Design a site like this with WordPress.com
Mulakan

MEMAHAMI  REALITI  ZAMAN  MENURUT  ALQURAN  ASSUNAH.

MEMAHAMI  REALITI  ZAMAN  MENURUT  ALQURAN  ASSUNAH.

Allah tidak membiarkan manusia mencari-cari pedoman hidup. Allah menurunkan pedoman hidup (alquran) dan mengutus RasulNya yg terakhir Nabi Muhammad  ﷺ membawa dienullah (Islam).  Tidak ada paksaan memeluk islam, namun manusia bertanggung jawap atas pilihan mrk.  Apakah sikap manusia terhadap islam?

Penerimaan manusia beragam, ada yg menerima dan ada yg menolak.

Manusia yg menolak  alquran assunah (islam) adalah manusia kafir. Mrk terdiri dari kaum yahudi, nasrani dan musyrikin( hindu budha dan lain2 agama selain islam). Disamping memeluk agama batil itu,  mrk juga menerima sistem hidup baru ciptaan manusia.  Sistem hidup yang paling popular zaman ini adalah demokrasi. Intipati ajaran demokrasi adalah hukum-hakam milik manusia bukan milik Allah. Itulah sistem hidup kufur yg paling laris hari ini.

Kaum kafir (diketuai yahudi) sedang berada  dipuncak kejayaan dan menguasai dunia. Mrk  menyerang dan menjajah seluruh wilayah kaum muslimin. Mereka menduduki  dan memerintah kaum muslim dengan sistem syirik lagi kufur rekaan mereka yg dikenali dgn nama demokrasi. Mrk sudah menerapkan  sistem tersebut beratus lamanya. Impaknya sangat dasyat krn kehidupan manusia terjerumus dalam kebathilan, kesesatan, kezaliman, kesyirikan.  Keadaan lebih parah krn kaum muslimin sudah dilatih sambil dipaksa menerima sistem demokrasi. Oleh kerana sudah terbiasa  dgn kehidupan demokratik umat islam sudah mula menerima demokrasi.  Setelah ratusan tahun menjajah, penjajah kafir itu kembali kenegara mereka, dan umat islam mendapat kemerdekaan.

Walaupun wilayah kaum muslimin merdeka dan penjajah sudah pulang, namun umat islam terus mengamalkan sistem demokrasi. Dgn amalan itu mereka terjerumus dan terperangkap kedalam sistem hidup syirik. Begitulah intisari sejarah umat islam hari ini.

Kini umat islam  sudah bebas merdeka dari penjajah kafir laknatullah.  Penjajah sudah keluar, kita patut bersyukur. Cara bersyukur adalah dgn membuang jauh-jauh sistem kufur dan menerapkan syariat islam. Tapi sayangnya umat islam sudah terperangkap dalam sistem syirik.

Penjajah sudah keluar, kepimpinan umat diambil alih oleh pemimpin tempatan. Sepatutnya umat islam dapat menerapkan syariat islam melaui kepimpinan tempatan itu. Malangnya sistem demokrasi terus dikekalkan dan diamalkan. Era kepimpinan seperti disebut mulkan jabriyyah.

Intipati  sistem demokrasi bercanggah dgn islam. Maka apabila demokrasi diamalkan maka tidak ada islam yg sebenar.  Kalaupun ada islam pun,  islam itu palsu kerana disesuaikan dgn kehendak demokrasi yg syirik lagi kufur.

RENUNGAN-NASIHAT

   🔮RENUNGAN-NASIHAT💧

💙Seorang istri yg sudah lama menikah ditanya oleh temannya.

💎”Sudah berapa lama kamu hidup berumah tangga dengan suami mu ?”

🥀 30 tahun, jawabnya !!

💧”Apakah suami mu memiliki kekurangan?”

🔮Ia menjawab: “Sangat banyak, sebanyak BINTANG di langit”.

💦”Jika demikian apakah suami mu ini memiliki banyak kelebihan?

❄️Sedikit sekali, seperti “MATAHARI” yang cuma satu, jawabnya …

💖”Lantas mengapa engkau sanggup hidup bersamanya selama itu?”

🌷Ia menjawab “Karena ketika MATAHARI terbit bintang-bintang itu tidak tampak lagi.

🌹Subhanallah… sebuah jawaban yang sangat bijak, indah dan cerdas, inilah salah satu ciri wanita calon penghuni surga dan merupakan sifat seorang istri yang shalihah.

❣️Ada sebuah pelajaran yang dapat kita petik dari hal ini :

💞Hendaknya setiap istri/suami jika menemui satu kekurangan atau sikap pasangannya yang tidak pas di sisinya, Maka ia berusaha ridha terhadap sikap istri/suami yang lainnya. Karena tidak ada sosok manusia yang sempurna. Dia pasti memiliki kesalahan, keburukan, atau kekurangan di satu sisi, namun dia juga pasti memiliki (banyak) kebaikan di sisi yang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ أَوْ قَالَ: غَيْرَهُ

💐“Janganlah seorang mukmin membenci wanita mukminah. Jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)

🔥Dan hal inilah jika di amalkan akan menjadi sebab diantara awetnya sebuah hubungan rumah tangga pasangan suami istri.

🌷Karena itu kita jangan hanya fokus pada bintang-bintang di gelapnya malam, tapi ingatlah pula bahwa saat MATAHARI terbit maka bintang-bintang itu akan hilang.

❤️Demikianlah kesalahan dan kekurangan pasangan mu pasti ada, maka hendaknya kita jgn hanya fokus pada kekurangannya saja, namun ingtalah pula bahwa ia juga memiliki banyak kebaikan.

RENUNGAN NASIHAT

  💦RENUNGAN_NASIHAT 💦

💎Dirimu adalah dunia yang aneh.

Selalu berubah-ubah setiap saat.

Tidak tetap dalam satu kondisi.

Ketika kau mencintai seseorang, kau lihat dia bak malaikat.

Lalu ketika kau membencinya, kau pandang dia seperti setan.

Padahal dia bukanlah malaikat dan bukan pula setan.

Dia tidaklah berubah!

Namun, kondisi dirimulah yang berubah.

💦Ketika dirimu bersuka cita,

Kau pandang dunia dengan luapan tawanya,

Kemudian saat dirimu dirundung susah,

Kaupun lihat dunia menangis dalam kegelapan duka.

Padahal dunia sama sekali tidaklah tertawa apalagi menangis.

Akan tetap dirimulah yang tertawa lagi menangis.

💙Betapa kasihan dirimu,…

Ketika kau kira bahwa kebencian itu dapat membuatmu lebih kuat.

Ketika iri dengki kau kira dapat membuatmu lebih pandai.

Ketika sikap kasar lagi kaku kau kira dapat menjadikanmu orang yang terhormat!

💧Belajarlah untuk tersenyum bersama orang di sekitarmu.

Belajarlah untuk turut merasakan rasa sakit dan penderitaan mereka.

Hiduplah bersama mereka dengan saling berinteraksi dan hidup rukun bersama.

🔮Belajarlah untuk mempedulikan setiap orang yang menyertaimu.

Janganlah berteriak ketika sahabatmu datang terlambat.

Jangan pula resah ketika kau kehilangan sesuatu yang spesial bagimu.

Ingatlah, bahwa segala sesuatu telah ditetapkan di dalam catatan takdir

Sebelum kau menjadi seseorang yang berada diantara berjuta-berjuta manusia!

❄️Apabila kau merasa rugi (karena kehilangan) sesuatu.

Maka ingatlah nikmat yg lain, bahwa kau jg mendapatkan keuntungan di dalam banyak hal,

Apabila kau terlewatkan suatu janji,

Maka ingatlah kau juga mendapatkan janji yang lain!

🌷Betapapun rasa pedih datang silih berganti,

Dan betapapun masa depan tidak bisa diketahui.

Bukalah kedua matamu untuk menyongsong impian dan harapan,

Karena besok adalah hari yang baru

Dan esok pula dirimu menjadi orang yang baru!

💐Tahukah dirimu sebuah hikmah yang terkenal (yang berbunyi) :

“Keridhaan manusia itu adalah tujuan yang tidak dapat diraih”

Yang seringkali dinukil banyak orang secara tidak lengkap.

Padahal secara lengkapnya ucapan ini adalah hikmah yang paling indah, (yaitu) :

“Keridhaan manusia itu adalah tujuan yang tidak dapat diraih”

“Sedangkan keridhaan Allah itu adalah tujuan yang tidak boleh ditinggalkan”

Karena itu tinggalkan apa yang tidak dapat diraih, dan raihlah apa yang tidak boleh ditinggalkan.

💖Tidak mesti kau harus menjadi tampan dulu baru bisa menjadi indah,

Tidak mesti kau harus banyak memuji dulu agar bisa dicintai ?

🌹Tidak mesti kau harus kaya dulu supaya bisa bahagia ?

Cukuplah dirimu diridhai oleh tuhanmu,

Maka inilah yang akan menjadikanmu indah, dicintai lagi bahagia di sisi manusia.

🍂Sekiranya kau benar sebanyak 99x lalu kau salah sekali saja,

Niscaya manusia akan mencelamu lantaran yang satu kesalahan itu dan akan mengabaikan yang 99,

Karena mereka adalah manusia.

🥀Akan tetapi sekiranya kau bersalah sebanyak 99x namun hanya benar sekali saja,

Niscaya Allah akan ampuni yang 99 dan akan menerima yang satu kebaikan mu tadi,

Karena Dia-lah tuhan kita.

🍃Sebab itu, tinggalkanlah mencari ridho manusia, dan fokuslah mencari ridho tuhan mu.

IBUKU SELALU BERPESAN KEPADAKU

⚠️IBUKU SELALU BERPESAN KEPADAKU🪶

📌 Tersenyumlah selalu dihadapan ayahmu ketika ia pulang ke rumah,

~ Karena dunia di luar sana telah menghantam keras para ayah.

 (Syaikh Abdul Malik Al Qasim)

📌Seorang ayah atau suami memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri, istri, dan anak-anaknya.

📌Memenuhi nafkah keluarga merupakan kewajiban dan juga bernilai sedekah di sisi Allah Ta’ala.

~ Salah satu dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Sesuatu apa pun yang Engkau berikan sebagai makanan kepada dirimu, maka itu merupakan sedekah.

~Demikian pula yang Engkau berikan sebagai makanan kepada anakmu, istrimu, bahkan kepada budakmu, itu semua merupakan sedekah.”

 (HR. Ahmad no. 17179 dengan sanad yang shahih)

📌 Bahkan, hal itu merupakan sebaik-baik harta yang diinfaqkan seorang suami.

~Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Dinar yang Engkau infaqkan di jalan Allah (perang -pen), dinar yang Engkau infaqkan untuk membebaskan seorang budak,

~ dinar yang Engkau sedekahkan kepada orang miskin,

~dan dinar yang Engkau infaqkan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah infaq yang Engkau berikan kepada keluargamu.”

(HR. Muslim no. 995)

SI TUKANG KAYU.

ﺑِﺴْﻢِاللّٰهﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

HABIB AN-NAJJAR

SI TUKANG KAYU.

Sebuah kisah yang diceritakan didalam surat Yaa Siin ayat 20-27.

Allah ta’ala berfirman :

وَجَآءَ  مِنْ  اَقْصَا  الْمَدِيْنَةِ  رَجُلٌ  يَّسْعٰى  قَا لَ  يٰقَوْمِ  اتَّبِعُوا  الْمُرْسَلِيْنَ  

“Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.”

(QS. Ya-Sin: 20)

 Seorang laki-laki yang disebutkan dalam ayat ini, menurut para ahli tafsir (mufassir), bernama

Habib an-Najjar

(si tukang kayu).

 Singkat cerita: Allah mengutus dua orang Rasul ke kota Antakya (sebuah kota di Syria kuno atau sekarang menjadi bagian Turki) tetapi penduduk Antakya mendustakan keduanya.

Kemudian Allah mendukung dakwah kedua Rasul tersebut dengan mengutus Rasul ketiga, maka terjadilah dialog berkali-kali antara penduduk Antakya dan ketiga Rasul Allah ini.

Tetapi mereka semakin keras menolak dakwah dan semakin menyombongkan diri.

Di sinilah Habib si tukang kayu ini mengambil peran dalam dakwah yang dikisahkan dalam surat Yasin ini:

1. Ia bersegera melibatkan diri dalam dakwah.

Ia tidak mengatakan: di kota ini sudah ada beberapa orang Rasul sehingga tidak memerlukan diriku, tetapi ia tetap ikut aktif berdakwah.

Bahkan ayat di atas menyebutnya dengan kata ” يسعي”  untuk menggambarkan keaktifannya dalam dakwah.

Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi setiap muslim agar ikut aktif dalam dakwah sesuai kemampuannya, dan tidak meninggalkan dakwah dengan alasan sudah ada para ulama dan dai yang melakukan dakwah.

Sekiranya hal ini bisa menjadi alasan untuk tidak ikut aktif berdakwah pasti Habib si tukang kayu paling berhak memanfaatkan alasan tersebut, tetapi si tukang kayu ini tidak melakukannya.

2. Habib ini berprofesi sebagai tukang kayu.

Ia tentu tidak punya harta dan kedudukan, sekalipun demikian, ia tetap berdakwah. Ia tidak mengatakan:

“Siapalah saya ini hingga harus ikut berdakwah ?”

Karena itu, teladanilah sikap si tukang kayu ini, apalagi jika anda insinyur, anggota dewan, pengacara, polisi, tentara, pengusaha, guru, dosen, pegawai negeri dan profesi lainnya yang mungkin lebih bergengsi maka sungguh lebih pantas untuk ikut berdakwah sesuai kemampuan.

3. Habib sibuk dengan pertukangannya dan bukan seorang terpelajar atau intelektual.

Bahkan di kota Antakya sudah ada beberapa Rasul Allah, sekalipun demikian ia tetap ikut aktif berdakwah, ia tidak mencari-cari alasan untuk tidak aktif berdakwah.

4. Rumah si tukang kayu ini di ujung kota, sebagaimana disebutkan ayat di atas, ia tinggal di pinggiran kota yang sebagiannya orang miskin, karena tidak mampu membeli rumah di tengah kota.

Tetapi kemiskinan dan rumahnya yang nun jauh di ujung kota itu tidak menghalanginya untuk tetap ikut aktif berdakwah.

5. Allah menyebutnya dengan ” رجل” dan tidak menyebutkan namanya, tetapi menyebutkan perbuatan dan aktivitasnya. ini untuk menyampaikan pesan bahwa tidak penting siapa anda, tetapi yang penting apa yang telah anda perbuat untuk dakwah Islam ?

6. Allah menyebut keaktifannya dengan kata “يسعي” bergegas, karena ia khawatir tidak bisa berpartisipasi dalam dakwah dan tidak mendapatkan pahalanya yang sangat besar karena kemalasan atau keterlambatan dalam partisipasi dakwah ini bisa menguatkan posisi para pengusung kebatilan.

Karena itu, segeralah turun ke gelanggang dakwah agar situasi tidak semakin buruk hingga sulit diatasi.

https://bit.ly/3vKrgJr

7. Ia mengatakan, “Wahai kaumku”, untuk mengajarkan bahwa seorang dai harus hidup bersama masyarakat, membimbing dan mendampingi mereka agar mereka tidak salah mengambil sikap dan menentukan pilihan.

8. “Ikutilah utusan utusan itu”, ia mengajari masyarakat agar mengikuti orang yang berhak diikuti, agar masyarakat tidak tertipu oleh orang-orang yang tidak berhak diikuti.

Ia juga tidak mengajak untuk kepentingan pribadinya, Ia hanya menjadi bagian kecil yang tidak tersebutkan namanya dalam amal jama’i.

9. Keterlibatan dan keaktifannya dalam dakwah mengatarkannya mendapat kehormatan mati syahid di jalan dakwah dan masuk surga(QS. Yasin: 26).

Ini sekaligus memastikan bahwa dakwah merupakan jalan untuk mendapatkan surga.

10. Saking aktifnya dalam dakwah, obsesi dakwahnya pun terbawa ke alam barzakh

hingga ia terfikir tentang dakwah di alam barzah seraya mengatakan:

 ۗ قَا لَ  يٰلَيْتَ  قَوْمِيْ  يَعْلَمُوْنَ  

“Dia (laki-laki itu) berkata, Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,”

(QS. Ya-Sin: 26)

بِمَا  غَفَرَلِيْ  رَبِّيْ  وَجَعَلَنِيْ  مِنَ  الْمُكْرَمِيْنَ

“Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan.”

(QS. Ya-Sin 36:  27)

11. Semoga setelah membaca ayat ini kita semua termotifasi oleh si tukang kayu yang aktif berdakwah,

lalu bangkit dan bergegas mengambil peran dalam dakwah yang mulia ini, masing-masing sesuai kemampuannya.

بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ

NASIHAT BAGI SAUDARAMU

NASIHAT BAGI SAUDARAMU

Nasehat disampaikan dengan terang-terangan ketika hendak menasehati orang banyak seperti ketika menyampaikan ceramah.

Namun kadangkala nasehat harus disampaikan secara rahasia kepada seseorang yang membutuhkan penyempurnaan atas kesalahannya.

Dan umumnya seseorang hanya bisa menerimanya saat dia sendirian dan suasana hatinya baik dan tenang.

Itulah saat yang tepat untuk menasehati secara rahasia, tidak di depan publik.

“Sebagus apapun nasehat seseorang namun jika disampaikan di tempat yang tidak tepat dan dalam suasana hati yang sedang marah maka nasehat tersebut hanya bagaikan asap yang mengepul dan seketika menghilang tanpa bekas”.

Al Hafizh Ibnu Rajab berkata:

“Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehati nya secara rahasia…”

“Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat”.

“Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.”

(Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)

Kita tutup grup ini dengan membaca do’a Kafaratul Majelis :

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰه إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُك وَ أَتُوبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik”

“Maha Suci Engkau Ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu”

Atasi musibah sebelum ia menimpa. — IMRAN ZAKIR

Islam menyuruh kita merancang dan mencari jalan untuk mengatasi musibah atau sekurang-kurangnya merancang untuk meringankan bebanan yang terpaksa dipikul oleh ahli keluarga sekiranya sesuatu musibah menimpa. Rasulullah SAW turut mendidik umatnya supaya jangan membahayakan diri atau mendedahkan diri kepada musibah. Malah, Baginda SAW menyuruh kita mencari jalan bagaimana hendak mengatasi musibah sebelum ia menimpa. Benarlah, […]

Atasi musibah sebelum ia menimpa. — IMRAN ZAKIR

Jagalah Wibawa Diri

Jagalah Wibawa Diri

Senyumlah selalu, mesralah selalu, ia membantu berkasih sayang sesama manusia.

Janganlah ketawa terbahak-bahak, jiwa mati.

Rupanya pun hodoh, buruk sekali.

Ketawa berdekah-dekah lambang kelalaian hati.

Bukan itu cara bermesra, bahkan orang benci.

Janganlah mengada-ada, selalu bergurau berlebih-lebihan, ia akan membawa perbalahan atau orang jemu.

Kalau selalu dilakukan menjadi kebiasaan, hilang wibawa diri.

Sedangkan wibawa diri adalah mahal, ia adalah keyakinan orang.

Bahkan ia adalah maruah diri.

Ada maruah adalah kepercayaan orang.

Tidak ada maruah, hilang keyakinan orang.

Bercakap kenalah jaga bahasanya.

Jangan mencarut, jangan mengumpat, jangan bercakap lucah.

Ia melambangkan peribadi rendah.

Kehormatan kita hilang, orang tidak segan, harga diri terkorban.

Bercakap kotor melambangkan rendahnya akhlak seseorang.

Akhlak adalah tempat pandangan Tuhan, Rasul dan manusia.

Tidak ada akhlak pada seseorang, orang itu pandaikah, berkuasakah, kayakah,

kehormatannya hilang.

Keyakinan orang hilang, kepercayaan orang pudar.

Berkelakar berlebih-lebihan orang suka dengar, tapi orang tidak segan.

Sekadar kemesraan tidak mengapa, jangan melampau.

Kerana berlebih-lebihan berkelakar mematikan jiwa, orang tidak percaya.

Awaslah kelakuan kita, biarlah normal.

Agar kepercayaan orang tidak pudar.

APABILA TUHAN MURKA

APABILA TUHAN MURKA

________

 ✏️Apabila semua golongan sudah terlibat dengan kemungkaran;

kemungkaran yang berbagai-bagai jenis banyak dilakukan;

semua golongan sudah terlibat dengan dosa.

Kemurkaan Tuhan pun berlaku ke atas mereka.

Apabila Allah murka, bala bencana pun diturunkan sebagai hukuman kepada manusia.

Didatangkan orang-orang jahat membuat kacau-bilau seperti peperangan dan pembunuhan.

Ditimpakan berbagai-bagai penyakit kronik yang menakutkan.

Bencana alam pun dilakukan di mana-mana

yang memusnahkan.

Di waktu itu manusia hidup pun di dalam ketakutan.

Keamanan dan ketenangan sudah tidak ada lagi di mana-mana.

Hidup resah dan gelisah, jiwa sentiasa cemas.

Huru-haralah kehidupan di mana-mana, dunia jadi neraka.

Untuk menenangkan semula kehidupan di dunia ini,

semua golongan kenalah membaiki diri.

Jauhilah kemungkaran, jangan membuat dosa lagi.

Untuk meredakan kemurkaan Tuhan kepada manusia,

bertaubatlah banyak-banyak, membuat baiklah dengan segera.

Berkasih sayanglah sesama manusia.

Bermaaf-maafanlah satu sama lain dan bekerjasama.

Agar rahmat Tuhan dicucuri semula kepada manusia, keamanan pun bermula.