10 BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU

BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU

Memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani]

Dan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Alloh di dalam kitabNya, Al-Qur’anul Karim, dan disabdakan oleh RosulNya di dalam Sunnahnya. Oleh karena itulah termasuk kesalahan yang sangat berbahaya adalah berbicara masalah agama tanpa ilmu dari Alloh dan RosulNya.

Sebagai nasehat sesama umat Islam, di sini kami sampaikan di antara bahaya berbicara masalah agama tanpa ilmu:

1.Hal itu merupakan perkara tertinggi yang diharamkan oleh Allah.

Alloh Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)” (Al-A’raf:33)

Syeikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz rohimahulloh berkata: “Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk perkara terbesar yang diharamkan oleh Allah, bahkan hal itu disebutkan lebih tinggi daripada kedudukan syirik. Karena di dalam ayat tersebut Alloh mengurutkan perkara-perkara yang diharamkan mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi.

Dan berbicara tentang Alloh tanpa ilmu meliputi: berbicara (tanpa ilmu) tentang hukum-hukumNya, syari’atNya, dan agamaNya. Termasuk berbicara tentang nama-namaNya dan sifat-sifatNya, yang hal ini lebih besar daripada berbicara (tanpa ilmu) tentang syari’atNya, dan agamaNya.” [Catatan kaki kitab At-Tanbihat Al-Lathifah ‘Ala Ma Ihtawat ‘alaihi Al-‘aqidah Al-Wasithiyah, hal: 34, tahqiq Syeikh Ali bin Hasan, penerbit:Dar Ibnil Qayyim]

2. Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk dusta atas (nama) Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl (16): 116)

3.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan kesesatan dan menyesatkan orang lain.

Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. (HSR. Bukhari no:100, Muslim, dan lainnya)

Hadits ini menunjukkan bahwa “Barangsiapa tidak berilmu dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan tanpa ilmu, dan mengqias (membandingkan) dengan akalnya, sehingga mengharamkan apa yang Alloh halalkan dengan kebodohan, dan menghalalkan apa yang Allah haramkan dengan tanpa dia ketahui, maka inilah orang yang mengqias dengan akalnya, sehingga dia sesat dan menyesatkan. (Shahih Jami’il Ilmi Wa Fadhlihi, hal: 415, karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, diringkas oleh Syeikh Abul Asybal Az-Zuhairi)

4.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan sikap mengikuti hawa-nafsu.

Imam Ali bin Abil ‘Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata: “Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللهِ

Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (Al-Qashshash:50)” (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393)

5.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu merupakan sikap mendahului Allah dan RasulNya.

Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمُُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Hujuraat: 1)

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rohimahulloh berkata: “Ayat ini memuat adab terhadap Alloh dan RosulNya, juga pengagungan, penghormatan, dan pemuliaan kepadanya. Alloh telah memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman, dengan konsekwensi keimanan terhadap Alloh dan RosulNya, yaitu: menjalankan perintah-perintah Alloh dan menjauhi larangan-laranganNya. Dan agar mereka selalu berjalan mengikuti perintah Alloh dan Sunnah RosulNya di dalam seluruh perkara mereka. Dan agar mereka tidak mendahului Alloh dan RosulNya, sehingga janganlah mereka berkata, sampai Alloh berkata, dan janganlah mereka memerintah, sampai Alloh memerintah”. (Taisir Karimir Rahman, surat Al-Hujurat:1)

6.Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu menanggung dosa-dosa orang-orang yang dia sesatkan.

Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah orang sesat dan mengajak kepada kesesatan, oleh karena itu dia menanggung dosa-dosa orang-orang yang telah dia sesatkan. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HSR. Muslim no:2674, dari Abu Hurairah)

7.Berbicara tentang Allah tanpa ilmu akan dimintai tanggung-jawab.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)

Setelah menyebutkan pendapat para Salaf tentang ayat ini, imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Kesimpulan penjelasan yang mereka sebutkan adalah: bahwa Alloh Ta’ala melarang berbicara tanpa ilmu, yaitu (berbicara) hanya dengan persangkaan yang merupakan perkiraan dan khayalan.” (Tafsir Al-Qur’anul Azhim, surat Al-Isra’:36)

8.Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan.

Syeikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami menyatakan: “Fashal: Tentang Haramnya berbicara tentang Allah tanpa ilmu, dan haramnya berfatwa tentang agama Allah dengan apa yang menyelisihi nash-nash”. Kemudian beliau membawakan sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya adalah firman Allah di bawah ini:

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ اللهُ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. 5:44)

9.Berbicara agama tanpa ilmu menyelisihi jalan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rohimahulloh menyatakan di dalam aqidah Thahawiyahnya yang masyhur: “Dan kami berkata: “Wallahu A’lam (Allah Yang Mengetahui)”, terhadap perkara-perkara yang ilmunya samar bagi kami”. [Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393]

10.Berbicara agama tanpa ilmu merupakan perintah syaithan.

Allah berfirman:

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2:169)

Keterangan ini kami akhiri dengan nasehat: barangsiapa yang ingin bebicara masalah agama hendaklah dia belajar lebih dahulu. Kemudian hendaklah dia hanya berbicara berdasarkan ilmu. Wallohu a’lam bish showwab. Al-hamdulillah Rabbil ‘alamin. C&P.

SEJARAH AL-FADHIL TUAN GURU USTAZ MUSA BIN SALEH

BERITA KEMATIAN AL-FADHIL TUANGURU USTAZ MUSA BIN SALEH…..AL FATIHAH.

CATATAN SEGERA OLEH USTAZ DR AZAHAR BIN YAAKUB.

Assalamualaikum semua sahabat-sahabat yang dikasihi sekelian.

1) Pada tanggal 13 Safar 1443 bersamaan 20 September 2021 hari Isnin, lebih kurang jam 12:15 pagi Allah yang maha Penyayang dan Pengasih telah menjemput hambanya bernama Musa bin Saleh kembali ke rahmatullah dengan menjadikan sakit tua pada usia 88 tahun penyebabnya.

2) Arwah ialah ayah kepada Ustazah Datuk Dr. Norhafizah binti Musa, juga merupakan bapa mentua kepada Ustaz Dr. Azahar bin Yaakub.

Allahyarham Ustaz Musa @ Abah waktu mudanya  mendambakan diri berkelana mencari ilmu agama di merata tempat.

3) Hampir 40 tahun abah berkhidmat menjadi Guru Agama di beberapa buah sekolah. Malamnya menjadi Imam Satu di Masjid Kuala Jempol, Negeri Sembilan. Arwah juga Penaung kepada Tahfiz Darul Furqan, Padang Balang, KL dan Tahfiz Madinatul Huffaz, Gombak, KL. Kedua-dua tahfiz ini dimiliki oleh dua anak perempuannya, Ustazah Noranisah Musa dan Ustazah Norhafizah Musa bersama suami masing-masing.

4) Abah terus menyumbang bakti menjadi Guru Takmir mengajar agama di masjid-masjid di sekitar Seremban, Kuala Pilah, Jempol dan Bahau. Puluhan pasangan juga telah berkahwin melalui Wali Hakim, abah sebagai juru nikah rasmi Jabatan Agama Islam Negeri Sembilan.

5) Hasil perkahwinan abah dengan Ustazah Hajah Maryam binti Zakaria memperolehi 6 orang anak yang berjaya, kesemuanya memiliki latarbelakang agama dan pendakwah, alhamdulillah. Ustazah Norhafizah ialah anak ke-5.

6) Ustaz selaku menantu banyak sekali belajar dari arwah abah. Beliau teguh dengan pendirian agama, istiqamah ibadahnya, mulia akhlaknya, halus dan hikmah dalam membuat keputusan, bersih sekali hati nalurinya, peneraju utama dalam mendidik anak-anak serta memiliki nilai qawwamah sebagai pemimpin rumahtangga dan masyarakat.

7) Terlampau banyak nostalgia indah ustaz dengan arwah abah.

Contoh pengalaman ketika ustaz dan ustazah ingin berkahwin dulu, adalah berlaku penentangan dan halangan dari banyak pihak. Namun abah nekad tidak masuk dalam arus tersebut. Sebaliknya abah secara halus dan hikmah sekali dalam membuat keputusan dengan beristikharah menyerah kepada takdir Allah.

8) Selama tiga malam abah solat istikharah dengan cara yang amat kukuh dan adil. Akhirnya abah memuktamadkan dengan tiba-tiba menelefon ustaz dan minta datang segera ke rumah Jempol untuk aqad nikah. Abah sanggup dilihat menentang arus sekeliling seketika, namun abah yakin dengan keputusan istikharahnya yang bersandarkan pedoman dari Allah.

9) Nyatakan sekali masa pantas berlaku akhirnya dengan izin Allah semua yang berada di sekeliling abah mulai menyayangi kami sekeluarga. Sehingga kami suami isteri pula malu dengan layanan baik dari semua keluarga besar di Jempol terutama dari ibu mertua ustaz yang amat ustaz sayangi iaitu Ustazah Hajah Maryam.

10) Bagi ustaz arwah abah dan emak mertua, ustazah Maryam betul² pengganti bapa dan ibu ustaz yang telah lama meninggal dunia. Mereka berdua tempat ustaz bersandar berkasih sayang, mencurah bakti dan meminta nasihat.

11) Pernah seketika hanya ustaz dan abah sahaja berkebetulan ada di rumah Jempol. Seketika abah diam-diam ke dapur dan keluar membawa tea dan biskut menjemput ustaz minum petang. Amat terharu dan malu betapa santunnya abah melayan menantu.

12) Abah selain menjadi pelanggan tetap akhbar HARAKAH, abah juga amat bersemangat bila berbicara soal agama dan politik semasa di Malaysia. Siap berpesan kepada kami anak menantu agar terus penyokong perjuangan Islam. Abah amat mengkagumi Allahyarham Tuanguru Haji Nik Abdul Aziz Nikmat.

13) “Ini orang alim, cergas dalam perjuangan Islam, akhlaknya mulia. Kita kena ikut perjuangan dia”,Tegas abah kepada kami semua

14) Ini di antara nasihat abah bila kami anak menantu pulang bersantai di Kampung,  Kuala Jempol. Selalunya ustaz kalau balik kampung di Jempol, abah akan minta ustaz menggantikan tempat beliau sebagai imam dan pentazkirah.

15) Biasanya selepas solat subuh abah akan minta ustaz bawa abah ke restoran untuk sarapan makan roti canai dan tea, itu menu kegemaran abah. Sambil hirup tea, kami berdua sembang berbicara adakalanya santai dan serius.Tajuk kegemaran yang abah suka sembang ialah bab fekah dan politik semasa tanahair.

16) Apa yang enak selalunya kami akan makan free saja di restoran.Tiba masa ustaz nak bayar, cashier akan beritahu sudah ada orang lain bayar untuk meja Ustaz Musa. Ustaz yakin ini semua aura baik abah yang dikenali oleh masyarakat setempat, Alhamdulillah.

17) Pernah satu pagi ketika kami berdoa asyik makan di restoran abah tanya ustaz soalan susah bab

 فقه التعايش مع غير المسلمين

Apa yang boleh ustaz buat kesimpulan betapa abah biarpun lanjut usia, tetap beliau update bab fekah @ agama. Padahal bab ini baru saja muncul dalam ensiklopedia ilmu feqah.

18) Sembang dengan abah tentunya kerap diselangi dalam bahasa Arab. Abah memang mahir dan menguasai betul bahasa Arabnya. Ada nota silibus Bahasa Arab dari awal bab hingga akhir yang abah tulis sendiri untuk kegunaan pelajar-pelajar samada ketika mengajar di sekolah atau masjid. In Sya Allah ustaz berhasrat untuk mencetak buku tersebut. Nota abah mudah difahami.

19) Bahkan Ustazah Norhafizah pun mahir berbahasa Arab semenjak di bangku sekolah menengah kerana abah yang mengajarnya ketika kedua-dua beranak ini mengajar dan belajar di Sekolah yang sama iaitu Sekolah Agama Serting Hulu.

20) Abah memang seorang yang sangat teliti dan cermat samada dalam membuat keputusan atau tindakan. Kalau kita ke Masjid Kuala Jempol, masih ada beberapa tulisan khat abah yang sangat lawa terpahat di sana. Pakaian abah dibasuhnya sendiri supaya tidak menyusahkan orang lain dan biar puas hati tahap kebersihannya.Tiba masa nak sidai kain, abah akan bersihkan dulu dawai @ tali sidaian supaya tidak kotor kain di atasnya.

21) MasyaAllah semua ini ustaz saksikan sendiri betapa cermat dan halus perlakuan abah sehalus tuturkatanya. Memang abah cermat, halus dan teliti bermula dari cara berfikir, menyusun kata-kata,  dan dalam membuat keputusan dan tindakan.

22) Semoga damailah arwah abah di alam barzakh dan menjadi ahli syurga, In syaAllah dan Amin

23) Buat ibu mertua yang Azahar kasihi dan sayangi, Ustazah Hajah Maryam, In Sya Allah kami seluruh anak menantu serta cucu² dan cicit akan menjaga emak @ wan sebaik mungkin. Tentunya Wan bersedih dengan kematian suami tercinta. Namun itulah takdir hidup yang disusun oleh Allah. Ada siang ada malamnya. Ada bulan ada bintangnya. Ada hidup ada matinya. Paling penting Allah meredhai kita semua.

24) AL-FATIHAH buat bapa mertuaku, Almarhum Al-Fadhil Ustaz Tuanguru Ustaz Musa bin Saleh.

In sya Allah kelak kita semua akan sama-sama bertemu di Jannah. Amin.

5 PERKARA YANG WAJIB DISEGERAKAN

5 PERKARA YANG WAJIB DISEGERAKAN

Dari Hatim Al-Asam: ‘Terburu-buru itu termasuk sifat syaitan, kecuali pada lima tempat’, maka ia turut termasuk dalam sunnah Rasulullah SAW:

PERTAMA,

Pabila rumahmu dikunjungi oleh para tetamu, WAJIBlah kamu sebagai tuan rumah untuk memberi mereka makan.

KEDUA,

Pabila ada berita kematian atau seseorang meninggal dunia, WAJIBlah bagi kamu untuk menyiapkan perkuburan bagi mayat tersebut.

KETIGA,

Pabila seseorang anak gadismu telah cukup umur dan matang, WAJIBlah bagi kamu untuk mengahwinkannya.

KEEMPAT,

Pabila kamu berhutang dengan sesiapa yakni Allah SWT sekalipun, WAJIBlah bagi kamu untuk membayarnya kembali tatkala sampai masanya.

KELIMA,

Pabila pelbagai kesalahan dan dosa telah dilakukan kepada Allah SWT, WAJIBlah bagi dirimu untuk segera bertaubat dan memohon keampunan daripada-Nya.

SUNNAH-SUNNAH APABILA MENDENGAR AZAN

SUNNAH-SUNNAH APABILA MENDENGAR AZAN

Daripada ‘Abdullah bin ‘Amr radiallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ

Apabila kalian mendengar muazzin (melaungkan azan), maka sebutlah sebagaimana yang muazzin itu laungkan.

ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

Kemudian selawatlah ke atas ku. Sesungguhnya sesiapa yang berselawat sekali kepada ku, Allah akan berselawat kepadanya sebanyak 10 kali.

ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِيَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ ” .

Kemudian mohonlah kepada Allah agar aku mendapat wasilah. Sesungguhnya ia adalah satu kedudukan di syurga yang hanya layak kepada seorang hamba Allah. Aku berharap agar aku adalah orang tersebut. Sesiapa yang memohon wasilah untuk aku, maka syafaat ku akan diberikan kepadanya.

[Sahih Muslim, Kitab as-Solat, Bab Istihbab al-Qaul Mithl Qaul al-Muazzin…, hadis no: 384]

1- Menjawab azan dengan menyebutkan sebagaimana yang disebutkan oleh muazzin kecuali pada lafaz حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ dan حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ.

Daripada ‘Umar al-Khattab radiallahu ‘anhu, Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثُمَّ قَالَ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ . قَالَ.

Kemudian (apabila muazzin) melaungkan: Marilah mendirikan solat. Seseorang itu hendaklah menjawab:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ .

Tiada kekuasaan dan kekuataan kecuali dengan Allah.

ثُمَّ قَالَ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ . قَالَ

Kemudian (apabila muazzin) melaungkan: Marilah menuju kejayaan. Seseorang itu hendaklah menjawab:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Tiada kekuasaan dan kekuataan kecuali dengan Allah.

[Sahih Muslim, Kitab as-Solat, Bab Istihbab al-Qaul Mithl Qaul al-Muazzin…, no: 385]

2- Berselawat ke atas Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam selepas selesai azan.

3- Mendoakan wasilah untuk Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa tersebut adalah seperti di bawah:

Daripada Jabir bin ‘Abdillah radiallahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesiapa yang membaca selepas mendengar seruan azan:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ،

Ya Allah, Tuhan kepada seruan yang sempurna dan solat yang akan didirikan. Berikan kepada Nabi Muhammad s.a.w wasilah dan kelebihan daripada Mu. Tempatkan baginda di tempat terpuji yang telah Engkau janjikan.

حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ “

Maka syafaat ku akan diizinkan kepadanya pada hari kiamat.

[Sahih al-Bukhari, Kitab al-Azan, Bab ad-Dua’ ‘Inda an-Nida’, hadis no: 514].

4- Membaca zikir tersebut selepas muazzin selesai azan.

Daripada Sa’ad bin Abi Waqqas radiallahu ‘anhu, daripada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam, baginda bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ

Sesiapa yang menyebutkan bacaan tersebut apabila dia mendengar muazzin melaungkan azan:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا .

Aku bersaksi bahawa tiada yang berhak disembah selain Allah. Dia Maha Esa dan tiada sekutu untukNya, dan Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Aku redha Allah sebagai tuhan, dan Muhammad sebagai utusan dan Islam sebagai agama.

غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ ” .

Maka diampuni dosanya.

[Sahih Muslim, Kitab as-Solat, Bab Istihbab al-Qaul Misla Qaul al-Muazzin.., hadis no: 386].

5- Membanyakkan doa antara azan dan iqamah.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ ” . قَالَ أَبُو عِيسَى : حَدِيثُ أَنَسٍ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Anas bin Malik radiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Doa yang tidak ditolak ialah doa antara azan dan iqamah. [Sunan at-Tirmizi, Kitab as-Solat, hadis no: 196, hasan sahih]

.

Bagaimana pula dengan iqamah?

Majoriti ulama berpendapat sunat dilakukan seperti azan iaitu menjawabnya, membaca selawat, dan membaca doa wasilah. Ini kerana iqamah juga dipanggil azan. Ini pendapat mazhab Syafie, Hanafi dan Hanbali. Ini berdalilkan hadis berikut:

Daripada ‘Abdullah bin Mughaffal radiallahu ‘anhu, Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ـ ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ ـ لِمَنْ شَاءَ

Antara dua azan (iaitu antara azan dan iqamah) terdapatnya solat. Antara dua azan (iaitu antara azan dan iqamah) terdapatnya solat. Kemudian pada kali ketiga baginda menyebutkan: Untuk sesiapa yang mahu (mendirikan solat tersebut).

[Sahih al-Bukhari, Kitab al-Azan, Bab Bayna Kulli Azanain Solat Li Man Syaa, hadis no: 627].

Sebahagian ulama berpendapat menjawab, selawat dan membaca doa wasilah hanya sunnah selepas azan sahaja. Ini pendapat Shaikh Ibn al-Uthaimin dan Shaikh Bakar Abu Zaid. Mereka berkata bahawa azan dan iqamah dua perkara yang berbeza, persamannya hanya pada sudut nama sahaja.

Bagaimana dengan bacaan ketika menjawab lafaz قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ (Sesungguhnya solat akan didirikan)?

Hendaklah dijawab قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ jua berdasarkan keumuman hadis di atas. Adapun jawapan أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا (Allah akan membuatkan solat ini didirikan dan berterusan) adalah datang daripada riwayat yang dhaif dalam Sunan Abi Daud.

Wallahua’lam.

Credit – ustaz Masri Mohhd Ramli C&P.

FITNAH AKHIR ZAMAN

FITNAH AKHIR ZAMAN

Keadaan kucar kacir bila dah tak tahu mana yang betul, mana salah. Info mana asli dan palsu. Hadith mana betul dan fake, makanan mana halal dan haram. Amalan mana betul dan salah. Berita mana betul dan palsu mana satu yang sahih dan mana satu direka reka.

Yang mana satu kita nak percaya dan ikut ?

Hukum hakam jadi rojak. Homo ok. Lesbian ok. Gay ok. Freemason Ok. Amanah Saham ok. Riba ok. Demokrasi ok. Rasuah ok. TIKTOK joget sotong ok. Semua ok. Inilah keadaan zaman Fitnah.

FITNAH PENDIDIKAN

Percaya sejarah palsu dlm buku2 teks sekolah, contohnya ada zaman Paleolitik,Neolitik,Mesolitik semua tik tik etc.

Percaya dan kagum Armstrong pegi bulan.Belajar tinggi2 amik kos Ekonomi, Islamic Banking etc,tapi kena kencing dgn yahudi British? hafal mcm2 formula susah2 yg sengaja dicipta, tapi masih tak faham konsep perbankan yg sebenar?Bila orang sampaikan kebenaran ko kata ini semua nasi lemak 3 segi? Paranoid?Inilah Fitnah pendidikan.

FITNAH PERUBATAN

Walaupun mangsa histeria berkali2 beritahu dia selalu diganggu dan nampak makhluk halus, tapi doktor kata itu hanyalah disebabkan masalah tekanan perasaan, dan akhirnya pesakit itu menjadi benar2 sakit jiwa/gila kesan daripada ubat dadah+kimia yg diberikan pada mangsa dgn

rawatan Psikologi’ dan ‘Psikiatri’.

Kalau anak sakit Anemia, bawa pegi hospital ,doktor suruh banyakkan makan organ dalaman haiwan/hati ayam utk tambah darah + ubat2 farmasi, sedangkan itu ajaran bullshit dari yahudi British,malah menimbulkan mudarat, ini juga Fitnah Perubatan.

FITNAH AGAMA/PERUBATAN

Memang wujud ayat ayat Ruqyah. Ayat ayat Quran ada hikmah menyembuh. Lebih afdal dan lebih efektif jika dibuat sendiri, dibaca difahamai dan diamalkan dgn penuh yakin.Tapi ramai penunggang agama ambik kesempatan buat agama jadi komersil. Keluarlah sabun , air, dan macam2 konon dah dibaca 30 juzuk, dan macam2 penipuan.Senang je. Solat tak payah, doa tak payah, amal tak payah, pakai je sabun dan minum air dah terus jin setan penyakit lari? Aik? Mudahnya? Inilah Fitnah Agama/ Perubatan.

FITNAH INFORMASI

Iklan tv dan doktor2 sarankan suruh guna ubat gigi berfluorida sedangkan fluorida itu punca kanser. Kalau page2 Melayu Hipster Acah Genius tulis Sejarah dan Kaji dunia tapi cedok dari media2 pro mason, dibayar oleh parti politik etc , sorang pun tak tahu. Main telan dan angguk je.Fakta bercampur aduk dgn auta.

SIBUK LAYAN group Cendekiawan Melayu, tapi disesatkan fakta dan masuk dakyah percaya sistem British. Inilah fitnah informasi.

FITNAH PAKAIAN

Terikut2 nk stylo, bangga pakai t shirt US Army, walaupun tahu US Army membunuh berbillion umat Islam, pakai t shirt logo Pentagram, Baphomet etc.Inilah fitnah Pakaian.

FITNAH HIBURAN / MEDIA

Sibuk Kaji Katun Jepun/Walt Disney bagitahu Dunia ianya Sastera Hebat. Tak kaji banyak Simbol dalam Katun tu adalah Simbol Sihir Minda Kanak Kanak dengan Sigil dan Logo sihir Kabbalah dan Babylon… Sebab tu anak anak jadi degil, dan kurang ajar macam yang tukang kaji tu. Nyanyi lagu Madonna – Frozen, tak sedar lirik tu adalah mantera sihir Kabalah yg memuja Iblis. malah Madonna itu penyembah syaitan dan ahli Churh Of Satan & Illuminati.Sebab tu konsert dia banyak satanic ritual.. Bila org nasihat, ko kata ini semua paranoid , taksuber?Walhal video clip lagu tersebut terang2 satanic ritual.Itulah contoh fitnah tersembunyi.Tak heran kenapa Melayu Islam banyak Eskeplentes hati dan otak tertutup menerima kebenaran.

Beratus2 fitnah lagi yang orang tak sedar.

FITAN

Merungkai permasalahan berdasarkan pandangan Islam dan hukum hakam Islam . Mengkaji pergolakan dunia dari hint dan firman dalam Quran dan Hadith.

Jadikan Quran dan hadis sebagai kaca mata sbab itu sebaik baik petunjuk. Good Luck  menghadapi akhir zaman yg sangat menguji iman dan taqwa. Bekalkan diri dgn kelengkapan yg sepatutnya.

— dari hamba Allah yang tidak tahu dosanya diampun atau tidak. C&P.

HARGAILAH SAHABAT SEJATI

Imam Syafi’i rahimahullah berkata :

 إذا كان لك صديق يعينك على الطاعة فشد يديك به، فإن اتخاذ الصديق صعب ومفارقته سهل.

 “Apabila engkau memiliki teman yang membantumu dalam melakukan ketaatan/mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى.

 maka peganglah dia erat-erat dengan kedua tanganmu.

Karena sungguh mencari teman itu sangatlah sulit.

Namun berpisah dengannya sangatlah mudah.”

كتاب: حلية الأولياء وطبقات الأصفياء; المؤلف: أحمد بن عبد الله الأصفهاني C&P.

Create your website with WordPress.com
Get started