JOM MENJADI MANUSIA-MANUSIA YANG BERMANFAAT

MENJADI MANUSIA-MANUSIA YANG BERMANFAAT

๐ŸŒด Pernah Rasulullah ๏ทบ mengatakan bahwa seorang muslim itu ibarat pohon kurma. Dalam sebuah hadits, beliau ๏ทบ bersabda:

ุฅูู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑู ู„ูŽู…ูŽุง ุจูŽุฑูŽูƒูŽุชูู‡ู ูƒูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ู โ€ฆ ู‡ููŠูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุฎู’ู„ูŽุฉู

โ€œSesungguhnya ada sebuah pohon yang keberkahannya seperti keberkahan seorang muslimโ€ฆ.yaitu pohon kurma.โ€ (HR Bukhari: 5444)

๐ŸŒฑ Karena memang tujuan hidup adalah menjadi hamba Allah ๏ทป yang terbaik. Sedangkan, orang yang terbaik adalah yang paling bermanfaat. Seorang muslim harus bisa memberikan manfaat untuk orang lain persis seperti pohon kurma; pohon yang berkah, dapat memberikan manfaat dengan segala bagiannya. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ููŽุนูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’

โ€œBarang siapa di antara kalian yang sanggup memberi manfaat kepada saudaranya maka lakukanlah.โ€ (HR. Muslim: 5859)

๐ŸƒJadi, orientasi hidup seorang muslim tidak hanya untuk dirinya saja. Akan tetapi ia ibarat pohon yang rindang, hingga dapat memberikan naungan kepada musafir yang tengah keletihan. Karenanya, disisi Allah ๏ทป orang yang terbaik adalah mereka yang berguna buat orang lain. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃูŽู†ู’ููŽุนูู‡ูู…ู’ ู„ูู„ู†ูŽู‘ุงุณู

โ€œSebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk orang lain.โ€ (HR. Daruquthni, Lihat ash-Shahihah: 426)

๐Ÿ’ฐ Meski kita punya harta berlimpah namun jika tak ada manfaatnya untuk orang lain, apa gunanya? Meski kita berpendidikan tinggi bertitel banyak, jika tidak bermanfaat, apa yang hendak dibanggakan? Jika untuk mendapatkan manfaat dari kita orang lain haruslah dulu membayar dengan harga mahal, maka betapa murahnya diri kita, benar-benar tidak berharga.

๐Ÿ•ฏ Oleh sebab itu, lihatlah diri kita masing-masing saat ini. Tanyakan padanya, manfaat apa yang telah ia berikan untuk orang lain? Manfaat apa yang telah ia berikan untuk keluarga, tetangga, masyarakat dan umat Islam secara umum? Kalau belum ada, maka sadarilah bahwa diri kita belum berharga di mata Allah ๏ทป.

HINDARI MEREMEHKAN ORANG LAIN

*โHINDARI MEREMEHKAN ORANG LAIN..”

Yg ahli shodaqoh, jangan meremehkan orang yg belum bisa sodaqoh.

yg ahli tahajjud ,Jangan meremehkan yg terlelap dimalam hari ,Yg ahli puasa jangn menganggap yg tidak puasa banyak dosa.

yg rajin jamaah kemasjid, Jangan menganggap rendah orang yg belum jamaah kemasjid.

yg selalu menundukkan pandangan , jangan melihat orang yg mengumbar matanya  pasti masuk  neraka.

yg sudah menutup aurat dg rapat , jangan anggap hina yg masih mengumbar aurat ,Yg ahli ibadah , jangan menganggap hina para ahli maksiat .

Karena kata imam malik, Allah telah  membagi amalan seseorang seperti Allah membagi rezeki seseorang.

bisa jadi orang2 yg kita anggap rendah ,

Lebih mulia dari kita .

bisa jadi orang – orang  yg kita anggap hina , punya amalan andalan yg diterima oleh Allah  swt.

bisa jadi mereka yg bermaksiat , suatu saat bertaubat dan amalan nya jauh lebih dashyat.

bisa jadi ahli maksiat, mati dalam husnul khatimah saat sedetik bertaubat, dan sangat mungkin ahli ibadah , mati dalam su’ul khotimah saat sedetik berbuat maksiat Nauzubillah minzalik .

dan bisa jadi amalan2  yg menurut kita dahsyat yg selalu kita kerjakan , justru ditolak oleh ALLAH karna sifat bangga diri yg kita miliki.

NAUDZUBILLAHHI Mindzalik..

Kami berlindung kpd Allah  dari perkara demikian

yg ahli ibadah ,

Tetap doakan yg ahli maksiat tanpa merendahkan.

yg ahli maksiat,

Tetaplah berusaha bertaubat.

Semoga Allah Memudahkan segala urusan kita semua dan di terima amalannya .

Tetap beramal sesuai kapasitas kita ,ciptakan amalan andalan yg Allah ketahui drpd orang lain..

Semoga kita tidak menjadi orang2 yg suka meremehkan orang lain. Aamiin

ูŠุงู…ู‚ู„ุจ ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ุซุจุช ู‚ู„ุจูŠ ุนู„ู‰ ุฏูŠู†ูƒ

“Wahai Dzat yg membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kaMi di atas agama-Mu.”

ูŠุงู„ู„ู‡ ุจุงู„ุชูˆููŠู‚ ุญุชู‰ ู†ููŠู‚ ูˆู†ู„ุญู‚ ุงู„ูุฑูŠู‚

10 GOLONGAN PENGHUNI SYURGA

10 GOLONGAN PENGHUNI SYURGA.

Bismillahirrahmanirrahim…

Harapan terbesar seorang Muslim ketika beramal adalah diterimanya amal tersebut sebagai ahsanul amal, sebaik-baik amal, yg akan membawanya pada ridho Allah dan Surga-Nya

Agar istiqamah dalam kebaikan hingga akhir hayatnya. Dan merindukan Surga adalah hak bagi setiap Muslim. Hak yang tumbuh di atas keyakinan terhadapnya.

โ†—๏ธAllah ta’ala berfirman :

โ€œDan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yg luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-ยฒ yg bertakwa.โ€ (QS: Ali Imran: 133)

โœ๏ธSiapakah mereka yg Allah janjikan sebagai penghuni Surga?

“Berikut merupakan golongan yg Allah janjikan untuk menjadi bagian dari penghuni SurgaNya:

โœ…Pertama. Para Nabi, orang-ยฒ yg jujur, syuhada, dan orang-ยฒ yg shalih,: (QS: An-Nisa : 69)

โœ…Kedua. Orang-ยณ yg berbuat baik (al-Abrar) : (QS: Al โ€“ Muthafifin : 22)

โœ…Ketiga. Orang-ยฒ yg terdahulu masuk Islam : (QS: Al โ€“ Waqiโ€™ah: 10)

โœ…Keempat. Ashabul Yamin, orang-ยฒ yg menerima buku catatan amal dari sebelah kanan : (QS: Al โ€“ Waqiโ€™ah 27-38).

โœ…Kelima. Al-muhsinun, orang-ยฒ yg senantiasa berbuat baik dengan ikhlas dan sesuai dengan syariat : (QS: Yunus: 26)

โœ…Keenam. Ash โ€“ shabirun, orang-ยฒ yag bersabar : (QS: Ar Raโ€™du : 23-24)

โœ…Ketujuh. Orang-ยฒ yg takut saat menghadap Tuhannya : (QS: Ar โ€“ Rahman : 46)

โœ…Kedelapan. Al- Muttaqun, orang-ยฒ yg bertakwa : (Al โ€“Hijr : 45)

โœ…Kesembilan. Orang-ยฒ yg beramal shalih : (QS: Ar Raโ€™du :13)

โœ…Kesepuluh. At โ€“ taibun, orang-ยฒ yg bertaubat : (QS: Maryam : 60)

๐ŸคฒSemoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yg akan menghuni syurganya Allah SWT pada hari akhir nanti. Aamiin Yarobal’allamin.

LUASNYA RAHMAT ALLAH TAโ€™ALA BAGI HAMBA DALAM AMALAN KEBAIKAN

LUASNYA RAHMAT ALLAH TAโ€™ALA BAGI HAMBA DALAM AMALAN KEBAIKAN

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโŠฐโœฟโœฟโŠฑโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุงุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ูููŠู…ูŽุง ูŠูŽุฑู’ูˆููŠ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุซูู…ูŽู‘ ุจูŽูŠูŽู‘ู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽู…ูŽู‘ ุจูุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ู‡ูŽุง ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู…ูู„ูŽุฉู‹ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู‡ููˆูŽ ู‡ูŽู…ูŽู‘ ุจูู‡ูŽุง ููŽุนูŽู…ูู„ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุณูŽุจู’ุนู ู…ูุงุฆูŽุฉู ุถูุนู’ูู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุถู’ุนูŽุงูู ูƒูŽุซููŠุฑูŽุฉูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽู…ูŽู‘ ุจูุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ู‡ูŽุง ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู…ูู„ูŽุฉู‹ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู‡ููˆูŽ ู‡ูŽู…ูŽู‘ ุจูู‡ูŽุง ููŽุนูŽู…ูู„ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, dari Nabi shallahu โ€˜alaihi wa sallam, di mana Beliau meriwayatkan dari Rabbnya Azza wa Jalla, Dia berfirman, โ€œSesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan keburukan, kemudian Dia menjelaskannya. Barang siapa yang berniat mengerjakan kebaikan, namun tidak jadi melakukannya, maka Allah akan mencatat di sisi-Nya sebagai sebuah kebaikan yang sempurna. Jika dia berniat mengerjakan kebaikan, lalu ia amalkan, maka Allah catat untuknya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kebaikan, dan sampai kelipatan yang banyak di sisi-Nya. Barang siapa yang berniat mengerjakan keburukan, namun tidak jadi ia lakukan, maka Allah akan mencatat sebuah kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika dia berniat mengerjakan keburukan, lalu ia lakukan, maka Allah akan catat satu keburukan.โ€

(HR. Bukhari, no. 6491 dan Muslim, no. 131)

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโŠฐโœฟโœฟโŠฑโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“ FAEDAH HADIST

1๏ธโƒฃ Luasnya karunia Allah dan kemurahan-Nya.

2๏ธโƒฃ Penetapan bahwa Allah itu berbicara karena disebutkan dalam hadits: ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู (Allah berfirman).

3๏ธโƒฃ Penetapan adanya ubudiyah (peribadatan) khusus yaitu ubudiyah yang dilakukan oleh orang beriman.

4๏ธโƒฃ Hadits di atas merupakan sanggahan bagi sekte menyimpang yang menyatakan bahwa manusia itu dipaksa oleh Allah dalam berbuat. Dalam hadits ini jelas dinyatakan bahwa manusia itu punya kehendak dan amalan dari dirinya sendiri.

5๏ธโƒฃ Hadist ini memberikan faedah bahwa di antara balasan amalan hamba itu dihitung dengan bilangan.

6๏ธโƒฃ Allah โ€˜Azza wa Jalla mewakilkan pada malaikat untuk mencatat kebaikan dan kejelekan. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam ayat,

ูƒูŽู„ูŽู‘ุง ุจูŽู„ู’ ุชููƒูŽุฐูู‘ุจููˆู†ูŽ ุจูุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู (9) ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู„ูŽุญูŽุงููุธููŠู†ูŽ (10) ูƒูุฑูŽุงู…ู‹ุง ูƒูŽุงุชูุจููŠู†ูŽ (11) ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽ (12)

โ€œPadahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.โ€ (QS. Al Infithar: 10-12).

7๏ธโƒฃ Hadits ini menunjukkan bahwa malaikat itu mengetahui setiap amalan hamba sampai pun kehendak (tekad atau niat) mereka di dalam hati dengan izin Allah Taโ€™ala.

8๏ธโƒฃ Apabila seorang hamba melakukan suatu amal kebaikan yang telah ia niatkan, maka dicatat untuknya sepuluh (10) kebaikan hingga bisa berlipat hingga 700 kali sampai bisa belipat-lipat.

9๏ธโƒฃ Orang yang berniat melakukan keburukan ada empat keadaan:

1. jika dilakukan akan dicatat satu kesalahan,

2. jika tidak jadi dilakukan karena ada penghalang dari luar (padahal dirinya berusaha melakukannya), maka orang ini dicatat sebagi pelaku maksiat, ia akan mendapatkan dosa sesuai maksiat yang hendak ia lakukan,

3. jika tidak jadi dilakukan karena sebab dari dalam dirinya (dirinya takut kepada Allah dan ingin memperoleh ridha-Nya), maka ia akan mendapatkan pahala karena taubatnya ini, serta mengganti keburukannya dengan kebaikan dan menghapus dosanya (lihat QS. Al Furqan: 68-70),

4. seorang yang berniat mengerjakan keburukan, namun tidak jadi ia lakukan karena taat kepada Allah, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan yang sempurna (berdasarkan hadits di atas).

๐Ÿ”Ÿ Balasan Allah bagi yang berbuat kebaikan adalah atas dasar fadhl (pemberian karunia) dan balasan-Nya bagi yang berbuat kejelekan adalah atas dasar โ€˜adl (keadilan).

1๏ธโƒฃ1๏ธโƒฃ Malaikat diperintahkan oleh Allah untuk mencatat apa yang hamba lakukan dan apa yang ditinggalkan.

1๏ธโƒฃ2๏ธโƒฃ Hadits ini menunjukkan dorongan untuk melakukan amalan kebaikan dan meninggalkan kejelekan.

1๏ธโƒฃ3๏ธโƒฃ Maksud kebaikan adalah setiap yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan baik dengan perintah wajib maupun sunnah. Sedangkan kejelekan adalah setiap yang Allah dan Rasul-Nya larang baik berupa dosa kecil maupun dosa besar.

Wallahu Aโ€™lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullah dan Kitab Bahjatun Naadziriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al Hilali

KEUTAMAAN SOLAT BERJAMAโ€™AH DI MASJID DAN MENUNGGU WAKTU SOLAT DI DALAMNYA

KEUTAMAAN SOLAT BERJAMAโ€™AH DI MASJID DAN MENUNGGU WAKTU SOLAT DI DALAMNYA

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโŠฐโœฟโœฟโŠฑโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃุจูŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… : ยซุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ููŠ ุฌู…ุงุนุฉู ุชุฒูŠุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ู ููŠ ุณููˆู‚ูู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ุจุถู’ุนุงู‹ ูˆุนูุดู’ุฑูŠู†ูŽ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹ ุŒ ูˆุฐู„ููƒูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุฐุง ุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃูŽ ููŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูุถููˆุกูŽ ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏ ู„ุง ูŠูุฑููŠุฏู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ุŒ ู„ุง ูŠูŽู†ู’ู‡ูŽุฒูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฎุทู ุฎูุทูˆูŽุฉู‹ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฑูููุนูŽ ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ุง ุฏูŽุฑุฌุฉูŒ ุŒ ูˆูŽุญูุทูŽู‘ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุฎูŽุทูŠุฆูŽุฉูŒ ุญุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฏู’ุฎู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏุฎู„ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ูƒุงู†ูŽ ููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงุฉู ู‡ููŠูŽ ุงู„ุชูŠ ุชุญุจูุณูู‡ู ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุฉู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏูƒูู…ู’ ู…ุง ุฏุงู… ููŠ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐูŠ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ูููŠู‡ู ุŒ ูŠู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ : ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ู ุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ู ุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ู…ุงู„ูŽู…ู’ ูŠูุคู’ุฐู ูููŠู‡ู ุŒ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุญู’ุฏูุซู’ ูููŠู‡ู ยป ู…ุชูู‚ูŒ ุนู„ูŠู‡ ุŒูˆู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูŽูู’ุธู ู…ูุณู’ู„ู…ู.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: โ€œRasulullah (๏ทบ) bersabda:

“Shalatnya seorang lelaki dengan berjamaah itu melebihi shalatnya di pasar atau rumahnya secara sendirian atau munfarid- dengan duapuluh lebih tiga sampai sembilan tingkat derajatnya. Yang sedemikian itu ialah karena apabila seorang itu berwudhuโ€™ dan memperbaguskan cara wudhuโ€™nya, kemudian mendatangi masjid, tidak menghendaki ke masjid itu melainkan hendak bershalat, tidak pula ada yang menggerakkan kepergiannya ke masjid itu kecuali hendak shalat, maka tidaklah ia melangkahkan kakinya selangkah kecuali ia dinaikkan tingkatnya sederajat dan karena itu pula dileburlah satu kesalahan daripadanya yakni tiap selangkah tadi sehingga ia masuk masjid. Apabila ia telah masuk ke dalam masjid, maka ia memperoleh pahala seperti dalam keadaan shalat, selama memang shalat itu yang menyebabkan ia bertahan di dalam masjid tadi, juga para malaikat mendoakan untuk mendapatkan kerahmatan Tuhan pada seorang dari engkau semua, selama masih berada di tempat yang ia bershalat di situ. Para malaikat itu berkata: โ€œYa Allah, kasihanilah orang ini; wahai Allah, ampunilah ia; ya Allah, terimalah taubatnya.โ€ Hal sedemikian ini selama orang tersebut tidak berbuat buruk yakni berkata-kata soal keduniaan, mengumpat orang lain, memukul dan lain-lain- dan juga selama ia tidak berhadas yakni tidak batal wudhuโ€™nya.โ€

(HR. Bukhari, no. 647 dan Muslim, no. 649 dan ini adalah lafaz riwayat Muslim).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโŠฐโœฟโœฟโŠฑโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“ FAEDAH HADIST

1๏ธโƒฃ Keutamaan niat yang ikhlas dalam beramal. Hal ini diisyaratkan dalam hadits tersebut, โ€œdi mana tidak ada yang mendorongnya kecuali untuk shalat (berjamaah).โ€

2๏ธโƒฃ Keutamaan bagi setiap muslim yang shalat berjamaโ€™ah di masjid dan derajat dan pahala yang berlipat akan diperolehnya dibandingkan shalat sendirian. Dan amalan ini khusus bagi kaum lelaki, bukan kaum wanita berdasarkan hadist-hadist shahih yang lain dan juga keterangan dari para ahli ilmu.

3๏ธโƒฃ Di antara keutamaan shalat berjamaah lainnya adalah: berkumpul dan saling membantu di atas ketaatan, membuat akrab dengan tetangga dan masyarakat, selamat dari sifat munafik dan sangkaan buruk terhadapnya.

4๏ธโƒฃ Dengan shalat jamaโ€™ah akan mendapat pengampunan dosa.

5๏ธโƒฃ Setiap langkah menuju masjid untuk melaksanakan shalat jamaโ€™ah akan meninggikan derajatnya dan menghapuskan dosa; juga ketika menunggu shalat, malaikat akan senantiasa mendoโ€™akannya.

6๏ธโƒฃ Melaksanakan shalat jamaโ€™ah berarti menjalankan ajaran nabi, meninggalkannya berarti meninggalkan sunnah dan ajarannya yang mulia.

7๏ธโƒฃ Keutamaan menunggu waktu shalat dan bersegera dalam memenuhi panggilan Allah Taโ€™ala untuk ke masjid.

8๏ธโƒฃ Amalan-amalan ketaatan itu saling berkaitan, dan Allah Taโ€™ala Yang Maha Pemurah membalasnya dengan balasan terbaik, tidak ada yang tersia-siakan dari setiap amalan yang tulus dan benar.

9๏ธโƒฃ Anjuran untuk selalu dalam keadaan suci (menjaga wudhu) dan tidak menyakiti dan menzalimi seorang pun.

Wallahu Taโ€™ala Aโ€™lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullah dan Kitab Bahjatun Naadziriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al

NABI SAW, SUNNAH BAGINDA

NABI SAW, SUNNAH BAGINDA

JAGA WUDHUโ€™ SEDIA ADA ATAU KITA BAHARUINYA..

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam.

Selawat serta salam ke atas junjungan teragung Nabi Muhammad SAW dan ke atas ahli keluarga serta mereka yang mengikuti jejak langkah Baginda SAW hingga ke hari Kiamat.

Hadith diriwayatkan daripada Saidina Anas Bin Malik, beliau berkata :

โ€ŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ  ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃู ุนูู†ู’ุฏูŽ ูƒูู„ูู‘ ุตูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ู‚ู„ุช: ูƒูŠู ูƒู†ุชู… ุชุตู†ุนูˆู†ุŸ ู‚ุงู„: ูŠุฌุฒุฆ ุฃุญุฏู†ุง ุงู„ูˆุถูˆุก ู…ุง ู„ู… ูŠุญุฏุซ

Maksudnya:

Sesungguhnya Rasulullah SAW BERWUDUK pada SETIAP KALI SOLAT.

Aku bertanya:

Bagaimanakah kalian (para sahabat) lakukan?

Beliau (Anas RA) menjawab: 

Pada kami cukup hanya satu wuduk sahaja jika TIDAK BERHADAS.

-Riwayat al-Bukhari (214) dan al-Baihaqi (761)

Imam al-Nawawi menyebut pandangan yang SAHIH di dalam mazhab al-Syafie dengan berkata :

โ€ŽุงุชูŽู‘ููŽู‚ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุณู’ุชูุญู’ุจูŽุงุจู ุชูŽุฌู’ุฏููŠุฏู ุงู„ู’ูˆูุถููˆุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุถููˆุกู ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฏูุซูŽ ูˆูŽู…ูŽุชูŽู‰ ูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจูู‘: ูููŠู‡ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ุฌูู‡ู ุฃูŽุตูŽุญูู‘ู‡ูŽุง ุฅู†ู’ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุจุงู„ูˆุถูˆุก ุงู„ุงูˆู„ ูุฑุถุง ุฃูˆ ู†ูู„ุง ุงุณุชุญุจ ูˆุงู„ุง ูู„ุง ูˆูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุงู„ู’ุจูŽุบูŽูˆููŠู‘

Maksudnya:

Para ulama mazhab kami (al-Syafie) bersepakat tentang SUNAT untuk memperbaharui wuduk

iaitu seseorang yang sudah berwuduk kemudian dia berwuduk SEKALI LAGI tanpa disebabkan oleh hadas.

Bilakah ia disunatkan ?

Terdapat lima pandangan.

Pandangan yang PALING SAHIH ialah jika sekiranya dia solat dengan wuduk yang pertama sama ada solat fardhu atau sunat, maka disunatkan (MERPERBAHARUI WUDUK).

Jika tidak (solat fardhu atau sunat), maka tidak disunatkan.[2]

-(Rujuk al-Majmuโ€™ Syarh al-Muhazzab, 1:469)

Sesungguhnya perbuatan sentiasa MEMPERBAHARUI WUDUK ini merupakan SUNNAH Rasulullah SAW.

Baginda SAW berwuduk SETIAP KALI SOLAT walaupun Baginda SAW berada dalam BERWUDUK dan SUCI dari hadas sebelumnya.

Baginda SAW juga banyak menyebutkan tentang KELEBIHAN-KELEBIHAN orang yang SENTIASA BERWUDUK, antaranya :

โ€ŽุฅูุฐูŽุง ุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฃูŽูˆู’ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ููŽุบูŽุณูŽู„ูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉู ู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุนูŽ ุขุฎูุฑู ู‚ูŽุทู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ููŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุณูŽู„ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉู ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽุทูŽุดูŽุชู’ู‡ูŽุง ูŠูŽุฏูŽุงู‡ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุนูŽ ุขุฎูุฑู ู‚ูŽุทู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ููŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุณูŽู„ูŽ ุฑูุฌู’ู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชู’ ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉู ู…ูŽุดูŽุชู’ู‡ูŽุง ุฑูุฌู’ู„ูŽุงู‡ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุนูŽ ุขุฎูุฑู ู‚ูŽุทู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ู†ูŽู‚ููŠู‹ู‘ุง ู…ูู†ู’ ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆุจู

Maksudnya:

Apabila seseorang muslim atau mukmin mengambil wuduk,

lalu dia membasuh WAJAHNYA, maka keluarlah daripada wajahnya segala DOSA yang telah dilihat oleh kedua matanya melalui air atau bersama titisan air yang terakhir.

Ketika dia membasuh kedua-dua TANGANNYA, maka keluarlah daripada kedua-dua tangannya setiap DOSA yang telah dilakukan oleh tangannya itu bersama air atau bersama titisan air yang terakhir.

Ketika dia membasuh kedua-dua belah KAKINYA, maka keluarlah daripada kedua-dua kakinya itu setiap DOSA yang dilangkah oleh kedua kakinya bersama air atau bersama air terakhir,

sehinggalah dia selesai berwuduk dalam keadaan BERSIH daripada DOSA-DOSA.

-Riwayat Muslim: 360

Penutup

Mengambil wuduk yang baharu adalah LEBIH AFDHAL dan LEBIH BAIK kerana seseorang akan melakukan perbuatan mengambil wuduk dengan lebih banyak.

Sesiapa yang lebih BANYAK perbuatan IBADAHNYA, maka lebihnya kelebihan dan PAHALANYA berdasarkan kepada kaedah FIQH menyebutkan :

โ€Žู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ููุนู’ู„ู‹ุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ููŽุถู’ู„ู‹ุง

Maksudnya:

Sesuatu yang lebih banyak PERBUATANNYA, maka lebih banyak KELEBIHANNYA.

WaAllahu aโ€™lam.

LIMA ORANG YANG AKAN ALLAH LINDUNGI DARI CUACA PANAS DI PADANG MAHSYAR

LIMA ORANG YANG AKAN ALLAH LINDUNGI DARI CUACA PANAS DI PADANG MAHSYAR

1. Orang yang sering solat

2. Orang yang sering mengaji

3. Orang yang jauh dari kemaksiatan

4. Orang yang sering bersedekah

5. Orang yang menangis kerana dosa

Masjidil Haram Mekah Bangunan Termahal Dibina Dengan Kos $100 Billion.

Masjidil Haram Mekah mendahului senarai bangunan termahal di Bumi yang dibina dengan kos $100 Billion.

Saiz: Satu juta (1,000,000) meter persegi kapasiti:

๐Ÿ•‹ Boleh memuatkan dua(2) juta orang

๐Ÿ•‹ Menerima dua puluh (20) juta pelawat setiap tahun

๐Ÿ•‹ Dibuka dua puluh empat (24) jam.Ia tidak pernah ditutup sepenuhnya dalam lebih 1400 tahun

๐Ÿ•‹ Mempunyai 1800 pembersih. Mempunyai 40 buah kereta pembersih sanitari elektrik.

๐Ÿ•‹ Mempunyai 60 mesin sanitari elektrik untuk membersihkan halaman terbuka.

๐Ÿ•‹ Mempunyai 2000 tong sanitari tersebar di seluruh premis

๐Ÿ•‹ Lantai ditutup dengan 40000 permaidani (lebih panjang daripada jarak antara Jeddah dan Makkah (79km)

๐Ÿ•‹ 13000 tandas, dibersihkan empat (4) kali/6 jam setiap hari.

๐Ÿ•‹ 25000 dispenser air (salah satu sistem pendispensan air terbesar di dunia).

๐Ÿ•‹ 100 sampel rawak air minuman diperiksa setiap hari.

๐Ÿ•‹ Lebihan air dari Telaga Zamzam disimpan dalam tangki simpanan berkapasiti 1,700,000 (1.7 juta), botol air (kapasiti 10 liter).

๐Ÿ•‹ Perkhidmatan bacaan HARAMAIN: penyiaran bacaan al-Quran;  24/7;  bacaan menggunakan kesemua sepuluh (10) kaedah bacaan al-Quran yang diiktiraf;  lebih daripada 500,000 (setengah juta) episod di 180 negara telah dijalankan dalam tempoh tiga (3) tahun.

๐Ÿ•‹ Lebih daripada 2,000 peti deposit keselamatan (untuk menyimpan barang peribadi dengan selamat).

๐Ÿ•‹ Beratus-ratus unit penghawa dingin (untuk penyejukan) bertaburan di dalam Masjid.

๐Ÿ•‹ Lantai Masjid memantulkan cahaya dan haba sekali gus meningkatkan peraturan haba di dalam premis.

๐Ÿ•‹ Aplikasi panduan Lawatan Elektronik yang boleh menunjukkan lokasi mana-mana bahagian Masjid.

๐Ÿ•‹ Sistem audio yang terperinci dan sangat cekap:

๐Ÿ•‹ Sistem bunyi di Masjidil Haram adalah salah satu sistem bunyi terbesar dan paling rumit di dunia,

     Margin ralat sistem audio: 0%,

     6000 pembesar suara

     Empat(4) sistem audio yang berbeza

     Lima puluh (50) kakitangan kejuruteraan bunyi.

๐Ÿ•‹ Salinan al-Quran diterjemahkan ke dalam 65 bahasa yang berbeza

๐Ÿ•‹ Terjemahan setiap khutbah Jumaat ke dalam lima (5) bahasa yang berbeza.

๐Ÿ•‹ Perkhidmatan/kemudahan OKU.

๐Ÿ•‹ 10,000 kerusi roda biasa tersedia untuk digunakan, percuma, 400 kerusi roda berpandukan elektronik tersediia. Kerusi roda automatik (2 roda dan 3 roda).

๐Ÿ•‹ Khidmat Istimewa RAMADAN

๐Ÿ•‹ 4 juta hidangan percuma untuk berbuka puasa setiap hari, sepanjang Ramadan.

๐Ÿ•‹ 5,000,000 biji kurma (dibuang biji) diedarkan di dalam kawasan masjid setiap hari sepanjang Ramadan.

๐Ÿ•‹ Selepas berbuka puasa, mengeluarkan makanan dan peralatan untuk membersihkan tempat solat Maghrib (Shalah) dilakukan dalam masa dua (2) minit sahaja.

BAGAIMANA NABI YAAKUB AS MENDIDIK ANAK MENJADI PENYABAR DAN PEMAAF?

BAGAIMANA NABI YAAKUB AS MENDIDIK ANAK MENJADI PENYABAR DAN PEMAAF?

โ™ฅ๏ธ Interaksi berlaku antara ayah dan anak

Pelik kan, kalau anak mencari ayah untuk meluahkan?

Sebab biasanya anak-anak akan cari mama atau ibu atau umi untuk meluahkan.

Berbeza dengan Nabi Yusuf AS yang mana beliau mencari ayahnya untuk meluahkan tentang mimpi yang dialaminya.

Persoalan untuk kita, adakah anak-anak kita mendatangi kita dalam masalah mereka?

Atau…

Suasana dalam rumahtangga menjadikan anak kita hilang mood untuk meluahkan?

Mengapa Allah beri penekanan kepada ayah?

Barangkali inilah yang hilang dari masyarakat kita. Alasan sibuk bekerja dan tidak beri perhatian untuk bangunkan anak sering terjadi.

Sepatutnya biarlah ada masa yang berkualiti bersama anak-anak setiap hari dan anak-anak rasa selesa untuk meluahkan dan berkongsi.

โค๏ธ Siapa anak di mata kita?

Jika kita inginkan anak menjadi seorang yang sabar dan pemaaf, kita harus mulakan dengan diri sendiri dahulu.

Apa tujuan kita untuk dapat anak?

Bagaimana kita lihat anak kita?

Hakikatnya anak adalah amanah. Betulkan cara pandang kita terhadap anak kita.

Jika anak adalah amanah, ia akan dipersoalkan nanti.

Adakah kita sudah berusaha untuk membangunkan akhlak anak kita?

Adakah kita sudah berdakwah kepada mereka?

Soal natijah dakwah tersebut, bukan kayu ukur. Yang penting usaha.

โค๏ธ Faktor pendidikan menjadikan Nabi Yusuf AS penyabar

Tidak dinafikan, Allah beri hikmah atau kebijaksanaan kepada Nabi Yusuf AS.

Tetapi faktor pendidikan daripada ayahnya juga memainkan peranan sangat penting.

Nabi Yusuf AS pernah merahsiakan perasaan marah dari terpapar diwajahnya.

Dari mana kualiti tersebut  datang?

Dari mana dia belajar?

Sebenarnya dari ayahnya sendiri, Nabi Yaakub AS.

Anak sebenarnya cermin kita.

Apabila kita diuji sesuatu dengan sikap anak-anak, barangkali ada dosa kita belum taubat dan Allah tegur supaya kita refleksi dan muhasabah pernah atau tidak kita melakukan perbuatan yang sama kepada ibu ayah kita?

โค๏ธ Realiti kehidupan

Peranan yang perlu dimainkan dalam pendidikan anak-anak bukan hanya ibu, tetapi juga ayah.

Jangan sampai anak yatim piatu walaupun ayah ada. Ada secara fizikal tidak bermakna jika tanpa ruh dan kebersamaan.

Ayah perlu terus menerus  mendidik. Bina suasana kondusif untuk anak mudah meluahkan.

โ™ฅ๏ธ Kebijaksanaan Parenting Nabi Yaakub AS

Nabi Yaakub AS tidak pilih kasih seperti mana dakwaan 10 orang anaknya yang mana dia melebihkan Yusuf AS berbanding anak yang lain.

Hakikatnya Nabi Yusuf AS yang sentiasa memanfaatkan peluang dan ruang untuk rapat dan bercerita kepada ayahnya.

Perasaan pilih kasih itu hanya perasan dalam diri anaknya yang lain dan dibakar oleh syaitan.

Nabi Yaakub AS apabila berdepan dengan helah anaknya selepas pulang bersama baju yang berdarah, beliau kekalkan posisi sebagai pendidik bukan pengkritik. Beliau tidak marah anaknya walaupun beliau tahu itu adalah tipu dan konspirasi mereka.

Nabi Yaakub AS dengan berat hati mendengar kenyataan tersebut, beliau balas dengan tegas dan ingatkan bahawa anaknya dikuasai oleh hawa nafsu dan Nabi Yaakub AS sesekali tidak percaya dengan konspirasi mereka.

Jadi ibu ayah, jika kita berdepan situasi ini kita perlu kekalkan posisi sebagai pendidik, walaupun terima berita perit, bukannya kita terus menghukum, memarahi serta menyalahkan.

โ™ฅ๏ธ Kerana Sabar seorang ayah

Kerana kesabaran seorang ayah dan akhlak baik seorang anak, ia mampu mengubah anak yang lain.

Kerana kesabaran Nabi Yaakub AS dalam berdepan anaknya, menyebabkan anaknya yang lain berubah.

Mulakan perubahan itu dari diri kita.

Nak anak sabar, kita dahulu kena sabar.

Nak anak pemaaf, kita dahulu kena jadi seorang yang pemaaf.

Create your website with WordPress.com
Get started