Konsep Persaraan Menurut Rasulullah SAW

semasa terlalu hampir umur persaraan…kita merasakan enough is enough … nak mulakan routine harian beribadah …rumah masjid rumah tetapi ternyata itu keputusan yang salah… bukan itu yg di perintahkan oleh Allah s.w.t dan bila berpeluang mendengar beberapa tazkirah dari beberapa penceramah… ternyata byk peluang utk mendapatkan keredhoan Allah s.w.t  selepas bersara… dan tiada contoh yg terbaik…melainkan yg di praktikkan oleh Baginda Rasullullah Muhammad s.a.w…..

👴🏻👵🏻 Konsep Persaraan Menurut Rasulullah SAW

📍Kebanyakan dari kita sudah terpahat sebuah pemikiran untuk hidup tenang di hari tua, duduk-duduk di rumah tanpa berbuat apa-apa, hanya bermain dengan cucu, jumpa kawan-kawan dalam reunion serta jalan-jalan ke sana ke mari.☺️

📍Kita ingin hidup di zon selesa, atau kita hanya berfikir menghabiskan masa tua hanya dengan shalat dan membaca Quran dari waktu ke waktu, tanpa kegiatan lain.

📍Itulah pola pemikiran (mindset) kita. Setidak-tidaknya itulah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Ketika kita belum memasuki usia persaraan pun, kita kerap merasa bukan masanya untuk aktif. Akhirnya, kita kehilangan ghairah dan mungkin juga kehilangan arah‼️

Mahu apa❓

Mahu ke mana❓ Untuk apa❓

Hanya ingin hidup tenang di zon selesa Hanya ingin bersenang-senang, tidak ingin bergerak. Kita bahkan cenderung hanya ingin memikirkan diri sendiri‼️ Makin tidak peduli dengan sesama dan masyarakat sekitar😔

Kita merasa sudah masanya berehat. Bukankah begitu? Kita pun dulu berfikir begitu!

🤔 Sebenarnya, apakah ada dalam Islam yang mengajar pola berfikir seperti itu pada umur menjelang senja❓

💡Alhamdulillah, Allah memberikan kita jawapan dalam Al-Quran Surah Al-Insyirah (94), ayat 7 dan 8.

“Maka apabila engkau sudah selesai mengerjakan satu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.” (94:7).

“Dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (94:8)

💡Lalu kita terkenang, kitab Sirah Nabawiyah yang mengatakan bahawa Rasulullah memulai hidup baru di usia 40 tahun

💡Demikian pula sahabat-sahabat baginda, seperti Abu Bakar Siddiq yang lebih muda 2 tahun enam bulan dibanding Rasulullah. Pada usia itu, Rasulullah dan para sahabat memasuki perjuangan baru, meninggalkan zon selesa yang selama ini mereka rasakan. ⏩Harta, mereka infaqkan.

⏩Martabat manusia mereka perjuangkan.

❌Bukannya bersantai dan terpaku pada kedudukan selesa..

 ⏩Tetapi mereka makin aktif dan dinamis

❌Di usia tua Rasulullah tidak sibuk dengan shalat dan membaca al-Quran saja… Mulai usia 53 tahun justeru baginda

⏩ makin aktif membina hubungan dengan sesama manusia

⏩ Membangun masyarakat madani (civil society) di Madinah.

⏩Tidak hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan manusia.

⏩Baginda makin bermasyarakat, makin terlibat dalam kehidupan sosial

💡 Artinya, memasuki usia persaraan bukan alasan kita untuk melepaskan diri dari kehidupan sosial dan hanya sibuk dengan diri sendiri.‼️

⏩Hingga akhir hayat, Rasulullah tidak pernah diam dan tidak juga ingin beristirahat

⏩Rasulullah SAW, juga tidak meninggal dalam keadaan kaya, tidak juga dalam keadaan bersara kerana beliau tetap memimpin umatnya. Persaraan beliau, adalah kematian‼️

⏩Begitu juga sahabat-sahabat Rasulullah yang lain. Mereka mendapat gratuiti setelah syahid. Abu Bakar As-Siddiq, Umar bin al-Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, contohnya. Bahkan Abu Ayyub al-Anshari berangkat  berperang menghadapi Byzantium pada usia 93 tahun.

💡Konsep persaraan yang umum difahami masyarakat membuat kita lupa bahawa bertambah usia itu berarti kesempatan hidup kita makin berkurang.😔😔

💡Manusia sukses versi Islam itu menurut hadist adalah “Manusia terbaik di antaramu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”

💡Bertambah usia, justeru kita harus makin merambah dunia. Berbagi dan menjadi sosok bermanfaat. Bukan berfikir untuk hidup santai dan sekadar menghabiskan waktu dengan hal-hal tidak jelas.

💡Lagi pula, makin pasif seseorang, makin cepat nyanyuk dia

💡Alhasil, jika memang kita ingin mempersiapkan hari tua, selain menyiapkan wang agar tidak berkekurangan, yang lebih penting adalah menyiapkan apa yang boleh kita lakukan agar kita bermanfaat bagi sesama pada hari tua, sampai saatnya menutup mata. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup baru.

Tua bukan alasan untuk putus asa dan berhenti. Merasa tua dan berfikir “bukan masanya lagi untuk hidup aktif dan dinamis adalah bukan pilihan yang tepat”

💡Justeru,  kita harus hidup lebih bersemangat dalam mendepani masa yang ada…. 🐾

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: