Meluruskan Sejarah Tentang WAHBIYAH dan WAHABIYAH (FITNAH )

 (FITNAH WAHABI SEBAGAI KHAWARIJ DARI GOLONGAN SUFI  SYIAH BERTOPENG ASWAJA CAPAL YA BANANA)

Meluruskan Sejarah Tentang WAHBIYAH dan WAHABIYAH

1. WAHBIYAH adalah julukan untuk kelompok khawarij, yang dibentuk dan dipimpin oleh Abdullah bin Wahbi Ar-Rosyibi, yang lahir tahun 38 Hijriah atau 659 Masehi. Aliran Khawarij yang ia pimpin diberi nama Wahbiyah, karna dinisbatkan pada namanya, Abdullah bin Wahbi Ar-Rosyibi. Dimana kebiasaan orang Arab adalah menyandang nama nasab orang tua dalam Nama populernya, sehingga jika ia punya suatu pemikiran atau madzhab, maka nama nasab itulah yg ditonjolkan dalam penisbatan.

Sebagai contoh Imam Muhammad bin Idris bin Syafi’, ketika belliau punya madzhab, maka populer disebut Madzhab Syafi’i, karna belliau menyandang nama nasab kakeknya yg bernama Syafi’. Demikian pula dengan Imam Ahmad bin Hambal, madzhab belliau populer disebut Madzhab Hambali, karna Imam Ahmad menyandang nama nasab kakeknya yg bernama Hambal. Ayah Imam Ahmad sendiri meninggal ketika belliau berusia 2 tahun, sehingga imam ahmad diasuh oleh kakeknya.

Kembali ke topik,,, julukan WAHBIYAH sendiri sudah populer di masa itu sebagai julukan bagi kelompok Khawarij (salafi-sebenar) bentukan Abdullah bin Wahbi Ar-Rosyibi ( عبد الله بن وهب الراسبي ). Bahkan ditemukan kitab2 yg berisi ajaran mereka dengan judul kitab yg terselip kata Wahbiyah di nama kitabnya. Seperti kitab “Talkhisu aqidatil Wahbiyah” dan kitab “Al-aqidatul Wahbiyah”. Sementara pendirinya, Abdullah bin Wahbi Ar-Rosyibi, dikenal sbg tokoh Khawarij yg sangat ekstrim, dia dijuluki “dzul tsanifat” karna punya jidat yg hitam legam dan mengeras, dan dia akui hal itu karna banyak sujud.

2. WAHABIYAH / WAHABI adalah julukan untuk sebuah paham kepercayaan baru, yg dibentuk oleh seorang penduduk suku badui bani Najed, yg bernama Muhammad bin Abdul Wahab. Wahabiyah dan Wahbiyah sendiri punya kesamaan yg cukup identik, yaitu menganggap sesat terhadap siapapun yg tidak ikut gabung dalam kelompok keduanya. Kedua aliran tersebut mengklaim, bahwa mereka lah kelompok yg paling benar. Bahkan seorang penganut Wahabi yg bernama Ibnu Jarullah, dalam kitabnya “Al-jami’ul Farid”, berani menyatakan bahwa Muhammad bin Abdul Wahab bagi penduduk Najed, sudah punya maqom yg setara dengan Nabi… na’udzubillah!

Para penganut aliran Wahabi sendiri, sudah mengakui bahwa WAHABI adalah julukan bagi mereka, sebagaimana hal itu sering dinyatakan oleh Bin Baz dalam kitab2 nya. Bahkan seorang tokoh Wahabi, yang sekaligus Mufti Wahabi di era Raja Abdul Aziz bin Sa’ud, menulis kitab tentang ajaran Wahabi, dan di nama kitabnya juga terselip nama Wahabi, yaitu kitab “Al-hadiatus Saniyah Watuhfatul Wahabiyah An-najdiyah”.

Referensi/rujukan :

Al-firoqul Islamiah fi Syimalil Afriqiyah hal. 145

Al-Ishobah fi Tamyizis Shohabah, Ibnu Hajar al-asqolani jilid 5 hal. 78

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: