7 TANDA-TANDA ALLAH SAYANG

TANDA-TANDA ALLAH SAYANG

▶️ 1. DIBERIKAN KESEDIHAN

– Dengan Kesedihan Itu Kita Akan Sering Menyebut Nama-Nya.

 ▶️ 2. DIBERIKAN KESAKITAN

– Dengan Kesakitan Itu Kita Akan Sentiasa Memohon Kesembuhan Dari Nya.

▶️ 3. DIBERIKAN KEHILANGAN

– Dengan Kehilangan Itu Kita Meminta Yang Terbaik Dari Nya.

▶️ 4. DIBERIKAN KESUSAHAN

– Dengan Kesusahan Itu Kita Akan Menjadi redha.

▶️ 5. DIBERIKAN PENDERITAAN

– Kerana Hanya Jiwa Yang Menderita Akan Selalu Dekat Pada Nya.

▶️ 6. DIBERIKAN KEMISKINAN

– Kerana Allah Mau Kita Meminta Kepada Nya.

▶️ 7. DIBERIKAN KEHINAAN

– Kerana Allah Mau Kita Mohon Kemuliaan Dari Nya.

100 Nasihat Emas yang Menyentuh Jiwa dari Imam Syafie

🍂100 Nasihat Emas yang Menyentuh Jiwa dari “Imam Syafie”

(1) “Bila kau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan.”

(2) “Jangan cintai orang yg tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu.”

(3) “Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia.”

(4) “Do’a disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”

(5). “Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”

(6) “Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu.”

(7) “Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun.”

(8) “Jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian dipelupuk matamu.”

(9) “Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing.”

(10) “Amalan yang paling berat diamalkan Ada tiga. 1. Dermawan saat yang dimiliki sedikit. 2. Menghindari maksiat saat sunyi (tiada siapa-siapa). 3. Menyampaikan kata-kata yang benar dihadapan orang diharap atau ditakuti.”

(11) “Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemelaratannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena dia tidak pernah meminta.”

(12) “Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira bahwa ia merasa rhido.”

(13) “Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang.”

(14) “Apabila engkau memiliki seorang sahabat yg membantumu dalam ketaatan kepda Allah, maka genggam eratlah ia, jangan engkau lepaskan. Karena mendapatkan seorang sahabat yang baik adalah perkara yang sulit, sedangkan melepaskannya adalah perkara yang mudah.”

(15) “Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta kepada dunia dan sekaligus cinta kepada Allah, maka dia telah berdusta.”

(16)“Biarlah mereka bersikap bodoh dan menghina, dan tetaplah kita bersikap santun. Gaharu akan semakin wangi ketika disulut api.”

(17)“Barangsiapa menyimpan rahasianya, maka kebaikan ada di tangannya.”

(18)“Barangsiapa yang ditertawakan karena suatu masalah, maka ia tidak akan pernah melupakan masalah tersebut.”

(19)“Terlalu keras dan menutup diri terhadap orang lain akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik, maka posisikan dirimu di antara keduanya.”

(20) “Carilah sahabat yang setia dalam duka maupun suka,karena hidupmu senantiasa berputar dalam suka&duka”

(21)”Kesabaran adalah akhlak mulia yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan.”

(22)“Jika semua orang menjauh ketika engkau mendapat kesulitan, maka ketahuilah bahwa Allah Swt ingin membuatmu kuat dan Ia akan menjadi penolongmu.”

(23)“Bersihkan pendengaran kalian dari hal-hal yang tidak baik, sebagaimana kalian membersihkan mulut kalian dari kata-kata kotor, sesungguhnya orang yang mendengar itu tidak jauh berbeda dengan yang berucap.”

(24)“Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.”

(25)“Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.”

(26)“Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah swt.”

(27)“Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.”

(28)“Sebaik-baik harta simpanan adalah taqwa, dan sejelek-jeleknya adalah sikap permusuhan.”

(29)”Pilar kepemimpinan itu ada lima; Perkataan yang benar, menyimpan rahasia, menepati janji, senantiasa memberi nasehat dan menunaikan amanah.”

(30)“Bumi Allah sangatlah luas  namun apabila suatu saat takdir sudah datang angkasapun  menjadi sempit.”

(31) “Kurangilah kesenanganmu pada dunia, agar berkurang kesedihanmu di akhirat nanti.”

(32) “Musibah yang membuatmu mendekat kepada Allah, itu lebih baik dari pada kenikmatan yang membuatmu jauh dariNya.”

(33) “Kehidupan laksana air , jika mengalir maka airnya bertambah jernih, jika berhenti maka airnya akan keruh.”

(34)”Kenyang itu akan membuat badan jadi berat, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mengajak tidur dan melemahkan ibadah.”

(35)”Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan.”

(36)”Berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju kedepan.”

(37) “Yang paling nampak pada diri manusia adalah kelemahanya, maka barang siapa melihat kelemahan dirinya sendiri, ia akan menggapai keseimbangan terhadap perintah Allah.”

(38) “Janganlah engkau berduka atas apa yang terjadi,ingatlah bahwasanya tidak ada apapun di dunia ini yang abadi.”

(39) “Jangan lah engkau mengharapkan kemurahan dari orang bakhil (pelit), karena dalam sebuah api tidak ada air yang bisa menghilangkan dahaga.”

(40) “Jika telah ada akar yang tertanam dalam kalbu, maka lidah akan berperan sebagai pemberi kabar cabangnya.”

(41) “Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannya yang bertengger di kepala.”

🍂(42) “Dunia adalah tempat yang licin nan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunannya akan runtuh, penghuninya akan beralih ke kuburan, perpisahan dengannya adalah sesuatu keniscayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bermegah-megahan adalah suatu kerugian, maka memohonlah perlindungan Allah, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya.”

(43) “Marahnya orang yang mulia bisa terlihat dari sikapnya, dan marahnya orang yang bodoh terlihat dari ucapan lisannya.”

(44) “Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.”

(45)“Tiada kebahagiaan yang menyamai persahabatan dengan saudara yang satu keyakinan, dan tiada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.”

(46)“Sebesar-besar keburukan (aib) adalah kamu mengira keburukan ada pada org lain sedangkan keburukan itu sebenarnya terdapat dalam diri kamu sendiri.”

(47) “Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati.”

(48) “Lidahmu jangan kau gunakan untuk membicarakan keburukan orang lain, sebab kau pun punya keburukan dan orang lain pun punya lidah.”

(49) “Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka allah timpakan kepadamu akan kepedihan sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa allah sangat mencemburui hati yang berharap selain kepadanya, maka allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepadanya.”

(50) “Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya, tiada seorang alim pun yang ia takuti kecuali kepada allah swt. Yang merasa aman akan murkanya allah dialah sijahil, dan yang merasa takut akan murkanya allah dialah si arif (bijaksana).”

(51) “Engkau takkan mampu menyenangkan hati semua orang, karena itu cukup bagimu memperbaiki hubungan dengan allah, dan janganlah terlalu peduli dengan penilaian manusia.”

(52) “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah talinya, ikatlah buruanmu dengan tali yang kokoh.”

(53) “Barang siapa yang menyangka bisa luput dari omongan orang, maka dia adalah orang gila.”

(54) “orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam dikampung halaman, tinggalkan negerimu, merantaulah kenegeri orang.”

(55) “Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara : malas, suka makan, suka tidur, dan berlebih-lebihan.”

(56) “Kontrol lisanmu wahai manusia, jangan sampai dia menggigitmu, sungguh lisan itu ular besar yang berbahaya.”

(57) “Wahai saudaraku jangan engkau berjalan diatas bumi dengan sombong dan congkak, karena sebentar lagi engkau akan masuk kebumi yang  kau pijak.”

(58) “Banyak orang yang mengatakan bahwa mencintai wanita itu sangat menyakitkan, tapi sebenarnya yang sangat menyiksa itu adalah mencintai orang yang tidak mencintaimu.”

(59) “Menjauhi dosa maksiat dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagimu akan menjadikan hatimu bercahaya.”

(60) “Jika tidak mampu membantu agamamu, setidaknya jangan berdiri dibarisan perusak agamamu. Sungguh tidak akan pernah sama pecundang dengan pejuang.”

(61)“Siasat manusia jauh lebih dahsyat dari siasat binatang.”

(62) “Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syari’at, daripada menuntut ilmu syar’i.”

(63) “orang yang melupakan urusan akhirat dan kematian, berada dalam ketenangan yang membahayakan.”

(64) “Apa saja yang menjadi rezekiku, tidak akan luput dariku, walau berada didasar lautan yang paling dalam.”

(65) “Jika tidak bisa taat, jangan kau bunuh imanmu dengan maksiat.”

(66) “Orang yang berakal adalah orang yang diikat oleh akalnya dari perbuatan tercela.”

(67) “Barang siapa yang ingin allah buka dan terangi hatinya, maka jauhilah ucapan yang tidak bermanfaat, tinggalkan dosa dan maksiat, serta memiliki ibadah  tersembunyi antara dirinya dengan allah.”

(68) “Dosa-dosaku kelihatan begitu besar buatku, namun setelah kubandingkan dengan keampunanmu, ternyata keampunanmu jauh lebih besar.”

(69) “Orang yang berbuat kesalahan kemudian berdusta untuk menutupi kesalahannya, berarti ia telah berbuat dua kesalahan.”

(70) “Jangan sekali-kali kita meremehkan suatu perbuatan baik, walaupun hanya sekedar senyuman.”

(71) “Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu, tetapi kata-kata yang kasar dapat mengeraskan hati yang lunak seperti sutra.”

(72) “Jika sahabatmu berlaku buruk terhadapmu, catatlah keburukannya diatas pasir agar angin dapat menghapusnya. Jika sahabatmu berlaku baik terhadapmu, ukirlah kebaikannya diatas batu, agar angin tidak bisa menghapusnya. Kenanglah semua kebaikannya, dan lupakan keburukannya, niscaya persahabatanmu tidak akan terputus.”

(73) “Jika engkau sudah berada dijalani yang benar menuju allah, maka berlarilah, jika sulit bagimu maka berlari kecillah, jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itupun tidak mampu maka merangkaklah, namun jangan pernah berbalik arah atau berhenti.”

(74) “Jangan kalian sentuh seorang wanita walaupun hatinya.”

(75) “Sesuatu yang benar namun berbahaya itulah pujian manusia, banyak orang yang rusak akibat terlalu hanyut dalam pujian.”

(76) “Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.”

(77) “Ilmu itu seperti air, jika ia tidak bergerak maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk.”

(78) “Orang bodoh yang berakal sama nilainya dengan orang cerdas yang pelupa.”

(79) “Perdalamlah ilmu agama sebelum kau menjadi pemimpin, karena saat kau menjadi pemimpin maka tak ada lagi waktu untuk mendalami ilmu.”

(80) “Belajarlah! Karena tak seorang pun yang terlahir sebagai Ulama… Dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh…”

(81) “Jika orang bodoh mengoceh tak perlu kau jawab… Karena jawaban terbaik adalah diam”

(82)  “Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran.”

(83) “Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada satu orang yang jahil (bodoh) karena ia tidak tahu akan landasan ilmu.”

(84) “Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu.”

(85) “Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang. Maka dengannya aku mendapat pahala, meskipun mereka tidak memujiku.”

(86) “Tiada kesusahan yang kekal, tiada kegembiraan yang abadi, tiada kefakiran yang lama, tiada kemakmuran yang lestari.”

(87) “Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar ilmuwan.”

(88) “Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya.”

(89) “Kebaikan itu ada di lima perkara: kekayaan hati; bersabar atas kejelekan orang lain; mengais rezeki yang halal; taqwa; dan yakin akan janji Allah SWT.”

(90) “Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk.”

(91) “Berapa banyak orang yang telah berbuat kebajikan kepadamu yang membuatmu terbelenggu dengannya, dan berapa banyak orang yang memperlakukanmu dengan kasar dan ia memberi kebebasan kepadamu.”

(92) “Orang paling tertipu adalah: yang merendah di hadapan orang yang tidak menghargainya, yang mencintai orang yang tidak bermanfaat baginya, yang bangga dengan pujian orang yang tidak mengenalnya.”

(93) “Bekal paling merugikan untuk di bawa ke akhirat adalah permusuhan.”

(94) “Singa jika tidak keluar dari sarangnya, ia tidak akan mendapatkan makanan. Begitu juga dengan anak panah, jika tidak meluncur dari busurnya, anak panah tersebut tidak akan mengenai sasaran.”

(95) “Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.”

(96) “Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan akhirat.”

(97) “Kebaikan dunia akhirat terdapat dalam lima hal, yaitu: kekayaan jiwa, tidak menyakiti orang lain, rezeki yang halal, ketakwaan, dan kepercayaan kepada Sang Khalik dalam setiap keadaan.”

(98) “Engkau harus berlaku zuhud, sesungguhnya zuhudnya orang yang zuhud itu lebih baik dari perhiasan yang ada pada tubuh wanita yang menawan.”

(99) “Barangsiapa menghendaki akhirat, maka hendaknya ia ikhlas dalam mencari ilmu”

(100) “Ketahuilah sesungguhnya hidupmu di dunia akan sirna, dindingnya juga hilang dan hancur, maka perbanyaklah perbuatan baik dan jangan terlalu banyak berangan-angan.”

JIKA KAMU AHLI IBADAH JANGAN PANDANG RENDAH ORANG YANG TAK BERIBADAH

JIKA KAMU AHLI IBADAH JANGAN PANDANG RENDAH ORANG YANG TAK BERIBADAH

===========================

1.  Jika Allah Memudahkan Bagimu Mengerjakan Sholat Malam, Maka Jangan Lah Memandang Rendah Orang-Orang Yang Tidur.

2.  Jika Allah Memudahkan Bagimu Melaksanakan Puasa, Maka Jangan Lah Memandang Rendah Orang-Orang Yang Tidak Berpuasa Dengan Tatapan Menghinakan.

3.  Jika Allah Memudahkan Bagimu Membuka Pintu Untuk Berjihad, Maka Jangan Lah Kamu Memandang Rendah Orang-Orang Tidak Berjihad Dengan Pandangan Meremehkan.

4.  Jika Allah Memudahkan Diri Mu Dalam Mengais Rezeki Bagi Mu, Maka Jangan Memandang Rendah Orang-Orang Yang Berhutang Dan Kurang Rizki Nya Dengan Pandangan Yang Mengejek Dan Mencela.

Karena Itu Semua Adalah Titipan Allah Yang Suatu Saat Akan Kau Pertanggung Jawabkan Kelak.

5.  Jika Allah Memudahkan Pemahaman Agama Bagi Mu, Maka Jangan Lah Kamu Meremehkan Orang-Orang Yang Belum Faham Agama Dengan Pandangan Hina.

6.  Jika Allah Memudahkan Ilmu Bagi Mu, Maka Jangan Lah Kamu Sombong Dan Bangga Diri, Karena Allah Lah Yang Memberi Mu Pemahaman Itu.

Boleh Jadi Orang Yang Tidak Mengerjakan Qiyamul Lail, Puasa (Sunnah) Tidak Berjihad Dll, Mereka Itu Lebih Dekat Kepada Allah Dari Pada Diri Mu.

Terkadang Seseorang Yang Tidak Memiliki Banyak Amal Tapi Batin Nya Bersih, Tak Ada Benci, Dengki, Dan Juga Penyakit Hati Dll.

Orang Seperti Itu Akan Mendapatkan Banyak Rahasia Kebaikan, Melebihi Seorang Yang Banyak Amal Nya, Akan Tetapi Batin Nya Penuh Dengan Penyakit Hati.

MENGAPA KURMA DI BENCI JIN DAN SYAITAN DAN MENGAPA NABI SAW MEMAKANNYA DALAM HITUNGAN GANJIL.

MENGAPA KURMA DI BENCI JIN DAN SYAITAN DAN MENGAPA NABI SAW MEMAKANNYA DALAM HITUNGAN GANJIL.

INI JAWABAN NYA

Sepercik Hikmah

Mengapa kurma dibenci jin dan syaitan?

Serta mengapa Nabi SAW memerintahkan kita, memakan dalam hitungan ganjil 3, 5, 7, 9 atau 11 dan dimakan pada pagi hari?

Dan yang paling baik makan tujuh biji kurma. Baik dari segi Agama dan ilmiah penjelasan atas pertanyaan ini yaitu ternyata kurma membuahkan daya perlindungan tubuh manusia dan membuat perisai dan pelindung untuk tubuh manusia.

Amir bin Saad dari ayahnya – berkata: Rasulullah, sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Lakukanlah ikhtiar perlindungan dari sihir dengan memakan 7 biji kurma.

Penelitian sudah tunjjukkan kalau buah kurma miliki manfaat utama.

1.PERTAMA

Kurangi tingkat kolesterol dalam darah dan mencegah kesumbatan disaluran darah.

2.KEDUA

Mencegah cancer usus besar serta mencegah penyakit bawasir dan kurangi bentuk batu kepahitan dan membantu tahap kehamilan serta waktu bersalin, lantaran mengandung serat serta makanan yang baik pencernaan dan gula.

3-KETIGA

Mencegah kerusakan gigi karena mengandung fluorine.

4.KEEMPAT

Mencegah racun karena mengandung natrium, gallium dan vitamin C.

5.KELIMA

Penyembuhan kekurangan darah merah karena mengandung zat besi, tembaga, vitamin B-2.

6.KEENAM

Obat untuk penyakit lemah tulang karena mengandung kalsium, fosfor, vitamin A.

7.KETUJUH

Penyembuhan untuk kehilangan selera makan dan kurangnya fokus karena mengandung gallium.

8.KEDELAPAN

Untuk pengobatan kekurangan umum dan jantung berdebar karena mengandung magnesium, tembaga.

9.KESEMBILAN

Obat cancer sendi dan otak karena mengandung boron.

10.KESEPULUH

Anti-cancer karena mengandung selenium.

11.KESEBELAS

Pengobatan disfungsi ereksi karena mengandung boron, vitamin A.

12.KEDUABELAS

Perawatan untuk kulit kering dan penyakit cornea mata kering serta kebutaan malam karena mengandung vitamin A.

13.KETIGABELAS

Obat untuk penyakit saluran pencernaan saraf karena mengandung vitamin B1.

14.KEEMPATBELAS

Perawatan untuk rambut gugur dan stres mata serta selaput lendir rongga mulut serta inflamasi bibir karena mengandung vitamin B-2.

15.KELIMABELAS

Perawatan inflamasi kulit karena mengandung vitamin niacin.

16.KEENAMBELAS

Obat untuk penyakit kudis, melemahkan keseluruhan tubuh dan jantung berdebar, sesak napas dan kecot pembuluh darah serta timbulnya bintik-bintik merah pada kulit serta kekurangan dalam tulang dan gigi, karena mengandung Vitamin C, atau ascorbic acid 2 E

17.KETUJUHBELAS Pengobatan keasaman diperut karena mengandung klorin, natrium dan gallium.

18.KEDELAPANBELAS Pengobatan penyakit gusi dan kekurangan saluran darah capillary, kekurangan kekuatan otot dan tulang karena mengandung vitamin C.

SEBUTIR KURMA PENGHALANG SEBUAH DOA

“SEBUTIR KURMA PENGHALANG SEBUAH DOA”

Bismillah…

Bermulanya kisah, selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Masjidil Aqsa. Untuk bekalan di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua berhampiran mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma terletak hampir di timbangan. Menyangka kurma itu bahagian dari yang beliau beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa dengan penuh khusyuk.

Tiba tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara’ yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata salah satu dari sang malaikat .

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak kerana 4 bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua berhampiran Masjidil Haram,” jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia tergamam. Jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, solatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua si penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda.

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua.Dimanakah beliau sekarang?” tanya ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu,sayalah sekarang meneruskan pekerjaannya menjual kurma,” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wainna’ilaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?”

Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya. Anak muda itu mendengarkan penuh minat.

“Nah, begitulah,” kata Ibrahim setelah bercerita.

“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi saya tidak tahu dengan saudara-saudara saya yang 11 orang lagi. Saya tidak berani mewakili mereka, kerana mereka juga mempunyai hak waris sama dengan saya.”

“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu,” lanjut Ibrahim.

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi hendak menemui mereka.

Meskipun rumahnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakankan oleh Ibrahim.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra.Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu,sedang berbual-bual.

“Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“Oh, tidak.., sekarang doanya sudah dimakbulkan,” kata malaikat yang lainnya.

“Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram kerana masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Sahabat…

Luar biasa cerita ini, seolah menampar kita. Jangankan sebutir kurma, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak hak orang lain yg kita rebut selama ini? Dengan menghalalkan segala cara berniaga, mendapatkan projek, berpolitik, berkuasa untuk mendapatkan harta.

Setelah harta berada di tangan, tanpa sedar kita menganggap itu hak kita, rezeki kita sepenuhnya.

Jika sebutir kurma saja membuat doa terhalang, bagaimana dgn ratusan ribu, bahkan berjuta,wang yg kita ambil selama ini sebenarnya bukan sepenuhnya hak kita?

Itu akhirnya membuat kita jauh dari ALLAH. Sulit menerima hidayah, sehingga berani menentang aturan ALLAH. Mudah menghalalkan segala cara. Mudah berbohong. Tidak malu engkar janji.

Kenapa..?

Kerana harta yg masuk perut kita terlalu kotor keadaannya.Akibatnya dari sudut yg lain-anak2 nakal, suami/isteri bergaduh, banyak penyakit, selalu ditipu/tertipu,perselisihan sesama keluarga, dan lain gangguan semacamnya.

Itulah kemungkinan disebabkan oleh harta yg sebenarnya bukan hak kita.

Harta penghalang doa semacam ini yg membuat doa-doa kita tidak sampai ke langit.

Wallahu a’lam bissawab…

Semoga dapat menjadi pedoman dan ingatan kita..utk berhati2 dalam setiap yang kita perolehi/dapatkan dalam hidup. C&P.

8 Cara Penyucian Jiwa

1 . Bila Hari Ini Belum dapat Memberi Kebahagiaan pada Sesama, usahakan Hari Ini Tidak Menyakiti Orang lain.

2 . Bila Hari Ini Belum dapat Melakukan Amal Sholeh, usahakan Hari Ini Tidak Melakukan Dosa.

3 . Bila Hari Ini Belum dapat Berakhlak Mulia, usahakan Hari Ini Tidak Menyimpan Hati Buruk pada Sesama.

4 . Bila Hari Ini Belum dapat Menghargai Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak Memberi nilai Berlebih pada Diri Sendiri.

5 . Bila Hari Ini Belum dapat Memberi Manfaat, usahakan Hari Ini Tidak Memberi Mudharat bagi Sesama.

6 . Bila Hari Ini Belum dapat Menciptakan Suasana yang Menyenangkan bagi Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak Melakukan Kemarahan dan Kebencian pada Sesama.

7 . Bila Hari Ini Belum dapat Mengingat Kebaikan Orang, usahakan Hari Ini dapat Melupakan Keburukan Orang lain.

8 . Bila Hari Ini Belum dapat Beramal dengan Ikhlas, usahakan Hari Ini dapat Membebaskan Diri dari Pujian Org lain.

Makna dari Kehidupan Bukan Terletak pada seberapa Bernilainya Diri Kita, Tetapi seberapa Besar Bermanfaatnya Kita bagi Orang lain

Semoga kita dapat Menjadi Berkah dan juga bagi Banyak Orang

آمين يارب العالمين

Syaitan gigih menyesatkan manusia

Syaitan gigih menyesatkan manusia

anNisa ayat 119.

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا (119)

dan saya benar-benar akan menyesatkan, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh-mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.” Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.  (anNisa:119).

🔺 tafsir ibnu Kathir

{وَلأضِلَّنَّهُمْ}

dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka. (An-Nisa: 119)

Yakni dari jalan yang benar.

{وَلأمَنِّيَنَّهُمْ}

dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka. (An-Nisa: 119)

Artinya, aku akan menghiaskan pada mereka agar mereka tidak bertobat, dan aku bangkitkan angan-angan kosong mereka, menganjurkan kepada mereka untuk menangguh-nangguhkannya, dan menipu diri mereka melalui hawa nafsu mereka sendiri.

*******

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الأنْعَامِ}

dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya. (An-Nisa: 119)

Menurut Qatadah, As-Saddi, dan selain keduanya, yang dimaksud ialah membelah telinga binatang ternak untuk dijadikan tanda bagi hewan bahirah, saibah, dan wasilah.

{وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ}

dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. (An-Nisa: 119)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan mengubah ciptaan Allah dalam ayat ini ialah mengebiri binatang ternak.

Hal yang sama diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas, Sa’id ibnul Musayyab, Ikrimah, Abi Iyad, Qatadah, Abu Saleh, As-Sauri. Hal ini telah dilarang oleh hadis yang menceritakan hal tersebut.

Al-Hasan ibnu Abul Hasan Al-Basri mengatakan, yang dimaksud ialah mentato binatang ternak. Di dalam kitab Sahih Muslim telah disebutkan adanya larangan membuat tato pada wajah. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah melaknat orang yang berbuat demikian.

Di dalam hadis sahih dari Ibnu Mas’ud disebutkan bahwa Allah melaknat wanita tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alisnya dan yang meminta dicabuti, wanita yang melakukan pembedahan untuk kecantikan lagi mengubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Kemudian Ibnu Mas’ud mengatakan pula, “Ingatlah, aku melaknat orang yang dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,” yang hal ini terdapat di dalam Kitabullah. Yang dimaksud ialah firman-Nya:

وَما آتاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَما نَهاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah. (Al-Hasyr: 7)

Ibnu Abbas menurut salah satu riwayat darinya, Mujahid, Ikrimah, Ibrahim An-Nakha’i, Al-Hasan, Qatadah, Al-Hakam, As-Saddi, Ad-Dahhak, dan Ata Al-Khurrasani mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. (An-Nisa: 119)

Yang dimaksud dengan khalqallah dalam ayat ini ialah agama Allah Subhanahu wa Ta’ala Ayat ini berdasarkan tafsir tersebut semakna dengan firman-Nya:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْها لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ

Maka   hadapkanlah   wajahmu   dengan   lurus   kepada   agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Ar-Rum: 30)

Menurut penafsiran orang yang menjadikan masdar sebagai kata perintah, artinya yakni ‘janganlah kalian mengganti fitrah Allah, dan serulah manusia untuk kembali kepada fitrah mereka’.

Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis dalam kitab Sahihain dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

“كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ على الفِطْرَة، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدانه، ويُنَصِّرَانه، ويُمَجِّسَانه، كَمَا تُولَدُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعاء، هَلْ يَحُسّون فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟ “

Setiap anak dilahirkan atas fitrah. maka hanya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, atau seorang Nasrani, atau seorang Majusi. Sebagaimana binatang ternak melahirkan binatang ternak yang utuh, maka apakah kalian menjumpai padanya anggota tubuhnya yang tidak lengkap?

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Iyad ibnu Hammad yang menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

“قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِنِّي خلقتُ عِبَادِي حُنَفَاء، فَجَاءَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فْاجْتَالَتْهُم عَنْ دِينِهِمْ، وحَرّمت عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ  لَهُمْ”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus), lalu datanglah setan-setan dan menyesatkan mereka dari agamanya, serta mengharamkan atas mereka hal-hal yang telah Kuhalalkan bagi mereka.”

*******

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْراناً مُبِيناً

Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (An-Nisa: 119)

Dia benar-benar merugi di dunia dan akhiratnya, kerugian seperti ini tidak dapat diobati dan tidak dapat diganti bagi yang telah terlewatkan.

🔺 tafsir ibnu Kathir.

Golongan yang wajib qada puasa tanpa fidyah

Golongan yang wajib qada tanpa fidyah:

1. Orang sakit yang tidak mampu berpuasa, tetapi ada harapan untuk sembuh.

2. Orang yang bermusafir dua marhalah atau lebih, bukan dengan tujuan maksiat.

3. Orang yang sangat lapar dan dahaga yang membahayakan dirinya.

4. Perempuan hamil atau perempuan yang menyusukan anaknya atau anak orang lain dan dia takut mudarat kepada dirinya, bukan kepada anak yang disusukannya atau takut mudarat kepada dirinya dan anaknya.

5. Perempuan yang haid dan nifas.

6. Orang yang pengsan.

7. Orang yang mabuk dan pitam sepanjang hari.

8. Lupa niat pada malam hari atau sengaja tidak berniat pada malam hari.

9. Orang yang melakukan perkara-perkara yang membatalkan puasa.

☘️ Golongan yang wajib qada serta fidyah:

1. Perempuan hamil atau perempuan yang menyusukan anaknya atau anak orang lain dan dia takut mudarat kepada anak yang dikandung atau disusukannya.

2. Orang yang menunda-nunda untuk mengqadakan puasanya sehingga datang Ramadan yang berikutnya.

☘️ Golongan yang wajib fidyah tanpa qada:

1. Orang yang sangat tua yang tidak mampu berpuasa.

2. Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh.

3. Orang yang meninggal dunia sebelum mengqada puasa Ramadan sehingga masuk ke bulan Ramadan berikutnya.

☘️ Golongan yang wajib qada dan kafarah:

1. Lelaki yang berpuasa Ramadan yang bersetubuh dengan sengaja pada siang hari.

📚 Rujukan:

1. Mishbahud Duja ms. 577-578

Wallahu A’lam

“Memburu al-Rayyan, Mengecapi Ketakwaan”