Design a site like this with WordPress.com
Mulakan

Hukum mengikuti hawa nafsu

▶ *Hukum mengikuti hawa nafsu*

Mengikuti hawa nafsu berbeda-beda hukumnya, sesuai dengan tingkatan dosanya, ada kalanya dosa kecil, dosa besar, bid’ah, ada pula yang syirik kecil, bahkan ada yang sampai kufur atau syirik akbar.

_# Berikut penjelasannya:_

➡️ *1.   Dihukumi dosa kecil:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa kecil_* dan ia dikatakan _‘aashin_ (pelaku maksiat), namun tidak dikatakan _fasiq_ (pelaku dosa besar).

➡️ *2.   Dihukumi dosa besar:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa besar,_* seperti zina, meminum _khamr_ (minuman yang memabukkan) dan yang semisalnya tanpa menghalalkannya, dan dia _fasiq_ (pelaku dosa besar).

➡️ *3.   Dihukumi bid’ah:*

Ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa bid’ah_* _ghairu mukaffirah_ (tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam), dan ia disebut _mubtadi’_ (pelaku bid’ah).

➡️ *4.   Dihukumi Syirik kecil:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan syirik kecil,_* seperti bersumpah dengan nama selain Allah atau melakukan _riya’_ (memamerkan ibadahnya) dan ia dikatakan pelaku kesyirikan dengan jenis syirik kecil.

➡️ *5.   Dihukumi kufur atau syirik besar:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa yang kategori syirik besar,_* seperti berdo’a kepada kuburan, bersikap berlebih-lebihan sampai mengangkat wali ke derajat Tuhan, atau kategori kufur besar, seperti mendustakan kerasulan Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_, menghina beliau, menghalalkan zina, atau meninggalkan sholat secara totalitas.

📝 *Catatan:*

Dan Ulama didalam mengelompokkan sebuah perbuatan itu kedalam kufur/syirik besar atau kecil mengembalikan pada kaidah-kaidah syar’i dan dalil-dalilnya yang terperinci.

▶ *Kesimpulan*

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa mengikuti hawa nafsu bisa menghantarkan kepada dosa-dosa yang beranekaragam, dan tidak bisa disama-ratakan hukumnya.

🤞🏻 *OLEH KARENA ITU*

*_Tidaklah boleh kita katakan bahwa setiap orang yang mengikuti hawa nafsu, pastilah kafir, tanpa kecuali._*

Yang benar adalah hukum bagi orang yang mengikuti hawa nafsunya, bisa dikatakan pelakunya sebagai pelaku dosa kecil, dosa besar, bid’ah, syirik kecil, dan syirik besar.

▶ *Menjawab Syubhat*

Bagaimana memahami dalil yang menyebutkan penuhanan kepada hawa nafsu?

Apakah ini tidak menunjukan bahwa mengikuti hawa nafsu merupakan syirik akbar?

Di dalam surat Al-Furqan, Allah mencela orang yang _ittiba’ul hawa_ (mengikuti hawa nafsu)  dan menyebutnya sebagai orang yang menuhankannya,

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

_“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”_

*(Al-Furqaan: 43).*

Apakah makna _“penuhanan (menjadikan sesuatu sebagai Tuhan)”_ atau _“penghambaan (menghamba kepada sesuatu yang dianggap sebagai Tuhan)”_ pada ayat di atas?

🎙️ Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah berkata,

“Dan lafadz {من اتخذ إلهه هواه} berlaku atas orang yang menyekutukan Allah baik dengan jenis syirik akbar (besar), maupun syirik ashgar (kecil)

🤞🏻 Maka setiap orang yang bergantung hatinya kepada selain Allah, sehingga pada dirinya terdapat ‘ubudiyyah (penghambaan) kepada selain Allah tersebut, bentuk ‘ubudiyyah ini bisa termasuk kekufuran (syirik) akbar atau ashghar ”.

Oleh karena itu sebagian ulama ada yang menyatakan bahwa semua kemaksiatan masuk kategori syirik, jika ditinjau dari pengertian syirik secara umum, karena setiap orang yang bermaksiat kepada Allah Ta’ala, pastilah mengikuti hawa nafsunya dan menghamba kepadanya, sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

▶ *Hukum mengikuti hawa nafsu*

Mengikuti hawa nafsu berbeda-beda hukumnya, sesuai dengan tingkatan dosanya, ada kalanya dosa kecil, dosa besar, bid’ah, ada pula yang syirik kecil, bahkan ada yang sampai kufur atau syirik akbar.

_# Berikut penjelasannya:_

➡️ *1.   Dihukumi dosa kecil:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa kecil_* dan ia dikatakan _‘aashin_ (pelaku maksiat), namun tidak dikatakan _fasiq_ (pelaku dosa besar).

➡️ *2.   Dihukumi dosa besar:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa besar,_* seperti zina, meminum _khamr_ (minuman yang memabukkan) dan yang semisalnya tanpa menghalalkannya, dan dia _fasiq_ (pelaku dosa besar).

➡️ *3.   Dihukumi bid’ah:*

Ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa bid’ah_* _ghairu mukaffirah_ (tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam), dan ia disebut _mubtadi’_ (pelaku bid’ah).

➡️ *4.   Dihukumi Syirik kecil:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan syirik kecil,_* seperti bersumpah dengan nama selain Allah atau melakukan _riya’_ (memamerkan ibadahnya) dan ia dikatakan pelaku kesyirikan dengan jenis syirik kecil.

➡️ *5.   Dihukumi kufur atau syirik besar:*

ketika seseorang mengikuti hawa nafsunya hingga mendorongnya *_melakukan dosa yang kategori syirik besar,_* seperti berdo’a kepada kuburan, bersikap berlebih-lebihan sampai mengangkat wali ke derajat Tuhan, atau kategori kufur besar, seperti mendustakan kerasulan Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_, menghina beliau, menghalalkan zina, atau meninggalkan sholat secara totalitas.

📝 *Catatan:*

Dan Ulama didalam mengelompokkan sebuah perbuatan itu kedalam kufur/syirik besar atau kecil mengembalikan pada kaidah-kaidah syar’i dan dalil-dalilnya yang terperinci.

▶ *Kesimpulan*

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa mengikuti hawa nafsu bisa menghantarkan kepada dosa-dosa yang beranekaragam, dan tidak bisa disama-ratakan hukumnya.

🤞🏻 *OLEH KARENA ITU*

*_Tidaklah boleh kita katakan bahwa setiap orang yang mengikuti hawa nafsu, pastilah kafir, tanpa kecuali._*

Yang benar adalah hukum bagi orang yang mengikuti hawa nafsunya, bisa dikatakan pelakunya sebagai pelaku dosa kecil, dosa besar, bid’ah, syirik kecil, dan syirik besar.

▶ *Menjawab Syubhat*

Bagaimana memahami dalil yang menyebutkan penuhanan kepada hawa nafsu?

Apakah ini tidak menunjukan bahwa mengikuti hawa nafsu merupakan syirik akbar?

Di dalam surat Al-Furqan, Allah mencela orang yang _ittiba’ul hawa_ (mengikuti hawa nafsu)  dan menyebutnya sebagai orang yang menuhankannya,

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

_“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”_

*(Al-Furqaan: 43).*

Apakah makna _“penuhanan (menjadikan sesuatu sebagai Tuhan)”_ atau _“penghambaan (menghamba kepada sesuatu yang dianggap sebagai Tuhan)”_ pada ayat di atas?

🎙️ Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah berkata,

“Dan lafadz {من اتخذ إلهه هواه} berlaku atas orang yang menyekutukan Allah baik dengan jenis syirik akbar (besar), maupun syirik ashgar (kecil)

🤞🏻 Maka setiap orang yang bergantung hatinya kepada selain Allah, sehingga pada dirinya terdapat ‘ubudiyyah (penghambaan) kepada selain Allah tersebut, bentuk ‘ubudiyyah ini bisa termasuk kekufuran (syirik) akbar atau ashghar ”.

Oleh karena itu sebagian ulama ada yang menyatakan bahwa semua kemaksiatan masuk kategori syirik, jika ditinjau dari pengertian syirik secara umum, karena setiap orang yang bermaksiat kepada Allah Ta’ala, pastilah mengikuti hawa nafsunya dan menghamba kepadanya, sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

‘Binasalah (semoga binasa) hamba dinar, hamba dirham, hamba qathifah (pakaian bermotif serabut ujungnya) dan hamba khamishah (pakaian indah dari bulu domba). Jika diberi maka ia ridha jika tak diberi maka ia tak ridha’_

*(HR. Al-Bukhari : 2887)”.*

🤞🏻 Jadi, jelaslah bahwa yang dimaksud dengan “menuhankan” atau “penghambaan ” dalam ayat di atas ada dua kemungkinan,

➡️1.   *Penghambaan kepada selain Allah yang tidak totalitas,* sehingga tidak sampai dikatakan menyembah selain Allah dan menuhankannya sebagaimana orang kafir dan musyrik yang non muslim dalam menuhankan selain Allah.

➡️2.   *Penghambaan kepada selain Allah yang totalitas,* dan menuhankan serta menyembahnya, sama persis sebagaimana menuhankan Allah dan menyembah-Nya, sehingga pelakunya dikatakan telah memalingkan hak _uluhiyyah_ kepada selain Allah.

🖥 (Diolah dari : Islamqa.info/ar/145466).

Hidup dan Mati

Hidup dan Mati

Hidup di dunia ini hanyalah bersifat sementara yang tidak akan kekal selamanya. Setiap yang hidup pasti akan mati, begitu juga kehidupan kita ini, pasti akan berakhir dengan kematian dan kita tidak akan dapat lari daripadanya.

Kematian akan datang bila sampai ajalnya tanpa terlewat atau tercepat walau sesaat pun. Tidak ada sesiapa pun  mengetahui bila dan di mana dia akan meninggal dunia.  Ada yang diberikan alamat dengan didatangkan sakit namun tidak kurang yang mati ketika dia sihat dan tiada tanda sakit. Firman Allah SWT:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya (Surah  Ali Imran ayat 185).

Kita diingatkan tentang kehidupan di dunia yang sementara. Di hari akhirat adalah penentu sama ad akita dimasukkan ke Syurga atau ke Neraka. Jangan terpedaya dengan kehidupan di dunia sehingga melupakan akhirat. Dunia adalah tempat mencari bekalan untuk kehidupan di hari akhirat yang kekal abadi, bukan tempat bersuka ria.

Qatadah ketika menafsirkan ayat di atas menyatakan: dunia ialah kesenangan yang pasti akan ditinggalkan. Jika kalian mampu, ambillah dari kesenangan itu untuk melakukan ketaatan.

Dr Wahbah al-Zuhaili menerangkan dunia dengan lima sifat atau spesifikasi, iaitu:

Pertama, dunia adalah permainan. Ini adalah tipikal bagi anak-anak yang sangat suka bermain sehingga letih dan menghabiskan tenaga mereka sedemikian rupa, dan kemudiannya hal itu berakhir tanpa ada sebarang faedah dan tenaga mereka terbuang sia-sia.

Kedua, dunia adalah hiburan dan huru-hara belaka. Ini adalah tipikal anak-anak muda, yang biasanya tidak memberika sesuatu melainkan penyesalan.

Ketiga, dunia adalah perhiasan. Ini adalah tipikal kaum perempuan, yang tujuan utamanya adalah menutupi kekurangan.

Keempat, saling membangga-banggakan diri dengan hal-hal yang fana, adakalanya dengan nasab, kemampuan dan potensi material, kekuatan fizik, dan lain-lain.

Kelima, dunia adalah tempat untuk saling bersaing dalam banyaknya harta dan anak. (Lihat Tafsir al-Munir, 14/353)

Kematian bukan penyudah kehidupan insan. Setiap yang kita lakukan semasa hidup di dunia sama ada baik mahupun buruk akan menerima ganjaran dan balasan yang seadilnya di hari kiamat nanti.

Marilah kita menjadikan kehidupan di dunia untuk menyediakan bekalan kehidupan yang abadi di akhirat dengan memperbanyakan amal soleh sebelum kematian menjemput kita.

MENGINGATI MATI

MENGINGATI MATI

Kematian adalah sebaik-baik peringatan ataupun nasihat. Saidina Umar al-Khattab RA sering mengingatkan dirinya akan kematian sehinggakan beliau memakai cincin yang terukir:

كَفَى بِالمـَوتِ وَاعِظًا يَا عُمَر

“Cukuplah kematian sebagai peringatan, wahai Umar.” (Mukhtasar Tarikh Dimasyq oleh Ibn Manzur, 18/313)

Nabi S.A.W menasihati kita bahawa dengan mengingati kematianlah kita dapat menghindari diri daripada melakukan dosa dan maksiat. Berdasarkan Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar R.A, Nabi S.A.W bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكرَ هَاذمِ اللَّذّاتِ – يَعْنِي المـَوت – فَإنَّه مَا كَانَ فِي كَثِيرٍ إِلَّا قَلَّلهُ، وَلاَ قَلِيلٍ إِلَّا أَجزَاهُ

“Perbanyakkan mengingati pemutus kelazatan – iaitu kematian – kerana apabila ia diingati dalam keadaan banyak maksiat, ia boleh mengurangkan kemaksiatan tersebut dan apabila diingati dalam keadaan kurang ibadah, ia akan memperbanyakkan ibadah tersebut.” (HR Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman, 7/353).

Mengingati kematian adalah bertujuan agar setiap diri menyedari bahawa kehidupan di dunia adalah sementara.

Mengingati kematian mempunyai banyak kelebihan dan hikmah, antaranya ialah menjadi peringatan kepada kita yang masih hidup ini, supaya tidak terus leka dengan keasyikan hidup di dunia ini.

Dengan mengingati mati juga, mendidik jiwa kita untuk menjadi orang yang sentiasa merendah diri, tidak lupa diri dan sombong. Mengingati mati juga menjadikan kita bijak merancang kehidupan yang sementara ini dengan baik sebelum ajal tiba.

Uwais Ibn Amir al-Qarni seorang ahli zuhud di kalangan Tabiin pernah menyatakan:

يَا أَهْلَ الكُوفَة : تَوَسَّدُوا المَوتَ إِذَا نِمْتُمْ وَاجْعَلُوهُ نُصْبَ أَعْيُنِكُم إِذَا قُمْتُم

“Hai penduduk Kufah, berbantallah dengan kematian bila kamu tidur dan jadikanlah kematian berada di depan matamu bila kamu bangun”

Kehidupan tanpa peringatan boleh menyebabkan kelalaian dan kelekaan. Said Ibn Jubair RA seorang ulama Kufah dan merupakan anak didik Sayidina Ali RA pernah menyebutkan:

لَو فَارَقَ ذِكْرُ المَوْتِ قَلْبِي : خَشِيتُ أَن يُفْسِدَ عَليَّ قَلبي

Seandainya mengingat kematian terpisah dari hatiku, aku merasa khuatir bila hatiku akan merosakkan diriku.

Justeru, jadikanlah madrasah mengingati kematian sebagai pendidik kita. Saidina Umar RA menggunakan kematian untuk mengawasi lurusnya jalan yang ditempuh, memelihara dirinya dari penyimpangan dan angan-angan.

Dalam kitab At-Tazkirah Imam Al-Qurtubi menyebutkan, “bahawa terhadap sebuah hadis yang menceritakan bahawa sebahagian nabi-nabi pernah bertanya kepada malaikat maut : Mengapa engkau tidak mengirim utusan supaya manusia takut kepadamu dan supaya mereka dapat bersiap-siap? Malaikat maut berkata, Ya, demi Allah. Aku mengirimkan beberapa tanda seperti penyakit, uban, umur tua, berkurang pendengaran dan penglihatan. Oleh itu barang siapa yang mendapati perkara-perkara itu dan dia tidak berusaha mengingati mati serta tidak pula bertaubat, maka ketika mencabut nyawanya, aku akan berkata kepadanya : Bukankah aku telah mengutus utusan demi utusan dan amaran demi amaran kepada kamu? Dan adapun aku ini (malaikat maut) adalah utusan yang tidak ada utusan lain lagi selepas aku.”

SAKIT ADALAH SUNNATULLAH

SAKIT ADALAH SUNATULLAH

Sakit adalah sunatullah ketentuan dari Allah swt yang ditimpakan pada manusia.

Memang betul tidak ada sapapun yang menginginkan jadi sakit.  Tapi dalam Islam seperti kita tahu ada banyak hal yang tersembunyi di balik keadaan itu.

Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah swt pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahsianya.

Sakit dalam bentuknya yang lain itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita.

Rasulullah saw bersabda “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.” Sabda Rasulullah saw tersebut  diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili.

Disebutkan dalam kitab orang dulu dua akan perkataan “Apabila seorang hamba mukmin sakit maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya. Lalu Allah memerintahkan :

*. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.

*. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lazatnya makanan dari mulutnya

*. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.

*. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lazat dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke-4 pula Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin.

Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab “Tidak baik bagi kemuliaanKu jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa.

Sabda Rasulullah saw “Sakit panas dalam sehari semalamndapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mukmin yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit  atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mukmin dari neraka dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun” (HR Al-Qadha’i).

Wallahualam

JANGAN IKUT LANGKAH SYAITAN

JANGAN IKUT LANGKAH SYAITAN

Sesungguhnya syaitan dan para penolongnya senantiasa mengajak manusia ke neraka.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuh. Karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”

(QS. Faathir [35]: 6).

Ketika syaitan mengajak manusia ke neraka, tidaklah berarti syaitan akan mengatakan kepada manusia, “Ayuh ! marilah bersamaku menuju neraka.”

Seandainya syaitan berkata begitu , tidak akan ada seorang pun yang mahu mengikuti ajakannya.

Akan tetapi, syaitan mengajak manusia ke arah syahwat dan berbagai hal yang menyenangkan jiwa, namun diharamkan oleh Allah Ta’ala.

Syaitan menghias-hiasi sesuatu yang buruk menjadi seolah-olah sesuatu yang baik dan bagus.

Itulah makar dan tipu daya syaitan kepada manusia.  Karena pada hakikatnya, merekalah musuh sejati manusia.

Oleh karena itulah, Allah Ta’ala melarang kita untuk mengikuti langkah-langkah dan ajakan syaitan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”

(QS. An-Nuur [24]: 21).

Manusia pada hakikatnya berada di antara ajakan syaitan ke neraka atau ajakan Allah Ta’ala menuju surga-Nya.

Maka perhatikanlah diri kita sendiri, ajakan siapakah yang kita sambut?

Jika kita adalah manusia yang berada di atas ketaatan kepada Allah Ta’ala, istiqamah di jalan-Nya, mencintai kebaikan, menjaga hal-hal yang wajib, bersungguh-sungguh mengerjakan amal ibadah sunnah yang kita mampu dan mudah melaksanakannya, maka kita telah menyambut seruan dan ajakan Allah Ta’ala kepada kita.

Namun sebaliknya, jika kita akrab dengan maksiat dan keburukan, melalaikan hal-hal yang wajib, terjerumus dalam berbagai hal yang diharamkan, maka kita telah menyambut seruan dan ajakan syaitan beserta bala tenteranya.

Wallahualam

Apa makna khusyuk?

Apa makna khusyuk?

Khusyuk pada pengertian bahasa bermaksud tunduk dan merendah diri. Orang yang khusyuk ialah orang yang tunduk dan merendah diri. Adapun pengertian khusyuk di dalam solat, di bawah ini kita kemukakan beberapa pandangan ulamak tentang makna khusyuk di dalam solat;

1. Berkata Saidina ‘Ali r.a.; “Khusyuk itu ialah khusyuk hati”. Menurut riwayat lain, beliau berkata; “Khusyuk itu ialah tidak berpaling ke kanan atau ke kiri”.

2. Menurut Imam al-Qurthubi; “Khusyuk ialah suatu keadaan di dalam jiwa di mana dia mewujudkan keadaan tetap (tenang) dan merendah diri segala anggota”.

3. Menurut Imam Zamakhsyari; “Khusuk dalam solat ialah hati berkeadaan takut dan mata selalu tunduk (ke tempat sujud)”. (al-Kasysyaf)

4. Berkata Imam al-Jurjani; “Orang yang khusyuk ialah yang merendah diri kepada Allah dengan hati dan segala anggotanya”. (at-Ta’rifat)

5. Menurut Imam al-Kalbi; “Khusyuk itu ialah suatu keadaan di hati di mana dia mempunyai sifat takut, muraqabah (selalu memperhati kan Allah) dan merendah diri kepada kebesaran Allah, kemudian dia mempengaruhi segala anggota yang membawa berkeadaan tetap, seronok melakukan solat, tidak berpaling-paling, menangis dan berdoa”.

Solat tidak akan berkesan tanpa khusyuk. Mengikut Imam Al-Hakim dan Tirmizi, pada suatu ketika nabi ternampak seorang lelaki menyapu janggutnya ketika solat maka baginda pun bersabda, “Jika khusyuk hati lelaki ini akan tenanglah anggota badannya.”

Berkata Imam Al-Alusi, “Khusyuk ialah merendahkan diri dengan perasaan takut di samping tenang anggota badan.” Ibn Jarir meriwayatkan bahawa sahabat Abdullah ibn Abbas berkata, “Mereka yang khusyuk ialah mereka yang takut lagi tenang.”

Imam Hasan Al-Basri pula berkata, “Tempat bagi khusyuk ialah di hati dan kemudiannya ia mempengaruhi dan mengawal pandangan mata serta menenangkan anggota badan.” Pandangan yang agak merangkumi tentang khusyuk ialah pandangan sahabat Abu Darda’. Beliau berkata, “(Khusyuk) ialah pengagungan terhadap Tuhan, keikhlasan dalam perkataan, kesempurnaan dalam keyakinan, memberikan sepenuh perhatian dan tidak berpaling ke kiri dan kanan kerana ia adalah dari syaitan.” Kesemua pendapat ini disebutkan dalam Al-Asas fit Tafsir oleh Said Hawa.

Dari penjelasan para ulamak di atas, dapat kita simpulkan bahawa khusyuk di dalam solat hendaklah menggabungkan dua bentuk khusyuk;

1. Khusyuk batin; iaitu khusyuk hati dengan menghadirkan di dalam hati perasaan takut kepada Allah, rendah diri serta mengharapkan rahmatNya.

2. Khusyuk lahir; iaitu khusyuk kepala dengan cara menundukkannya, khusyuk mata dengan cara tidak menoleh atau berpaling-paling, khusyuk tangan ialah dengan meletakkan tangan kanan ke atas tangan kiri dengan penuh hormat seperti perlakuan seorang hamba dan khusyuk dua kaki ialah dengan tegaknya berpijak dan berkeadaan tetap, tidak bergerak. Khusyuk lahir ini terbit dari khusyuk batin atau hati tadi

TIAP HARI MEMBINA SEBUAH RUMAH DI SYURGA

TIAP HARI MEMBINA SEBUAH RUMAH DI SYURGA

Asy Syeikh Al Utsaimin rohimahullah:

((“Barangsiapa yang solat 12 rakaat dalam sehari

maka Allah akan bangunkan untuknya satu rumah di

surga”)) Al Hadist.

⚫ 4 rakaat sebelum solat zuhur dengan dua salam.

2 rakaat setelah solat zuhur.

2 rakaat setelah solat maghrib.

* 2 rakaat setelah solat isya.

* 2 rakaat sebelum solat subuh.

Jika engkau solat satu hari 12 rakaat maka Allah akan bangunkan satu rumah untukmu di surga. Pada hari yang kedua rumah yang lain lagi !!

96 NOMBOR CONTACT SERVIS BREAKDOWN TAYAR SEPANJANG LEBUHRAYA SELURUH MALAYSIA

SIMPAN NOMBOR CONTACT SERVIS BREAKDOWN TAYAR SEPANJANG LEBUHRAYA JUGA JALAN LAMA

1. 017675 0021 – Along tiup MELAKA

2. 0194625777 – Alor star kangar awang

3. 0194919301 – Alor star mat

4. Ampang 0193388857

5. Ayer itam ramesh 0127594674

6. Ayer keroh 0139292855

7. Balakong ah fatt 0123785002 & 0122686109

8. Bayan baru 0174104830

9. Bentong 0169333389

10. Bentong segaran 0109083596 & 0129218783 & 0169538783 & 0169616935

11. Bidor 0174634277 & 0134001875

12. Cheras ivan 0193911234

13. Dungun 0199434796 & 0139754376

14. Endau 0127288739

15. Gambang 0139103309

16. Gopeng ismaju 0124578717

17. Gopeng union 0125213336

18. Grik 0194289733

19. Gua musang hazrul 0145069541 & 01125733500 & 0145034783

20. Gua musang 0199442644

21. Hulu selangor panjang 0193388857 & 0192697166

22. Ipoh ismail 0124578718

23. Ipoh – tanjung malim 0174634277 & 0195574298 & 0134001875

24. Jengka 8 ali 0109266532

25. Jenjarum 0173170501

26. Johor kgv 0127085927

27. Kajang 0193388857

28. Kajang anuar 0123747326 & 0176315361

29. Kajang Panjang 0193388857

30. Kajang wong 0193911236

31. Karak asia 0129553150

32. Karak puva 0199858468 & 0199398468

33. Karak siva 0199328468

34. Kemaman 0199152732

35. Keratong 0197779713

36. Kg subang 0102096275

37. Kg subang muni 0162622251

38. Kl Panjang 0193388857

39. Klang raja 0166692921

40. Klang syed 0162881921

41. Klang-kl Panjang 0193388857

42. Kuala selangor zul 0175417730

43. Kuala trengganu 0139944254

44. Kuala kangsar – tapah 0175444667 & 0195507138

45. Kuantan 0111949243

46. Kulai onn 0167360540

47. Lenggong 0125462201

48. Lpt 1 rizal 0199870129

49. Mentakab ah min 0169399838 & 0179459838

50. Mentakab subra 0129503533

51. Muadzam 0199053428

52. Muar 0126317008

53. Nilai ah 0193388857

54. Padang tengku 0109264116 & 0179274116 & 0199274116

55. Pagoh ait 0197902065

56. Pagoh bukit pasir 0196234704

57. Paka 0199849204

58. Pedas / Linggi abg jumaat 0122724897

59. Port klang 0163097220

60. Puncak alam 0193388857

61. Rantau panjang klate 0199367986 & 0139353681

62. Raub 0133913309

63. Rawang 0193388857

64. Rawang ah fatt 0123620620

65. Rawang panjang 0193388857

66. Rawang 0193388857

67. Sabak bernam 0133626599

68. Sabak bernam botak 0175417730

69. Saujana putra 0193388857

70. Selangor 0193388857 & 0122245795

71. Semenyih black 0102801704

72. Semenyih loga 0142251749

73. Seremban 0142309004

74. Sungai buloh 0193388857

75. Sungai dua – kuala dan 0194473745 & 0124234083

76. Sungai petani ganesan 0194744092

77. Simpang renggam farid 0127269002

78. Sri jaya 0129838825 & 0169209492

79. Sungkai 0193982622 & 0134001875

80. Tangkak 0196858528 & 0167160113

81. Tapah – Bidor – sungkai 0174634277 & 0134001875

82. Teluk intan 0165126644

83. Temerloh 0199677884

84. Temerloh alim 0122196220

85. Tanjung bungah 0174212316

86. Tanjung malim 0193388857

87. Tanjung malim kumar 0123994386

88. Tanjung malim muni 0123706722

89.cangkat jering&bukit merah 0125900492

90.alon..alor setar 0197091800 & 01135727936

91.kuala Lumpur/ 0193388857

92.sg buluh /  0193388857

93.batu Caves  0193388857

94.subang 0193388857

95.Genting Highland/ 0193388857

96.kajang/putrajaya/cyberjaya/bangi 0172831899

97.

Untuk kemudahan kita semua ketika dalam kesusahan!!!

Tolong viralkan ke GROUP SEBELAH!!!! (copy paste)