya untuk popular di televisyen”

e- “Saya benci dengan ustaz yang tak jelas parti apa ni, bagi saya mereka ni munafiq dan hanya pentingkan perut mereka saja, kerana itu tidak berani berterus terang”

f- “Kecewa dengan ustaz. Mengapa ustaz tak aktif lagi dalam perjuangan jemaah Islam, ustaz dah futur dan tergelincir dari perjuangan dakwah ke?” Tanya seorang bersangka buruk kepada saya melalui ruang komentar.

g- Seorang isteri dinasihatkan oleh seorang penulis artikel bahawa : “jika suami anda tiba-tiba baik, spoting, romantik, ketahuilah sebenarnya ia ada benda jahat yang sedang disorokkan”

Banyak lagi contoh-contoh yang tidak larat saya kumpulkan, ia cuma beberapa contoh betapa budaya sangka buruk berbaur dengki dan hasad begitu meriah dalam masyarakat kita hari ini. Tidak bolehkah kita bersangka baik terlebih dahulu. Semua punyai peranannya, samada seseorang itu ikhlas atau tidak, itu bukan urusan kita untuk bersangka buruuk mereka tidak ikhlas atau punyai agenda lain.

Description: Ada tersirat ke?

Malah jika mereka memang punyai agenda tetapi agenda yang halal,  maka TIADA salahnya. Selagi mana zahir tindakan  mereka tadi adalah baik SERTA menghasilkan kesan yang baik kepada masyarakat umum. Kita wajar bersangka baik dan menyokongnya tanpa perlu menghentam sambil menambah dosa dan menyubur kebencian di hati.

 Allah swt mengingatkan :-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

Ertinya : Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak tergelincir ke dalam sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa…” [Surah al-Hujurat, ayat 12]

Imam Fakhruddin Ar-Razi menghuraikan :

الظن ينبغي بعد اجتهاد تام ووثوق بالغ

Ertinya : “Sangkaan ini mestilah disokong oleh ijtihad ( usaha bersungguh memastikan kebenarannya, dan penyelidikan yang dalam” ( Tafsir Ar-Razi, 28/115 )

Justeru, dalam hal mencari keikhlasan seseorang dalam sesuatu teguran dan usaha baikknya, Islam tidak menyuruh kita menyelidik hati seseorang. Hanya hal berkaitan zahir seperti jenayah, kesalahan fizikal dan yang sepertinya sahaja memerlukan penyelidikan yang disebutkan oleh imam Ar-Razi tadi.

Namun begitu, kepada para pendakwah, teruskan usaha anda dengan cara anda yang tersendiri.

Jangan dipedulikan hasad dan sangka buruk manusia lain yang berhati busuk. Malah Nabi s.a.w sendiri juga pernah terkena sangka buruk seorang lelaki sebagaimana dicatatkan dalam hadis sohih berikut :-

قال فَقَامَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ نَاشِزُ الْجَبْهَةِ كَثُّ اللِّحْيَةِ مَحْلُوقُ الرَّأْسِ مُشَمَّرُ الْإِزَارِ فقال يا رَسُولَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ قال وَيْلَكَ أو لست أَحَقَّ أَهْلِ الأرض أَنْ يَتَّقِيَ اللَّهَ قال ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ قال خَالِدُ بن الْوَلِيدِ يا رَسُولَ اللَّهِ ألا أَضْرِبُ عُنُقَهُ قال لَا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ يُصَلِّي فقال خَالِدٌ وَكَمْ من مُصَلٍّ يقول بِلِسَانِهِ ما ليس في قَلْبِهِ قال رسول اللَّهِ إني لم أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ قُلُوبِ الناس ولا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ

Ertinya : Berdiri seorang lelaki yang matanya ke dalam, lebat janggutnya, kepalanya tercukur lalu berkata :

“Wahai Rasulullah bersikap takutlah kepada Allah” ( Sebagai tanda tidak puas hati terhadap pembahagian yang dilakukan oleh Nabi),

Baginda menjawab : “Bukankah aku sepatutnya ( sebagai Rasulullah ) orang yang paling takut kepada Allah.”

Lelaki itu terus beredar dan Khalid Ibn Walid berkata

“Adakah perlu aku memenggal kepalanya (kerana tidak taat kepada pembahagian yang dilakukan oleh Nabi dan seolah-olah telah murtad) :

Baginda menjawab : “Tidak, mungkin ia orang yang masih menunaikan solat”.

Khalid berkata : “Berapa ramaikah yang menunaikan solat dan lidahnya berkata seusatu yangtidak sama dengan apa yang di dalam hatinya (merujuk kepada orang munafiq)”

Baginda membalas :-

إني لم أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ قُلُوبِ الناس ولا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ

Ertinya : “Aku tidak diperintahkan untuk meninjau hati manusia (menjangkakan niat manusia lain) dan mengorek perut mereka” ( Riwayat Al-Bukhari, no 4094, 4/1581 : Muslim, 2/742 )

Imam An-Nawawi dan Ibn Hajar mentafsirkan kata-kata baginda ini sebagai :-

 إنما أمرت أن آخذ بظواهر أمورهم والله يتولى السرائر

Ertinya : Aku hanya diperintahkan untuk mengambil kira luaran urusan mereka sahaja manakala niat dan apa yang terselindung adalah urusannya dengan Allah) (Syarah Sohih Muslim, 7/163; Fath Al-Bari, 8/69 )

KESIMPULANNYA 

Akhirnya, jauhilah sangka buruk yang sebahagiannya membawa dosa. Dahulukan sangka baik di kalangan umat Islam selaras dengan arahan Allah.

لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُّبِينٌ

Ertinya : Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “”Ini adalah suatu berita bohong yang nyata. ( An-Nur : 12 )

Banyakkanlah bersangka baik. Sebenarnya masih ada ramai orang baik yang berbuat baik hanya kerana agenda akhirat semata-mata. Janganlah dirasakan dunia ini sudah tiada yang ikhlas kerana Allah. Mulakan dengan diri sendiri lalu anda akan mampu mencari orang sepertinya.

Namun, apa yang menyedihkan mereka yang kerap bersangka buruk kepada kebaikkan ini suka pula bersangka baik kepada penganjur skim-skim cepat kaya yang tumbuh dengan pelbagai nama dan lesen hari ini. Sepatutnya anda perlu bersangka buruk lebih sedikit dengan skim-skim sebegini. Ia dinamakan berhati-hati yang sebenar.

Sekian

http://www.zaharuddin.net/peribadi,-tazkirah-&-fikir/711-mengapa-perlu-sangka-buruk-.html

Create your website with WordPress.com
Get started