KEBAL DAN TENAGA DALAM ⁉️

KEBAL DAN TENAGA DALAM ⁉️

Ilmu kebal dan tenaga dalam, disebagian tempat masih dipelajari. Bahkan masih ada pesantren yang mengajarkan ilmu kebal dan tenaga dalam. Seandainya kedua ilmu itu memang ada dan dapat dipelajari serta bermanfaat, tentulah negeri-negeri islam tidak mudah ditaklukkan dan dijajah negeri kafir. Tetapi buktinya banyak negeri islam yang dijajah berabad-abad lamanya. 

Kalau memang kebal, tentunya senjata dan peluru tidak akan menembus badannya. Seandainya punya tenaga dalam, peluru, mortil dan bom akan didorong balik kembali kepada musuh, ternyata tidak, justru musuh menguasai dan menaklukkan dengan senjata-senjata mereka. 

Cobalah tengok Rasulullah, para sahabatnya dan para salaf, mereka perang pakai baju besi dan penutup kepala dari besi pula, tidak telanjang dada. Walau demikian (memakai baju dan helm dari besi), mereka tetap terluka dan terbunuh. Perhatikan riwayat-riwayat dibawah ini. 

Di dalam kitab Asy Syamil Muhammadiyyah yang ditulis oleh At Tirmidzi, 

ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥﻋﻠﻴﻪ ﻳﻮﻡ ﺃﺣﺪ ﺩﺭﻋﺎﻥ، ﻗﺪ ﻇﺎﻫﺮ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ».

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, pada waktu Yaum Uhud (perang Uhud) memakai dua baju besi. Sungguh beliau memakai keduanya secara rangkap. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Shufyan bin`Uyainah, dari Yazid bin Khushaifah, yang bersumber dari Saib bin Yazid). 

Berkata Sahl radhiyallahu anhu, 

” لَمَّا كُسِرَتْ بَيْضَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَأْسِهِ، وَأُدْمِيَ وَجْهُهُ وَكُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ، وَكَانَ عَلِيٌّ يَخْتَلِفُ بِالْمَاءِ فِي المِجَنِّ، وَكَانَتْ فَاطِمَةُ تَغْسِلُهُ، فَلَمَّا رَأَتِ الدَّمَ يَزِيدُ عَلَى المَاءِ كَثْرَةً، عَمَدَتْ إِلَى حَصِيرٍ فَأَحْرَقَتْهَا وَأَلْصَقَتْهَا عَلَى جُرْحِهِ، فَرَقَأَ الدَّمُ

“Tatkala pecah pelindung kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wajah beliau berdarah dan pecah gigi seri beliau Ali bolak-balik mengambil air dengan menggunakan perisai (sebagai wadah air) dan Fatimah mencuci darah yang ada di wajah beliau. Tatkala Fatimah melihat darah semakin banyak lebih daripada airnya maka Fatimahpun mengambil hasir (yaitu tikar yang terbuat dari daun) lalu diapun merobeknya dan menempelkan robekan tersebut pada luka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka berhentilah aliran darah” (HR. Bukhari). 

Sahabat-sahabat Nabi yang mulia, termasuk Hamzah radhiyallahu anhu, paman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, terbunuh pada perang Uhud diakibatkan tombak yang menembus tubuhnya. 

Berkata Qatadah rahimahullah, 

 مَا نَعْلَمُ حَيًّا مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ أَكْثَرَ شَهِيدًا أَعَزَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ الْأَنْصَارِ قَالَ قَتَادَةُ وَحَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّهُ قُتِلَ مِنْهُمْ يَوْمَ أُحُدٍ سَبْعُونَ وَيَوْمَ بِئْرِ مَعُونَةَ سَبْعُونَ وَيَوْمَ الْيَمَامَةِ سَبْعُونَ قَالَ وَكَانَ بِئْرُ مَعُونَةَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَوْمُ الْيَمَامَةِ عَلَى عَهْدِ أَبِي بَكْرٍ يَوْمَ مُسَيْلِمَةَ الْكَذَّابِ

“Aku belum pernah mendapati diperkampungan orang Arab yang penduduknya lebih banyak mati syahid dan lebih mulia (kedudukannya) pada hari Kiamat daripada orang-orang Anshar.” Qatadah berkata; telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa di antara mereka yang gugur pada perang Uhud sejumlah tujuh puluh orang, pada peristiwa Bi’rul Ma’unah sejumlah tujuh puluh orang, dan pada perang Yamamah berjumlah tujuh puluh orang.” Anas melanjutkan, “Peristiwa Bi’rul Ma’unah terjadi pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam, sementara perang Yamamah terjadi pada masa Abu Bakr, yaitu peristiwa (pembangkangan) Musailamah Al Kaddzab.” (HR. Bukhari). 

Demikian pula sahabat yang mulia, Umar Bin Khattab, Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu anhum, mereka pun tertumpah darahnya karena ditikam. 

Berkata Miswar Bin Makhramah rahimahullah mengabarkan bahwasanya, 

دخل على عمر بن الخطاب من الليلة التي طعن فيها فأيقظ عمر لصلاة الصبح فقال عمر نعم ولا حظ في الإسلام لمن ترك الصلاة فصلى عمر وجرحه يثعب دما 

Dia masuk menemui ‘Umar pada malam dia ditikam, aku membangunkannya untuk salat Subuh berjamaah. ‘Umar kemudian berkata,

“Iya, tidak ada bagian dari Islam bagi orang-orang yang meninggalkan salat.”

Lalu Umar shalat dalam kondisi darah yang masih terus mengalir.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’).

Oleh karena itu bersumber darimana ilmu kebal dan tenaga dalam, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, para sahabat dan para salaf, sedangkan mereka tidak mengajarkannya dan tidak memilikinya? Yang pasti, kedua ilmu tersebut bukan bersumber dari islam.

Seandainya ada cerita tentang seorang yang sholeh ketika ditikam tidak tembus tubuhnya, tentulah itu bukan ilmu yang dipelajari, namun kekuatan itu datang dengan sendirinya karena pertolongan Allah Ta’ala, tidak dapat dipelajari dan diperoleh oleh oran.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: