8 MOTIVASI DIRI YANG PERLU KITA INGATI

8 MOTIVASI DIRI YANG HARUS  SELALU KITA INGAT .

Bismillahirrahmanirrahim…

✅1. Jangan tinggalkan Ayat Kursi Selepas sholat 5 waktu. maka kita berada dalam perlindungan Allah hingga shalat berikutnya.

✅2. Banyakkin sholawat : kepada baginda Rasulullah pada hari jumat melebihi zikir lain.

✅3. Baca 10 kali surah al ikhlas setiap hari. Allah akan membangunkan istana megah untuk kita di surga, & Dibukakan pintu hikmah dan rezeki

✅4. Sedekah subuh setiap hari. Allah akan memudahkan urusan dan menambah rezeki.

✅5. Membaca dan mencintai Al-Qur’an. Setiap hurufnya mengandung kebaikan yang banyak & Memberikan syafa’at di hari kiamat.

✅6. Membaca al mulk setiap malam,  Sebelum tidur. Surah itu menjadi penghalang dari siksa kubur.

✅7. Jangan sekali-kali tinggalkan sholat, shalat menjadi penentu yang paling urgen pada saat manusia ditimbang amalnya pada yaumil hisab nanti.

✅8. Kalo kamu malas mengerjakan yang sunnah-sunnah, minimal jangan tinggalkan qobliyah subuh. pahalanya lebih besar dari dunia dan seisinya.

👏Semoga bermanfaat untuk menambah ketaqwaan kita. Aamiin Ya Rabbal’alamiin. C&P.

5 TANDA ALLAH MEMUDAHKAN TAUBAT SESEORANG

DITERIMA TAUBATNYA SEORANG HAMBA, BIASANYA DIIKUTI 5 KEMUDAHAN

Diantara ciri-ciri manusia mendapatkan kemudahan karna ridha-Nya, yakni: .

🔸Pertama, Allah mudahkan dalam hatinya muncul rasa nikmat beribadah. Sholat bisa khusyuk, nikmat duduk berlama sambil dzikir, nikmat qiyamul lail, nikmat puasa, nikmat di majelis ilmu dan seterusnya. Bahagia hatinya saat beramal kebaikan.

🔸Kedua, Allah mudahkan ia menegakkan amalan sunnah. Jika sudah nikmat dengan yang wajib. Ia akan dekat dengan yang sunnah. Mulai memburu amal lain sebagai upayanya menutup kekurangan.

🔸Ketiga, Allah mudahkan baginya bertemu dengan kawan yang sholeh. Ini sebagai penjaga bagi pertaubatannya. Allah menjaganya dengan menghadirkan kawan-kawan sholeh di dalam perjalanan taubatnya.

🔸Keempat, Allah mudahkan hatinya menerima nasihat. Hatinya melembut. Hidayah mudah masuk saat menerima nasihat kebaikan. Sehingga perilakunya terjaga dari keburukan.

🔸Kelima, Allah mudahkan air mata keluar dari dua matanya. Ia mudah menangis. Bukan karena cengeng tapi karena mengingat semua dosa masa lalunya. Ia menangis karena mengingat semua nikmat Allah. Ia menangis atas kesempatan yang sudah Allah berikan. Ia menangis sebagai bentuk penyesalan, sekaligus rasa syukurnya kepada Allah.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang menikmati ampunan Allah azza wajalla. Aamiin Ya Allahu rabbal’alamiin. C&P.

UMAT BANGKIT HANYA DENGAN ISLAM

UMAT BANGKIT HANYA DENGAN ISLAM

Buletin Dakwah Kaffah No. 207 (18 Muharram 1443 H/27 Agustus 2021 M)

Umat Muslim pernah memiliki peradaban luhur dan memimpin dunia. Tidak ada satu pun negeri yang penduduknya menerima dakwah Islam, melainkan masyarakatnya akan berbondong-bondong memeluk Islam. Sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam kaum Muslim pernah memimpin dua pertiga dunia; dari Afrika hingga sebagian Eropa. Kaum Muslim, dengan Khilafahnya, pernah menciptakan keadilan dan kemakmuran. Khilafah melebur umat manusia tanpa perbedaan suku bangsa, jenis kelamin, ras dan bahasa. Umat non-Muslim pun mendapatkan keadilan dan perlindungan.

Gambaran sejarah di atas kontras dengan keadaan umat hari ini. Kaum Muslim terpuruk. Tidak mandiri dan didikte bangsa lain. Meskipun mengklaim merdeka, realitanya mereka tak bisa menjalankan syariahnya sendiri secara kaffah karena di bawah kendali asing.

Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Kehidupan umat manusia sebelum kedatangan Islam adalah kegelapan. Ada penyembahan berhala, praktik ekonomi ribawi dan kecurangan dalam perdagangan. Ada tradisi anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup oleh ayah mereka. Kaum perempuan pun dihinakan. Pada saat yang sama, Kerajaan Romawi dan Persia berkuasa dan menindas negeri-negeri yang mereka jajah.

Kedatangan Islam membawa perubahan besar. Islam memuliakan manusia dan mengeluarkan mereka dari era jahiliah menuju peradaban mulia yang gemilang. Allah SWT berfirman:

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya (iman). Sebaliknya, orang-orang kafir, para pelindung mereka adalah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya (TQS al-Baqarah [2]: 257).

Di dalam tafsirnya, Imam Ibnu Katsir menguraikan ayat ini, “Allah SWT mengabarkan bahwa Dialah Yang menunjukkan kepada siapa saja yang mengikuti keridhaan-Nya jalan-jalan keselamatan. Ia mengeluarkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kegelapan kekufuran, keraguan dan kebimbangan menuju cahaya kebenaran yang terang, gamblang mudah dan bercahaya.”

Cahaya Islam menghapus budaya penyembahan manusia kepada makhluk, baik berupa berhala maupun sesama manusia seperti para raja. Islam menghapus kekuasaan yang zalim lalu menggantikannya dengan keadilan yang menciptakan rasa aman. Menghukum para pelaku kejahatan dengan seadil-adilnya. Memberikan perlindungan dan kedudukan terhormat untuk kaum perempuan. Islam bahkan menyuruh anak lelaki untuk memuliakan ibu kandungnya.

Islam berhasil mengubah bangsa Arab dan bangsa-bangsa lainnya yang memeluk Islam menjadi umat manusia yang unggul. Dengan melaksanakan syariah Islam di bawah naungan Khilafah, umat Islam menebarkan rahmat dan memberikan banyak sumbangan untuk peradaban dunia. Banyak karya ilmuwan Muslim dari berbagai disiplin ilmu seperti matematika, kedokteran, kimia, farmasi, teknik, menjadi dasar ilmu pengetahuan modern.

Khilafah juga berkontribusi bagi kemanusiaan. Pada tahun 1847 kaum Muslim dan Khilafah Utsmaniyah pernah mengirimkan bantuan sebesar £ 10.000 atau sekitar USD 1,3 juta saat ini, serta tiga kapal berisi makanan dan obat-obatan untuk membantu rakyat Irlandia dilanda kelaparan. Rakyat Amerika Serikat pada tahun 1889 juga pernah mendapatkan USD 1.000 sebagai bantuan dari Khilafah dan umat Muslim untuk korban banjir di Pennsylvania barat daya. Lalu pada tahun 1894 kembali Khilafah mengirimkan bantuan sebesar 300 lira untuk korban kebakaran di negara bagian Wisconsin dan Minnesota.

Di Nusantara, saat Perang Aceh, Khilafah Utsmaniyah mengirimkan 17 kapal perang beserta prajurit dan persenjataan untuk membantu pejuang Aceh melawan kolonial Belanda. Khilafah juga mengirim bantuan untuk Batavia saat dihantam banjir di tahun 1916 sebesar 25 ribu kurush (koin emas).

Kunci Kebangkitan

Hari ini negeri-negeri Muslim justru tertindas. Kekayaan alamnya dijarah. Sumberdaya manusianya kalah dengan bangsa lain. Beberapa negeri Islam terjerat utang ribawi yang besar. Padahal kekayaan alamnya berlimpah. Hukum-hukum Allah SWT pun terbengkalai tanpa ada yang melaksanakannya secara kaffah. Meskipun secara fisik merdeka, kenyataannya umat dipaksa tunduk pada kehendak dan aturan asing.

Karena itu umat harus bersegera menyongsong kebangkitan agar dapat menjalankan kehidupan Islam. Untuk bangkit tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. dan generasi awal kaum Muslim. Bukan dengan mengikuti aturan yang disodorkan pihak asing. Imam Malik bin Anas rahimahulLah menyatakan:

لَنْ يُصْلِحَ آخِرَ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا

Tidak akan bisa memperbaiki kondisi generasi akhir umat ini kecuali apa yang telah mampu memperbaiki kondisi generasi awal umat ini.

Maknanya, umat Muslim dulu bisa menjadi baik dan bangkit dengan Islam. Karena itu sekarang pun mereka hanya bisa baik dan bangkit dengan Islam.

Kunci kebangkitan yang dibawa Rasulullah saw. pada umat manusia adalah membebaskan mereka dari penghambaan sesama menuju penghambaan hanya pada Allah SWT. Itulah yang disampaikan Nabi saw. dalam surat yang ditujukan pada kaum Nasrani Najran:

فَإِنِّي أَدْعُوكُمْ إِلىَ عِبَادَةِ اللهِ مِن عِبَادَةِ الْعِبَاد، وَأَدْعُوكُم إِلىَ وِلاَيَةِ الله مِن وِلاَيَةِ الْعِبَادِ

Sungguh aku menyeru kalian agar menghambakan diri hanya kepada Allah dengan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian untuk berada dalam kekuasaan Allah dan tidak berada dalam kekuasaan sesama hamba (manusia) (Ibn Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah, 5/553).

Islam berhasil menciptakan manusia merdeka dan bangkit, yakni mereka yang tunduk dan menghambakan diri hanya pada Allah SWT, Pencipta segenap makhluk dan alam semesta, Tuhan yang layak disembah.

Meskipun kaum kuffar mengerahkan segenap kemampuan untuk menimpakan bahaya kepada Rasulullah saw. dan kaum Muslim, mereka tidak sanggup melakukan itu. Sebabnya, Rasulullah saw. hanya mencari perlindungan kepada Allah SWT sampai akhirnya turun pertolongan yang mengantarkan beliau pada tampuk kekuasaan.

Kekuasaan inilah yang mengantarkan kaum Muslim pada kemerdekaan dan kebangkitan lebih luas lagi. Dengan kekuasaan tersebut umat leluasa menjalankan hukum-hukum Allah SWT dan terbebas dari tekanan dan paksaan manusia. Mereka mengabdikan hidup dan mati sepenuhnya hanya untuk Allah SWT (Lihat: QS al-An’am [6]: 162).

Tolok Ukur Kebangkitan

Tolok ukur kebangkitan yang sahih bukanlah keberlimpahan materi seperti kemajuan ekonomi, ilmu pengetahuan atau pesatnya pembangunan infrastruktur. Kebangkitan sahih bagi umat adalah kemerdekaan untuk menjalankan syariah Allah SWT secara total di semua bidang kehidupan. Hanya dengan cara inilah umat akan mendapatkan kemajuan di segala bidang sebagaimana yang diraih pada masa lampau.

Tak ada artinya kemajuan materi, sementara manusia masih menghambakan diri mereka kepada sesama manusia dan memperturutkan hawa nafsu. Ini bukanlah kebangkitan, tetapi justru ‘hukuman’ dari Allah SWT karena hal itu membuat derita pada diri sendiri. Imam Ibnu Qayyim mengingatkan, “Mereka lari dari penghambaan (kepada Allah SWT), sementara mereka diciptakan untuk itu, lalu mereka dihukum dengan penghambaan kepada hawa nafsu dan setan.”

Bukankah terbukti bahwa ideologi selain Islam seperti sosialisme-komunisme, kapitalisme dan demokrasi malah menciptakan penghambaan kepada sesama manusia dan menciptakan kerusakan? Dalam demokrasi manusia dipaksa untuk mengikuti aturan yang dibuat oleh manusia dengan mengatasnamakan kedaulatan rakyat. Ironinya, produk undang-undang yang dibuat malah sering menyusahkan rakyat yang telah memilih mereka sebagai penguasa dan wakil mereka.

Lebih ironi lagi, umat malah menolak syariah Islam untuk dijadikan landasan dan aturan kehidupan. Lalu mereka malah ikut-ikutan memberikan stigma pada syariah Islam dengan sebutan radikalisme. Mereka menciptakan islamofobia agar umat takut pada agamanya sendiri. Seolah-olah Islam adalah pangkal persoalan dan kerusakan hari ini. Lalu ketika umat telah tersesat dan sengsara, mereka malah menepuk dada dan merasa telah menjadi penyelamat dan berbuat kebaikan. Padahal Allah SWT telah mengingatkan:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا . الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami memberitahu kalian tentang orang yang paling rugi perbuatannya? (Mereka itulah) orang-orang yang sesat perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.” (TQS al-Kahfi [18]: 103-104).

Karena itu hendaklah kita semua bersegera kembali pada syariah Islam. Tentu dengan mengamalkan dan menerapkan syariah Islam sebagai satu-satunya asas dan aturan kehidupan. Hanya dengan syariah Islamlah kita akan diantarkan pada kebangkitan dan kemerdekaan hakiki. Bebas dari jerat penghambaan sesama manusia menuju penghambaan sejati, yakni menghamba hanya pada Allah SWT.[]

—*—

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah (Muhammad), “Duhai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau memberikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki dan mencabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan menghinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (TQS Ali Imran [3]: 26). []

—*—

Download file PDF versi mobile:

http://bit.ly/kaffah207m

Download file PDF versi cetak:

http://bit.ly/kaffah207

6 CARA PENYUCIAN JIWA

6 CARA PENYUCIAN JIWA

Mari merenung…

1.Jika Allah memudahkan bagimu mengerjakan sholat malam,maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidur.

2.Jika Allah memudahkan bagimu melaksanakan puasa,maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidak berpuasa dengan tatapan menghinakan

3.Jika Allah memudahkan bagimu membuka pintu untuk berjihad,maka janganlah kamu memandang rendah orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan.

4.Jika Allah memudahkan dirimu dalam mengais rezeki bagimu,maka jangan memandang rendah orang-orang yang berhutang dan kurang rezekinya dengan pandangan mengejek dan mencela.karena itu semua adalah titipan Allah yang suatu saat akan kau pertangung jawabkan kelak.

5.Jika Allah memudahkan pemahaman agama bagimu,maka janganlah kamu meremehkan orang-orang yang belum faham agama dengan pandangan hina.

6.Jika Allah memudahkan ilmu bagimu,maka janganlah kamu sombong dan bangga diri,karena Allah lah yang memberimu pemahaman itu.

Boleh jadi orang yang tidak mengerjakan qiyamul lail,puasa (Sunnah), tidak berjihad dan sebagainya,mereka lebih dekat kepada Allah daripada dirimu. C&P.

2 SYARAT MENUNTUT ILMU

DUA HAL PENTING DALAM MENUNTUT ILMU

Imam asy-Sya’bi rahimahullah mengatakan,

إنما كان يطلب هذا العلم من اجتمعت فيه حصلتان: العقل، والنسك.

“Dahulu, orang yang menuntut ilmu (agama) adalah orang yang memiliki dua perangai: (senantiasa menggunakan) akal yang lurus dan semangat dalam beribadah.

فإن كان عاقلا ولم يك ناسكا، قال: هذا أمر لا يناله إلا النسك، فلم يطلبه، وإن كان ناسكا ولم يكن عاقلا، قال هذا أمر لا يناله إلا العقلاء، فلم يطلبه

Jika orang itu memiliki akal namun tidak semangat dalam beribadah, ia akan mengatakan, ‘Urusan ini tidak akan diraih, kecuali oleh orang yang gemar beribadah’ sehingga ia pun tidak mempelajarinya. Sebaliknya, apabila orang tersebut semangat beribadah namun kurang akalnya, ia akan mengatakan, ‘Urusan ini tidak bisa diraih kecuali oleh orang yang memiliki akal’ sehingga ia pun tidak menuntut ilmu.”

✍🏻 Asy-Sya’bi juga mengatakan,

فلقد رهبت أن يكون يطلبه اليوم من ليس فيه واحدة منهما، لا عقل ولا نسك

 “Sungguh aku mengkhawatirkan para penuntut ilmu di masa ini apabila ia tidak memiliki satu pun perangai di atas: tidak memiliki akal yang lurus, demikian pula tidak  memiliki semangat ibadah.”

📚 Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 33

⚙️Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.”

[HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]

3 SOLUSI UNTUK MENDAPATKAN KELAPANGAN HATI

 TIGA SOLUSI UNTUK MENDAPATKAN KELAPANGAN HATI

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata :

العلاج المناسب لانشراح الصدر هو كثرة ذكر الله عز وجل قال الله تعالى(ألا بذكر الله تطمئن القلوب)ومن العلاج ألا يهتم الإنسان بأمور الدنيا وألا يكون له هم إلا الآخرة ومن العلاج أن يكون الإنسان باذلا لمعروفه سواء ببذل المال أو ببذل المنافع.

(1).Solusi yang tepat untuk lapangnya hati adalah dengan banyak berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”.

(2).Solusi yang kedua adalah tidak risau dengan urusan dunia. Sebaliknya, tidaklah seorang itu cemas melainkan untuk kepentingan akhiratnya.

(3).Solusi yang ketiga adalah mengerahkan segenap tenaga untuk kebaikan dirinya, baik dengan menyedekahkan harta maupun menebarkan manfaat.

( Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb jilid 12 halaman 22 )

SOLUSI PERTAMA dengan mengingat Allah ( berzikir) dan tawakal ( berserah diri ) , kita pasrah pada kehendak Allah.

Firman Allah Subhanallahu Ta’ala dalam Al-Qur’an

” Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi apabila Allah membiarkanmu ( tidak memberi pertolongan) , maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang orang mukmin bertawakal. “( QS Ali Imran (3) : 160 )

” ( Yaitu) orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan MENGINGAT Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. “( QS. Ar-Ra’d (13) : 28 )

SOLUSI KEDUA tidak risau urusan dunia…bersifat Zuhud , Wara’ dan Khauf.

Firman Allah Subhanallahu Ta’ala dalam hadits Qudsi menyatakan,

” Wahai Musa ! Sesungguhnya orang tidak akan dapat berpura-pura berbuat zuhud ( sederhana) kepada-Ku dalam hidup di dunia dan tidak akan dapat mendekatkan diri kepada-Ku dengan berpura-pura berbuat wara’ ( hati-hati ) dari segala hal yang diharamkan kepada mereka, dan tidak akan dapat berpura-pura beribadah kepada-Ku dengan cara menangis seolah-olah takut kepada-Ku.( HQR.Qudla’i yang bersumber dari Ka’ab radiyallahu anhu)

Melakukan Zuhud dalam kehidupan dunia , dalam arti berpaling dari kehidupan mewah dan tidak memgikuti hawa nafsu.

Wara’ itu pada dasarnya ialah menahan diri dari hal-hal yang haram , kemudian diperluas menjadi menahan diri dari hal-hal yang mubah walaupun halal.

Khauf …menangis karena takut akan keagungan Allah Subhanallahu wa ta’ala, bukan menangis disebabkan sedih tidak punya uang ( harta ).

SOLUSI KETIGA..Untuk berbuat kebajikan kepada sesama.

Firman Allah Subhanallahu Ta’ala dalam Al-Qur’an

” Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil , dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”( QS.An-Nisa’ (4) : 36 )

Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang lapang didalam menerima petunjuk-Nya.

Ya Allah selamatkan kami dari wabah COVIED-19 atau apapun penyakit yang sedang mengganas di bumi tempat kami berpijak dan angkatlah dia ke tempat dia berasal.

Ya Allah  , datangkanlah kebaikan kepada kami di dunia dan di akhirat dan jagalah kami dari api neraka.

Ya Allah  , hanya kepada Engkau ya Tuhanku kami bermohon dan berserah diri , ya Allah kabulkanlah doa kami. Aamiin.

Kebenaran milik Allah Subhanallahu wa ta’ala dan kesalahan adalah perbuatan manusia oleh karena itu apabila ada yang salah mohon dimaafkan.

Barakallah

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. C&P.

7 PUNCA DITUTUPNYA PINTU HIDAYAH

7 SEBAB DITUTUPNYA PINTU TAUFIK

🎙 Berkata Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah Ta‘ala :

ﺃﻏﻠﻖ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻋﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻦ ﺳﺘﺔ ﺍﺷﻴﺎﺀ :

-1 ﺍﺷﺘﻐﺎﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﻨﻌﻤﺔ ﻋﻦ ﺷﻜﺮﻫﺎ .

-2 ﻭﺭﻏﺒﺘﻬﻢ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻭﺗﺮﻛﻬﻢ ﺍﻟﻌﻤﻞ .

-3 ﺍﻟﻤﺴﺎﺭﻋﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻭﺗﺄﺧﻴﺮ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ

-4 ﺍﻻﻏﺘﺮﺍﺭ ﺑﺼﺤﺒﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻻﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﺄﻓﻌﺎﻟﻬﻢ

-5 ﺍﺩﺑﺎﺭ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﻫﻢ ﻳﺘﺒﻌﻮﻧﻬﺎ .

-6 ﺍﻗﺒﺎﻝ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻫﻢ ﻣﻌﺮﺿﻮﻥ ﻋﻨﻬﺎ

“Pintu taufik akan ditutup dari seseorang melalui enam perkara :

1. Sibuk terhadap nikmat hingga lupa untuk mensyukurinya,

2. (Semangat) mencari ilmu namun tidak mau mengamalkannya,

3. Bersegera untuk berbuat dosa namun mengakhirkan taubat,

4. Tertipu dengan persahabatan dirinya bersama orang-orang saleh namun dia sendiri tidak mau mencontoh perilaku mereka,

5. Dunia berpaling dari mereka namun mereka masih tetap mengejarnya.

6. Akhirat menyambut mereka namun mereka berpaling darinya.

📚 Sumber : Fawaid hal.258 Karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah C&P.

7 Jenis Persahabatan

7 Macam Persahabatan ~

Ada 7 macam persahabatan, namun hanya 1, yang sampai hingga Akhirat.

1. “Ta’aruffan” , adalah persahabatan yg terjalin krn pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM & lainnya.

2. “Taariiihan”, adalah persahabatan yg terjalin krn faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama & sebagainya.

3. “Ahammiyyatan”, adlh persahabatan yg terjalin krn faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. “Faarihan”, adlh persahabatan yg terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing & sebagainya.

5. “Amalan”, adlh  persahabatan yg terjalin krn seprofesi, misalnya sama2 guru, dokter & sebagainya.

6. “Aduwwan”, adlh seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, “Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang” (QS 3:120).

Rasulullah mengajarkan doa”, Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yg bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.”

7. “Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabat yg lahir batin, tulus saling cinta & sayang krn ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam2 dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.

Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya krn Allah Ta’ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 – 6 akan sirna di Akhirat. yg tersisa hanya ikatan persahabatan yg ke 7, yaitu persahabatan yg dilakukan krn Allah (QS 49:10),

“Teman2 akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yg lain, kecuali persahabatan krn Ketaqwaan” (QS 43:67).

ADA dimanakah persahabatan kita ? C&P.

5 JENIS SAHABAT – IMAM AL-GHAZALI

Kedudukan sahabat mendapat perhatian oleh agama. Hal ini menunjukkan bahwa sahabat memiliki kedudukan penting bagi perkembangan, pertumbuhan, dan pengambilan sikap pribadi kita.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW  mengingatkan kita agar hati-hati dalam mencari sahabat sejati.

  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Seseorang bisa dilihat dari keberagamaan sahabatnya. Hendaklah setiap kamu memerhatikan bagaimana sahabatmu beragama.’”

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah menyebutkan sedikitnya lima hal yang perlu diperhatikan dalam mencari sahabat.

Pertama, akal.    

 فإذا طلبت رفيقا ليكون شريكك في التعلم، وصاحبك في أمر دينك ودنيا فراع فيه خمس خصال: الأولى: العقل: فلا خير في صحبة الأحمق، فإلى الوحشة والقطيعة يرجع آخرها، وأحسن أحواله أن يضرك وهو يريد أن ينفعك، والعدو العاقل خير من الصديق الأحمق

“Bila kau ingin mencari sahabat yang menemanimu dalam belajar, atau mencari sahabat dalam urusan agama dan dunia, maka perhatikanlah lima hal ini. Pertama, akalnya. Tiada mengandung kebaikan persahabatan dengan orang dungu. Biasanya berakhir dengan keengganan dan perpisahan. Perilaku terbaiknya menyebabkan kemudaratan untukmu, padahal dengan perilakunya dia bermaksud agar dirinya berarti untukmu. Peribahasa mengatakan, ‘Musuh yang cerdik lebih baik daripada sahabat yang dungu,’”

(Lihat Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Indonesia: Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, tanpa catatan tahun], halaman 90).

Imam Al-Ghazali menempat akal pada urutan pertama. Pasalnya, sahabat yang bodoh atau dungu lebih banyak mencelakai kita karena kebodohanya meskipun ia bermaksud baik.

Kedua, akhlak terpuji.      

   الثانية: حسن الخلق: فلا تصحب من ساء خلقه، وهو الذي لا يملك نفسه عند الغضب والشهوة

“Kedua, akhlak yang baik. Jangan bersahabat dengan orang yang berakhlak buruk, yaitu orang yang tidak sanggup menguasai diri ketika sedang marah atau berkeinginan,”

(Lihat Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Indonesia: Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, tanpa catatan tahun], halaman 90-91).

Akhlak bukan hanya dilihat dalam situasi normal. Akhlak seseorang lebih jauh dari itu juga perlu diperhatikan dalam situasi marah atau syahwat. Kalau dalam situasi marah atau syahwat seseorang dapat mengendalikan diri, dalam situasi normal ia lebih berkuasa atas dirinya sehinga sanggup mengedepankan akhlak terpuji.

Ketiga, kesalehan.

         الثالثة: الصلاح: فلا تصحب فاسقا مصرا على معصية كبيرة، لأن من يخاف الله لا يصر على كبيرة، ومن لا يخاف الله لا تؤمن غوائله، بل يتغير بتغير الأحوال والأعراض،

“Kesalehan. Jangan bersahabat dengan orang fasik yang terus menerus melakukan dosa besar karena orang yang takut kepada Allah takkan terus menerus berbuat dosa besar. Orang yang tidak takut kepada Allah tidak bisa dipercaya perihal kejahatannya. Ia dapat berubah seketika seiring perubahan situasi dan kondisi,”

(Lihat Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Indonesia: Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, tanpa catatan tahun], halaman 91).

Imam Al-Ghazali tidak menyebut kesalehan dengan kegemaran beribadah. Kesalehan di sini adalah seberapa jauh orang yang patut dijadikan sahabat menjauhkan diri dari dosa besar. Seseorang yang terus menerus melakukan dosa besar menunjukkan ketidakakutannya kepada Allah. Orang ini cukup berbahaya untuk dijadikan sebagai sahabat karena tidak ada jaminan yang membuat kita selamat dari kejahatannya.

Allah  berpesan kepada Rasululah SAW  dalam Surat Al-Kahfi ayat 28 berikut ini:       

 وَلا تُطِع مَن أَغفَلنا قَلبَهُ عَن ذِكرِنا وَاتَبَعَ هَواهُ وَكانَ أَمرُه فُرُطا

“Jangan kau ikuti orang yang Kami lalaikan hatinya untuk mengingat Kami dan orang yang mengikuti hawa nafsu dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

Keempat, tingkat keserakahan terhadap dunia.        

الرابعة: ألا يكون حريصا على الدنيا: فصحبة الحريص على الدنيا سم قاتل؛ لأن الطباع مجبولة على التشبه والاقتداء، بل الطبع يسرق من الطبع من حيث لا يدري فمجالسة الحريص تزيد في حرصك، ومجالسة الزاهد تزيد في زهدك

“Keempat, jangan cari sahabat yang gila dunia. Persahabatan dengan orang yang gila dunia (serakah) adalah racun mematikan karena watak tabiat itu meniru dan meneladani. Bahkan tabiat itu mencuri tabiat orang lain dari jalan yang tidak disadari. Pergaulan dengan orang serakah dapat menambah keserakahanmu. Sementara persahabatan dengan orang zuhud dapat menambah kezuhudanmu,”

(Lihat Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Indonesia: Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, tanpa catatan tahun], halaman 92).

Persahabatan dengan orang yang rakus dan serakah terhadap dunia dikhawatirkan dapat berpengaruh kepada sahabat. Sebaliknya, kezuhudan orang di sekitar kita diharapkan menular kepada kita. Di sini pentingnya memerhatikan tingkat kezuhudan atau keserakahan seseorang terhadap dunia.

Kelima, kejujuran.     

   الخامسة: الصدق: فلا تصحب كذابا، فإنك منه على غرور، فإنه مثل السراب، يقرب منك البعيد، ويبعد منك القريب.

“Kelima, jujur. Jangan bersahabat dengan pendusta. Kau dapat tertipu olehnya. Pendusta itu seperti fatamorgana, dapat mendekatkan sesuatu yang jauh dan menjauhkan yang dekat darimu,”

(Lihat Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Indonesia: Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, tanpa catatan tahun], halaman 92).

Kejujuran ini sangat penting karena ia akan memberikan informasi atau kabar yang valid dan akurat kepada kita.

Setidaknya, ia membawa kabar apa adanya, bukan interpretasi atau tafsirnya atas informasi tersebut.

Lima kriteria ini merupakan acuan bagi kita untuk mencari sahabat sejati. Memang tidak mudah untuk mendapat orang sempurna seperti ini. Tetapi setidaknya kita dapat mencari seseorang yang mendekati kriteria tersebut.

Wallahu a’lam bis shawab.

 ═════•❁📚🌹📚❁•═════

❥●•••❀°•┈❀🌹🌹❀┈•°❀•••●❥

Semoga اَللّهُ senantiasa melimpahkan Rahmat Taufik serta hidayah-Nya kepada kita semua ,  tetap istiqamah  dalam kebaikan & meningkatkan amal ibadah C&P.

REZEKI YANG TIDAK DISEDARI

REZEKI YANG TIDAK DISEDARI

Dulu, saya mengira sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur’an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya  pintu rezeki (dapat kekayaan harta).

Padahal justru ibadah-ibadah itu sndiri adalah rezeki.

Karena yg saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, properti disana-sini

Intinya rezeki itu adalah: “HARTA”

Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar

Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki.

Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki.

Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki.

Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.

Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.

Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu  merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.

Tubuh yang sehat adalah rezeki.

Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.

Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rezeki yang kita tidak sadari.

Suami istri dan anak2 sehat itu rezeki, anak-anak dapat bersekolah lancar itu rezeki.

Hidup rukun sama tetangga itu juga rezeki.

Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki, karena Anda akan mendapatkan ilmu darinya.

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan.

Astaghfirullah

 ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Al-Hadid – 57:20)