NASI DAN GULA

NASI DAN GULA 🧊

Waktu saya masih di kampung, saya jarang mendengar orang di kampung saya kena penyakit gula (diabetes). Namun setelah saya merantau dan tinggal di daerah isteri saya, saya banyak mendapati orang yang terkena penyakit gula.

Saya melihat, faktor utamanya adalah di masalah makanan. Karena makanan berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas” [HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), Baihaqi, As-Silsilah Ash-Shahihah (2265)]

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, 

انه أعظم للبركة يعني الطعام الذي ذهب فوره ” .

“Sesungguhnya keberkahan yang paling besar yakni memakan makanan yang sudah hilang panasnya. (HR Al Hakim no 7124. Berkata Al Hakim : Hadits Shahih).

Maksudnya sudah hilang kepulan uap panas makanan tanpa ditiup karena ada larangan meniup hidangan.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas.” [HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888]

Demikian juga hadits riwayat Abu Sa’id Al Khudri, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ « فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, “Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?” Beliau bersabda, “Tumpahkan saja.” Ia berkata, “Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu.” [HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3: 26]

Contoh misalkan, di kampung saya, sebelum nasi di makan, itu dikipas terlebih dahulu sampai hilang asapnya (ngakeul sangu kata orang sunda mah), baru dimakan. Sedangkan di tempat isteri saya, justru kebanyakan makan nasi dalam keadaan panas-panas. Tidak enak dan tidak bergairah kalau makan nasi dalam keadaan nasi sudah dingin. Padahal makan dalam keadaan makanan sudah dingin, itu sunnah Nabi dan mengandung keberkahan. 

Contoh yang lain. Di kampung saya, jarang sekali minum teh manis. Kalau minum teh, itu tanpa gula. Saya hari-hari minum teh pekat. Tetapi di tempat isteri saya, hampir tiap pagi minum teh manis. 

Kedua sebab makanan ini, nasi yang masih panas dan gula, menurut para ahli kesehatan, termasuk sebab terbesar dari penyakit gula. 

Terlebih nasi mengandung kadar gula dan konsumsi berlebihan akan diolah oleh tubuh menjadi gula.

Oleh karena itu, janganlah makan dan minum yang berlebihan, terus menerus mengkonsumsi makanan yang sejenis, seperti minum manis setiap hari, makan nasi yang masih panas terus menerus, karena makan dan minum yang berlebihan, terlarang dalam agama kita. 

Allah Ta’ala berfirman :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا

Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. (Surat Al-A’raf : 31). 

Sebelum semuanya terlambat, hindari makan dan minum yang berlebihan. Dan tentunya, makanan dan minuman mesti halal, karena sesuatu yang haram, pasti ada efek tidak baiknya. 

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. (Surat Al-Baqarah : 168).

Ini nasehat untuk diri saya sendiri dan siapa saja yang membaca tulisan ini. 

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: