ILMU AGAMA ADALAH KUNCI SEGALA KEBAIKAN

ILMU AGAMA ADALAH KUNCI SEGALA KEBAIKAN

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan baginya maka Allah akan memahamkannya dengan agama, dan aku hanyalah membagi sedang Allah Dia-lah yang memberi, dan akan senantiasa (segolongan) umat ini tegak (istiqomah) di atas agama Allah, orang yang menyelisihi mereka tidak membahayakan mereka, sampai datang ketetapan Allah.

[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah radhiyallahu’anhu]

Dawuh Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Al-Asqolani Asy-Syafi’i rahimahullah

وَهَذَا الْحَدِيثُ مُشْتَمل على ثَلَاثَة أَحْكَام أَحدهَا فضل التفقه فِي الدِّينِ وَثَانِيهَا أَنَّ الْمُعْطِيَ فِي الْحَقِيقَةِ هُوَ اللَّهُ وَثَالِثُهَا أَنَّ بَعْضَ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَبْقَى عَلَى الْحَقِّ أَبَدًا

Hadits ini mencakup tiga permasalahan:

Pertama: Keutamaan mendalami ilmu agama.

Kedua: Bahwa yang memberi secara hakiki adalah Allah ta’ala.

Ketiga: Bahwa sebagian umat ini akan selalu istiqomah di atas kebenaran.

[📚Fathul Bari, 1/164]

Dawuh Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Al-Asqolani Asy-Syafi’i rahimahullah

وَقد تتَعَلَّق الْأَحَادِيث الثَّلَاثَةِ بِأَبْوَابِ الْعِلْمِ بَلْ بِتَرْجَمَةِ هَذَا الْبَابِ خَاصَّةً مِنْ جِهَةِ إِثْبَاتِ الْخَيْرِ لِمَنْ تَفَقَّهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَأَنَّ ذَلِكَ لَا يَكُونُ بِالِاكْتِسَابِ فَقَطْ بَلْ لِمَنْ يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَيْهِ بِهِ وَأَنَّ مَنْ يَفْتَحِ اللَّهُ عَلَيْهِ بِذَلِكَ لَا يَزَالُ جِنْسُهُ مَوْجُودًا حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

Dan tiga perkara dalam hadits ini berkaitan dengan bab-bab ilmu, bahkan dengan bab ini secara khusus,yaitu

👉🏾 Dari sisi penetapan kebaikan untuk orang yang mendalami ilmu agama.

👉🏾 Bahwa pemahaman itu tidak dapat diraih hanya dengan usaha, namun dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya untuk memahami agama.

👉🏾Bahwa orang yang telah Allah berikan pertolongan untuk memahami agama, maka golongan ini akan senantiasa berada di atas kebenaran sampai datang ketetapan Allah.

[📚Fathul Bari 1/164]

Dawuh Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqolani dan Asy-Syafi’i rahimahullah

وَمَفْهُومُ الْحَدِيثِ أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ

Mafhum hadits ini bahwa siapa yang tidak mendalami agama, yaitu tidak mempelajari kaidah-kaidah dasar Islam dan cabang-cabang yang terkait dengannya maka ia tidak akan meraih kebaikan.

[📚Fathul Bari 1/165]

Dawuh Al-Kirmani rahimahullah

أَنَّ مِنْ جُمْلَةِ الِاسْتِقَامَةِ أَنْ يَكُونَ التَّفَقُّهَ لِأَنَّهُ الْأَصْلُ

Bahwa termasuk makna istiqomah hendaklah mendalami ilmu agama, karena ia adalah pokoknya.

[📚Fathul Bari13/293]

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s