3 Jenis Tamu

ADA 3 TAMU YG KITA TAK KETAHUI.

Tamu ini dimiliki oleh semua manusia,

Kita tak tahu bila mereka datang,

dan hanyalah Allah yg Maha tahu.

Tamu yg dimaksud kan ialah :

1. Tamu yg bernama REZEKI.

Rezeki Kita tak tau datangnya dari mana,

ketika Kita sedang memerlukan rezeki ataupun tidak,

maka rezeki akn datang kpd Kita,

tanpa Kita ketahui dan tidak di duga-duga.

2. Tamu yg bernama TAKDIR.

Takdir selalu datang kpd setiap Manusia,

takdir baik atau buruk, kita harus menerimanya,

Mereka datang tanpa Kita ketahui atau dimana pun.

3. Tamu yg bernama AJAL.

Ajal itu kematian, hanya Allah saja yg tau,

setiap Manusia akan merasakan kematian,

kematian tak memandang Kita Tua atau pun Muda,

kematian tak memandang Kita miskin atau pun kaya, ajal kematian tak menunggu Kita sdh siap atau pun belum,

ajal akan datang menjemput tanpa Kita ketahui.

Maka dari itu Kita persiapkan bekal Kita untuk di Akhirat,

dengan cara Kita memperbanyak Ibadah kepada Allah,

jangan sia-siakan waktu Anda,

kerana suatu saat Kita akn merasakan kematian.

Semoga Allah ta’ala menutup hidup Kita, saat benar-benar cinta Kepada-Nya dan dalam keadaan Husnul khatimah.

AIR MATA TAKWA

AIR MATA TAKWA

Bismillaah…

Sesungguhnya, menangis bukanlah monopoli kebutuhan anak kecil dan kaum wanita. Dalam agama Islam yang mulia ini, sebuah tangisan kadang kala sangat dibutuhkan oleh siapa saja, baik kaum pria maupun wanita. Memang, tetesan air mata manusia menyimpan beribu makna. Air mata yang diteteskan oleh seorang hamba karena takut kepada Rabbnya memiliki makna dan nilai yang sangat tinggi di sisi-Nya. Bagaimana tidak, tangisan seperti itu dapat menyelamatkan dirinya dari jilatan api Neraka yang menyala-nyala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ حَتَّى يَعُوْدَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ

وَلاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ

“Tidak akan masuk Neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu dapat kembali kepada ambingnya (kantong kelenjar susu binatang ternak), dan tidak akan berkumpul antara debu medan jihad fii sabiilillaah dengan asap Neraka Jahannam.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 1333; an-Nasa-i, no. 2911 dan dishohihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam al-Misykaah, no. 3828]

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan bahwa seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, disentuhkan apinya pun tidak. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ

وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ

“Dua mata yang tidak akan disentuh api Neraka, yakni mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga karena siaga (saat berjihad) di jalan Allah.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 1338 dan dishohihkan oleh al-Albani dalam al-Misykaah, no. 3829]

Tidak hanya itu, orang yang menangis karena takut kepada Allah juga dijamin akan mendapatkan cinta Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ،

قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوْعٍ فِيْ خَشْيَةِ اللهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ،

وَأَمَّا الْأَثَرَانِ فَأَثَرٌ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَأَثَرٌ فِيْ فَرِيْضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللهِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah selain dua tetesan dan dua bekas. Yaitu, tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang mengalir (saat jihad) di jalan Allah. Adapun dua bekas, yaitu bekas dari berjihad di jalan Allah dan bekas dari menunaikan salah satu kewajiban yang telah Allah tetapkan.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 1363 dan dihasankan oleh al-Albani dalam al-Misykaah, no. 3837]

Tangisan karena takut kepada Allah merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Tangisan ini murni muncul dari kesadaran manusia yang takut terhadap adzab-Nya disebabkan dosa-dosa yang selalu dia perbuat.

Tak dapat dipungkiri, manusia dengan segala aktivitas keduniaannya acap kali lupa mengingat Penciptanya. Ibadah pun kerap kali terabaikan. Dunia telah begitu menyibukkan. Akhirat yang seharusnya dikejar akhirnya terlupakan. Mereka kian jauh terseret oleh gemerlapnya alam fana ini hingga tidak ingat lagi terhadap tugas utamanya berada di dunia.

Mereka juga semakin jauh dan jauh dari Allah Ta’ala hingga pelan-pelan melupakan-Nya. Semakin menusia menjauh dari-Nya, maka semakin ia mendekati dosa dan terjerembab ke dalam dosa-dosa, tergelincir dari jalan yang lurus.

Jiwa manusia menjadi hampa karena dosa-dosa dan hati mereka pun menjadi keras karenanya. Akibatnya, mata mereka tidak lagi dapat menangis dan meneteskan air mata; hati tidak dapat lagi merasakan manis dan lezatnya iman, kecuali mereka yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun sedikit sekali dari mereka yang demikian.

Manusia seperti ini tidak akan mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di Akhirat, kecuali jika ia segera bertaubat kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, tidak mengulangi perbuatan maksiatnya, dan menangisi dosa-dosanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

طُوْبَى لِمَنْ مَلَكَ لِسَانَهُ، وَوَسِعَهُ بَيْتُهُ، وَبَكَى عَلىَ خَطِيْئَتِهِ

“Berbahagialah orang yang dapat menjaga lisannya, merasa betah di rumahnya (untuk beribadah), dan menangisi dosanya.” [Diriwayatkan oleh ath-Thobroni dalam al-Ausath, no. 2340 dan kitab Mu’jamush Shoghiir, no. 212. Beliau mengatakan bahwa sanadnya hasan. Hadits ini dihasankan pula oleh al-Mundziri dalam kitab at-Targhiib wat Tarhiib, IV/233. Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan dalam kitab Shohiih at-Targhiib wat Tarhiib, no. 3332 bahwa hadits ini hasan li ghoirihi].

Orang yang menangisi dosa-dosanya sebagai tanda penyesalan, dijamin oleh Allah Ta’ala akan selamat dari akibat buruk dosanya, baik di dunia dan di Akhirat.

‘Uqbah bin ‘Amr pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا النَّجَاةُ؟

قَالَ: أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ عَلَى خَطِيْئَتِكَ

“Wahai Rasulullah, bagaimana cara memperoleh keselamatan?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jagalah lisanmu, hendaklah engkau merasa betah di rumahmu (untuk beribadah), dan tangisilah dosamu.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2406; Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, 2/9; al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 8079. Hadits ini dishohihkan oleh al-Albani dalam ash-Shohiihah, II/581-584].

Saudaraku yang kami muliakan, menangis kadang terasa sulit, apalagi ketika pesona dunia yang begitu indah menggoda di pelupuk mata. Tapi justru pada saat-saat itulah tangisan sangat tinggi nilainya di sisi Allah Ta’ala. Tangisan seorang hamba karena takut andaikata Allah meninggalkannya atau mengabaikannya akibat dosa-dosa yang telah menumpuk tinggi dan menghitam-legamkan hati. Inilah tangisan yang akan membuka pintu ridho dan cinta-Nya, serta menghalau murka dan adzab-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat beliau adalah orang-orang yang sangat kokoh keimanannya, namun mereka banyak menangis karena takut kepada Allah Ta’ala. Bagaimana dengan kita yang imannya lebih banyak menurun?! C&P.

7 TANDA ILMU YANG BERMANFAAT .

7 TANDA ILMU YANG BERMANFAAT .

1.Yang menambah Rasa takut pada Allah.

2.Yang membuka mata hatimu pada keaiban/kekurangan dirimu sendiri.

3.Yang menambah kualitas ibadahmu kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

4. Yang mengurangi cintamu pada dunia.

5. Yang menambah cintamu pada akhirat.

6. Yang memperlihatkan padamu hal-hal yang bisa merusakkan amal kebaikanmu.

7. Yang menjelaskan padamu akan tipu daya syaitan dan segala muslihatnya agar dapat kau jauhi.

Sumber: Kitab Bidayah Al Hidayah karangan Imam Al ghazali.

Allahuma sholi ‘ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa ‘alihi wa shohbihi wa salim

Pencuri Yang Paling Dibenci Oleh Rasulullah SAW

Siapakah Pencuri Yang Paling Buruk Menurut Rasulullah

Saudaraku yang di rahmati Allah.

Diantara kesalahan fatal yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam shalat mereka adalah meninggalkan thuma’ninah, padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapkan orang yang tidak melakukannya sebagai pencuri terjelek. Disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.

أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِى يَسْرِقُ مِنْ صَلاتِهِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: “لاَ يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلاَ سُجُودَهَا

Pencuri terjelek adalah orang yang mencuri (sesuatu) dari shalatnya.’ Para Shahabat Radhiyallahu anhum bertanya, ‘Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Bagaimana seseorang mencuri sesuatu dari shalatnya ?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Dia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.’

Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap orang yang mencuri sesuatu dari shalatnya lebih buruk daripada orang yang mencuri harta.

Thuma’ninah dalam shalat itu termasuk salah satu rukun shalat. Shalat tidak dianggap sah tanpa ada thuma’ninah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada salah seorang shahabat yang melakukan shalat dengan buruk :

Jika engkau berdiri hendak melakukan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat al-Qur’an yang mudah bagimu. Setelah itu, ruku’lah sampai engkau benar-benar ruku’ dengan thuma’nînah. Kemudian, bangunlah sampai engkau tegak berdiri, setelah itu, sujudlah sampai engkau benar-benar sujud dengan thuma’ninah. Kemudian, bangunlah sampai engkau benar-benar duduk dengan thuma’ninah. Lakukanlah itu dalam shalatmu seluruhnya. ( HR. al-Bukhâri,no. 757 dan Muslim,no. 397 dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

Dari hadits ini, para ahli ilmu mengambil kesimpulan bahwa orang yang tidak meluruskan tulang punggungnya dalam ruku’ dan sujudnya, maka shalatnya tidak sah dan dia wajib mengulanginya.

Kalau kita shalat dengan cepat seakan-akan dikejar waktu untuk segera selesai , dapatkah rukun shalat yang kita kerjakan dengan benar ( sesuai tuntunan Allah )?

Memang Allah tidak memerintahkan berlama-lama didalam shalat , tetapi perintah-Nya adalah khusyuk dan ikhlas.

Firman Allah Subhanallahu Ta’ala dalam Al-Qur’an

” Katakanlah, ” Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu ( kepada Allah ) pada setiap shalat , dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula. ” ( QS. Al-A’raf (7) : 29 )

” Peliharalah semua shalat itu dan shalat Wustha ( Ashar). Dan laksanakanlah ( shalat) karena Allah dengan KHUSYUK.” ( QS. Al-Baqarah (2) : 238 )

KHUSYUK DALAM SHALAT SALAH SATU CIRI ORANG BERUNTUNG

Firman Allah Subhanallahu Ta’ala dalam Al-Qur’an

” Sungguh beruntung orang orang yang beriman, ( yaitu ) orang  yang khusyuk dalam shalatnya.” ( QS. Al-Mu’minun (23) : 1-2 )

SHALAT UNTUK MENGINGAT ALLAH

Lakukan shalat dengan khusyuk dan tuma’ninah ( sesuai tuntunan) karena dengan begitu tujuan dari shalat itu akan terpenuhi , yaitu mengingat Allah.

Firman Allah Subhanallahu Ta’ala dalam Al-Qur’an

” Sungguh , Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku , maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku. ” ( QS. Thaha (20) : 14 )

Rasulullah Shalallahu Alaihis Wa salam dalam haditsnya,

Engkau sembah Allah seolah-olah engkau melihatnya. Apabila engkau tidak melihat-Nya, maka Ia akan melihat engkau. ( HR Bukhari)

Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba Nya yang khusyuk dan ikhlas beribadah kepada-Nya.

Ya Allah  , berilah kebaikan kepada kami di dunia dan di akhirat dan hindarkan kami dari siksa neraka. Aamiin.

Kebenaran milik Allah Subhanallahu wa ta’ala dan kesalahan adalah perbuatan manusia oleh karena itu apabila ada yang salah mohon dimaafkan. C&P.

8 TANDA  MEREKA YANG DEKAT DENGAN ALLAH SWT

8 TANDA  MEREKA YANG DEKAT DENGAN ALLAH SWT :

1. Ia tidak bangga apabila menerima pujian-pujian.

2. Ia tidak takut dan berkecil hati jika di caci dan di cela.

3. Hatinya selalu dalam ketenangan beserta Allah walau apapun duka cita dan persoalan datang pada dirinya.

4. Akhlaknya akan berubah menjadi akhlak yang terpuji.

5. Hatinya akan diliputi oleh Cinta Kasih Allah dan teraplikasi Cinta kasih itu kepada siapa saja.

6. Tidak berprasangka buruk atas tiap-tiap sesuatu, karena ia Melihat Allah di balik sesuatu itu.

7. Jika berprasangka buruk, maka sama halnya ia berprasangka buruk kepada Allah.

8. Senantiasa berprasangka baik terhadap sesuatu, karena dibalik itu Allah menyampaikan Ilmu yang tersirat bagi yang memikirkannya.

Semoga Allah memudahkan bagi kita semuanya untuk lebih mengenal akan diri-Nya, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, Esa dengan sendirinya dan Laisa Kamitslihi Syai’un (Tidak bisa dipermisalkan dan disamakan dengan sesuatu apapun). C&P.