KENAPA ENGKAU HASAD ?

KENAPA ENGKAU HASAD ?

Hasad, iri serta dengki adalah penyakit hati yang dapat membinasakan manusia.

Tatkala melihat orang lain mendapatkan kenikmatan, kelebihan, kesuksesan, dan dikaruniai kebaikan berupa harta dan ilmu, kedudukan, pujian manusia, dan lain-lain, maka dia pun semakin benci kepadanya.

Mungkin tetangga yang di sebelah rumah, sesama jamaah satu pengajian, sesama panitia dan sesama majelis taklim, sesama pedagang, saudara kandung dan karyawan, sesama ahli maksiat, bahkan bisa terjadi pula pada sesama guru atau ustadz.

Mereka berhati syaitan, siang dan malam mencari cara agar orang yang dia hasad kepadanya dapat hilang kenikmatannya, ataupun tersingkirkan dari hati orang lain yang juga suka kepadanya.

Dan cara yang mereka tempuh pun bermacam macam, seperti, dengan memberi gelar-gelar buruk, menebar syubhat, men-cari cari kesalahan, membongkar aib, dan merendahkannya di hadapan manusia, serta cara lainnya.

Seorang yang hasad itu memiliki tanda yang dapat diketahui, antara lain ia suka ghibah ketika orang yang dihasadi tidak sedang berada di hadapannya, ataupun merasa gembira dengan musibah yang menimpa orang yang dihasadi, dan dia tidak suka bila kebaikan orang yang dihasadi disebut-sebut di hadapannya.

Ibnul Arabi al-Maalik   berkata :

والناس إذا لم يجدوا عيبًا لأحدٍ وغلبهم الحسد عليه وعداوتهم له؛ أحدثوا له عيوبًا

“Apabila manusia tidak bisa mendapatkan aib pada diri seseorang padahal mereka telah dikuasai hasad serta permusuhan pada orang tersebut, maka mereka pun akan mengada ngadakan berbagai aib (dusta) terhadapnya”

(Al-‘Awaashim min al-Qawaashim II/469)

Muara dari seluruh permasalahan di atas adalah cinta dunia.

Dunia itu sempit dan sangat terbatas, sehingga kalau seorang berebut maks akan semakin terasa sempit.

Karena itu “cintailah akhirat”, karena akhirat itu luas serta persaingan dalam urusan akhirat tidak akan mendatangkan kedengkian atau kebencian selamanya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

“Dan janganlah engkau iri hati terhadap apa yang telah dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain”

(QS. An-Nisaa’ [4]: 32)

Kita tutup group ini dengan membaca do’a Kafaratul Majelis :

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰه إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُك وَ أَتُوبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik”

“Maha Suci Engkau Ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu”

بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: