HIKMAH PUASA SUNNAH DAN FAEDAHNYA.

HIKMAH PUASA SUNNAH DAN FAEDAHNYA.

🌴Sepuluh Macam Puasa Sunnah yang Dianjurkan Lengkap dengan Niat dan Waktu Melakukannya Puasa.

Puasa adalah melatih aktivitas kerohanian menahan dan menjauhi dari dorongan perut dan kemaluan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedangkan puasa sunnah sendiri yaitu puasa yang tidak wajib ditunaikan, mendapat pahala jika tetap dilakukan dan tidak berdosa apabila ditinggalkan.

Ada beberapa macam puasa sunnah yang bisa dilakukan bergantung dengan kebutuhan. Macam-macam puasa sunnah ini juga kerap dijalankan Rasulullah SAW selama hidupnya. Banyak keutamaan puasa sunnah tergantung dari macam puasa sunnah itu sendiri.

Keutamaan dan Faedah puasa Senin Kamis adalah akan dibukakan pintu surga nanti saat di akhirat seperti menurut hadist di bawah ini:

Dari Abu Harrairah Radiallahu anhu, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim).

Berikut beberapa  merangkum macam puasa sunnah yang dapat dikerjakan beserta waktu pelaksanaannya:

🌴1. Puasa Senin Kamis Macam puasa sunnah yang pertama yakni puasa Senin Kamis. Puasa sunnah Senin dan Kamis adalah puasa sunnah yang cukup populer dilakukan umat Muslim. Sederhananya, ini adalah puasa sunnah yang dilakukan di hari Senin dan Kamis.

Niat puasa sunnah di hari Senin yaitu sebagai berikut:

nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.

Sedangkan niat puasa sunnah di hari Kamis yaitu sebagai berikut:

nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi taala.

Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

🌴2. Puasa Ayyamul Bidh.

Macam puasa sunnah berikutnya yaitu puasa Ayyamul Bidh. Puasa sunnah Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari pada setiap bulan Qamariyyah yakni tanggal 13, 14, 15 Hijriyyah. Puasa sunnah ini dikenal sebagai puasa hari putih.

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).”

Adapun niat puasa sunnah ini adalah Nawaitu shauma ghodiin an adai sunnatun ayyamil Biidh lilahi taala.

Artinya: saya niat berpuasa sunah hari putih karena Allah Taala.

🌴3. Puasa Syaban . Puasa Sya’ban adalah salah satu macam puasa sunnah yang dilakukan di Bulan Sya’ban. Dari Saidatina aisyah Radiallahu Anhu beliau berkata:

“Adalah Rasulullah saw berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Keutamaan dan manfaat berpuasa syaban akan membawa keuntungan bagi umat islam, seperti Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka, kelak akan menjadi penghuni surga dan menjadi teman bagi nabi Yusuf Alaihissalam, akan mendapatkan pahala seperti yang telah dilimpahkan Allah SWT kepada Nabi Ayub dan Nabi Daud.

Adapun niat puasa sunnah sya’ban adalah:

 “Nawaitusaumasyahrisyahbanlillahi taala.”

Artinya: Saya niat puasa bulan syaban, sunnah karena Allah taala.

🌴4. Puasa Syawal.

Puasa Syawal adalah macam puasa sunnah lainnya yang dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal, pasca hari raya Idul Fitri. Puasa sunnah ini dilakukan di tanggal yang tidak ditentukan, boleh urut maupun acak, asal masih dalam bulan Syawal.

Terdapat beberapa keutamaan berpuasa Syawal, di antaranya seperti berpuasa setahun penuh seperti yang disebutkan di hadist berikut:

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).

Kemudian mendapat ganjaran 10 kali lipat seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:

“Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas Idul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat.”

Serta juga dapat menyempurnakan ibadah:

“Amal ibadah yang pertama kali di hisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Allah Taala berkata kepada malaikat -sedang Dia Maha Mengetahui tentangnya-: Periksalah ibadah shalat hamba-hamba-Ku, apakah sempurna ataukah kurang. Jika sempurna maka pahalanya ditulis utuh sempurna. Jika kurang, maka Allah memerintahkan malaikat: Periksalah apakah hamba-Ku itu mengerjakan shalat-shalat sunnat? Jika ia mengerjakannya maka tutupilah kekurangan shalat wajibnya dengan shalat sunnat itu. Begitu pulalah dengan amal-amal ibadah lainnya.” (HR Abu Dawud).

Untuk menjalankannya ibadah puasa sunnah syawal, niatnya adalah “Nawaitu sauma ghodin an sittatin min syawalin sunattan lillahi taala.”

🌴5. Puasa Sunnah 1-7 Dzulhijjah Macam puasa sunnah berikutnya yaitu puasa 1-7 Dzulhijjah, merupakan puasa sunnah yang dikerjakan dari tanggal 1 hingga tangga 7 Dzulhijjah. Puasa sunnah ini adalah salah satu amalan yang dianjurkan dikerjakan dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Untuk mulai menjalankan amalan puasa sunnah 1-7 Dzulhijjah, disunnahkan untuk membaca niatnya seperti berikut:

“nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillaahi taaala”

Artinya: Aku niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Taala.

🌴6. Puasa Arafah 9 Dzulhijjah.

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan sehari sebelum hari Idul Adha, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah 9 Dzulhijjah punya keutamaan yang besar daripada puasa sunnah 10 hari pertama Dzulhijjah lainnya. Keistimewaan puasa Arafah ini diungkapkan dalam sebuah hadits berikut ini.

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Selain itu, puasa Arafah 9 Dzulhijjah juga punya dalil atau hukumnya yang diriwayatkan dari Abu Daud yang berbunyi:

“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam biasanya berpuasa hari 9 Dzulhijjah, hari Asyura, 3 hari setiap bulan yaitu Senin pertama dan 2 Kamis terawal.”

Berikut ini adalah niat puasa Arafah:

“nawaitu shauma ‘arofata sunnatan lillaahi taaala”

Artinya: “Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Taala.”

🌴7. Puasa Muharram Puasa Muharram adalah macam puasa sunnah yang dilakukan di bulan Muharram, atau tahun barunya umat Islam. Puasa Muharram biasanya dilakukan di tanggal 10 yang dikenal dengan puasa sunnah Asyura.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam- Bersabda yang artinya:

“Seutama-utama puasa setelah Ramadlan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Adapun niat puasa Asyura adalah “Nawaitu saumaghodinmin yaumi asyurasunnattanlillahi taala.”

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Asyura, karena Allah taala.

🌴8. Puasa Nabi Daud.

Puasa sunnah Nabi Dawud adalah puasa yang dilakukan selang-seling, yakni sehari puasa dan sehari berikutnya tidak. Begitu seterusnya.

Dalam hadist lain, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga bersabda:

“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari Muslim).

Adapun niat dalam menjalankan puasa sunnah Daud adalah Nawaitu shauma daawuda sunnatallillahi taaala.

Artinya: Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah taala.

🌴9. Puasa Tarwiyah Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah tarwiyah sendiri berasal dari kata tarawwa yang berarti membawa bekal air. Hal tersebut karena pada hari itu, para jamaah haji membawa banyak bekal air zam-zam untuk persiapan arafah dan menuju Mina.

Niat puasa Tarwiyah yakni sebagai berikut:

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah Swt.”

Setelah membaca niat puasa tersebut, bisa menjalankan sahur di dini hari selanjutnya dan menjalankan puasa Tarwiyah.

🌴10. Puasa Tasu’a.

Puasa Tasu’a adalah macam puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharram. Ini karena di hari yang sama yaitu tanggal 10 Muharram, orang-orang Yahudi juga melakukan puasa.

Puasa Tasu’a ini dikerjakan agar tidak menyerupai ibadah orang Yahudi. Ibnu Abbas RA berkata:

“Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk mengerjakan puasa ‘Asyura, para sahabat berkata: ‘Wahai Rasulullah, hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Jika tahun datang tiba, Insya Allah, kita juga akan melakukan puasa pada tanggal 9 Muharram.” Belum tiba setahun, ternyata Rasulullah SAW keburu wafat. (HR. Muslim).

Niat puasa Tasu’a yakni sebagai berikut:

“nawaitu sauma gadhin min yaumi tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “ Aku berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Semoga Bermanfaat.

🌴Sholawat , Shalawat, Sholawat, yuk….ayuk.🥰🍵🤝☕🥰🌴

* بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم*

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيِّدِنَا محمدٍ الفاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ,والخَـاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الحَقِّ بالحقِّ، والهادِي إلى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ، وَعَلَى آلِهِ حقَّ قَدْرِهِ ومِقْدَارِهِ العَظِيم. اللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذُنُوْبِى وَلِوَالِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ. وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ. رَبِّ اغْفِرْ وَارْ حَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّ احِمِيْنَ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِيِ الْعَظِيْمِ, رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. امين يا الله، امين اللهم امين.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu kami, Nabi Muhammad صلى اللَّه عليه وسلم pembuka bagi sesuatu yang terkunci, penutup segala para Nabi yang terdahulu, pembela kebenaran dengan kebenaran dan petunjuk ke jalan-Mu yang lurus. Limpahkanlah rahmat kepada keluarganya dengan karunia yang layak dengan kadar dan derajatnya yang agung, Ya Alloh, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada datok-datok kami, keturunan kami, para guru-guru kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan, Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah ya rabb Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu, Ya Alloh Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga dan sahabat semuanya. Mahasuci Alloh Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka, dan selamatkan kami dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan. Bil barakati, wal karamati Sulthonul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, bi syafa’ati Nabiyyina Muhammadin Saw, bibidznillahi wa Ridlollah ya Allah, ya Allah innaka ‘ala kulli syay’in qadir.” Dengan sebab barakah dan karamah rajanya para wali Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, dengan sebab syafaat Nabi Muhammad Saw, dan dengan sebab izin dan ridha Allah yang Maha Menguasai segala sesuatu InsyaaAllah berkah selamat dunia akhirat. Berbanyaklah Dzikrullah & Bersholawat Nabi Saw Serta Cinta Baca Alqur’an InsyaaAllah Berkah Jannati. Ya rabb lindungilah kami beserta orang –or

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: