FENOMENA akhir akhir zaman ini.

“FENOMENA akhir akhir zaman ini…

1. Banyak rumah semakin besar, tapi keluarganya semakin kecil.

2. Perubatan semakin canggih, kesihatan semakin buruk.

3. Melancong keliling Dunia, tapi tidak kenal dengan jiran terdekat.

4. Pendapatan semakin meningkat, ketentraman jiwa semakin berkurang.

5. Ilmu semakin tinggi, emosi semakin rendah.

6. Jumlah manusia semakin banyak, rasa kemanusiaan semakin menipis.

7. Pengetahuan semakin bagus, keadilan semakin berkurang.

8.Kehormatan semakin terhakis

9. Semakin banyak kawan di dunia maya, tapi tidak ada sahabat yang sejati.

10. Minuman semakin banyak jenisnya, air bersih semakin berkurang jumlahnya.

11. Pakai jam tangan mahal, tapi tak pernah tepat waktu.

12. Ilmu semakin tersebar, adab dan akhlak semakin lenyap.

13. Belajar semakin mudah, Guru semakin tidak dihargai.

14. Teknologi semakin canggih, fitnah dan aib semakin tersebar.

15. Orang yang rendah ilmu banyak bercakap, orang yang tinggi ilmu banyak mendiamkan diri.

Semoga kita sedar dan Semoga kita semua tetap berada didalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala…

Wafat Setelah Membaca Kalimat Tauhid

Wafat Setelah Membaca Kalimat Tauhid

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال ،قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Dari Mu’adz bin Jabal, dia berkata: bahwa Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang akhir ucapannya La ilaaha Illallah maka dia masuk jannah (surga).”

(HR. Abu Dawud no. 3116)…”

Pelajaran yang terdapat didalam hadist :

1- Sesungguhnya siapa dimasa hidupnya disibukkan dengan membela agama Allah dengan mendalami dan mengajarkan serta memperjuangkannya,  maka Allah mewafatkannya sebagaimana dengan apa yang ia amalkan semasa hidupnya.

2- Orang yang ikhlas ialah yang memahami Laa Ilaaha Illallah, mengamalkannya, dan menyeru kepadanya sebelum menyeru kepada (masalah-masalah) yang lainnya. Sebab kalimat ini mengandung tauhid (pengesaan Allah), yang karenanya Allah menciptakan alam semesta ini.

3- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru pamannya Abu Thalib ketika menjelang ajal:

يا عم قل: لا إله إلا االله ، كلمة أحاج لك بها عند الله، و أبى أن يقول: لا إله إلا االله

“Wahai pamanku, katakanlah, ‘Laa Ilaaha Illallah’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), seuntai kalimat yang aku akan berhujjah dengannya untukmu di sisi Allah, namun ia (Abu Thalib) enggan mengucapkan Laa Ilaaha Illallah”. [HR. Bukhari dan Muslim].

4- Maka siapa saja yang meninggal dengan memiliki salah satu tandanya maka itu merupakan berita gembira diantaranya dapat mengucapkan syahadat menjelang kematian sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang shahih diantaranya:

قوله: صلى الله عليه وسلم : ( من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة ) .

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ( barangsiapa yang ucapan terakhirnya Laa ilaaha illallah maka dia masuk surga )

Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

1- Kalimat Laa Ilaaha Illallah mengandung makna penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan menetapkannya untuk Allah semata. Mengetahui makna Laa Ilaaha Illallah adalah wajib dan harus didahulukan dari seluruh rukun yang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلا الله

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah”. (QS. Muhammad: 19).

2- Selama 13 tahun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Makkah, beliau mengajak (menyeru) bangsa Arab: “Katakanlah, ‘Laa Ilaaha Illallah’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)”, namun mereka menjawab: “Hanya satu tuhan?, kami belum pernah mendengar seruan seperti ini?” Demikian itu, karena bangsa Arab memahami makna kalimat ini. Sesungguhnya barangsiapa mengucapkannya, niscaya ia tidak menyembah selain Allah. Maka dari itu mereka meninggalkannya dan tidak mau mengucapkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada mereka:

 إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ  وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ

“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, ‘Laa Ilaaha Illallah (Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)’, mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan Rasul-Rasul (sebelumnya)”. (QS. Ash Shaffat: 35-37).

3- Orang muslim apabila ditanya di dalam kuburnya, ia mengemukakan persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Yang demikian itu adalah firman-Nya,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim :27)

Kezaliman Terhadap Hak Allah

Kezaliman Terhadap Hak Allah

َ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابن مسعود رضي اللَّه عنه قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ

Dari ‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu dia berkata; Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; ‘Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau menjawab; ‘Bila kamu menyekutukan Allah, padahal dialah yang menciptakanmu. Aku berkata; tentu itu sungguh besar.’ Aku bertanya lagi; ‘Kemudian apa? Beliau menjawab; ‘Apabila kami membunuh anakmu karena takut membuat kelaparan.’ Aku bertanya lagi; ‘kemudian apa? ‘ beliau menjawab; ‘Berzina dengan istri tetanggamu.'[Hr Bukhori]

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

1- Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Zalim ada dua macam: pertama, kezaliman terkait dengan hak Allah ‘Azza wa Jalla, kedua, kezaliman terkait dengan hak hamba.

2- Kezaliman terhadap hak Allah.

Kezaliman yang terbesar yang terkait dengan hak Allah adalah kesyirikan.

3- Syirik merupakan dosa paling besar disisi Allah dan tidak akan diampuni. Karena syirik merupakan perbuatan yang melanggar hak Allah.sedangkan hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah tidak berbuat syirik kepada-Nya.

4-  Syirik disebut kezoliman karena syirik merupakan perbuatan yang menempatkan sesuatu perkara atau ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak menerimanya. Oleh karena itu siapa yang menyekutukan Allah maka ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur’an :

1- Kezhaliman yang paling besar adalah syirik kepada Allah.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku janganlah kamu mempersekutukan (syirik) kepada Allah dan sesungguhnya syirik itu merupakan kezaliman yang paling besar.” (Terj. Luqman: 13)

2- Syirik Akbar (besar) adalah beribadah kepada selain Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah, meminta berkah (keberuntungan, syafa’at, perlindungan dan lain-lain) kepada orang yang mati atau masih hidup tapi tidak berada di tempat orang yang meminta (tidak ada di dekatnya).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Beribadahlah kepada Allah dan jangan kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apapun.” (Terj. An-Nisa’: 36)

3- Syirik itu bercokol pada umat sekarang

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

Artinya: “Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah, kecuali mereka dalam keadaan berbuat syirik.” (Terj. Yusuf: 106)

4- Syirik merupakan dosa paling besar disisi Allah dan tidak akan diampuni. Karena syirik merupakan perbuatan yang melanggar hak Allah.sedangkan hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah tidak berbuat syirik kepada-Nya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah tersesat sejauh-jauhnya. ( Q.S An Nisa: 116)

Halal dan Baik Syarat Diterimanya Doa

Halal dan Baik Syarat Diterimanya Doa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً  وَقاَلَ تَعَالَى :  يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ  ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ . [رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Ya Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. (Riwayat Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadist:

1. Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah ta’ala dari segala kekurangan dan cela.

2. Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima.

3. Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah ta’ala.

4. Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari terkabulnya doa.

5. Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah kehendaki.

6. Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan.

7. Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.

8. Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.

9. Doa orang yang sedang safar dan yang hatinya sangat mengharap akan terkabul.

10. Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.

Tema hadits dan ayat yang terkait :

1. Mempersembahkan yang terbaik kepada Allah :

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [Surat Al-Qasas : 77]

2. Mengkonsumsi yang halal :

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. [Surat Al-Maeda : 88]

3. Meratap dalam berdoa :

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. [Surat Maryam : 3]

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. [Surat As-Sajda : 16]

Kezaliman Kegelapan pada Hari Qiamat

Kezaliman Kegelapan pada Hari Qiamat

عن جابر رضي الله عنه: أن رَسُول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((اتَّقُوا الظُّلْمَ؛ فَإنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ. وَاتَّقُوا الشُّحَّ؛ فَإِنَّ الشُّحَّ أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ. حَمَلَهُمْ عَلَى أنْ سَفَكُوا دِمَاءهُمْ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ)). رواه مسلم.

Dari Jabir r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Takutlah engkau semua – hindarkanlah dirimu semua – akan perbuatan menganiaya, sebab menganiaya itu akan merupakan berbagai kegelapan pada hari kiamat. Juga takutlah – hindarkanlah dirimu semua – akan sifat kikir, sebab kikir itu menyebabkan rosak binasanya ummat yang sebelummu semua. Itulah yang menyebabkan mereka sampai suka mengalirkan darah sesamanya dan pula menyebabkan mereka menghalalkan apa-apa yang diharamkan pada diri mereka. [Riwayat Muslim]

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Bagi seorang muslim yang baik, misi hidupnya hanya satu, berbuat kebaikan sebanyak mungkin selama menjalani kehidupan di dunia fana ini. Tak lebih.

2- Namun, bagi mereka yang tujuan hidupnya bukan mengarah pada ibadah seperti yang diajarkan Nabi Shallallahu alaihi wasallam, bisa jadi visinya sebatas meraih kesenangan sesaat.

3- Orang pertama, untuk meraih impiannya, dia akan menggunakan jalur lurus sesuai aturan dari Allah dan Nabinya. Karena itu orang-orang beriman ini lebih mengutamakan jalan kemaslahatan (kemanfaatan) dibanding kemudaratan. Mereka menghindari cara-cara dzalim untuk mendapatkan apa yang menjadi harapannya misal dalam mencari kedudukan, jabatan, popularitas, harta banyak.

4- Sementara, orang-orang yang jauh dari Allah dan Nabinya, jalur hidup yang ditempuh bukan cara-cara yang baik. Tak sedikit mereka menggunakan cara dzalim untuk mewujudkan apa yang menjadi target hidupnya. Mereka ini tak mengenal cara halal dan haram. Yang hanya satu cara: halal, haram, hantam.

5- Jauh sebelum dunia ini ramai dihuni oleh orang-orang yang dzalim, maka jauh hari juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengingatkan umatnya  terutama mereka yang beriman tentang bahayanya sifat dzalim ini.

6- Hadist di atas menegaskan bahwa kedzaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Para pelakunya dihukum sesuai dengan kadar kedzalimannya.

7- Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan perbuatan dzalim atas para hamba-Nya serta melarang mereka saling mendzalimi, karena kedzaliman itu sendiri adalah haram secara mutlak.

8- Dalam sebuah hadis qudsi Allah  Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Wahai para hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi!” (HR. Muslim No. 2577, At-Tirmidzi No. 2495 ) dan Ibnu Majah No. 4257)

9- Imam Al-Maraghi menjelaskan, “Dzalim adalah perbuatan yang menyimpang dari jalan yang wajib ditempuh untuk mencari kebenaran. Sementara itu dalam Mu’jam dikatakan bahwa yang dimaksud dengan dzalim adalah perbuatan yang melampaui batas atau meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.”

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur’an :

1- Allah pun telah mengisyaratkan “Apakah sama antara kegelapan dan terang?” Pasti sangatlah berbeda. Sebagaimana firman-Nya :

قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ قُلِ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَٱتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًۭا وَلَا ضَرًّۭا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِى ٱلظُّلُمَـٰتُ وَٱلنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُوا۟ كَخَلْقِهِۦ فَتَشَـٰبَهَ ٱلْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُوَ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّـٰرُ

Artinya: Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS Ar-Ra’d ([13] : 16).

2- Kata kegelapan bermakna seseorang tidak bisa melihat, atau buta, seperti disebutkan di dalam ayat:

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ * قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِيٓ أَعۡمَىٰ وَقَدۡ كُنتُ بَصِيرٗا

Artiya: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS. Thaha [20]: 124-125).

3- Orang-orang yang zalim karena mempersekutukan Allah seorang kerabat pun dari kalangan mereka yang dapat memberi manfaat bagi mereka, tiada pula pemberi syafaat pun yang dapat diterima syafaatnya, bahkan semua penyebab kebaikan telah terputus dari mereka.

مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلا شَفِيعٍ يُطَاعُ

Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.[Ghofir:18]

Keutamaan Tawakal

Keutamaan Tawakal

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ.

Daripada Abu Hurairah RA, daripada Nabi SAW bersabda: “Akan masuk syurga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR Muslim No: 2840). Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Setiap Mukmin hendaklah bertawakal kepada Allah SWT sebagaimana sifat seekor burung walaupun tidak diberikan akal tetapi ia tidak duduk diam sahaja disarangnya. Ia akan keluar untuk mencari rezeki (berusaha) dan pulang dengan perut yang penuh dengan makanan kerana yakin bahawa yang memberi rezeki adalah Allah SWT.

2.  Tawakal mesti didahulukan dengan usaha dan ikhtiar. Bukan semata-mata menyerahkan kepada Allah tanpa usaha dan ikhtiar. Contohnya dalam isu wabak virus Covid 19 ini. Kita menyerahkan segalanya kepada Allah namun dengan usaha dan ikhtiar yang bersungguh-sungguh menghindarinya antaranya “stay at home”.

3.  Sifat tawakal akan terhasil apabila adanya sifat khauf (takut) hanya kepada Allah SWT yang disertai keyakinan yang jitu dalam setiap waktu dan keadaan kerana hakikat sebenar tawakal adalah dengan mengambil sebab-sebab dan usaha.

4.  Seseorang akan dimasukkan ke dalam syurga dengan sebab tawakalnya yang penuh dengan sifat keimanan dan khauf (takut) kepada Allah SWT.

Ayuh, jadilah seperti burung yang memiliki hati penuh keyakinan. Yakin bahawa apabila keluar dari sarang, rezeki baginya tetap ada. Yakin setiap musibah itu datang dari Allah. Jika Allah tidak izin terkena pada kita dengan usaha dan ikhtiar kita, In sha Allah kita tetap akan terhindar.

Wallahua’lam. Sollu’alannabi.

CINTAILAH DIRIMU SENDIRI

” CINTAILAH DIRIMU SENDIRI.

hidup itu ada dua macam

Yaitu suka dan duka

dan kuncinya juga dua yaitu syukur dan sabar…

Jika suka maka bersyukurlah

Jika duka maka bersabarlah…

Allah memerintahkan kita bersabar tanpa memberi batasan sampai dimana sabar itu berakhir….

Dan Allah menjanjikan Syurga bagi mereka yang mau bersabar….

Terkadang rasa kesal terhadap apapun membuat kita kehilangan kendali…

Hati menjadi panas dan dada bergemuruh bak petir disiang hari….

Tahukah kita…

Emosi yang seperti ini hanya akan merusak diri kita sendiri…

Belajarlah ikhlas dengan semua keadaan kita…

Yang sudah berlalu biarlah berlabuh ditempat yang baru…

Menghargai diri sendiri itu sangatlah penting untuk kebahagiaan kita

Jika kita tidak merasa nyaman dengan diri kita sendiri

Maka kita akan merasa sulit untuk merasa nyaman dengan orang lain ataupun hal lain

Buanglah jauh-jauh perasaan sedih terhadap diri sendiri

Banyak dari kita terlalu tinggi melihat orang lain

Dan terlalu rendah melihat diri sendiri

Ini sangat menyiksa bukan….

Kemudian…

Jangan pamerkan kesedihan kita…

Sebab banyak orang ingin melihat kita gagal

Tapi yang harus kita lakukan adalah…

Buat mereka kecewa akan hal itu….

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,:

“Yang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan.” (HR. Tirmidzi, no. 6 dalam Kitab Al-Qadr, Bab “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa”)

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم

Selamat menjalan ibadah dan beraktivitas.

Semoga setiap langkah kita dimudahkan oleh Allah & selalu dalam naungan ridha-Nya

Aamiin yaa robbal a’a’lamiin

•┈••✵📗📘📙📕✵••┈•

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhuta’alla

Jazaakumullaahu Khoiron wa BarakAllahu fiikum.

TINGGINYA RASA TAKUT KEPADA ALLAH TA’ALA

TINGGINYA RASA TAKUT KEPADA ALLAH TA’ALA

🌴🌴🌴

Gambaran betapa tingginya rasa takut kepada Allah ta’ala .. padahal keadaan agamanya sangat istimewa.

Diceritakan oleh Imam Bukhari -rahimahullah-:

“Suatu ketika Hammad bin Salamah menjenguk Sufyan Ats-Tsauri (seorang ulama besar ahli hadits dari generasi tabi’ut tabi’in, wafat 97 H) saat beliau sakit..

🌴🌴🌴

Maka Sufyan Ats-Tsauri mengatakan: “Wahai Abu Salamah (kun-yah Hammad), apakah Allah MAU MENGAMPUNI orang sepertiku..?”

Maka Hammad mengatakan: “Demi Allah, jika aku diminta memilih antara dihisab oleh Allah dengan dihisab oleh kedua orangtuaku, tentu aku memilih dihisab oleh Allah daripada dihisab oleh kedua orang tuaku, karena Allah ta’ala lebih sayang kepadaku daripada kedua orang tuaku..!” [Hilyatul Auliya’ 6/251]

🌴🌴🌴

Pelajaran berharga dari kisah ini:

1️⃣. Sebaik apapun agama kita, kita harus tetap takut kepada Allah.

2️⃣. Takut kepada Allah adalah tanda baiknya seseorang.

3️⃣. Pentingnya teman yang shalih dan manfaatnya yang sangat besar bagi kita.

4️⃣. Pentingnya menyeimbangkan antara khauf (rasa takut) dan roja’ (rasa harap) kepada Allah.

5️⃣. Bila kita melihat teman kita dominan rasa takutnya, maka ingatkan dia kepada kasih sayang Allah yang sangat besar kepada hamba-Nya.

Wallahu a’lam.

Antara malas dan Nikmat Waktu

Antara malas dan Nikmat Waktu

Malas, adalah satu di antara sifat yang tercela. Bila penyakit itu hinggap, ia menjadi sebab tersia siakannya waktu.

Padahal nikmat waktu adalah salah satu nikmat yang akan dimintai pertanggung jawabannya nanti di hadapan Allah. Rasulullah pernah mengatakan:

لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ…

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam sedikit pun nanti di hari kiamat dari sisi Allah sampai ia ditanya mengenai lima perkara; tentang umurnya untuk apa ia habiskan, …. “

(HR. Tirmidzi, ash-Shahihah: 946)

Maukah kita ketika ditanya tentang waktu menjawab; “Hanya tidur dan berangan angan saja di tempat tidur ya Allah.” mungkinkah Allah  akan ridha…? jelas tidak.

Rasulullah berlindung dari sifat ini dengan berdo’a minta perlindungan kepada Allah. Beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ والْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا َوالْمَمَاتِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, penakut, tua dan bakhil. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta fitnah kehidupan dan kematian.”

(HR. Bukhari: 2668, Muslim: 2706)

Harus ada usaha untuk mengobati sifat malas itu, meski tidak ada seorang pun dari kita yang selamat darinya, namun kita harus tetap mengendalikannya, jangan sampai kita membuang waktu.

Makanya Rasulullah pernah bersabda:

لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ أَفْلَحَ وَمَنْ كَانَتْ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

“Setiap amal perbuatan memiliki masa semangat dan setiap semangat memiliki masa futur (kurang semangat), barang siapa yang masa futurnya menuju sunnahku maka ia telah berjalan di atas petunjuk, dan barang siapa yang masa futurnya kepada selain sunnahku maka ia telah binasa.”

(HR. Ahmad, Shahih at-Targhib wat Tarhib: 56)

Oleh sebab itu, walau terkadang malas itu hinggap, tapi itu bukan alasan untuk menyia-nyiakan waktu dan mengerjakan amalan amalan yang tidak bermanfaat.

Semoga Allah melindungi kita semua dari sifat ini, Aamiin.

Semoga Allah memberikan Hidayah dan Rahmat-Nya serta menerima amal ibadah kita.

بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ

Hati-hati Dengan Firasat Seorang yang Beriman

Hati-hati Dengan Firasat Seorang yang Beriman

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اتَّقُوا فِرَاسَةَ المُؤْمِنِ، فَإِنَّهُ يَنْظرُ بنورِ اللهِ».وروى الطبراني قال الهيثمي في مجمع الزوائد: وإسناده حسن. وقال السيوطي في اللآلئ: الحديث حسن صحيح.

Dari Abu Amamah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,:

“Takutlah pada firasat seorang mukmin. Sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah.”[Hr At Thobroni, berkata Haistami didalam majmaul zawaid isnadnya hasan. Dan berkata Syuyuti didalam al lai: hadist hasan shohih]

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Sungguh kita bisa merasakan, orang-orang shalih punya satu kepekaan di dalam pergaulannya. Sampai para salafush shalih dulu mengatakan, “Perhatikan kedudukanmu di sisi Allah dari bagaimana para kekasihNya bersikap kepadamu. Sungguh bersebab dosa durhaka dari maksiatmu padaNya, bisa jadi Allah sisipkan setitik perasaan benci padamu di hati orang-orang beriman.”

2- Terkadang ia memang hanya perasaan tak nyaman yang tak terjelaskan. Tapi di titik tertentu, ia menjelma amat nyata.

3- Seorang lelaki dari kalangan sahabat beliau masuk menghadiri majelis Sayyidina ‘Utsman ibn ‘Affan Radhiyallaahu ‘Anh, demikian dikisahkan Imam Tajuddin As Subki dalam Thabaqat-nya. Setiba Sang Dzun Nurain menatap tajam ke arahnya dan menudingkan telunjuk sembari bertitah, “Takutlah kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya, atau akan kukenakan hukuman ta’zir padamu sebagai peringatan bagi semua. Sungguh demi Allah, di matamu aku melihat ada bekas-bekas zina.”

“Subhanallah”, sang lelaki terperanjat. “Apakah wahyu masih turun, sehingga Amirul Mukminin mengetahui perkara yang gaib semacam ini?” Dia menyadari, dalam perjalanan menuju Masjid tadi dia berpapasan dengan seorang perempuan jelita. Dari tak sengaja, pandangannya berterusan hingga syahwatpun terbangkitkan. Tapi ya sampai di situ saja. Tidak lebih.

“Bukan”, sahut Sayyidina ‘Utsman. “Ini bukan wahyu, hanyasanya ia adalah firasat seorang mukmin.”

4- Hadis ini menerangkan agar kita berhati hati dari pandangan orang mukmin karena mereka mempunyai kelebihan mengetahui pada aib keburukan kita . Lebih jelasnya lagi agar kita menjauhkan diri dari hal hal yang diharamakn Allah  agar hal ini tidak diketahui oleh mereka orang orang yang soleh , sebab bila mereka melihat aib dari maksiyat kita , kita akan malu didepannya.

5- Yang dimaksud orang mukmin disitu adalah mukmin yang sempurna keimanannya , yang ahli ibadah , yang ahli sedekah , yang pandai bergaul dengan sesama muslim , bukan setiap orang mukmin bisa mendapatkan keistimewaan ini .Hal ini dikarenakan kesucian batin mereka akan mencerahkan mata hatinya untuk bisa memandang apa apa yang tidak bisa dipandang oleh manusia biasa. merekalah yang seakan akan menjadi wakil Allah untuk mengawasi gerak gerik manusia , sebagai salah satu bentuk dari amar makruf nahi munkar . Maka saat mereka melihat sesuatu maksiyat yang kita lakukan  lantas marah karena marahnya Allah, mereka akan membenci karena kebencian Allah . Dia memandang dengan cahaya Allah.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur’an :

– Dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda: Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang mengetahui hal ihwal orang lain melalui firasatnya.

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami)bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. (Al-Hijr: 75)

Create your website with WordPress.com
Get started