AHLI SYURGA, KERANA ANAK?

AHLI SYURGA, KERANA ANAK?

Alam keibubapaan adalah alam ibadah. Kerana ibu bapa teruji dalam mendidik seorang manusia yg bernama anak

Jangan kecewa dan sedih. Kalau dulu kita mampu solat sunat sekerap yg boleh. Dan kita mampu melakukan ibadah seorang diri tanpa gangguan.

Sedarlah, alam ibadah kita telah pun berbeza. Sejak kita menerima  kehadiran anak anugerah Allah untuk kita.

Tetapi percayalah, anak akan menjadi ibadah dan ladang pahala kita. Lebih lagi bila kita bersabar dengan telatah anak

Kehidupan bersama anak yg di mana memerlukan sabar yg kuat dalam membesar dan mendidik mereka.

Sabar bila kita tak cukup tidur

Sabar bila kurang masa untuk diri sendiri

Sabar bila tak boleh rehat, walaupun kita sakit

Yakinlah wahai ibu dan ayah. Semuanya tidak sia-sia. Semuanya ibadah dan niat kerana Allah.

Mungkin dengan asbab kita menahan sabar letih bekerja, berjaga malam demi anak. Kita dimasukkan ke Syurga

Sebelum kita didik anak untuk jadi soleh. Maka, didiklah kita dahulu untuk menjadi yg terbaik dan soleh. Kerana anak yg soleh saham kubur dan akhirat kita. C&P.

PELAJARAN ZUHUD DARI RASULULLAH ﷺ

PELAJARAN ZUHUD DARI RASULULLAH ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda :

الزَّهَادَةُ فِى الدُّنْيَا لَيْسَتْ بِتَحْرِيمِ الْحَلاَلِ وَلاَ إِضَاعَةِ الْمَالِ وَلَكِنَّ الزَّهَادَةَ فِى الدُّنْيَا أَنْ لاَ تَكُونَ بِمَا فِى يَدَيْكَ أَوْثَقَ مِمَّا فِى يَدَىِ اللَّهِ وَأَنْ تَكُونَ فِى ثَوَابِ الْمُصِيبَةِ إِذَا أَنْتَ أُصِبْتَ بِهَا أَرْغَبَ فِيهَا لَوْ أَنَّهَا أُبْقِيَتْ لَكَ

“Zuhud di dunia bukanlah mengharamkan yang halal, juga bukan menyia-nyiakan harta, tetapi zuhud itu adalah engkau tidak menggantungkan diri kepada sesuatu yang ada pada dirimu, tetapi lebih percaya pada sesuatu yang ada di tangan Allah. Juga lebih banyak mengharapkan pahala sewaktu menerima musibah dan engkau lebih senang menerima musibah sekalipun musibah itu menimpa selama hidupmu (sebab pahalanya besar).”

(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Syeikh Imam Junaid رضى الله عنه berkata : “Yang disebut zuhud adalah hati yang selalu merasa redha sekalipun usahanya gagal.”

Syeikh Sufyan ats-Tsauri رحمة الله تعالى berkata : “Zuhud adalah tidak panjang angan-angan dalam urusan duniawi, bukan melazimkan memakan makanan yang tidak enak dan bukan pula mengenakan pakaian yang sangat sederhana.”

Menurut Imam Nawawi رحمة الله تعالى, orang zuhud tentu tidak akan bangga dengan keduniaan yang dimilikinya, juga tidak akan meratapi apa yang luput darinya.

RAHASIA ZUHUDNYA HASAN AL-BASRI

RAHASIA ZUHUDNYA HASAN AL-BASRI

Sayyidina Hasan Basri ditanya Sahabat nya:

Apa rahasia zuhudmu di dunia ini………..?

Beliau menjawab:

1.Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.

2.Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.

3.Aku tahu Alloh Ta’ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika Allah melihatku sedang dalam maksiat.

4.Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH……..

PESAN IMAM HASAN AL BASRI

Jangan tertipu dengan usia Muda karena syarat Mati Tidak harus Tua…

Jangan terpedaya dengan tubuh yang sehat, karena syarat Mati Tidak mesti Sakit…

Jangan terperdaya dengan Harta Kekayaan, Sebab Si kaya pun tidak pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar…

SEMOGA BERMANFAAT AMIIN… .. .

اللهم إنا نسئلك التوبة والمغفرة والتوفيق و الهداية والإستقامة وحسن الخاتمة. امين يارب العلمين

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Semoga berkah

Rasa Diri Itu Baik Ibarat Api Yang Membakar Diri

“Rasa Diri Itu Baik Ibarat Api Yang Membakar Diri”

Hidup jangan pernah sesekali merasa diri itu sudah cukup baik.

Kalau kita rasa kita ini sudah cukup baik maka kita akan nampak kekurangan pada manusia lain.

Seolah-olah apa yang kita pandang pada seseorang itu belum cukup sempurna dan kita akan pandang bahawa manusia itu penuh cacat cela.

Kalau lah diberi hidup selamanya pun kalau kita ada sifat merasa diri lebih baik dari orang lain . Kita akan sentiasa nmpak kekurang manusia lain.

Itu lah dia sifat “iblis” tanpa sedar. Kita sedia maklum bahawa iblis diciptakan daripada api.

Kerana merasa diri itu baik maka api itu telah membakar dirinya sendiri.

Hidup ini kadang perlukan cermin kejahatan yang mana bila kita melihat cermin kejahatan itu kita akan nampak seribu satu kekurangan diri..

Api itu berada di tangan sendiri apabila kita melihat cermin kejahatan .

Adakah kita ingin membakar diri ataupun kita ingin padamkan api itu sendiri.

“Melihat kekurangan diri kita adalah lebih baik daripada merasa diri lebih baik.”

Mungkin itu penyelemat dari api yg membakar diri.

TIPS AGAR TIDAK MERASA LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN.

TIPS AGAR TIDAK MERASA LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN.

Berikut tips cara memandang orang lain agar terhindar dari perasaan sombong, ujub, dan merasa lebih baik, yang terdapat dalam Kitab Syarh Rotibul Haddad;

ﻓﺎﻥ رأيت ﺻﻐﻴﺮﺍ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ ﻟﻢ ﻳﻌﺺ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻧﺎ ﻗﺪ ﻋﺼﻴﺖ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺍﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ .

Jika kamu melihat anak kecil, maka ucapkanlah dalam hatimu, “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. maka tidak diragukan lagi bahwa anak ini jauh lebih baik dariku.”

ﻭﺍﻥ رأيت ﻛﺒﻴﺮﺍ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ ﻗﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺒﻠﻰ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺍﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ .

Jika kamu melihat orang tua, maka ucapkanlah dalam hatimu, “Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, maka tidak diragukan lagi bahwa dia lebih baik dariku.”

ﻭﺍﻥ رأيت ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ قد أﻋﻄﻲ ما لم أعط وبلغ ما لم أبلغ وعلم ما جهلت فكيف أكون مثله

Jika kamu melihat orang yang berilmu, maka ucapkanlah dalam hatimu, “Orang ini telah diberi ilmu yang mana saya belum diberi, orang ini telah menyampaikan ilmu apa yang belum saya sampaikan, dan ia telah mengetahui apa yang tidak saya ketahui, bagaimana mungkin saya sama dengannya? (apalagi lebih baik darinya?)”

ﻭﺍﻥ رأيت ﺟﺎﻫﻼ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ قد ﻋﺼﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺠﻬﻞ ﻭﺍﻧﺎ ﻋﺼﻴﺘﻪ ﺑﻌﻠﻢ فحجة الله علي آكد ﻭﻻ أﺩﺭﻱ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻰ ﺍﻭ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ .

Jika kamu melihat orang yang bodoh, maka katakanlah dalam hatimu, “Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak.”

Syaikh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam Hikamnya mengatakan ;

من أثبت لنفسه تواضعا فهو متكبر حقا

“Barang siapa telah menetapkan/menyatakan dirinya telah tawadhu’, maka ia adalah orang takabur yang sesungguhnya.”

.

.

Jazaakumulloh khoiron

WASPADA DENGAN PERANGKAP DI HATI

WASPADA DENGAN PERANGKAP DI HATI

ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

Ketika kita sedang dan telah berbuat baik atau amal shalih, ada beberapa lapis jaring perangkap yang akan membinasakan kita kalau kita tak waspada.

#1.Perangkap pertama, UJUB= kekaguman kita terhadap diri sendiri karena melakukan kebaikan.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّا سِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَ رْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

(QS. Luqman 31: Ayat 18)

Al-Imam Ibnu Hibban al-Busty rahimahullah berkata: “Sesungguhnya tidaklah seorangpun menyombongkan diri terhadap orang lain, sampai dia merasa ujub dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya memiliki kelebihan atas orang lain.”

(Raudhatul Uqala’ hlm. 60)

#2.Perangkap kedua, RIYA = memperlihatkan atau memamerkan diri saat berbaik kebaikan agar disanjung manusia.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ الرِّيَاءُ ، يَقُوْلُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جَزَى النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ : اذْهَبُوْا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاؤُوْنَ فِيْ الدُّنْيَا ، فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزاَءً ؟!

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia “Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapat balasan dari sisi mereka?” [HR Ahmad, V/428-429 dan al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, XIV/324, no. 4135 dari Mahmud bin Labid. Lihat Silsilah Ahaadits Shahiihah, no. 951]

#3.Perangkap ketiga, *SUM’AH = Setelah berbuat baik, memperdengarkannya kepada orang lain untuk berharap pujian.

 مَنْ سَمَّعَ النَّاسَ بِعَمَلِهِ ، سَمَّعَ اللهُ بِهِ مَسَامِعَ خَلْقِهِ ، وَصَغَّرَهُ وَحَقَّرَهُ

“Barangsiapa memperdengarkan amalnya kepada orang lain (agar orang tahu amalnya), maka Allah akan menyiarkan aibnya di telinga-telinga hambaNya, Allah rendahkan dia dan menghinakannya”. [HR Thabrani dalam al Mu’jamul Kabiir; al Baihaqi dan Ahmad, no. 6509. Dishahihkan oleh Ahmad Muhammad Syakir. Lihat Shahiih at Targhiib wat Tarhiib, I/117, no. 25].

#4.Perangkap keempat, TAKABUR = Sombong atau angkuh dengan merasa lebih baik dan meremehkan orang lain.

 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ ،قَالَ رَجُلٌ : إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَناً وَ نَعْلُهُ حَسَنَةً، قَالَ : إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَ غَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat dzarrah (biji atom)”. 

[HR Muslim, no. 91; Abu Dawud, no. 4091; at Tirmidzi, no. 1999 dan al Baghawi, no. 3587 dari hadits Abdullah bin Mas’ud].

10 JENIS PEMBAZIRAN YANG MERUGIKAN.

10 JENIS PEMBAZIRAN YANG MERUGIKAN.

1. Pembaziran SOLAT

 😔jika sekiranya tidak disertai dengan khusyu’.

2. Pembaziran ILMU

 😔jika tidak diamalkan dijalan kebaikan.

3. Pembaziran AMAL

😔 jika tidak dilakukan dengan keikhlasan.

4. Pembaziran HARTA

😔 jika dibelanjakan dalam perkara yang tidak bermanafaat dan tidak diredhai Allah.

5. Pembaziran HATI

😔jika kosong dari mengingati Allah.

6. Pembaziran TUBUH BADAN

😔 jika tidak digunakan untuk beribadat kepada Allah.

7. Pembaziran CINTA

😔 jika dicurahkan cinta kepada selain ALLAH atau melebihi cinta kepada dunianya.

8. Pembaziran MASA

😔 jika masa yang dimiliki tidak diuruskan dengan sebaiknya.

9. Pembaziran AKAL FIKIRAN

😔 jika tidak memikirkan sesuatu yang bermakna kepada agama.

10. Pembaziran KESIHATAN

😔 jika nikmat sihat yang dimiliki tidak dimanfaatkan secukupnya untuk bekalan mati dan hari kemudian.

Apa tanda seseorang cinta dunia..?

Apa tanda seseorang cinta dunia..?

Tandanya adalah gila harta, gila jabatan, gila kehormatan, gila ketenaran; hidup mewah dengan pakaian, makanan dan minuman; waktunya sibuk mengejar dunia; ia mengejar dunia lewat amalan akhirat, juga lalai dari ibadah.

Apa bahaya cinta dunia…..?

Pertama: Kunci segala kejelekan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan.

Kedua: Orang yang cinta dunia bisa saja mengorbankan agama dan lebih memilih kekafiran.

Ketiga: Hati jadi lalai dari mengingat akhirat sehingga kurang dalam beramal shalih.

Keempat: Juga karena cinta dunia akan menjadikan seseorang kurang mendapatkan kelezatan ketika berdzikir.

Terakhir, kelima: Orang yang gila dunia urusannya akan jadi sulit, beda kalau seseorang mengutamakan akhirat.

​Lalu bagaimana agar tidak gila dunia?​

​1. Marilah kita belajar agama, luangkan waktu walau sesibuk apa pun untuk mendalami ilmu Islam.​

​2. Harus yakin dunia itu hina dan yakin dunia itu akan fana dibanding akhirat yang kekal abadi.​

​3. Qana’ah (nerimo) dengan yang sedikit, apa saja yang Allah beri.​

​4. Mendahulukan ridha Allah daripada hawa nafsu, keluarga dan kepentingan dunia.​

​5. Sabar dan haraplah kenikmatan yang begitu banyak di surga.​

Semoga Allah memberikan Hidayah dan Rahmat-Nya serta menerima amal ibadah kita.

بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ

Sepuluh Sebab Kematian Hati

Sepuluh sebab kematian Hati

Seorang ulama salaf (generasi terdahulu umat Islam) yang bernama Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah menceritakan, bahwa suatu hari Ibrahim bin Adham rahimahullah melewati sebuah pasar di Kota Bashrah.

Lalu orang-orang pun mengerumuninya dan bertanya kepadanya:

يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ سورة غافر آية 60 ، وَنَحْنُ نَدْعُوهُ مُنْذُ دَهْرٍ فَلا يَسْتَجِيبُ لَنَا

“Wahai Abu Ishaq, Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu.’

(QS. Ghofir: 60).

Sementara kami selalu berdoa kepada-Nya semenjak waktu yang lama, namun Allah tidak pernah mengabulkan doa kami.”

Maka Ibrahim bin Adham pun berkata:

يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاء

“Wahai penduduk Bashrah, (yang demikian itu) karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara.”

 أَوَّلُهَا : عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّه

“Pertama: Kalian mengenal Allah. Namun kalian tidak menunaikan hak-Nya”.

 الثَّانِي : قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِه

“Kedua: Kalian membaca Kitabullah (Al-Quran Al-Karim). Namun kalian tidak mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.”

وَالثَّالِثُ : ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَه

“Ketiga: Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Namun kalian meninggalkan tuntunannya.”

وَالرَّابِعُ : ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ

“Keempat: Kalian mengatakan benci dan memusuhi syetan. Namun kalian justru selalu menyepakati dan mengikutinya.”

وَالْخَامِسُ : قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا

“Kelima: Kalian mengatakan, ‘kami cinta surga’. Namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya.”

وَالسَّادِسُ : قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا

“Keenam: Kalian mengatakan, ‘kami takut masuk Neraka’. Namun kalian justru menggadaikan diri kalian dengannya.”

وَالسَّابِعُ : قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ

“Ketujuh: Kalian mengatakan, ‘sesungguhnya kematian pasti akan datang’. Namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya.”

وَالثَّامِنُ : اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ

“Kedelapan: Kalian sibuk mencari aib saudara-saudara kalian. Namun lalai dari aib diri kalian sendiri.”

وَالتَّاسِعُ : أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا

“Kesembilan: Kalian memakan kenikmatan dari Rabb kalian. Namun kalian tidak pernah mensyukurinya.”

وَالْعَاشِرُ : دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِم

“Kesepuluh: Kalian menguburkan orang mati di antara kalian. Namun kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya.”

[Disebutkan oleh Abu Nu’aim Al-Ashbahani dalam Hilyatul Auliya’ VII/426 karya,  Ibnu Abdil Barr dalam Jâmi Bayân Al-‘Ilmi wa Fadhlihi no. 1220, Asy-Syâthiby dalam Al-I’tishom I/149 (Tahqîq Masyhûr Hasan Alu Salman), dan selainnya)]

Semoga Allah melindungi kita semua dari segala perkara yang dapat merusak dan mematikan hati.

Kita tutup group ini dengan membaca do’a Kafaratul Majelis :

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰه إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُك وَ أَتُوبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik”

“Maha Suci Engkau Ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu”

بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ

UNTUKMU YANG SEDANG BERSEDIH

UNTUKMU YANG SEDANG BERSEDIH

(Edisi Melihat Ke Bawah)

إِلَى كُلِّ شَخْصٍ حَزِيْنٍ حَالِـيًا

🔹Kepada setiap orang yang saat ini sedang sedih…

اِذْهَبْ إِلَي الْمُسْتَشْفَى لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْعَافِيَة

⏩ Pergilah ke Rumah Sakit, agar kau tau nikmatnya sehat!

اِذْهَبْ إِلَي السِّجْنِ لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْحُرِّيَّة

⏩ Pergilah ke Penjara, agar kau tau nikmatnya kebebasan!

اِذْهَبْ إِلَي الْقُبُوْرِ لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْحَيَاة

⏩ Pergilah ke pemakaman, agar kau tau nikmatnya hidup!

فَمَا هُوَ حُزْنُكَ بِالنِّسْبَة لَهُمْ؟

🔹Maka seberapa besar kesedihanmu jika dibandingkan dengan mereka?

اَلْحَمْدُ لِلَّه عَلَى كُلِّ حَال

💎 Puji syukur kepada Allah dalam setiap keadaan.

📜 Via Ustadz Muhammad Gazali Abdurrahim Arifuddin حفظه الله

Catatan:

Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda:

انْظُرُوا إلى مَنْ هو أسْفَلَ مِنْكُم، ولا تَنْظُروا إلى مَنْ هو فَوْقَكُم، فهو أجْدَرُ أنْ لا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عليكم

​💎 “Lihatlah kepada orang yang di bawah kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian itu (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.” (HR. Muslim).​

⏩ Ada sebuah ungkapan menarik dari Aun bin Abdillah bin Utbah –rahimahullah-. Beliau mengatakan, ​”Aku banyak bergaul dengan orang-orang kaya, maka aku tidak menemukan orang yang paling banyak obsesinya melebihi diriku. Aku selalu melihat tunggangan mereka yang jauh lebih baik dari tungganganku, pakaian mereka yang jauh lebih baik dari pakaianku. Namun setelah mendengar hadits ini aku memilih bergaul dengan orang-orang faqir. Maka akupun merasakan ketenangan dan rehat karena letih mengejar obsesi”.​

Create your website with WordPress.com
Get started