DOA SEBELUM BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI

DOA SEBELUM BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI

Dari Ibnu Àbbās rodhiyallōhu ànhumā, ia berkata bahwa Rosulullōh shollallōhu àlaihi wa sallam bersabda:

« لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا “

“Sesungguhnay jika ada salah seorang dari kalian ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a:

بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

….kemudian jika Allōh menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan kedua pasangan suami istri tersebut, maka syaithōn tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” (HR. Bukhōriy: 6388 dan Muslim: 1434).

Doânya pada lafadhz:

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Transletisasi:

[Bismillāh, Allōhumma jannibnasy Syaithōn wa jannibisy Syaithōna mā rozaqtanā]

Terjemah:

“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syaithin, dan jauhkan syaithon untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.”

HR. Al-Bukhōriy: 6/141, Muslim 2/1028]

Beberapa penjelasan dari para Ulama’:

Hukum membaca doâ ini:

Sunnah/ mustahab.

(Ibnu Hajr, Ibnu Bāz dll)

Kapan waktunya membaca doâ tersebut?

Yaitu: Tatkala hadirnya keinginan, sebelum memulai hubungan intim dan bukan di pertengahan atau sesudahnya.

Karena dalam hadits dengan lafadhz:

“… لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ يَقُولُ حِينَ يَأْتِى أَهْلَهُ …”

“…jika salah seorang dari mereka mengucapkan ketika mendatangi istrinya …”

[Ibnu Hajr dlm Fathul Bāri, dan Imam Shon’ani dlm Subulussalam]

Apakah doâ tersebut hanya dibaca oleh suami?

Berkata al-Mardāwiy rohimahullōh:

“والأظهر عدم الاختصاص بل تقوله المرأة أيضاً”

“Yang tampak darinya adalah tidak ada pengkhususan, justru sang istri juga membacanya”. [Al-Inshōf].

Berkata Al-Lajnah Ad-Dāimah, periode Ibnu Bāz rohimahullōh:

هذا الدعاء مشروع في حق الرجل إذا أراد أن يأتي أهله؛ لحديث ابن عباس رضي الله عنهما.

….

لكن لو دعت به فلا بأس؛ لأن الأصل عدم الخصوصية.

“Doâ ini disyariatkan bagi sang suami tatkala ia ingin mendatangi istrinya, berdasarkan hadits ibnu Abbās rodhiallōhu ànhumā.

Akan tetapi, jika sang istri juga berdoâ dengannya maka tidaklah mengapa, sebab asalnya tidak ada pengkhususan”.

Fatwa No.  17998.

Mari biasakan diri…

Syaikh Àbdullōh Al Fauzān hafizhohullōh berkata:

“Hendaklah seorang muslim semangat membaca do’a ini ketika berhubungan intim hingga menjadi kebiasaan.

Hendaklah ia melakukannya dalam rangka mengamalkan nasehat Nabi shollallōhu ‘alaihi wa sallam dan untuk mendapatkan keturunan yang terjaga dan terlindungi dari gangguan syathōn, juga supaya mendapatkan keberkahan dari do’a ini”. (Minhatul àllam).

http://arsipsunnah.blogspot.com/2014/12/doa-sebelum-berhubungan-suami-istri.html

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: