Benarkah Iblis Dahulunya Malaikat bernama Azazil ⁉️

Benarkah Iblis Dahulunya Malaikat bernama Azazil ⁉️

https://www.alquranpedia.org/2018/07/benarkah-iblis-dahulunya-malaikat.html

Iblis disebutkan sebanyak 88 kali di Al-Quran, sama dengan jumlah sebutan malaikat yang juga disebut sebanyak 88. Iblis populer dengan kisahnya dengan Adam ‘alaihissalam. Di dalam Al-Quran disebutkan berulang-ulang kisahnya, seperti pada Surah Al-Hijr, Shad, Al-Baqarah, Thaahaa dan Al-A’raaf. Iblis menolak sujud kepada Adam dan dikeluarkanlah Iblis dari surga. Namun setelah itu Iblis menggoda Adam sehingga melanggar perintah Allah karena mendekati dan memakan buah dari pohon terlarang yang disebut syetan sebagai “POHON KHULDI”.

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ 

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu POHON KHULDI dan kerajaan yang tidak akan binasa? (QS Thaha 120)

Ada anggapan dari sebagian orang bahwa dahulu Iblis itu adalah pemimpin para malaikat, yang bernama Azazil. Namun karena pembangkangannya kepada Allah dengan menolak untuk bersujud kepada Adam, maka Iblis menjadi setan dan rupanya yang sebelumnya indah berubah menjadi bentuk yang sangat jelek.

Benarkah anggapan ini? 

Anggapan ini dibantah Allah di dalam Al-Quran.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali IBLIS. Dia adalah dari golongan JIN, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Kahf : 50)

Allah menjelaskan saat menceritakan tentang menolaknya Iblis sujud kepada Adam sebagai tanda penghormatan. Allah menyebutkan bahwa IBLIS itu dari golongan JIN. Seperti yang kita ketahui bahwa jin itu diciptakan dari api, sementara malaikat diciptakan dari cahaya.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari API sedang dia (Adam) Engkau ciptakan dari TANAH.” (Q.S. Al-A’raaf : 12)

Pada ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ ۖ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari API, sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari TANAH.” (Q.S. Shaad : 76)

Allah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan MANUSIA (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari LUMPUR HITAM yang diberi bentuk (Al Hijr 26)

وَٱلْجَآنَّ خَلَقْنَٰهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ 

“Dan  Kami (Allah) ciptakan JIN sebelum (Adam) dari API yang sangat panas ” (QS. Al-Hijr: 27).

Allah juga berfirman:

 وَخَلَقَ ٱلْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ 

“Dan Dia menciptakan JIN dari nyala API” (QS Ar-Rahman: 15)

Allah berfirman: “Sebenarnya (Malaikat) adalah hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya” (QS. Al-Anbiya: 26–27)

Allah berfirman : 

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Dan hanya kepada Allah apa-apa yang ada di langit, di bumi dari jenis binatang dan Malaikat, mereka bersujud dalam kondisi tidak sombong. 

Mereka takut kepada Tuhan-Nya yang di atas dan mengerjakan apa yang diperintahkan“ (QS. An-Nahl: 49 – 50)

Oleh karena itu tidak mungkin para Malaikat itu berbuat maksiat kepada Allah sementara mereka maksum (terjaga) dari kesalahan dan mempunyai karakter berbuat ketaatan.

Hal itupun dipertegas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

“Malaikat diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari nyala api.” (HR. Ahmad 25194 dan Muslim 2996).

خُلِقَت المَلائِكَةُ مِن نُورٍ ، وَخُلِقَ إِبلِيسُ مِن نَارِ السَّمومِ ، وَخُلِقَ آدَمُ عَلَيهِ السَّلامُ مِمَّا وُصِفَ لَكُم

“Malaikat diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari nyala api. Adam diciptakan dari apa yang telah ada pada kalian.” (HR. Muslim 2996, Ahmad no. 24668, Baihaqi di Sunan Kubro, no. 18207, dan Ibnu Hibban, no. 6155)

Jadi kalaulah iblis itu dahulunya malaikat, maka seharusnya iblis itu diciptakan dari cahaya. Akan tetapi Allah menjelaskan dan iblis pun mengakui bahwa dirinya diciptakan dari api.

Kita tidak boleh berkata melainkan apa yang telah disebutkan Al-Quran dan Hadits sahih. Kalau tidak dijelaskan dan disebutkan Al-Quran dan Hadits, terlebih lagi tidak adanya penjelasan para ‘ulama, maka jangan sekali-kali kita menyebutkannya. Apalagi kalau kita hanya mengikuti orang tanpa mengetahui ilmunya.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. Al-Israa’ : 36)

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: