SHALAWAT BID’AH KARANGAN SUFI “YA SAYYIDI YA RASULULLAH” ADALAH SYIRIK AKBAR ‼️

SHALAWAT BID’AH KARANGAN SUFI “YA SAYYIDI YA RASULULLAH” ADALAH SYIRIK AKBAR ‼️

.

Salah satu Shalawat Bid’ah karangan manusia “Yaa Sayyidi Ya Rasulullah” ini mengandung Syirik Akbar yang dapat membatalkan keislaman seseorang dan mengeluarkan seseorang dari Islam tanpa sadar, pasalnya, di dalamnya terdapat Isti’anah, yakni berdoa memohon dan meminta pertolongan kepada selain Allah Azza Wa Jalla di dalam redaksi,

.

إِنَّ الْمُسِيْئِيْنَ قَدْ جَاؤُكْ * لِلذَّنْبِ يَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهْ

“Yaa Rasulullah, sungguh orang yang berdosa ini telah datang kepadamu, Dengan membawa tumpukan dosa-dosa, dan kini berharap engkau memintakan kami ampunan Allah.”

.

Ini berdoa memohon dan meminta pertolongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah wafat agar beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam memohon ampunan kepada Allah Azza Wa Jalla terhadap orang yang membaca Shalawat Bid’ah tersebut.

.

Ini merupakan Syirik Akbar, yang Isti’anah, yakni memohon dan meminta pertolongan kepada selain Allah Azza Wa Jalla, yaitu kepada mayyit.

.

Doa, baik itu Istighatsah, Isti’adzah ataupun Isti’anah adalah Ibadah

.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

.

“Doa adalah ibadah.” Kemudian beliau membaca : “Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Ghafir [40] : 60.”

.

– HR. Abu Dawud no. 1264 | no. 1479, Tirmidzi no. 2895, 3170, 3294 | no. 2969, 3274, 3372, Ibnu Majah no. 3818 | no. 3828 dan Ahmad no. 17629, 17660, 17665, 17705, 17709 

.

Dan ketika dikatakan Ibadah, maka harus dimurnikan, ditujukan, diperuntukan dan diikhlaskan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya serta tandingan bagi-Nya.

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

.

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ  

.

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

.

– QS. Al Fatihah [1] : 5

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

.

بَلۡ إِيَّاهُ تَدۡعُونَ فَيَكۡشِفُ مَا تَدۡعُونَ إِلَيۡهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوۡنَ مَا تُشۡرِكُونَ  

.

“Hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).

.

– QS. Al An’am [6] : 41

.

Dan barangsiapa yang berdoa meminta dan memohon kepada selain Allah Azza Wa Jalla, maka ia telah melakukan Syirik Akbar, batal keislamannya dan wajib bertaubat serta melakukan Syahadah lagi. Jika tidak bertaubat dan wafat dalam keadaan Syirik, maka ia kekal di Neraka, dan tidak akan masuk Surga meski sejengkal.

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman,

.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا  

.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”

.

– QS. An Nisa [4] : 48

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا  

.

“Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.”

.

– QS. An Nisa [4] : 116

.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda beberapa kalimat yang aku tambahkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

.

“Barang siapa yang mati, sedangkan dia menyeru (berdoa kepada) selain Allah sebagai tandingannya maka dia masuk Neraka.” Sedangkan aku berkata : “Barang siapa yang mati dan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia masuk Surga”

.

– HR. Bukhari no. 4137 | Fathul Bari no. 4497

.

Memang benar para Ahli Ilmu mengatakan bahwasannya Bid’ah adalah sarana-sarana menuju kepada kekafiran.

.

Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hafizhahullah berkata,

.

“Oleh karena itu, Ahli Ilmu berkata, “Bid’ah itu sarana menuju kekafiran.”

.

– Mauqif Ahlu Sunnah Wal Jama’ah min Ahlu Ahwa wa Bida, II/126-128.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: