WAHAI WANITA, JANGAN CERITA KISAH GELAP ANDA KEPADA USTAZ

WAHAI WANITA, JANGAN CERITA KISAH GELAP ANDA KEPADA USTAZ

Mohon sangat-sangat kepada para wanita jikalau ada sebarang masalah dalaman, kisah gelap dan seumpamanya supaya tidak sama sekali berhubung atau menceritakan masalah kepada para ust-ust.

Tidak kira ust tersebut sealim bagaimana, popular bagaimana, warak bagaimana sekalipun hatta ust yang bergelar sunnah sekalipun.

Ini kerana mereka ini lelaki dan para lelaki ujian besarnya ialah para wanita. Mohon juga mereka memahami kenapa para ust ini ada yang langsung tidak ingin melayan kisah peribadi mereka bila diutarakan.

Takut terjerumus dalam fitnah sebeginilah hakikatnya.

Boleh rujuk terus kepada para ustazah dan juga para agamawan yang muslimah.

Ini hanya selaku peringatan semata. Tidak berkait dengan isu semasa ataupun apa sahaja.

Ingin bertaubat, kembali kepada Allah SWT hanya memerlukan istighfar, doa dan solat taubat. Segala dosa peribadi adalah terhijab hingga kita sendiri yang membukanya.

Ingat ya, asatizah bukan para malaikat yang tiada nafsu dan tiada dosa. Beza mereka dengan orang awam hanyalah kerana tanggungjawab dan amanah ilmu agama yang Allah berikan buat mereka untuk disebarkan.

P/s: Naif bagaimana seseorang wanita, buntu bagaimana fikirannya sekalipun, jangan sama sekali menceritakan hal peribadinya kepada pihak yang bernama ustaz. Kalau ingin bertanya sekalipun bertanya atas soalan umum, bukan kisah peribadi.

Syaitan bagi seseorang alim lebih licik dan lebih dahsyat berbanding syaitan bagi orang biasa.

10 SEBAB MATINYA HATI MANUSIA

10 SEBAB MATINYA HATI MANUSIA

قلوبنا ماتت بعشرة أشياء

Hati kita mati disebabkan 10 hal:

1. عرفنا الله ولم نؤد حقه

1. Kita tahu bahwa Allah itu ada, tapi tidak melaksanakan hak-Nya.

2. وقرأنا كتاب الله ولم نعمل به

2. Kita membaca Al-Qur`an, tapi tidak mengamalkannya.

3. وادعينا محبة رسول الله (صلي الله عليه وسلم) وتركنا سنته

3. Kita mengaku cinta Rasulullah صلى الله عليه وسلم , tapi meninggalkan sunnahnya.

4. وادعينا معاداه الشيطان ووافقناه على ما غوانا

4. Kita mengaku setan itu musuh kita, tapi kita mengikuti rayuannya.

5. وقلنا نحب الجنة ولم نعمل لها

5. Kita menginginkan surga, tapi tidak berusaha mendapatkannya.

6. وقلنا نخاف النار ووهبنا أنفسنا لها

6. Kita takut neraka, tapi justru kita menyerahkan diri kita untuknya.

7. وعلمنا أن الموت حق ولم نشق له

7. Kita tahu bahwa kematian adalah pasti, tapi kita tidak mempersiapkannya.

8. وانشغلنا بعيوب الناس ونسينا عيوب أنفسنا

8. Kita sibuk dengan aib orang lain, tapi melupakan aib diri sendiri.

9. وأكلنا نعم ربنا ولم نشكر له

9. Kita menikmati karunia Allah, tapi tidak mensyukurinya.

10. ودفنا موتانا ولم نعتبر

10. Kita ikut mengubur saudara-saudara kita yang telah mati, tapi tidak bisa mengambil pelajaran.

Mutiara Feqah

RENUNGAN FEKAH 

Kadang kesian tengok orang tak tahu langsung bab taharah ni. Bila diajar lagi melenting, ini paling kesian.

1. Seluar dalam terkena keputihan, masuk sekali dalam mesin basuh, putar semua sekali dengan baju baju lain. Baju anak baju suami semua campur. Sepatutnya kena cuci dulu keputihan tu bagi bersih sampai hilang bau, warna dan rasa.

2. Pakai clothpad (pad jenis kain). Cuci cuci sikit sampai dah tak banyak darah. Kemudian campak sekali dalam mesin bersama pakaian lain. Tak boleh ye kalau masih ada kesan darah. Masih jelas warna darah walaupun setompok pun, ia tetap najis. Darah ialah najis. Kalau nak campak sekali dalam mesin tu kena cuci bersih sampai hilang bau, warna dan rasa.

3. Seluar baju anak terkena sikit sikit najis campur je terus masuk mesin basuh. Zetttt masuk mesin basuh campur segala pakaian. Maka bernajislah seluruh pakaian. Sama step, kena cuci guna air mengalir dulu dan hilangkan semua kesan. Hilang bau, warna dan rasa.

Apa akibatnya?

Bila seluruh pakaian menjadi najis, dipakai pula bawa solat. Apa akibatnya pada ibadah kita?

Tapi ada juga mesin basuh ‘patuh syariah’. Jadi boleh refer orang yang lebih arif bab mesin basuh ni ya.

4. Bila sebut najis, kita faham tahi je. Sedangkan najis termasuklah air kencing, air liur basi, dan banyak lagi. Najis ada banyak jenis sebenarnya masa sekolah dalam subjek pendidikan Islam dah belajar. Mughalazah, mutawasitah dan mukhafafah. Ada pengkelasan nya.

5. Anak terkencing merata dalam rumah, amek mop, lap. Settle. Sedangkan perbuatan dia menyebabkan najis tu merebak rebak sebab ain nya belum disingkirkan. Ingat ya, najis ni kena singkirkan ain dulu, kemudian baru boleh tuang air mutlak, dan baru boleh mop. Kat sekolah ustaz ajar dah bab cuci najis ni. Saya masih ingat dengan jelas.

6. Berjalan merata pusing mall, masuk waktu solat terus ambil wudhuk tak check dulu kalau kalau ada air wadi atau keputihan. Belasah je amek wuduk terus solat. Ada juga jenis lepas pakai kain telekung dia buka panty dalam surau tu juga. Najis masih ada di kemaluan. Tak sah solat sebab solat bawa najis. Pastikan check dulu dan cuci jika ada apa apa kesan di seluar dalam. Sebaiknya pakailah pantiliner, senang buang saja dan bersihkan kemaluan sebelum ambil wuduk.

7. Khilaf.

Ada pendapat kata sah pakaian dibuat solat bila basuh dgn mesin basuh walaupun bercampur najis (najis yg sedikit spt mazi dan seumpamanya, jgn tahik stoko sudoh), kerana air utk membasuh itu “didatangkan” dan “dilalukan” serta “dibilaskan” selama 3 kali. Dan air itu lalu masuk dan keluar dari mesen, dan bukan menakung air.

Ada pendapat lain kata tidak sah selagi tidak “dibilas” secara manual, org tranung kata bilas atau jirus air lalu.

Hukum basuh baju dgn mesin basuh ni hukum muasoroh, hukum yg baru dan tiada pd zaman nabi.

Fuqoha’ telah jawab perkara ni dan berlaku khilaf. Bila khilaf, ianya rahmat kpd umat Islam.

Melainkan khilaf itu terjadi pd zaman sahabat, meninggalkan khilaf itu lebih baik dan terima yg sedia ada.

Dalam bab basuh baju dgn mesen, xdok masaloh. Bilas manual lebih molek, kalu lupa bilas manual pun, masih sah. Doksoh bimbang neh..

Berat ke Islam ni?

Tak berat.. Kita je yang suka ambil ringan.

Tak tahu, belajar. Ramai je yang boleh ajar. Sebab tu kan dalam Islam ni tugas suami didik isteri. Kalau suami tak tahu, suami pergi belajar atau izinkan isteri pergi belajar…

Kufur Terhadap Suami

Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya adalah ciri ciri wanita penghuni neraka

Seorang istri hendaknya qanaah (merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan) dengan bersyukur kepada Allah Ta’ala dan juga bersyukur kepada suami bagaimana pun keadaan nafkah yang diberikan padanya.ㅤㅤㅤ

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Aku diperlihatkan neraka. Aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, “Kenapa bisa seperti itu wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda, “Dikarenakan kekufurannya”. Lalu ada yang berkata, “Apakah karena mereka kufur kepada Allah?”. Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika engkau berbuat baik kepada istrimu sepanjang tahun, kemudian ia melihat sedikit engkau tidak berbuat baik padanya sekali saja, pasti ia akan mengatakan, “Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun padamu”.”

(HR. Bukhari, no. 1052).

Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari.

Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allahسبحانه وتعالى tidak akan melihat istri model begini sebagaimana dijelaskan

Oleh Rasulullah ﷺ dalam sabdanya:

“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri suaminya sedang ia selalu membutuhkannya.”

(HR. Nasa’i di dalam Al Kubra (9086) dan Al Bazzar dalam musnadnya (2349) dari Abdullah bin ‘Amr).Di shahihkan oleh syekh Al Bani (no. 289).

Janganlah seorang istri menyakiti hati suaminya dan dia ingkari kebaikan suami hanya karena satu kesalahan saja, itu pun bisa jadi bukan karena di sengaja. Lalu dia ingkari kebaikan-kebaikan suami dan pengorbanan suami selama ini.

Dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Tidaklah ada seorang istri yang menyakiti suaminya di dunia, kecuali istrinya dari bidadari surga berkata, “Janganlah kamu menyakitinya. Semoga Allah membalasmu. Dia adalah tamumu, yang sebentar lagi akan meninggalkanmu dan mendatangi kami”.

(HR. Tirmidzi no. 1174, dinilai shahih oleh Al-Albani)

wahai wanita bersyukurlah pada apa yang sudah suamimu beri dan janganlah kalian ingkari kebaikan-kebaikannya hanya karena satu kesalahan yang dia perbuat, jadilah seorang pengingat untuknya dikala dia khilaf, karena dalam rumah tangga keduanya harus sama-sama saling berbagi peran agar tercapainya keluarga yang bahagia.

10 ANGGOTA TUBUH YANG BERBICARA PADA HARI KIAMAT.

10 ANGGOTA TUBUH YANG BERBICARA PADA HARI KIAMAT.

Bismillahirrahmanirrahim…

Setiap apa yang dilakukan manusia di dunia ini pada hakikatnya akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap bahagian dari tubuh kita kelak pada hari kiamat akan (Berbicara)  bercakap menganai apa saja yang sudah kita lakukan di dunia ini.

✍️Sudahkan tubuh ini kita gunakan untuk taat pada apa-apa yang Allah perintahkah? Atau malah sebaliknya?

↗️Sesuai Firman Allah SWT :

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan, “(Qs. Yasin: 65).

✍️Jika hari ini kita masih boleh beralasan dengan segala Alasan & Alibi yang kita lakukan Untuk membenarkan kesalahan. Maka di hari kiamat nanti, sesungguhnya mulut kita akan dikunci. Tubuh-tubuh kita yang pernah berbuat kesalahan dan dosa akan memberi keterangan di hadapan Allah nanti.

↗️Abu Bakr Al-Asham berkata : bahawa ada sepuluh anggota tubuh manusia yang akan berbicara pada hari kiamat, yaitu:

✅Dua telinga.

✅Dua mata.

✅Dua kaki.

✅Dua tangan.

✅Kulit.

✅Lisan.

Kelak, tidak ada badan yang berdusta di hadapan Rabb-Nya.

Demikiankah 10 Anggota badan yang akan berbicara di hari kiamat nanti, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk menambah keimanan kita. Aamiin Yarabbal’alamin.

KEBANYAKAN MANUSIA LEBIH MENGUTAMAKAN HAL DUNIA DARIPADA AKHIRATNYA

KEBANYAKAN MANUSIA LEBIH MENGUTAMAKAN HAL DUNIA DARIPADA AKHIRATNYA

#muhasabahdiri

Dua perkara yang menyedihkan:

1: Seorang lelaki yang tidak pernah masuk masjid kecuali jenazahnya.

2: Seorang wanita yang tidak pernah menutupi auratnya kecuali ketika dikafani.

Firman Allah SWT:

‎بل تؤثرون الحياة الدنيا

“Sedangkan kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia…”

(QS Al-A’la: 16)

Demikianlah sikap kebanyakan manusia:

1: Mereka boleh masuk ke tempat kerja sebelum waktunya.

2: Mereka boleh tiba di lapangan terbang sebelum waktunya.

3: Mereka boleh datang (menunggu giliran) di hospital sebelum waktunya.

4: Mereka boleh berada di dalam stadium, 2 atau 3 jam sebelum perlawanan bermula…

Akan tetapi tatkala mereka mendengar Azan mereka berlengah-lengah tanpa berasa apa-apa.

JOM BERSYUKUR

JOM BERSYUKUR

1. Syukur: Menggunakan nikmat sesuai dgn tujuan ia dijadikan seperti:

i. Guna kaki untuk berjalan ke masjid;

ii. Guna lidah untuk berkata yang baik.

2. Syukur merupakan pangkat paling tinggi, bahkan lebih tinggi daripada sabar, khauf dan zuhud. Hal ini kerana, syukur mengandungi sabar, redha, pujian dan ibadah badan serta hati yang banyak.

3. Syukur berkekalan hingga ke syurga sebagaimana firman Allah dalam Surah Yunus ayat 10:

Doa mereka di dalam syurga itu: “Maha suci Engkau wahai Tuhan kami!” Dan ucapan penghormatan mereka: “Selamat sejahtera!”. Dan akhir doa mereka:

الحمد لله رب العالمين

4. Oleh kerana pangkatnya tinggi, tidak ramai sampai ke pangkat syukur sebagaimana Allah firmankan dalam Quran:

dan sememangnya sedikit sekali antara hamba-Ku yang bersyukur [Saba’: 13]

5. Syukur menjadi asbab untuk Allah menambahkan nikmat-Nya sebagaimana firman Allah:

sesungguhnya! Jika kamu bersyukur, nescaya Aku tambahi nikmat-ku kepadamu [Ibrahim: 7]

6. Ada syukur yang tidak diharuskan syarak, yakni bersyukur ke atas rezeki yang diperolehi melalui jalan maksiat. Seperti seorang wanita yang mendapat anugerah melalui peragaan auratnya, lalu ia bersyukur atas anugerah itu. Tidak sah syukurnya.

7. Nikmat yang banyak, bukanlah tanda petunjuk keredhaan Allah. Kerana boleh jadi nikmat itu sebenarnya adalah istidraj. Maka hisablah diri dan lihatlah yang lebih bawah (lebih memerlukan) daripada dirimu agar engkau bersyukur dan insaf.

8. Cara bersyukur: perbanyak memuji Allah, kerjakan ketaatan, guna nikmat pada kebaikan, sujud syukur.

9. Sujud syukur kaifiatnya seperti sujud tilawah yang memestikan taharah, niat, takbiratul ihram, sujud, duduk salam.

10. Tanda orang tak bersyukur, adalah mereka yang menggunakan nikmat (gaji, kereta, suara, ilmu, tanah, ladang) ke arah maksiat dan kelalaian.

Wallahua’lam.

Manisnya Buah Menjaga Lisan dan Kemaluan

Manisnya Buah Menjaga Lisan dan Kemaluan

عن سهل بن سعد رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ ، وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

رواه البخاري (رقم/6474)

Dari Sahal bin Saad radliyallaahu anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang menjamin padaku bahwa dia mampu menjaga antara dua tulang rahangnya (lisan) dan di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku jamin ia masuk surga.” 

(HR. Bukhari)

Pelajaran yang terdapat dalam hadist :

1- Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika dibandingkan anggota badan yang lain. Akan tetapi, ia dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai penduduk surga atau bahkan dapat menyebabkan pemiliknya dilemparkan ke dalam api neraka.

2- Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan apa yang dikatakan oleh lisannya, karena bisa jadi seseorang menganggap suatu perkataan hanyalah kata-kata yang ringan dan sepele namun ternyata hal itu merupakan sesuatu yang mendatangkan murka Allah.

3- Oleh karena itu wajib bagi setiap muslim untuk menjaga lisan dan kemaluannya dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah, dalam rangka untuk mencari keridhaan-Nya dan mengharap balasan berupa pahala dari-Nya.

Semua ini adalah perkara yang mudah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala.

4- Semoga kita bisa menjaga lisan, kemaluan, tangan, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota badan dari yang diharamkan Allah hingga ajal menjemput maka kita insyaAllah berhak mendapatkan surga yang penuh kenikmatan dan berjumpa dengan Rabbnya

Tema hadist yang  berkaitan dengan Al Qur’an :

1- Ketika kita telah mengetahui bahaya yang timbul akibat tidak menjaga lisan, dan kita pun telah mengetahui bagaimana manisnya buah menjaga lisan, sudah sepantasnya kita selalu berfikir sebelum kita mengucapkan suatu perkataan. Apakah kiranya perkataan tersebut akan mendatangkan keridhaan Allah Ta’ala atau bahkan sebaliknya ia akan mendatangkan kemurkaan Allah Ta’ala.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

[Qaaf: 18]

2- Laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya. 

(Al-Ahzab: 35)

Yakni memeliharanya dari hal-hal yang diharamkan dan dosa-dosa, terkecuali terhadap hal-hal yang diperbolehkan. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حافِظُونَ إِلَّا عَلى أَزْواجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ فَمَنِ ابْتَغى وَراءَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ العادُونَ

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. [Al-Mu-minun: 5-7]

Cabang-Cabang Kekufuran

Cabang-Cabang Kekufuran Dan Dalilnya 

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

CABANG-CABANG KEKUFURAN DAN DALIL-DALILNYA

Syaikh Ibrahim ar-Ruhaili hafizhohullah berkata, “Kufur itu mempunyai cabang-cabang yang banyak, sebagaimana halnya juga iman mempunyai cabang-cabang yang banyak”

Contoh diantara cabang kekafiran misalnya, Allah berfirman [QS Al-Maidah: 44]

‎وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka dia termasuk orang kafir”

Syaikhul Islam rohimahullah berkata dalam Majmu Fatawa jilid 7/ hal 350, “Sesungguhnya manusia terkadang pada mereka ada padanya cabang keimanan dan cabang kekafiran, dan dia disebut muslim”

Sebagaimana yang dikatakan Imam Ahmad rohimahullah,

“Dan terkadang seorang muslim terdapat padanya kufur yang dibawah kekufuran” Maksudnya yaitu kufur kecil.

Sebagaimana Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa menafsirkan firman Allah [QS Al-Maidah: 44]

‎وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Bahwa yang dimaksud dengan kafir disini kafir… (( كفر دون كفر))… yaitu kafir kecil”

Dan diantara dalil yang menunjukkan bahwa adanya cabang-cabang kekafiran itu diantaranya hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari hadits Abdullah bin Amr, bahwa Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda 

“ada empat perangai, siapa yang empat perangai ini ada padanya semua, maka ia munafik yang murni, dan siapa yang ada padanya satu perangai maka ada padanya satu perangai kemunafikan sampai ia meninggalkannya”

Apa itu ?

‎إذا اؤتُمن خان ، وإذا حدث كذب ، وإذا عا هد غدر ، وإذا خا صم فجر

“Apabila diberikan amanah dia berkhianat, apabila berbicara ia berdusta, apabila ia berjanji ia tidak menepati, dan apabila ia bertengkar maka ia berbuat jahat”

Ini menunjukkan akan adanya cabang-cabang kekufuran.

Maka dari itu (kata Beliau), disini ada tiga permasalahan yang hendaknya diperhatikan;

1⃣ Bahwa cabang-cabang kekafiran itu derajatnya berbeda-beda, ada yang sampai mengeluarkan dari Islam, ada yang tidak sampai.

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“dan cabang-cabang keimanan ada 2 macam, Ucapan dan Perbuatan, demikian pula cabang-cabang kekafiranpun ada 2 macam, yaitu ucapan dan perbuatan

Diantara cabang-cabang keimanan ada cabang yang apabila hilang, maka hilang keimanan.

Demikian pula cabang-cabang yang bersifat perbuatan, kalau hilang bisa jadi hilang keimanannya.

Demikian pula cabang-cabang kekafiran, ada yang sifatnya ucapan dan perbuatan, ada yang sampai kepada derajat kafir murtad dari agama Islam, dan ada yang belum.“

2⃣ Bahwa bisa jadi pada seseorang itu terkumpul cabang keimanan dan cabang kekafiran, dimana padanya ada kufur dan iman.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata, dalam Kitab Majmu Fatawa jilid 7/ hal 353, “Kadang pada seorang hamba itu berkumpul padanya kemunafikan dan iman, kekafiran dan iman”

3⃣ Bahwa orang yang ada padanya cabang dari cabang kekafiran.

Maka itu tidak menghilangkan nama Islam darinya, artinya dia sebagai seorang muslim, masih sebagai muslim, namun ia tidak berhak disebut orang mukmin yang sempurna.

Terkadang seseorang itu banyak padanya cabang-cabang keimanan sehingga ia lebih dekat kepada kesempurnaan iman, atau kadang banyak padanya cabang-cabang kekufuran sehingga ia lebih dekat kepada kekafiran.

Wallahu a’lam 🌼

Cahaya Pada Anggota Bekas Wuduk

Cahaya Pada Anggota Bekas Wuduk

🌐 http://www.salamdakwah.com/artikel/1646-cahaya-anggota-bekas-wudlu 

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: 

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ubun-ubun, tangan dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudlu”.

Siapa yang mau memanjangkan cahaya di ubunnya, silahkan dia lakukan”. 

(HR Bukhari dan Muslim)

Fawaid Hadits:

1. Keutamaan wudlu.

2. Bekas air wudlu akan memancarkan cahaya pada anggota wudlu, dan keistimewaan yang agung yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Syaikhul Islam berkata: 

“Wudlu adalah diantara keistimewaan umat ini, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang shahih.

3. Ketaatan kepada Allah adalah sebab kebahagiaan dan kesuksesan.

4. Tidak disunnahkan dalam mencuci tangan dan kaki untuk melebihi siku-siku dan mata kaki.

Karena ayat dan hadits-hadits hanya menunjukkan kepada hal itu.

Adapun lafadz: “Siapa yang mau memanjangkan cahaya di ubunnya, silahkan dia lakukan”.

Adalah mudroj (tambahan perkataan) dari perkataan Abu Hurairah.

Wallahu a’lam.

☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕

Barakallah fikum.

✒ Ditulis oleh : 

Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. حفظه الله تعالى