CACAT YANG MENGHALANGI SAHNYA KORBAN

CACAT YANG MENGHALANGI SAHNYA QURBAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله و الحمد الله وصلاة و السلام على رسول الله  وعلى  آله وأصحابه أجمعين

Pembahasan berikutnya dari Kitab Ahadits Asyr Dzilhijjah wa Ayyami Tasyriq yaitu tentang:

عيوب الأضحية المانعة من الإجزاء

▪︎Cacat Hewan Kurban yang Membuat tidak Sah

عن الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ رضي الله عنه قال: قام فينا رسول الله  ‏

Dari Al-Barā’ ibnu Āzib radhiyallāhu ‘anhu berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah Kami.

Lalu Beliau bersabda:

أَرْبَعٌ لاَ تَجُوزُ فِي الأَضَاحِي الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِي لاَ تَنْقَى

Ada empat cacat yang tidak diperbolehkan  pada hewan kurban,

الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا

⑴ Buta sebelah dan jelas sekali kebutaanya.

وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا

⑵ Sakit dan tampak jelas sakitnya.

وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا

⑶ Pincang dan tampak jelas pincangnya.

وَالْكَسِيرُ الَّتِي لاَ تَنْقَى

⑷ Kurus sampai-sampai tidak mempunyai sumsum tulang.

(Hadīts ini diriwayatkan oleh Ashhabul Khamsah  dan dishahīhkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Hadīts ini menunjukkan bahwa, jika ada salah satu ada pada hewan kurban aib-aib yang disebut di atas, maka penyembelihan hewan kurban itu menjadi tidak sah.

▫️Di antara aib itu :

الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا

⑴ Buta sebelah dan sangat tampak (jelas) butanya.

Yang dimaksud buta yang disampaikan yaitu matanya sampai keluar atau terjungkil. Namun jika matanya hanya sekedar putih dan tidak bisa hilang maka itu tetap sah.

Karena apa? Karena kalau matanya agak keputihan artinya dia bisa atau masih mampu untuk melihat dan tidak buta secara total, namun jika kedua matanya sampai buta (dua-duanya) ini jelas lebih parah. Makanya disampaikan di sini kalau salah satunya buta dan tampak kebutaannya maka tidak sah apalagi dua-duanya.

 وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا

⑵ Sakit yang sakitnya jelas.

Kata para ulama barometer dari sakitnya itu adalah التي ظهرت عليها آثار المرض yaitu yang tampak sakitnya dan bisa berdampak kepada kurus yang jelas sekali kurusnya. Tidak ada dagingnya, tidak ada sumsumnya dan seterusnya.

وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا

⑶ Pincang yang tampak jelas pincangnya.

Berkaitan dengan pincang ini apakah pada bagian depan ataupun juga pada bagian belakang, karena terpotong atau karena sakit dan lain sebagainya yang dirasa di situ ada cacat yang membuat sulit untuk berjalan maka hewan ini tidak sah untuk dikurbankan.

وَالْكَسِيرُ الَّتِي لاَ تَنْقَى

⑷ Kurus hingga tidak memiliki sumsum, kalau kurus apalagi tidak ada sumsumnya sudah jelas tidak ada dagingnya. Namun jika masih ada dagingnya kemudian juga tidak kurus-kurus banget maka itu tidak mengapa.

Agama kita ingin memberikan, mengajarkan kepada kita ketika berkurban, ketika bersedekah maka berikanlah yang terbaik. Apalagi jika kurban ini ditujukan kepada Allāh Tabāraka wa Ta’āla.

Wallāhu Ta’āla A’lam wa A’lam

________

🌍 BimbinganIslam.Com

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: