Syarah Rukun Iman

Syarah Rukun Iman – Mukadimah 1

Artikel ini penggalan dari Buku Syarah Rukum Iman Karya Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

Allah mengabarkan bahwa surga yang merupakan dambaan tiap insan itu hanyalah diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman. Allah berfirman:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ

Berlomba-lombalah kamu terhadap ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. (QS Al-Hadid: 21)

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. (QS Al-Baqarah : 25)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar (QS Al-Buruuj : 11)

Dengan demikian, merupakan hal krusial bagi tiap orang untuk menguatkan dan menambah keimanannya. Untuk itu, masing-masing individu harus mengenal pokok-pokok keimanan yang disebut dengan Rukun Iman. Semakin kuat landasan keimanan berimplikasi dan berbanding lurus terhadap semakin kuatnya cabang-cabang keimanan yang ada pada diri seseorang.

A. مَرَاتِبُ الدِّيْن (Tingkatan Agama)

Agama Islam memiliki tingkatan-tingkatan, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Jibril ‘alaihis salam yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin al-Khatthab Radhiallahu ‘anhu. Beliau bertutur,

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ، لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ، وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسْلَامِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا»، قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ، وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ، قَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»، قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ، قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ»، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: «مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ» قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا، قَالَ: «أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ»، قَالَ: ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ لِي: «يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟» قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ»

“Suatu ketika, kami (para Sahabat) duduk di dekat Rasulullah ﷺ. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki yang sangat putih bajunya dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan. Tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan ia meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi. Kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.’

Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Islam adalah, engkau bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan salat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah apabila engkau mampu.’ 

Lelaki itu berkata, ‘Engkau benar.’ 

Kami heran, ia yang bertanya namun ia pula yang membenarkan. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang Iman.’ 

Nabi menjawab, ‘Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikat-Nya; kitab-kitab-Nya; para Rasul-Nya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk.’ 

Ia berkata, ‘Engkau benar.’ Lalu ia bertanya lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang ihsan.’ 

Nabi ﷺ menjawab, ‘Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.’ 

Lelaki itu berkata lagi, ‘Beritahukan kepadaku tentang terjadinya Kiamat?’ 

Nabi menjawab, ‘Yang ditanya tidak lebih tahu dibandingkan yang bertanya.’ 

Maka ia berkata, ‘Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya.’ 

Nabi menjawab, ‘Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tidak berpakaian dan penggembala kambing telah saling berlomba dalam meninggikan bangunan.’ 

Kemudian lelaki tersebut pergi, dan aku pun termenung. Lalu Nabi bertanya kepadaku, ‘Wahai Umar, tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?’ 

Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ 

Beliau bersabda, ‘Dia adalah Jibril, yang datang kepada kalian untuk mengajarkan kalian tentang agama kalian.’” (HR Muslim dalam Shahih-nya no. 8)

Hadis ini menjelaskan tentang maraatib ad-diin (tingkatan-tingkatan agama) yaitu Islam, lalu Iman, kemudian Ihsan. Hal ini karena di akhir kisah hadis di atas Nabi berkata kepada para sahabat, “Dia adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan kalian tentang agama kalian.”

Berdasarkan hadis ini maka para ulama membagi مَرَاتِبُ الدِّيْن (Tingkatan Agama) menjadi:

Pertama: Islam

Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang Islam maka beliau menjawab dengan Rukun-rukun Islam, yaitu:

● Syahadatain

● Menegakkan salat

● Membayar zakat

● Puasa Ramadhan

● Haji bagi yang mampu

Kedua: Iman

Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang Iman maka beliau menjawab dengan rukun-rukun Iman, yaitu:

● Beriman kepada Allah (الإِيْمَانُ بِاللهِ),

● Beriman kepada malaikat (الإِيْمَانُ بِالْمَلاَئِكَةِ)

● Beriman kepada kitab-kitab suci (الإِيْمَانُ بِالْكُتُبِ)

● Beriman kepada para rasul (الإِيْمَانُ بِالرُّسُلِ)

● Beriman kepada hari akhir (الِإيْمَانُ بِالْيَوْمِ الآخِرِ)

● Beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk (الإِيْمَانُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ).

Keenam perkara inilah yang oleh para ulama dinamakan dengan أَرْكَانُ الْإِيْمَانِ (Rukun-rukun Iman) yang insya Allah akan kita bahas secara detail

Ketiga: Ihsan

Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang Ihsan maka beliau menjawab bahwa Ihsan ada 2 tingkatan, yaitu:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ “engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya”فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ “Kalaupun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu”.

B. Korelasi antara Islam, Iman dan Ihsan (العَلاَقَةُ بَيْنَ الإِسْلاَمِ وَالإِيْمَانِ وَالإِحْسَانِ)

Dari hadis Jibril ‘alaihis salam di atas maka tampak bahwa Rukun Islam adalah amal-amal zahir. Adapun rukun-rukun iman semuanya adalah amal batin. Apa kaitan antara Islam, Iman, dan Ihsan? Para ulama menjelaskan bahwa Islam adalah derajat pertama, iman adalah derajat kedua, dan Ihsan adalah derajat ketiga. Artinya orang yang mencapai tingkatan Islam belum tentu mencapai tingkatan beriman. Jadi, di antara orang-orang Islam ada yang telah mencapai derajat beriman dan ada yang belum mencapainya. Lalu di antara orang yang beriman ada yang mencapai derajat Ihsan dan ada pula yang belum. Dengan demikian, yang mencapai derajat Ihsan jumlahnya lebih sedikit. Seseorang tidak mungkin mencapai derajat Iman kecuali setelah dia masuk Islam, dan seseorang tidak mungkin bisa mencapai derajat Ihsan kecuali dia telah mencapai derajat Iman.

Oleh karena itu, Allah menjelaskan dalam al-Quran bahwa Iman lebih tinggi derajatnya dibandingkan Islam jika keduanya disebutkan dalam satu konteks.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: