Ibadah Tidak Dikerjakan Sampai Ada Dalil yang Mensyariatkan

Ibadah Tidak Dikerjakan 🚫 Sampai Ada Dalil yang Mensyariatkan 🍃🌴‼️

https://t.me/manhajulhaq

Prinsip dasar ibadah adalah tauqifiyyah yaitu ada ketetapannya dari Allah di dalam Al-Qur’an dan ada ketetapannya dari Rosulullah ﷺ di dalam As-Sunnah. Baik ibadah berupa ucapan maupun perbuatan. 

Karena hanya Allah yang berhak membuat syariat dan tidak ada yang boleh turut campur dalam menetapkan ibadah selain Allah dan Rosul-Nya ﷺ. Hal ini telah disepakati oleh para ulama. 

Disebutkan dalam Kitab Fathul Bari:

Asal Ibadah adalah Tauqif (berhenti) pada dalil yang jelas (sahih) baik Qur’an dan hadits. 

Pengertian berhenti adalah mengikuti pada dalil yang sahih dari Qur’an dan hadits tidak boleh dikurangi, ditambahi, mendahulukan ataupun mengakhirkan.

Dijelaskan selanjutnya tauqif itu mengikuti :

1. Tauqif Sifat Ibadah (التوقيف في صفة العبادة)

Tidak boleh untuk menambah dan mengurangi, tidak pada waktu dan tempatnya.

2. Tauqif Waktu Ibadah (التوقيف في زمن العبادة)

Tidak boleh membuat buat ibadah di waktu tertentu yang syari’ tidak memerintahkannya.

3. Tauqif Macamnya Ibadah (التوقيف في نوع العبادة)

Tidak sah bagi orang yang menyembah sesuatu yang tidak di syariatkan

4. Tauqif Tempat Ibadah (التوقيف في مكان العباد)

Tidak sah ihrom di Madinah, mabit di Arafah, wukuf di muzdalifah, wuquf di Mina, atau bermalam di Arafah dan sebaliknya.

Syaikh Al-‘Allamah Abdurrohman bin Qosim An-Najdi berkata,

وأجمع أهل العلم أن الأصل في العبادات التشريع

“Para ulama berijma’ bahwa hukum asal ibadah terlarang sampai ada dalil yang mensyariatkan.” 

(Hasyiah Ar-Roudhil Murbi’ 2/523)

Melalui kaidah yang agung ini menutup rapat-rapat pintu inovasi maupun modifikasi dalam urusan ibadah dikarenakan syariat Islam telah sempurna.

Dalil yang mendasari kaidah ini sangat banyak antara lain firman Allah yang disebutkan di dalam Al-Qur’an,

أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله

“Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang mensyariatkan agama bagi mereka yang tidak diridhoi Allah?” (Asy-Syuro: 21)

Al-Hafidzh Ibnu Katsir Asy-Syafii berkata, 

“Yaitu mereka tidak mau mengikuti aturan yang Allah syariatkan dari agama yang lurus.”

Allah ta’ala juga berfirman,

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم

“Katakanlah (hai Muhammad), “Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian.” (Ali-Imron: 31)

Kecintaan seorang hamba kepada Allah hanya bisa dibuktikan dengan mengikuti petunjuk Rosul-Nya ﷺ. Jika tidak, maka itu hanyalah sekedar pengakuan yang jauh dari kebenaran.

Rosulullah ﷺ selalu mengingatkan pada setiap pembukaan khutbah beliau,

فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد ﷺ وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة

“Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah itu (perkara yang diada-adakan dalam agama) adalah kesesatan.“ (HR. Muslim 867)

Beliau ﷺ juga mengingatkan,

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak bersumber dari ajaran kami maka tertolak.” (HR. Muslim 1718)

Atas dasar itu diterimanya amalan ibadah apabila memenuhi dua syarat yaitu,

1). Beribadah hanya kepada Allah yaitu ikhlas niatnya.

2). Beribadah dengan cara yang disyariatkan oleh Rosul-Nya ﷺ yaitu mutaba’ah.

Kedua syarat ini disebutkan oleh para ulama antara lain Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah,

“Inti agama ini terkumpul pada dua perkara yaitu tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah dan tidak beribadah kecuali dengan cara yang disyariatkan; tidak dibenarkan mengada-ada dalam urusan ibadah.” 

(Majmu’ Fatawa 10/234)

Maka modal niat baik saja dalam beribadah belum cukup sehingga caranya mengikuti petunjuk Rosulullah ﷺ sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama.

Betapa banyak orang yang baik niatnya dan sungguh-sungguh menginginkan kebaikan tetapi dia tidak mendapatkannya disebabkan caranya yang tidak sesuai petunjuk syariat.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: