5 keadaan yang akan membuat kita tersenyum sebagai tanda syukur.

🌹Sahabat … 5 keadaan yang akan membuat kita tersenyum sebagai tanda syukur.

💕1- Tersenyum dan bersyukurlah ketika kita bersama keluarga karena masih banyak yang tidak memiliki keluarga,

🌷2- Tersenyum dan bersyukurlah ketika kita pergi bekerja karena masih banyak mereka yang belum memilki pekerjaan,

💞3- Tersenyum dan bersyukurlah ketika kita sehat karena mereka yang sakit sanggup membayar dengan bayaran yang mahal untuk mendapat nikmat kesehatan,

❣️4- Tersenyum dan bersyukurlah kala kita masih hidup karena betapa banyak mereka yang telah mati bercita-cita untuk hidup kembali untuk melakukan amal sholeh.

🌺5- Tersenyum dan bersyukurlah dengan apa yang kita miliki karena betapa banyak mereka yang bercita-cita untuk menjadi seperti kita.

Itu……..🍃🌺

HIDUP ADALAH UJIAN

MUHASABAH DIRI

HIDUP ADALAH UJIAN

Orang miskin diuji dengan kekurangan.

Orang kaya diuji dengan kelebihan.

Orang gagal diuji dengan rasa kecewa.

Orang berjaya diuji dengan rasa bongkak.

Orang sakit diuji dengan derita.

Orang sihat diuji dengan kehebatan.

Orang bujang diuji dengan kesepian.

Orang berpasangan diuji dengan perselisihan.

Orang hodoh diuji dengan kejian.

Orang cantik diuji dengan pujian.

Orang bodoh diuji dengan rasa rendah diri

Orang pandai diuji dengan rasa bangga

MAKA ..

Ketika diri berada di atas.

Jangan lupa diri memandang ke bawah.

BUDI PEKERTI, PENENTU KESEMPURNAAN IMAN SESEORANG

BUDI PEKERTI, PENENTU KESEMPURNAAN IMAN SESEORANG

NABI MUHAMMAD SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik budi pekertinya.”  (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dan Darimi).

🥀 HADIS tersebut menegaskan bahwa budi pekerti merupakan penentu sempurna atau tidaknya keimanan seseorang. Tidaklah seseorang merasa telah sempurna imannya hanya karena ibadah ritual semata, tetapi ia harus menunjukkannya pada kehidupan dan akhlak keseharian.

💐 DALAM kehidupan bermasyarakat, kita bergaul dengan orang yang beragam watak, karakter, kebudayaan, agama, bahkan prinsip hidup yang berbeda. Sikapilah segala perbedaan tersebut dengan mengedepankan budi pekerti atau akhlak yang baik.

🌺 KETIKA an-Nawwas bin Sam’an RA bertanya tentang kebajikan dan dosa, Nabi Muhammad SAW menjawab, “Kebajikan adalah budi pekerti yang baik, sedangkan dosa adalah sesuatu yang merisaukan hati, dan kamu tidak senang apabila hal itu diketahui orang lain.”  (HR Muslim).

🌻 DENGAN Budi pekerti atau akhlak yang baik, kita bisa membuat orang lain merasakan kedamaian. Pun pula, orang lain tidak tersakiti oleh lisan dan tindakan kita.

🌸 ALLAH dan Rasul-Nya sangat mencintai orang yang berbudi pekerti luhur. Bahkan,  orang yang berbudi pekerti luhur termasuk yang paling banyak masuk surga.

🌹 HAL itu terungkap, sebagaimana ketika Nabi Muhammad SAW ditanya, “Apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?” 

🌺 BELIAU pun menjawab, “Bertakwa kepada Allah dan budi pekerti yang baik.”

🥀 KEMUDIAN,  Nabi Muhammad SAW  pun ditanya, “Perbuatan apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka?”

🌷 BELIAU menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR Tirmidzi).

🌼             NABI MUHAMMAD SAW adalah teladan utama perihal akhlak manusia. Kesempurnaan akhlak beliau menjadi wasilah keberhasilan dakwah. Itulah sebabnya, teruslah berbuat kebajikan. Hiasi diri dengan budi pekerti dan akhlak yang luhur.

🌷 APABILA kita menyempurnakan iman dengan terus memperbaiki akhlak, keindahan agama  akan semakin dirasakan. Bukan hanya oleh kita, melainkan juga oleh orang-orang yang ada di sekitar kita.

11 Cara Menghilangkan Emosi

BELAJAR BIJAKSANA DENGAN MENGHILANGKAN EMOSI

🌴🌷Jika masih suka berbicara kasar dan tajam, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan kesejukan dalam kelemah-lembutan…

🌴🌷Jika masih suka menyombongkan diri, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan keindahan dalam kerendah-hatian…

🌴🌷Jika masih suka berbohong, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan kedamaian dalam kejujuran….

🌴🌷Jika masih suka mendengki, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan kebahagiaan dalam bersimpati….

🌴🌷Jika masih suka acuh tak acuh, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan keindahan dalam berempati….

🌴🌷Jika masih suka pelit, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan kebahagiaan dalam berbagi….

🌴🌷Jika masih suka iri hati, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan kedamaian dalam kesyukuran…

🌴💐Jika masih suka mendendam, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan keikhlasan dalam mengampuni…

🌴💐Jika masih suka kecewa, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan kedamaian dalam kepasrahan…

🌴💐Jika masih suka membatasi dan menghakimi, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan kedamaian dalam bertoleransi…

🌴💐Jika masih suka khawatir, itu pertanda belum benar2 bisa merasakan ketenangan dalam keimanan….

Semakin banyak yang tidak dipahami dan disukai tentang hal2 di atas, itu pertanda semakin banyak penyakit hati yang menjangkiti….

🌴🤍Mempunyai penyakit hati atau mempunyai masalah emosi, seperti :   mudah marah, kecewa, iri hati, khawatir, rasa sedih, ketakutan, rasa bersalah dan sebagainya.

Itulah yg disebut dg sampah2 emosi atau emosi negatif yg harus dihilangkan dari hati…

🌴💌Tidak ada orang yang bisa menjadi bijaksana sebelum ditempa berbagai kepahitan dan persoalan kehidupan….

Wallahu a’lamu bisShowab.

* بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم*

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيِّدِنَا محمدٍ الفاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ,والخَـاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الحَقِّ بالحقِّ، والهادِي إلى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ،وَعَلَى آلِهِ حقَّ قَدْرِهِ ومِقْدَارِهِ العَظِيم. اللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذُنُوْبِى وَلِوَالِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا . وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ . اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ . وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ . رَبِّ اغْفِرْ وَارْ حَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّ احِمِيْنَ . وَلاَحَوْلَ وَلاَقوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِيِ الْعَظِيْمِ, رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ.وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ .امين يا الله ،امين اللهم امين.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu kami, Nabi Muhammad صلى اللَّه عليه وسلم pembuka bagi sesuatu yang terkunci, penutup segala para Nabi yang terdahulu, pembela kebenaran dengan kebenaran dan petunjuk ke jalan-Mu yang lurus. Limpahkanlah rahmat kepada keluarganya dengan karunia yang layak dengan kadar dan derajatnya yang agung,

Ya Alloh, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku,dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil,begitu juga kepada datok-datok kami ,keturunan kami ,para guru-guru kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat,semua orang yang beriman,laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia,dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan,Ya Allah,berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah ya rabb Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu, Ya Alloh Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga dan sahabat semuanya.Mahasuci Alloh Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan. Bil barakati, wal karamati Sulthonul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, bi syafa’ati Nabiyyina Muhammadin Saw, bibidznillahi wa Ridlollah ya Allah, ya Allah innaka ‘ala kulli syay’in qadir.” Dengan sebab barakah dan karamah rajanya para wali Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, dengan sebab syafaat Nabi Muhammad Saw, dan dengan sebab izin dan ridha Allah yang Maha Menguasai segala sesuatu InsyaaAllah berkah selamat dunia akhirat. Berbanyaklah Dzikrullah & Bersholawat Nabi Saw Serta Cinta Baca Alqur’an InsyaaAllah Berkah Jannati. Ya rabb lindungilah kami beserta orang -orang yg kami cintai & sayangi.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu Alaikum Wr Wb.

Create your website with WordPress.com
Get started