100 Nasihat Emas yang Menyentuh Jiwa dari Imam Syafie

🍂100 Nasihat Emas yang Menyentuh Jiwa dari “Imam Syafie”

(1) “Bila kau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan.”

(2) “Jangan cintai orang yg tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu.”

(3) “Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia.”

(4) “Do’a disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”

(5). “Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”

(6) “Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu.”

(7) “Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun.”

(8) “Jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian dipelupuk matamu.”

(9) “Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing.”

(10) “Amalan yang paling berat diamalkan Ada tiga. 1. Dermawan saat yang dimiliki sedikit. 2. Menghindari maksiat saat sunyi (tiada siapa-siapa). 3. Menyampaikan kata-kata yang benar dihadapan orang diharap atau ditakuti.”

(11) “Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemelaratannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena dia tidak pernah meminta.”

(12) “Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira bahwa ia merasa rhido.”

(13) “Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang.”

(14) “Apabila engkau memiliki seorang sahabat yg membantumu dalam ketaatan kepda Allah, maka genggam eratlah ia, jangan engkau lepaskan. Karena mendapatkan seorang sahabat yang baik adalah perkara yang sulit, sedangkan melepaskannya adalah perkara yang mudah.”

(15) “Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta kepada dunia dan sekaligus cinta kepada Allah, maka dia telah berdusta.”

(16)“Biarlah mereka bersikap bodoh dan menghina, dan tetaplah kita bersikap santun. Gaharu akan semakin wangi ketika disulut api.”

(17)“Barangsiapa menyimpan rahasianya, maka kebaikan ada di tangannya.”

(18)“Barangsiapa yang ditertawakan karena suatu masalah, maka ia tidak akan pernah melupakan masalah tersebut.”

(19)“Terlalu keras dan menutup diri terhadap orang lain akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik, maka posisikan dirimu di antara keduanya.”

(20) “Carilah sahabat yang setia dalam duka maupun suka,karena hidupmu senantiasa berputar dalam suka&duka”

(21)”Kesabaran adalah akhlak mulia yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan.”

(22)“Jika semua orang menjauh ketika engkau mendapat kesulitan, maka ketahuilah bahwa Allah Swt ingin membuatmu kuat dan Ia akan menjadi penolongmu.”

(23)“Bersihkan pendengaran kalian dari hal-hal yang tidak baik, sebagaimana kalian membersihkan mulut kalian dari kata-kata kotor, sesungguhnya orang yang mendengar itu tidak jauh berbeda dengan yang berucap.”

(24)“Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.”

(25)“Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.”

(26)“Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah swt.”

(27)“Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.”

(28)“Sebaik-baik harta simpanan adalah taqwa, dan sejelek-jeleknya adalah sikap permusuhan.”

(29)”Pilar kepemimpinan itu ada lima; Perkataan yang benar, menyimpan rahasia, menepati janji, senantiasa memberi nasehat dan menunaikan amanah.”

(30)“Bumi Allah sangatlah luas  namun apabila suatu saat takdir sudah datang angkasapun  menjadi sempit.”

(31) “Kurangilah kesenanganmu pada dunia, agar berkurang kesedihanmu di akhirat nanti.”

(32) “Musibah yang membuatmu mendekat kepada Allah, itu lebih baik dari pada kenikmatan yang membuatmu jauh dariNya.”

(33) “Kehidupan laksana air , jika mengalir maka airnya bertambah jernih, jika berhenti maka airnya akan keruh.”

(34)”Kenyang itu akan membuat badan jadi berat, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mengajak tidur dan melemahkan ibadah.”

(35)”Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan.”

(36)”Berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju kedepan.”

(37) “Yang paling nampak pada diri manusia adalah kelemahanya, maka barang siapa melihat kelemahan dirinya sendiri, ia akan menggapai keseimbangan terhadap perintah Allah.”

(38) “Janganlah engkau berduka atas apa yang terjadi,ingatlah bahwasanya tidak ada apapun di dunia ini yang abadi.”

(39) “Jangan lah engkau mengharapkan kemurahan dari orang bakhil (pelit), karena dalam sebuah api tidak ada air yang bisa menghilangkan dahaga.”

(40) “Jika telah ada akar yang tertanam dalam kalbu, maka lidah akan berperan sebagai pemberi kabar cabangnya.”

(41) “Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannya yang bertengger di kepala.”

🍂(42) “Dunia adalah tempat yang licin nan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunannya akan runtuh, penghuninya akan beralih ke kuburan, perpisahan dengannya adalah sesuatu keniscayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bermegah-megahan adalah suatu kerugian, maka memohonlah perlindungan Allah, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya.”

(43) “Marahnya orang yang mulia bisa terlihat dari sikapnya, dan marahnya orang yang bodoh terlihat dari ucapan lisannya.”

(44) “Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.”

(45)“Tiada kebahagiaan yang menyamai persahabatan dengan saudara yang satu keyakinan, dan tiada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.”

(46)“Sebesar-besar keburukan (aib) adalah kamu mengira keburukan ada pada org lain sedangkan keburukan itu sebenarnya terdapat dalam diri kamu sendiri.”

(47) “Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati.”

(48) “Lidahmu jangan kau gunakan untuk membicarakan keburukan orang lain, sebab kau pun punya keburukan dan orang lain pun punya lidah.”

(49) “Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka allah timpakan kepadamu akan kepedihan sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa allah sangat mencemburui hati yang berharap selain kepadanya, maka allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepadanya.”

(50) “Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya, tiada seorang alim pun yang ia takuti kecuali kepada allah swt. Yang merasa aman akan murkanya allah dialah sijahil, dan yang merasa takut akan murkanya allah dialah si arif (bijaksana).”

(51) “Engkau takkan mampu menyenangkan hati semua orang, karena itu cukup bagimu memperbaiki hubungan dengan allah, dan janganlah terlalu peduli dengan penilaian manusia.”

(52) “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah talinya, ikatlah buruanmu dengan tali yang kokoh.”

(53) “Barang siapa yang menyangka bisa luput dari omongan orang, maka dia adalah orang gila.”

(54) “orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam dikampung halaman, tinggalkan negerimu, merantaulah kenegeri orang.”

(55) “Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara : malas, suka makan, suka tidur, dan berlebih-lebihan.”

(56) “Kontrol lisanmu wahai manusia, jangan sampai dia menggigitmu, sungguh lisan itu ular besar yang berbahaya.”

(57) “Wahai saudaraku jangan engkau berjalan diatas bumi dengan sombong dan congkak, karena sebentar lagi engkau akan masuk kebumi yang  kau pijak.”

(58) “Banyak orang yang mengatakan bahwa mencintai wanita itu sangat menyakitkan, tapi sebenarnya yang sangat menyiksa itu adalah mencintai orang yang tidak mencintaimu.”

(59) “Menjauhi dosa maksiat dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagimu akan menjadikan hatimu bercahaya.”

(60) “Jika tidak mampu membantu agamamu, setidaknya jangan berdiri dibarisan perusak agamamu. Sungguh tidak akan pernah sama pecundang dengan pejuang.”

(61)“Siasat manusia jauh lebih dahsyat dari siasat binatang.”

(62) “Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syari’at, daripada menuntut ilmu syar’i.”

(63) “orang yang melupakan urusan akhirat dan kematian, berada dalam ketenangan yang membahayakan.”

(64) “Apa saja yang menjadi rezekiku, tidak akan luput dariku, walau berada didasar lautan yang paling dalam.”

(65) “Jika tidak bisa taat, jangan kau bunuh imanmu dengan maksiat.”

(66) “Orang yang berakal adalah orang yang diikat oleh akalnya dari perbuatan tercela.”

(67) “Barang siapa yang ingin allah buka dan terangi hatinya, maka jauhilah ucapan yang tidak bermanfaat, tinggalkan dosa dan maksiat, serta memiliki ibadah  tersembunyi antara dirinya dengan allah.”

(68) “Dosa-dosaku kelihatan begitu besar buatku, namun setelah kubandingkan dengan keampunanmu, ternyata keampunanmu jauh lebih besar.”

(69) “Orang yang berbuat kesalahan kemudian berdusta untuk menutupi kesalahannya, berarti ia telah berbuat dua kesalahan.”

(70) “Jangan sekali-kali kita meremehkan suatu perbuatan baik, walaupun hanya sekedar senyuman.”

(71) “Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu, tetapi kata-kata yang kasar dapat mengeraskan hati yang lunak seperti sutra.”

(72) “Jika sahabatmu berlaku buruk terhadapmu, catatlah keburukannya diatas pasir agar angin dapat menghapusnya. Jika sahabatmu berlaku baik terhadapmu, ukirlah kebaikannya diatas batu, agar angin tidak bisa menghapusnya. Kenanglah semua kebaikannya, dan lupakan keburukannya, niscaya persahabatanmu tidak akan terputus.”

(73) “Jika engkau sudah berada dijalani yang benar menuju allah, maka berlarilah, jika sulit bagimu maka berlari kecillah, jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itupun tidak mampu maka merangkaklah, namun jangan pernah berbalik arah atau berhenti.”

(74) “Jangan kalian sentuh seorang wanita walaupun hatinya.”

(75) “Sesuatu yang benar namun berbahaya itulah pujian manusia, banyak orang yang rusak akibat terlalu hanyut dalam pujian.”

(76) “Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.”

(77) “Ilmu itu seperti air, jika ia tidak bergerak maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk.”

(78) “Orang bodoh yang berakal sama nilainya dengan orang cerdas yang pelupa.”

(79) “Perdalamlah ilmu agama sebelum kau menjadi pemimpin, karena saat kau menjadi pemimpin maka tak ada lagi waktu untuk mendalami ilmu.”

(80) “Belajarlah! Karena tak seorang pun yang terlahir sebagai Ulama… Dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh…”

(81) “Jika orang bodoh mengoceh tak perlu kau jawab… Karena jawaban terbaik adalah diam”

(82)  “Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran.”

(83) “Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada satu orang yang jahil (bodoh) karena ia tidak tahu akan landasan ilmu.”

(84) “Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu.”

(85) “Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang. Maka dengannya aku mendapat pahala, meskipun mereka tidak memujiku.”

(86) “Tiada kesusahan yang kekal, tiada kegembiraan yang abadi, tiada kefakiran yang lama, tiada kemakmuran yang lestari.”

(87) “Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar ilmuwan.”

(88) “Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya.”

(89) “Kebaikan itu ada di lima perkara: kekayaan hati; bersabar atas kejelekan orang lain; mengais rezeki yang halal; taqwa; dan yakin akan janji Allah SWT.”

(90) “Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk.”

(91) “Berapa banyak orang yang telah berbuat kebajikan kepadamu yang membuatmu terbelenggu dengannya, dan berapa banyak orang yang memperlakukanmu dengan kasar dan ia memberi kebebasan kepadamu.”

(92) “Orang paling tertipu adalah: yang merendah di hadapan orang yang tidak menghargainya, yang mencintai orang yang tidak bermanfaat baginya, yang bangga dengan pujian orang yang tidak mengenalnya.”

(93) “Bekal paling merugikan untuk di bawa ke akhirat adalah permusuhan.”

(94) “Singa jika tidak keluar dari sarangnya, ia tidak akan mendapatkan makanan. Begitu juga dengan anak panah, jika tidak meluncur dari busurnya, anak panah tersebut tidak akan mengenai sasaran.”

(95) “Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.”

(96) “Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan akhirat.”

(97) “Kebaikan dunia akhirat terdapat dalam lima hal, yaitu: kekayaan jiwa, tidak menyakiti orang lain, rezeki yang halal, ketakwaan, dan kepercayaan kepada Sang Khalik dalam setiap keadaan.”

(98) “Engkau harus berlaku zuhud, sesungguhnya zuhudnya orang yang zuhud itu lebih baik dari perhiasan yang ada pada tubuh wanita yang menawan.”

(99) “Barangsiapa menghendaki akhirat, maka hendaknya ia ikhlas dalam mencari ilmu”

(100) “Ketahuilah sesungguhnya hidupmu di dunia akan sirna, dindingnya juga hilang dan hancur, maka perbanyaklah perbuatan baik dan jangan terlalu banyak berangan-angan.”

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s