MENGAPA KURMA DI BENCI JIN DAN SYAITAN DAN MENGAPA NABI SAW MEMAKANNYA DALAM HITUNGAN GANJIL.

MENGAPA KURMA DI BENCI JIN DAN SYAITAN DAN MENGAPA NABI SAW MEMAKANNYA DALAM HITUNGAN GANJIL.

INI JAWABAN NYA

Sepercik Hikmah

Mengapa kurma dibenci jin dan syaitan?

Serta mengapa Nabi SAW memerintahkan kita, memakan dalam hitungan ganjil 3, 5, 7, 9 atau 11 dan dimakan pada pagi hari?

Dan yang paling baik makan tujuh biji kurma. Baik dari segi Agama dan ilmiah penjelasan atas pertanyaan ini yaitu ternyata kurma membuahkan daya perlindungan tubuh manusia dan membuat perisai dan pelindung untuk tubuh manusia.

Amir bin Saad dari ayahnya – berkata: Rasulullah, sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Lakukanlah ikhtiar perlindungan dari sihir dengan memakan 7 biji kurma.

Penelitian sudah tunjjukkan kalau buah kurma miliki manfaat utama.

1.PERTAMA

Kurangi tingkat kolesterol dalam darah dan mencegah kesumbatan disaluran darah.

2.KEDUA

Mencegah cancer usus besar serta mencegah penyakit bawasir dan kurangi bentuk batu kepahitan dan membantu tahap kehamilan serta waktu bersalin, lantaran mengandung serat serta makanan yang baik pencernaan dan gula.

3-KETIGA

Mencegah kerusakan gigi karena mengandung fluorine.

4.KEEMPAT

Mencegah racun karena mengandung natrium, gallium dan vitamin C.

5.KELIMA

Penyembuhan kekurangan darah merah karena mengandung zat besi, tembaga, vitamin B-2.

6.KEENAM

Obat untuk penyakit lemah tulang karena mengandung kalsium, fosfor, vitamin A.

7.KETUJUH

Penyembuhan untuk kehilangan selera makan dan kurangnya fokus karena mengandung gallium.

8.KEDELAPAN

Untuk pengobatan kekurangan umum dan jantung berdebar karena mengandung magnesium, tembaga.

9.KESEMBILAN

Obat cancer sendi dan otak karena mengandung boron.

10.KESEPULUH

Anti-cancer karena mengandung selenium.

11.KESEBELAS

Pengobatan disfungsi ereksi karena mengandung boron, vitamin A.

12.KEDUABELAS

Perawatan untuk kulit kering dan penyakit cornea mata kering serta kebutaan malam karena mengandung vitamin A.

13.KETIGABELAS

Obat untuk penyakit saluran pencernaan saraf karena mengandung vitamin B1.

14.KEEMPATBELAS

Perawatan untuk rambut gugur dan stres mata serta selaput lendir rongga mulut serta inflamasi bibir karena mengandung vitamin B-2.

15.KELIMABELAS

Perawatan inflamasi kulit karena mengandung vitamin niacin.

16.KEENAMBELAS

Obat untuk penyakit kudis, melemahkan keseluruhan tubuh dan jantung berdebar, sesak napas dan kecot pembuluh darah serta timbulnya bintik-bintik merah pada kulit serta kekurangan dalam tulang dan gigi, karena mengandung Vitamin C, atau ascorbic acid 2 E

17.KETUJUHBELAS Pengobatan keasaman diperut karena mengandung klorin, natrium dan gallium.

18.KEDELAPANBELAS Pengobatan penyakit gusi dan kekurangan saluran darah capillary, kekurangan kekuatan otot dan tulang karena mengandung vitamin C.

SEBUTIR KURMA PENGHALANG SEBUAH DOA

“SEBUTIR KURMA PENGHALANG SEBUAH DOA”

Bismillah…

Bermulanya kisah, selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Masjidil Aqsa. Untuk bekalan di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua berhampiran mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma terletak hampir di timbangan. Menyangka kurma itu bahagian dari yang beliau beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa dengan penuh khusyuk.

Tiba tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara’ yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata salah satu dari sang malaikat .

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak kerana 4 bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua berhampiran Masjidil Haram,” jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia tergamam. Jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, solatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua si penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda.

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua.Dimanakah beliau sekarang?” tanya ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu,sayalah sekarang meneruskan pekerjaannya menjual kurma,” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wainna’ilaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?”

Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya. Anak muda itu mendengarkan penuh minat.

“Nah, begitulah,” kata Ibrahim setelah bercerita.

“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi saya tidak tahu dengan saudara-saudara saya yang 11 orang lagi. Saya tidak berani mewakili mereka, kerana mereka juga mempunyai hak waris sama dengan saya.”

“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu,” lanjut Ibrahim.

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi hendak menemui mereka.

Meskipun rumahnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakankan oleh Ibrahim.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra.Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu,sedang berbual-bual.

“Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“Oh, tidak.., sekarang doanya sudah dimakbulkan,” kata malaikat yang lainnya.

“Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram kerana masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Sahabat…

Luar biasa cerita ini, seolah menampar kita. Jangankan sebutir kurma, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak hak orang lain yg kita rebut selama ini? Dengan menghalalkan segala cara berniaga, mendapatkan projek, berpolitik, berkuasa untuk mendapatkan harta.

Setelah harta berada di tangan, tanpa sedar kita menganggap itu hak kita, rezeki kita sepenuhnya.

Jika sebutir kurma saja membuat doa terhalang, bagaimana dgn ratusan ribu, bahkan berjuta,wang yg kita ambil selama ini sebenarnya bukan sepenuhnya hak kita?

Itu akhirnya membuat kita jauh dari ALLAH. Sulit menerima hidayah, sehingga berani menentang aturan ALLAH. Mudah menghalalkan segala cara. Mudah berbohong. Tidak malu engkar janji.

Kenapa..?

Kerana harta yg masuk perut kita terlalu kotor keadaannya.Akibatnya dari sudut yg lain-anak2 nakal, suami/isteri bergaduh, banyak penyakit, selalu ditipu/tertipu,perselisihan sesama keluarga, dan lain gangguan semacamnya.

Itulah kemungkinan disebabkan oleh harta yg sebenarnya bukan hak kita.

Harta penghalang doa semacam ini yg membuat doa-doa kita tidak sampai ke langit.

Wallahu a’lam bissawab…

Semoga dapat menjadi pedoman dan ingatan kita..utk berhati2 dalam setiap yang kita perolehi/dapatkan dalam hidup. C&P.

Syaitan gigih menyesatkan manusia

Syaitan gigih menyesatkan manusia

anNisa ayat 119.

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا (119)

dan saya benar-benar akan menyesatkan, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh-mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.” Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.  (anNisa:119).

🔺 tafsir ibnu Kathir

{وَلأضِلَّنَّهُمْ}

dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka. (An-Nisa: 119)

Yakni dari jalan yang benar.

{وَلأمَنِّيَنَّهُمْ}

dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka. (An-Nisa: 119)

Artinya, aku akan menghiaskan pada mereka agar mereka tidak bertobat, dan aku bangkitkan angan-angan kosong mereka, menganjurkan kepada mereka untuk menangguh-nangguhkannya, dan menipu diri mereka melalui hawa nafsu mereka sendiri.

*******

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الأنْعَامِ}

dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya. (An-Nisa: 119)

Menurut Qatadah, As-Saddi, dan selain keduanya, yang dimaksud ialah membelah telinga binatang ternak untuk dijadikan tanda bagi hewan bahirah, saibah, dan wasilah.

{وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ}

dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. (An-Nisa: 119)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan mengubah ciptaan Allah dalam ayat ini ialah mengebiri binatang ternak.

Hal yang sama diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas, Sa’id ibnul Musayyab, Ikrimah, Abi Iyad, Qatadah, Abu Saleh, As-Sauri. Hal ini telah dilarang oleh hadis yang menceritakan hal tersebut.

Al-Hasan ibnu Abul Hasan Al-Basri mengatakan, yang dimaksud ialah mentato binatang ternak. Di dalam kitab Sahih Muslim telah disebutkan adanya larangan membuat tato pada wajah. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah melaknat orang yang berbuat demikian.

Di dalam hadis sahih dari Ibnu Mas’ud disebutkan bahwa Allah melaknat wanita tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alisnya dan yang meminta dicabuti, wanita yang melakukan pembedahan untuk kecantikan lagi mengubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Kemudian Ibnu Mas’ud mengatakan pula, “Ingatlah, aku melaknat orang yang dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,” yang hal ini terdapat di dalam Kitabullah. Yang dimaksud ialah firman-Nya:

وَما آتاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَما نَهاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah. (Al-Hasyr: 7)

Ibnu Abbas menurut salah satu riwayat darinya, Mujahid, Ikrimah, Ibrahim An-Nakha’i, Al-Hasan, Qatadah, Al-Hakam, As-Saddi, Ad-Dahhak, dan Ata Al-Khurrasani mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. (An-Nisa: 119)

Yang dimaksud dengan khalqallah dalam ayat ini ialah agama Allah Subhanahu wa Ta’ala Ayat ini berdasarkan tafsir tersebut semakna dengan firman-Nya:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْها لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ

Maka   hadapkanlah   wajahmu   dengan   lurus   kepada   agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Ar-Rum: 30)

Menurut penafsiran orang yang menjadikan masdar sebagai kata perintah, artinya yakni ‘janganlah kalian mengganti fitrah Allah, dan serulah manusia untuk kembali kepada fitrah mereka’.

Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis dalam kitab Sahihain dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

“كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ على الفِطْرَة، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدانه، ويُنَصِّرَانه، ويُمَجِّسَانه، كَمَا تُولَدُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعاء، هَلْ يَحُسّون فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟ “

Setiap anak dilahirkan atas fitrah. maka hanya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, atau seorang Nasrani, atau seorang Majusi. Sebagaimana binatang ternak melahirkan binatang ternak yang utuh, maka apakah kalian menjumpai padanya anggota tubuhnya yang tidak lengkap?

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Iyad ibnu Hammad yang menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

“قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِنِّي خلقتُ عِبَادِي حُنَفَاء، فَجَاءَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فْاجْتَالَتْهُم عَنْ دِينِهِمْ، وحَرّمت عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ  لَهُمْ”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus), lalu datanglah setan-setan dan menyesatkan mereka dari agamanya, serta mengharamkan atas mereka hal-hal yang telah Kuhalalkan bagi mereka.”

*******

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْراناً مُبِيناً

Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (An-Nisa: 119)

Dia benar-benar merugi di dunia dan akhiratnya, kerugian seperti ini tidak dapat diobati dan tidak dapat diganti bagi yang telah terlewatkan.

🔺 tafsir ibnu Kathir.

Golongan yang wajib qada puasa tanpa fidyah

Golongan yang wajib qada tanpa fidyah:

1. Orang sakit yang tidak mampu berpuasa, tetapi ada harapan untuk sembuh.

2. Orang yang bermusafir dua marhalah atau lebih, bukan dengan tujuan maksiat.

3. Orang yang sangat lapar dan dahaga yang membahayakan dirinya.

4. Perempuan hamil atau perempuan yang menyusukan anaknya atau anak orang lain dan dia takut mudarat kepada dirinya, bukan kepada anak yang disusukannya atau takut mudarat kepada dirinya dan anaknya.

5. Perempuan yang haid dan nifas.

6. Orang yang pengsan.

7. Orang yang mabuk dan pitam sepanjang hari.

8. Lupa niat pada malam hari atau sengaja tidak berniat pada malam hari.

9. Orang yang melakukan perkara-perkara yang membatalkan puasa.

☘️ Golongan yang wajib qada serta fidyah:

1. Perempuan hamil atau perempuan yang menyusukan anaknya atau anak orang lain dan dia takut mudarat kepada anak yang dikandung atau disusukannya.

2. Orang yang menunda-nunda untuk mengqadakan puasanya sehingga datang Ramadan yang berikutnya.

☘️ Golongan yang wajib fidyah tanpa qada:

1. Orang yang sangat tua yang tidak mampu berpuasa.

2. Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh.

3. Orang yang meninggal dunia sebelum mengqada puasa Ramadan sehingga masuk ke bulan Ramadan berikutnya.

☘️ Golongan yang wajib qada dan kafarah:

1. Lelaki yang berpuasa Ramadan yang bersetubuh dengan sengaja pada siang hari.

📚 Rujukan:

1. Mishbahud Duja ms. 577-578

Wallahu A’lam

“Memburu al-Rayyan, Mengecapi Ketakwaan”

Hari-Hari Terakhir Ramadan

Hari-Hari Terakhir Ramadan

Ramadan telah berada di penghujung. Semoga setiap kita diberi kekuatan membuat “finishing” yang terbaik. Jika kita peserta larian 400 meter, kita sedang berada di 100 meter terakhir. Pecutan akhir ini perlu dilakukan sedaya mungkin bagi menentukan kedudukan kita berjaya ditempat pertama atau sebaliknya….

Kata ulama;

العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات

“Yang menjadi ukuran itu adalah akhir yang sempurna, bukan permulaan yang penuh kekurangan.”

Sesuai dengan hadis Rasulullah SAW

وَإِنَّمَا الأعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada pengakhirannya (penghujungnya)” (HR. Bukhari No: 6607).

Hasan al-Basri rahimahullah berkata: Perbaikilah hari-hari yang tersisa ini semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.

Gunakanlah kesempatan hari-hari berbaki Ramadan ini sebaik mungkin kerana kita tidak tahu bilakah rahmat Allah itu datang untuk kita. Boleh jadi di hari-hari terakhir Ramadan ini. Begitu juga Lailatul Qadar, barang kali malam ini atau mungkin juga esok atau seterusnya?

Marilah kita bersungguh-sungguh dalam menyempurnakan hari-hari berbaki Ramadan kita pada tahun ini.

اللَّـهُـمَّ اخْـتِـمْ لَـنَا رَمَـضَانَ بِالْغُـفْـرَانِ وَالْعِـتْـقِ مِنَ النِّـيرَانِ

Ya Allah, tutuplah Ramadan kami ini dengan keampunan dan pembebasan dari siksaan api neraka.

Suburkan Amalan Mantapkan Keperibadian