Kasih sayang sesama makhluk mengikut syariat Islam — Pondok Pasir Tumboh

Dr Husna Husain Menyemarakkan kasih sayang sangat dituntut dalam Islam, kerana Allah SWT sentiasa mencurahkan kepada makhluk-Nya segala kasih sayang dengan memberi pelbagai nikmat dalam kehidupan di dunia. Kasih sayang Allah mengatasi kemurkaan-Nya. Sebuah hadis Nabi SAW bersabda Allah memiliki 99 rahmat atau kasih sayang, manakala satu lagi adalah kasih sayang diberikan kepada buat makhluk […]

Kasih sayang sesama makhluk mengikut syariat Islam — Pondok Pasir Tumboh

13 CARA MENELADANI RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW

13 CARA MENELADANI RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW

Ustadz Syafiq Riza Basalamah hafidzahullah

Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهل

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977

dari sahabat Ibnu Abbas Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285]

Buku-buku hadits serta riwayat-riwayat menceritakan betapa indahnya rumah Rasulullah meskipun secara fisik, rumah tersebut sangat sederhana dan hanya terbuat dari tanah.

Berikut sebagian kecil dari akhlak mulia Rasulullah terhadap istri istrinya yang patut kita teladani :

1. BELIAU MEMBANTU MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH TANGGA

Rasulullah adalah seorang pemimpin umat, panglima perang dan banyak peran penting lainnya. Namun ketika masuk ke dalam rumah beliau berubah menjadi suami dan ayah. Ketika beliau di rumah waktunya dia fokuskan hanya untuk keluarga dan mengesampingkan urusan urusan lainnya.

Darl Al Aswad, la bertanya pada ‘Alsyah,

“Apa yang Nabi shallallahu ‘alalhi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab,Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju chalet  (HR. Bukhari, no. 6039)

2. RASULULLAH ADALAH SEORANG SUAMI YANG ROMANTIS

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, dalam sebuah hadits perjalanan pulang daripenaklukan Khaibar :

“Kami keluar menuju Madinah” Anas berkata,

“Aku melihat Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menyiapkan tempat duduk Shafiyah di belakangnya dengan kain, kemudian la duduk di dekat untanya dan memosisikan lututnya; lantas Shafiyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau hingga naik (ke unta)” (HR. Bukhari)

3. MENGANTARKAN ISTERINYA PULANG DARI ‘ALI BIN AL HUSAIN RADLIALLAHU ‘ANHUMA:

Dari ‘Ali bin Al Husain radhiyallahu ‘anhuma; Suatu ketika Nabi shallallahu alayhi wa sallam berada di masjid (Nabawi), sedangkan isteri-isterinya ada di dekatnya kemudian mereka pulang.

Rasulullah bersabda kepada Shafiyah binti Huyay:

“Jangan buru-buru agar aku boleh pulang bersamamu” (HR Bukhari no. 1897)

4. MENYUAPI ISTERINYA

Rasulullah bersabda:

إنك لن تنفق نفقة تبتغي بها وجه الله إلا أجزت عليها حتى ما تجعل في في امرأتك

“Sesungguhnya tidaklah engkau berinfak sesuatupun dengan berharap wajah Allah (Ikhlash) kecuall engkau akan diberi ganjaran, bahkan sampal makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu [HR Al-Bukhari no 56 dan Muslim no 1628)

5. RASULULLAH SELALU MENJAGA PENAMPILANNYA DI HADAPAN ISTERINYA

Ketika masuk ke dalam rumah setelah bepergian, beliau selalu memulai dengan siwak sebelum masuk ke dalam rumah, agar ketika berdekatan dengan istrinya beliau tetap wangi.

Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata :

“Aku bertanya kepada ‘Aisyah

: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dia memasuki rumahnya ?” Beliau menjawab: “Bersiwak”

(Hadits riwayat Muslim, Irwaul Ghalil.no 72)

6. SIKAP BELIAU YANG TETAP ROMANTIS MESKI SEDANG DI MEJA MAKAN

عائشة أم المؤمنين: كنت أشرب وأنا حائض, عن ثم أناوله النبي ﷺ فيضغ فاة على موضع في, فيشرب, وأتعرق العزق وأنا حائض, ثم أناولة النبي ﷺ فيضع فاة على موضع في. ولم يذكر زهير فيشرب.

Dari Aisyah dia berkata :

“Aku minum ketika aku sedang hald, kemudian aku memberikannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat mulutku. Aku juga pernah menggigit daging ketika aku sedang haid, lalu sisa daging aku berikan kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam, maka belia meletakkan mulutnya di tempat mulutku”  (HR Ahmad No. 24373)

7. SELALU SABAR TERHADAP KERENAH ISTERI.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إن المرأة خلقت من ضلع, لن تستقيم لك على طريقة, فإن استفئغث بها إستفتغت بها وفيها عوج,

 وإن ذهبت تقيمها كشزتها وكسرها طلاقها

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak boleh  lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bicara nikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya* (HR. Muslim)

8- MENGHIBURKAN HATI ISTERI.

Istrimu lebih penat mengurus, mendidik anak anakmu dan menciptakan surga di rumahmu. Kadangkala istri mu butuh rekreasi meninggalkan kejenuhan di rumahnya. Rasulullah terkadang menyuruh kawan kawan Aisyah untuk datang ke rumahnya agar istrinya itu merasa terhibur

9. NABI ITU BERSOPAN DAN BERGURAU DENGAN ISTERI.

Jangan tegang terhadap istri, sehingga ketika Istrimu bertemu denganmu seolah olah dia melihat harimau yg akan menerkamnya.

10. NABI MEMANGGIL ISTRINYA DENGAN PANGGILAN KESAYANGAN

Nabi Muhammad begitu mesra memanggil istri istrinya dengan panggilan sayang. Teruntuk Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam memanggilnya dengan sebutan humaira (yang pipinya kemerah-merahan), Rasul juga sering memanggilnya “Wahai Aisy” untuk menunjukan kemanjaan dan kesayangan.

11. NABI SUKA BERMUSYAWARAH DENGAN ISTERINYA (TIDAK BERTINDAK KERAS)

Sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, Rasul bukanlah sosok yang mementingkan diri sendiri . Beliau senantiasa bermusyawarah dan mahu mendengarkan nasihat istri-istrinya. Salah satunya adalah Ummu Salamah. Dengan demikian seorang istri akan sedar bahawa keberadaannya penting dalam keluarga serta pendapatnya pun di dengar.

12. RASULULLAH ITU SUAMI YANG PEKA

Nabi benar-benar memahami watak dan kepribadian istri istrinya, beliau Itu suami yang peka, tahu bila istri memerlukan perhatian lebih.

13. NABI SUKA BERBUAL DI MALAM HARI DENGAN ISTRINYA

Dari shahabat “Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma. Beliau Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

(Suatu malam) aku menginap di rumah bibiku Malmunah (istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam). Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berbincang-bincang dengan Isterinya (Maimunah) beberapa saat kemudian beliau tidur”

(HR Bukhari no. 117, 4569, Muslim no. 763)

3 TUJUAN UTAMA HUBUNGAN SEKSUAL

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, hubungan seksual memiliki tiga tujuan utama, iaitu:

1-Bagi melahirkan zuriat serta melestarikan ras (etnik) manusia, sehingga mencapai bilangan manusia yang diperintahkan untuk menghuni dunia.

2-Mengeluarkan air (sperma); kerana sperma amat merbahaya jika disimpan terlalu lama.

3-Memenuhi keinginan seksual  manusia, beserta segala kenikmatan yang wujud.

Create your website with WordPress.com
Get started