Category: ISLAM TERBUKTI BENAR

RAMALAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI DALAM ALKITAB

RAMALAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI DALAM ALKITAB

Ramalan Kedatangan Nabi Muhammad dalam Alkitab
Alkitab sudah meramalkan tentang kedatangan Nabi Muhammad dengan ciri-ciri yang  sangat jelas. Tapi ramalan itu dengan segala upaya dihilangkan dari alkitab atau ramalan itu disamarkan agar tidak jelas lagi kalau ramalan itu ditujuhkan untuk nabi Muhammad. Kemudian pihak Kristen membelokan ramalan itu seolah-olah ditujuhkan untuk pribadi Yesus walaupun dengan kalimat yang sangat janggal dan aneh. Apapun usaha pihak Kristen untuk menutupi kebenaran, namun ramalan-ramalan dari alkitab itu masih tersimpan dengan baik. Dibawah ini kita coba menjelasan ramalan tersebut satu persatu. Pertama-tama, mari kita mulai dari Abraham (Ibrahim A.S.). Nabi Abraham A.S. (Ibrahim A.S.) adalah nabi yang dikenal oleh umat Yahudi, Kristen, dan Muslim. Itulah mengapa sebagian orang menjulukinya “Ayah dari 3 kepercayaan Abrahamic.” Dan Abraham disebutkan berulang kali di dalam Al-Qur’an dan agamanya disebut sebagai agama yang benar. Jadi agama Abraham (Ibrahim A.S.) dan Abraham sendiri, merupakan suri tauladan yang baik bagi kita sehingga kita lebih bertakwa kepada Tuhan.
Dalam Bible, di dalam Kitab Kejadian disebutkan salah satu kisah tentang Nabi Abraham. Ayatnya adalah:”Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.“(Kejadian 12:2-3)
Sebuah ayat yang sangat menarik. Sebelum Abraham punya anak, Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberkati Abraham (Ibrahim A.S.), memberkati orang-orang yang memberkati Abraham, dan seluruh keluarga di bumi akan diberkati melalui Abraham.
Pertama-tama, lihatlah kehormatan besar yang telah Tuhan berikan kepada kekasih-Nya, Abraham. Sebagaiman Alqur’an juga menyatakan bahwa Abraham adalah Khalif Allah, seperti kekasih Allah S.W.T. Bahkan disebutkan bahwa dialah satu-satunya orang yang benar-benar beriman kepada Tuhan selama dia hidup, meskipun dia sendirian dan tak ada orang lain kecuali istrinya Sarah, saudara sepupunya Luth dan Hagar, dan anaknya.
Ketika Tuhan berfirman tentang “kebesaran”, kebesaran tidak berarti hanya dalam jumlah penduduk suatu bangsa. Kebesaran dan keagungan dalam kriteria Tuhan berarti sebuah bangsa yang mematuhi Tuhan dan mengikuti ajaran-Nya. Inilah yang membuat seseorang menjadi mulia di mata Tuhan. Inilah mengapa Abraham (Ibrahim) begitu terhormat, karena dia begitu patuh kepada Sang Pencipta. Dan inilah mengapa Tuhan memberi kehormatan dan membuatnya mashyur hingga hari ini. Jadi ketika Tuhan berfirman kepada Abraham “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar” itu berarti dia akan membuat bangsa itu besar karena kepatuhan dan ketaatan mereka terhadap Tuhan.
Hal ini menarik karena Tuhan berfirman “engkau akan menjadi berkat” dan “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau.” Jadi aku ingin bertanya kepada para pembaca yang beragama Kristen. Siapakah orang-orang yang memberkati Abraham? Salah satu yang muslim ucapkan dalam shalatnya adalah “Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Kama shalaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim. Innaka hamidun majid.” Artinya “Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan kesejahteraan kepada Ibrahim dan kepada keluarga IbrahimSesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” 
Jadi lima kali dalam sehari ketika shalat, kami sebagai umat muslim mengirimkan salam kepada Abraham dan keluarga Abraham. Dan Tuhan berfirman bahwa Dia akan memberkati mereka yang memberkati Abraham dalam Kitab Kejadian ayat 12:2-3. Dan kurasa tidak ada umat yang memuji Abraham (Ibrahim A.S.) sebanyak yang muslim lakukan, bahkan ketika kami mendengar dan mengucapkan nama Abraham, setelahnya kami ucapkan Alaihissalam yang berarti “Semoga salam sejahtera senantiasa dilimpahkan Allah kepadanya.
Dan hal ini sangat penting, untuk memahami kejadian ketika istri Abraham melahirkan dua orang anak. Abraham mempunyai dua anak, yang satu adalah Ishmael (Ismail A.S.) dan yang satunya lagi adalah Isaac (Ishaq A.S.). Dan anak pertama Abraham adalah Ishmael (Ismail A.S.) yang berasal dari istrinya, yaitu Hagar (Siti Hajar). Jadi Ishmael adalah anak pertama dari Abraham.
Dan dalam Kitab Kejadian 17 : 4 difirmankan …..Inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.”  (Bible: Kejadian 17:4)
Dan dalam Kitab Kejadian 21:13 Tuhan Menjanjikan “Begitu juga kepada anak budak perempuan (bondwoman) akan Kuberikan banyak anak cucu supaya mereka menjadi suatu bangsa. Sebab ia anakmu juga.” (Bible: Kejadian 21:13)
Mari kita baca lagi Kitab Kejadian 21:13 “Begitu juga kepada anak budak perempuan (bondwoman).” Budak perempuan itu adalah Hagar (Siti Hajar). Dia adalah seorang budak dari Sarah, dan Sarah memberikan Hagar kepada Abraham untuk dinikahinya. Dari pernikahan itu lahirlah Ishmael. Dan Tuhan berfirman dalam Kitab Kejadian 21:13 “Begitu juga kepada anak budak perempuan (bondwoman) akan Kuberikan banyak anak cucu supaya mereka menjadi suatu bangsa sebab ia anakmu juga.” Dan lagi dalam Kitab Kejadian 21:18 “Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” (Bible: Kejadian 21:18)
Dan sudah dikenal bahwa orang Arab adalah saudara Ishmael (Ismail A.S.). Bahkan, Bible menyebut orang-orang Arab sebagai Ishmaelites. Para Ishmaelite adalah orang-orang Arab. Jadi orang Arab adalah sepupu dari Bani Israel. Dan menurut Alqur’an, Ishmael adalah Nabi Tuhan, Abraham bersama Ishmael-lah yang membangun Ka’bah bersama-sama sebagai tempat untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Jadi tampaknya Yesus meramalkan bahwa masa lalu dari Bani Israel, batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, berarti nyatanya Ishmael akan menjadi landasan, seseorang yang menyatukan monoteisme (penyembahan terhadap Tuhan Yang Maha Esa). Karena orang-orang Yahudi menolak Yesus sebagai penyelamat mereka, dengan begitu 10 Perintah Allah berakhir dan diwariskan kepada saudara Ishmael. 
Dan pada zaman Yesus, tampak sangat jelas menurut gospel bahwa para Yahudi mengharapkan 3 orang nabi yang akan datang dan karenanya mereka bertanya kepada Yohanes Pembabtis dalam Kitab Yohanes dalam 1:21“Apakah kau Kristus?” Apakah kau Elia? Apakah kau nabi itu?” (Bible: Yohanes 1:21)
Jadi sangat jelas 3 nabi yang mereka tanyakan adalah “Sang Messiah, sang Elia yang seharusnya datang lagi, dan sang nabi.” Dan tentu Yesus adalah seorang messiah. Yesus juga mengatakan bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia. Jadi ada satu lagi yang belum datang yaitu “Nabi itu.
Nabi Itu Merujuk Kepada Ramalan dalam Kitab Ulangan Bab 18 : 18 “Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik. Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.”  (Bible: Ulangan 18:18)
Dalam ayat di atas, Tuhan berbicara kepada Musa bahwa Dia akan mengirimkan seorang nabi, yang mirip seperti Musa, yang taat pada Tuhan. Bagi orang-orang yang tidak mengikutinya, maka Tuhan akan meminta pertanggung jawaban dari mereka dan Tuhan akan membalas dendam pada orang-orang itu. Jadi sangat jelas “Nabi itu” yang mereka harapkan. Jadi messiah telah datang, Elia telah datang, tapi tinggal satu lagi yang belum datang yaitu “Nabi itu.”
Siapa nabi itu yang telah diramalkan di 18:18? Dikatakan bahwa “Dari saudara mereka.” Siapa saudara dari Bani Israel? Kita dapat mengetahuinya dari Kitab Kejadian 16:12 dan juga Kitab Kejadian 25:18. Semua ayat ini mengacu kepada Israelites (Bani Israel) sebagai saudara dari Ishmaelites.
Dan dalam kamus Bahasa Ibrani Bible, dijelaskan bahwa :“saudara ” berarti sekumpulan orang yang mengacu pada kerabat dekat dari Israelites (Bani Israel).
Mari kita baca Collins Dictionary of the Bible, ini adalah buku yang sangat menarik. Mari baca apa yang dikatakan di sini “Sebagai negarawan dan pembuat hukum, Musa-lah yang membangkitkan orang-orang Yahudi. Dia menemukan komunitas orang-orang Semitik yang lemah dan hanya menjadi budak, yang pengetahuan agamanya dalam keadaan bingung. Dia membuat mereka bangkit dan membentuk mereka menjadi bangsa dengan hukum, rasa kebangsaan, dan rasa sebagai orang-orang pilihan Tuhan yang Maha Kuasa. Satu-satunya orang dalam sejarah yang bisa dibandingkan dengan Musa adalah Muhammad. (Collins Dictionary of the Bible)
Pernyataan yang menakjubkan! Satu-satunya orang yang dapat disamakan dengan Musa adalah Muhammad.
Dari saudara dari Israelites, dia akan membangkitkan seorang nabi. Setiap kali Alqur’an memulai surat baru, dimulai dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang) dan yang dikatakan Kitab Ulangan 18:18 “Dia akan menyebut nama-Ku, firman yang Kuucapkan, dia akan mengucapkannya.” Alqur’an berfirman bahwa Nabi Muhammad tidak pernah bersabda dari hasratnya sendiri, dia tidak berbicara dari pikirannya,  kecuali dari wahyu yang diturunkan Allah, tepat seperti yang telah diramalkan dalam Kitab Ulangan 18:18. 
Tentu Saja Yesus Tidak Seperti Musa. Berikut Ini Adalah Kemiripan Antara Muhammad dan Musa :1.  Yesus terlahir tanpa seorang ayah dan ini merupakan sebuah mukjizat, namun Muhammad dan Musa sama-sama mempunyai ayah. 2.     Yesus diasuh oleh ibunya, tapi Musa dan Muhammad sudah tak punya ibu   sejak masih kecil.3.      Yesus adalah pengikut dari hukum mosaic, dimana Musa membawa hukum baru dan Muhammad S.A.W. juga membawa hukum yang baru. 4.       Musa terasing dan Muhammad juga terasing.5.   Musa merupakan pemimpin dari kaumnya dan juga seorang nabi. Muhammad juga pemimpin dari kaumnya dan seorang nabi.6.  Musa merupakan saudara Ishmaelites. Begitu juga Muhammad yang merupakan saudara Ishmaelites. 
Jadi ketika kita membandingkan antara Musa dan Muhammad, maka kita tahu bahwa kedua nabi ini begitu mirip. Mereka sama-sama berdakwah bahwa hanya ada satu Tuhan, Tuhan tidak seperti ciptaan-Nya, dan kau seharusnya tunduk pada hukum Tuhan. Inilah yang Musa ajarkan, inilah yang Muhammad ajarkan, dan Yesus juga mengajarkan demikian.
Tentu saja ada beberapa ahli kitab, Rabbi, pendeta Kristen, yang mengenali Muhammad S.A.W. bahwa dia adalah utusan dan rasul terakhir. Mari kita lihat Yesaya, kitab Yesaya 29:12 dalam bible. Tertulis disini:
dan ketika kitab itu diberikan kepada dia yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia menjawab: “Aku tidak dapat membaca.” (Yesaya 29:12)
Ayat ini begitu luar biasa. Nabi Muhammad S.A.W. tidak dapat membaca dan tidak dapat menulis. Dia tidak belajar kitab suci, tidak seperti Yesus yang tumbuh bersama rabbi dan bahkan pada usia muda dia membuat kagum orang-orang dengan pengetahuan hukumnya. Tapi Muhammad hidup di dataran Arab, sebuah tanah pagan. Orang-orang tidak tahu tentang kitab suci kecuali beberapa suku Yahudi.Nabi Muhammad dijuluki ummi yang berarti tidak berpendidikan. Jadi sama persis seperti yang Bible katakan bahwa buku (salah satu nama Al-Qur’an adalah al-kitab yang berarti buku), diberikan kepada dia yang tidak bisa membaca (ummi) dengan mengatakan: “Baca ini” (Iqra). Ayat paling pertama yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad S.A.W. seperti adalah Iqra yang berarti baca. 
Malaikat Gabriel (Jibril) datang kepada Nabi Muhammad S.A.W. ketika dia bermeditasi di Gunung Jabbal Nur dekat kota Mekkah. Dia duduk disana untuk menenangkan pikiran dari masalah yang menerpa penduduk Mekkah, yaitu masalah politeisme (menyembah berhala), dia pergi ke sana untuk memikirkan Tuhan. Pada bulan Ramadhan di saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun, Malaikat Gabriel datang dan berkata “Iqra” (bacalah) namun Rasulullah berkata “Aku tidak bisa baca.” Sekali lagi malaikat Gabriel menyuruhnya membaca, tapi kali ini dia mencengkramnya dan Nabi Muhammad tetap mengatakan “Aku tidak bisa baca.” Kemudian malaikat Gabriel mencengkramnya lebih kuat dan mengatakan “Iqra” (bacalah). Nabi Muhammad berkata “Apa yang harus kubaca?” Inilah persis seperti yang dikatakan dalam Yesaya 29:12. 
Juga di dalam Yesaya dalam 42:1-13, aku tidak akan membaca semuanya tapi hal itu menunjukkan tentang seseorang yang dicintai Tuhan dan dia disebutkan sebagai keturunan Kedar. Kedar adalah anak kedua dari Ishmael, nenek moyang Nabi Muhammad S.A.W. Tampak sangat jelas dari pernyataan ini, bahwa orang-orang Yahudi sedang menunggu akan seorang Nabi yang akan muncul dari Bani Israel yang merupakan keturunan Kedar. Nabi ini akan membawa hukum Tuhan dan dia seperti Musa.
Lalu, apakah ada nubuat tentang kedatangan Nabi Muhammad dalam Gospel? Sebenarnya ada sebuah ayat, dan ayat ini terasa kontroversial bahkan di kalangan orang-orang Kristen sendiri. Ini ada dalam Gospel Yohanes 14:16 yang berbunyi:“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong lain, yang akan tinggal bersama kalian untuk selama-lamanya.” (Yohanes 14:16)
Jadi kata-kata aslinya dalam Bahasa Yunani adalah Paracletos. Lalu kata ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “penolong.” Ada perbedaan pendapat tentang apakah makna sebenarnya dari kata ini? Tapi beberapa sarjana Kristen mengatakan bahwa kata itu dalam Bahasa Aramik berarti Ahmad. Ahmad sebuah julukan yang diberikan kepada Nabi Muhammad di dalam Alqur’an. Dan sebenarnya kata Ahmad dalam Bahasa Aramik berarti penolong atau sama dengan Bahasa Yunani “Paracletos“. Dan sangat menarik karena disebutkan bahwa “Dia akan tinggal bersama kalian untuk selama-lamanya.” Setelah Penolong terakhir ini datang, maka tidak ada lagi Penolong yang lain.
Mari Lihat dalam Yohanes 15:26 “Aku akan mengutus kepadamu Penolong yang berasal dari Bapa. Dialah Roh yang akan menyatakan kebenaran tentang Allah. Apabila Ia datang, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku” 
Dengan kata lain, Nabi Muhammad bersaksi tentang Yesus (Nabi Isa) persis seperti yang ada di dalam Al-Qur’an. Dan Allah menetapkan bahwa kita tidak bisa menjadi seorang muslim kecuali mengimani para rasul termasuk Yesus (Nabi Isa), karena dia adalah seorang Rasul Tuhan dan seorang messiah bagi Bani Israel, berbeda dengan pemahaman orang Kristen yang menganggapnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan. 
Dan di dalam Yohanes 14:26 Tertulis :“tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah kukatakan kepadamu.”
Dan dalam Yohanes 16:7-14 Tertulis :“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menyatakan kepada dunia arti sebenarnya dari dosa, dari apa yang benar, dan dari hukuman Allah.” 
Beberapa umat Kristen mengatakan bahwa sang penolong adalah Roh Kudus. Tapi ini tidak benar karena Yesus berkata “Jikalau aku tidak pergi, penolong itu tidak akan datang” sedangkan Roh Kudus mendampingi Yesus dan murid-muridnya. Jadi Penolong itu bukanlah Roh Kudus. 
Sedangkan umat Muslim meyakini bahwa Roh Kudus adalah Malaikat Gabriel (Malaikat Jibril). Ruhul Qudus adalah Roh Kudus. Ruh = Roh, Qudus=Kudus. Malaikat Jibril adalah malaikat penyampai wahyu. Jadi wahyu yang baru/Roh Kudus tidak akan datang, kecuali kalau Yesus telah tiada. Jadi Yesus harus pergi agar penolong Muhammad S.A.W. datang.
Dan dikatakan “Kalau ia datang, ia akan menyatakan kepada dunia arti sebenarnya dari dosa, dari apa yang benar, dan dari hukuman Allah. Akan dosa, karena mereka tidak percaya kepada-Ku” yang berarti mereka tidak percaya kepada Yesus sebagai messiah sebagaimana diramalkan dalam alkitab. “Akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak akan melihat aku lagi.” 
Dengan kata lain, jika tidak ada rasul yang diutus, maka manusia akan kehilangan arah. “Tetapi apabila ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya.” Apakah kalian ingat yang tertulis dalam Ulangan 18:18, bahwa “Ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, dia tidak berbicara oleh kemauannya sendiri, dia berbicara dari apa yang diwahyukan kepadanya.” Yesus terus mengulang-ulang kata itu. “Dan dia akan menunjukkanmu hal-hal yang akan datang” yang berarti nubuat-nubuat Nabi Muhammad tentang masa depan. “Ia akan memuliakan Aku”  yang berarti dia akan berbicara jujur tentang siapa Yesus yang sebenarnya “Sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari padaku.”
Rudolf Bultmann, dalam bukunya “Gospel of John: A Commentary” menulis:“Paraclete (penolong) adalah figur yang sama dengan Yesus. Dan hal ini sendiri mengkonfirmasi kesimpulan bahwa bukti-buktinya cocok untuk keduanya (baik untuk Yesus maupun “penolong”), jadi dia pasti seperti Yesus. Dan sangat jelas dari Yohanes 14:16, bahwa akan ada 2 paraclete, yaitu Yesus dan orang setelahnya.” 
Jadi gambaran sang Penolong begitu cocok dengan Nabi Muhammad S.A.W. Siapa lagi Penolong yang lain setelah Yesus? Pasti Nabi Muhammad, karena hanya nabi Muhammad yang memuliakan Yesus, hanya Nabi Muhammad yang membela Yesus. Dan hanya didalam Al-Qur’an ada ayat-ayat Tuhan yang menceritakan tentang Yesus dan Ibundanya.

http://mujahidah213.blogspot.com/2015/03/ramalan-kedatangan-nabi-muhammad-di.html