Category: BERDAKWAH DI JALAN ALLAH SWT

SETIAP MUSLIM WAJIB BERDAKWAH

SETIAP MUSLIM WAJIB BERDAKWAH

 ✍️  Sebuah hadist. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahawa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”.

(HR. Bukhari).

 ✍️  Berdakwah, banyak difahami keliru oleh sementara orang.

Yang mengartikan berdakwah hanya tugas para da’i, ustadz dan kiyai.

Dinul Islam tidak mengenal sistem kerahiban.

Seorang ayah atau ibu pemeluk Islam, harus menyampaikan risalah Islam kepada anak-anak nya.

 ✍️ Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

1) اَنْفِذْ عَلَى رَسُلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ثُمَّ اُدْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ وَأَخْبِرْهُمْ بـِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللهِ فِيْهِ فَوَاللهِ لِأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُوْنَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ ) (رواه البخارى)

“Ajaklah mereka memeluk Islam dan beritahu mereka apa-apa yang diwajibkan atas mereka yang berupa hak Allah di dalamnya. Demi Allah, Allah memberi petunjuk kepada seseorang lantaran engkau, adalah lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta merah”

(HR. Al-Bukhari).

✍   Beberapa hal penting yang berkaitan dengan masalah dakwah:

📍 Pertama, amal yang baik di sisi Allah swt adalah usaha keras untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju hidayah. Kerana ucapan seorang da‘i adalah sebaik-baik ucapan dalam timbangan Allah swt.

Allah swt berfirman (yang artinya),

 “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

 (QS. Fushilat: 33).

📍 Kedua, ketidak fasihan dalam berbicara bukanlah penghalang untuk berdakwah.

Nabi Musa adalah orang yang sulit berbicara, oleh kerana itu beliau berdoa kepada Allah swt agar boleh mengatasi problem tersebut, dengan do’a yang diabadikan Allah swt di dalam Qur’an Suci surat Thaha:

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. supaya mereka mengerti perkataanku.”

(QS. Thaha: 27-28).

📍 Ketiga,  dakwah tidaklah terbatas ceramah di atas mimbar, kerana cara berdakwah itu sangat beragam. Menasehati seseorang dengan sembunyi-sembunyi adalah dakwah, seorang ayah menasehati anaknya untuk melaksanakan sholat lima waktu juga dakwah.

📍  Keempat, dakwah hendaknya menempuh jalan para nabi dalam berdakwah, yang pertama kali di dakwahkan para nabi adalah “akidah yang benar.” Yakni menyampaikan ajaran “tauhid”, Allah Maha Esa.