LISAN ANTARA AZAB DAN NIKMAT

⚠ LISAN ANTARA ADZAB DAN NIKMAT ⚠

Lidah tak bertulang. Itulah pepatah yang sarat akan makna dan nasehat. Mengajarkan agar kita tidak mudah mengobral janji dan menetapi sifat jujur. Sebab manusia dipegang perkataannya bukanlah paras dan bentuknya. Oleh karena itu, Allah Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk senantiasa berucap yang jujur. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar.”

(QS. Al- Ahdzab: 70)

LISAN ADALAH NIKMAT YANG BESAR

Lisan merupakan nikmat yang Allah Ta’ala karuniakan kepada manusia. Ia memiliki kedudukan yang tinggi dalam anggota tubuh. Sebab ia merupakan anggota tubuh yang paling mulia setelah hati. Dengan lisan seseorang bisa mengungkapkan keinginannya kepada orang lain dan menyampaikan apa yang ada di dalam dirinya. Maha Suci Allah yang telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita semua.

Oleh karenanya, seorang hamba sepantasnya untuk banyak bersyukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikannya lisan yang sangat bermanfaat untuknya. Allah berfirman,

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ

“Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir.”

(QS. Al-Balad: 8-9)

Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa Dia lah Allah Ta’ala yang telah memberikan lisan dan mengajarkan manusia pandai berbicara. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2) خَلَقَ الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4) 

“(Tuhan) yang Maha pemurah, yang telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia. mengajarnya pandai berbicara.”

(QS. Ar-Rahman: 1-4)

Lisan ibarat pedang. Tergantung orang yang memegangnya. Jika ia gunakan untuk kebaikan, maka ia akan mendapatkan manfaat dengannya. Namun jika sebaliknya, maka ia akan mendapatkan keburukan.

Begitu pula lisan, terkadang dapat mengantarkan pemiliknya ke tingkat tertinggi, apabila ia gunakan untuk kebaikan seperti berdoa, mengaji, berdakwah di jalan Allah Ta’ala, amar ma’ruf nahi mungkar, dan lain-sebagainya. Namun, jika ia gunakan untuk perkara yang tidak di ridhai oleh Allah Ta’ala, dibenci dan dimurkai-Nya, maka hal tersebut akan menjerumuskan pemiliknya pada derajat yang paling rendah. Allah Azza Wa Jalla berfirman tentang penduduk surga bertanya kepada penduduk neraka,

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” mereka menjawab: “Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan Kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin dan adalah Kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya. Dan adalah Kami mendustakan hari pembalasan. Hingga datang kepada Kami kematian”.

(QS. Al-Muddatstsir: 42-47)

Sisi pendalilan dari ayat ini yaitu dijadikannya Al–Khaudh (berbicara dalam kebatilan) sebagai salah satu sebab yang memasukkan mereka ke dalam neraka.

Oleh karenanya, seyogyanya seorang muslim untuk berhati-hati dalam berbicara dan menjaga lisannya dari berbagai macam kerusakan seperti Ghibah, dusta, Namimah (adu domba), menyebarkan rahasia, mencaci, suka melaknat, sering mengeluh, berdebat dalam hal yang tidak benar bahkan berkata tentang Allah Ta’ala tanpa dasar ilmu. Ini semua dapat menyeret sorang hamba ke dalam neraka yang menyala-nyala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ المَشْرِق

“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan, yang ia tidak menyangka jika perkataan tersebut menyeretnya kedalam neraka yang lebih jauh daripada jauhnya timur dan barat.”

(Muttafaqun ‘alaihi).

Maka seorang mukmin hendaknya menjaga segala ucapan dan perkataannya. Sebab tidak ada satupun ucapan yang keluar dari mulut seorang anak adam melainkan akan dicatat oleh dua malaikat yang ditugaskan untuk itu. Allah Azza Wa Jalla berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.”

(QS. Qof: 18)

⚠ JAGALAH LISAN ‼

Menjaga lisan merupakan termasuk kesempurnaan iman seorang hamba. Sebagaimana hal tersebut telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya yang mulia,

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah Ta’ala dan hari kiamat, maka hendaklah ia berkata yang baik. (Jika ia tidak mampu) maka hendaknya ia diam”

(HR. Bukhari & Muslim)

Bahkan derajat muslim yang terbaik akan didapatkan bagi orang yang mampu menjaga gangguan lisannya kepada orang lain.

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الإِسْلاَمِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ، وَيَدِهِ

“Para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, islam manakah yang paling baik? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, (yaitu islamnya) orang yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisannya dan tangannya.”

[HR. Al–Bukhari (11)]

Seorang penyair pernah berkata,

Wahai manusia jagalah lisanmu

Karena dia itu ular, jangan sampai menggigitmu

Betapa banyak penghuni kubur adalah korban lisannya

Seorang pemberanipun takut menemuinya.

Oleh karenanya, menjaga lisan merupakan perkara yang sangat penting dan harus mendapatkan perhatian. Sebab sebagaimana kita menjaga segala sesuatu yang masuk ke mulut kita dengan baik, begitu pula kita menjaga apa yang keluar darinya dengan baik pula. Maka gunakanlah lisan anda untuk kebaikan. C&P.

TAUFIK UNTUK BERAMAL

TAUFIK UNTUK BERAMAL

Bismillaah…

Salah satu nikmat agung yang sering dilupakan adalah nikmat berupa taufik atau kemudahan dalam beramal. Tidaklah diragukan bahwa amal salih merupakan sebab untuk meraih kebahagiaan. Amal salih yang dibangun di atas ilmu.

Allah berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.” [QS. al-’Ashr : 1-3]

Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa melakukan amal salih dari kalangan lelaki atau perempuan dalam keadaan beriman niscaya Kami akan berikan kepada mereka kehidupan yang baik, dan benar-benar Kami akan berikan kepada mereka balasan yang lebih baik daripada apa-apa yang telah mereka kerjakan.” [QS. an-Nahl : 97]

Kemudahan untuk beramal ini salah satunya adalah berupa nikmat kesehatan dan waktu luang. Dua buah nikmat yang telah disalahgunakan oleh kebanyakan orang sehingga membuat mereka harus menanggung kerugian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua nikmat yang membuat tertipu dan merugi kebanyakan orang, yaitu kesehatan dan waktu luang.” [HR. Bukhari]

Abu Hazim rahimahullah mengatakan, “Setiap nikmat yang tidak semakin menambah dekat kepada Allah maka sesungguhnya itu adalah musibah/malapetaka.” Sungguh benar apa yang beliau ungkapkan. Banyak orang ketika diberikan nikmat justru menelantarkannya. Dia tidak mensyukurinya, bahkan sekedar memuji Allah dengan lisan pun seolah beratnya bukan main.

Banyak orang lupa akan siapa yang memberikan nikmat itu kepada mereka. Hanyut dalam samudera nikmat membuat orang merasa bahwa nikmat ini adalah miliknya sendiri; terserah dia gunakan untuk apa. Padahal sejatinya tidak demikian. Apa yang kita miliki berupa harta, kedudukan, fasilitas kehidupan, adalah pemberian dari Allah.

Nikmat yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Untuk apa nikmat itu digunakan. Allah berfirman (yang artinya), “[Allah] Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya.” [QS. al-Mulk : 2]

Manusia akan merasakan berharganya nikmatnya kesehatan ketika nikmat itu tercabut, demikian pula nikmat waktu luang. Begitu pula nikmat-nikmat yang lain semacam keamanan, ketenangan, dan terbebas dari ancaman wabah.

Maka demikian pula nikmat kehidupan di alam dunia ini akan benar-benar dirasakan ketika orang sudah masuk ke alam akhirat. Ketika itu . kafir berdoa kepada Allah agar dikembalikan ke alam dunia; untuk apa? Untuk beramal salih; sesuatu yang dahulu dia telantarkan dan dia tinggalkan. Penyesalan yang tiada lagi berguna…

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu menasihatkan, “Dunia ini berangkat pergi sedangkan akhirat sedang datang dari arah depan. Maka jadilah kalian sebagai anak-anak pengikut akhirat, dan janganlah kalian menjadi anak-anak pemuja dunia. Karena sesungguhnya hari ini/dunia adalah kesempatan untuk beramal dan belum ada hisab, sedangkan besok/akhirat adalah waktu penghisaban/penghitungan amal dan tidak ada lagi kesempatan untuk beramal.”

Inilah kehidupan dunia yang sekarang sedang kita jalani bersama. Anda hari ini masih bisa melihat terbitnya matahari dari arah timur. Anda bisa menghirup udara segar tanpa harus membayar biaya sepeser pun. Anda masih bisa mendengar kicauan burung dan gemercik air sungai. Anda bisa menikmati makanan dan minuman.

Sementara sebagian orang di dunia ini telah tercekam oleh rasa khawatir, penyakit yang menakutkan, dan wabah yang membinasakan. Sesungguhnya kesusahan di dunia ini adalah sebentar dan sementara. Adapun kesusahan dan azab di akhirat itu sangatlah lama. Ia lebih menyakitkan dan lebih pahit. Apabila orang yang sakit di dunia ini terhalang dari makan dan minuman kemudian diganti dengan infus, maka kelak di akhirat para penghuni neraka terhalang dari kenikmatan surga, seteguk minuman nikmat pun tak bisa mereka dapatkan…

Allah berfirman (yang artinya), “Dan para penghuni neraka berteriak memanggil penduduk surga; ‘Hendaklah kalian berikan kepada kami sedikit air (dari surga) atau sebagian dari apa-apa yang Allah berikan rezeki itu kepada kalian.’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.’.” [QS. al-A’raf : 50]

Saudaraku yang dirahmati Allah, makanan dan minuman yang setiap hari kita konsumsi adalah nikmat dari Allah. Apabila nikmat-nikmat itu tidak kita syukuri maka energi yang dihasilkan dari makanan dan minuman itu justru akan menjelma menjadi malapetaka di hari kiamat…

Orang sering lupa akan siapa yang memberikan nikmat dan rezeki kepada mereka. Mereka sering lalai memuji Allah. Sebagaimana orang sering lalai dari mensyukuri nikmat melanjutkan hidup setelah terlelap dalam tidur.

Dan yang lebih memprihatinkan banyak orang lalai dan melupakan nikmat Allah berupa diutusnya para nabi dan rasul. Padahal Allah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar; sesuatu yang akan membimbing manusia untuk masuk ke dalam surga…

Dari sinilah kita bisa menyadari bahwa kesempatan dan kemudahan dalam beramal adalah anugerah dari Allah yang luar biasa besar dan berharga. Karena dengan nikmat itulah manusia menyadari tujuan penciptaan dirinya. Dengan nikmat itulah dia bisa mewujudkan rasa syukur atas nikmat diutusnya para nabi dan rasul. Bukankah kemudahan untuk beramal itu semakin terasa mahal dan sangat berharga pada saat kita mulai terhalang dari melakukan amalan-amalan ?

Akan tetapi (Maha Suci Allah dan kita mohon ampun kepada-Nya) sungguh betapa banyak kita jumpai orang dengan mudah meremehkan nikmat-nikmat Allah itu. Bahkan yang lebih parah apabila orang menganggap nikmat itu adalah beban bagi kehidupannya.

Orang yang telah diberi nikmat syari’at tetapi dia justru memusuhi dan enggan mengamalkannya. Orang yang diberi nikmat berupa kesempatan mengabdi dan memperjuangkan agama tetapi dia justru menukarnya dengan harga rendah (dunia) yang tidak lebih berharga dari sehelai sayap seekor nyamuk !!

Kita berlindung kepada Allah dari kesesatan dan murka-Nya. Wahai para pecinta dakwah; bukankah jalan dakwah ini adalah jalan terbaik yang anda jalani. Mengapa anda justru ingin meninggalkannya ? Apakah anda hendak menukar surga yang penuh kenikmatan tiada tara dengan rendahnya dunia dengan segala kerepotannya ?

Bukankah dakwah tauhid ini yang membuat orang mulia ? Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Inilah jalanku, aku menyeru menuju Allah di atas bashirah/hujjah yang nyata. Inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” [QS. Yusuf : 108]

Tetaplah berjalan di atas kebenaran, wahai saudaraku yang mulia. Sebagaimana telah dikatakan oleh para pendahulu kita, “Hendaklah kamu berjalan di atas kebenaran, dan jangan merasa gelisah karena sedikitnya orang yang menempuhnya. Jauhilah jalan-jalan kebatilan; dan janganlah kamu menjadi gentar karena banyaknya orang yang binasa.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam datang dalam keadaan asing, dan ia akan kembali menjadi asing seperti ketika ia datang. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” [HR. Muslim]

Demikian sedikit catatan sebagai pengingat dan nasihat bagi diri kami dan segenap pembaca. Kita mohon kepada Allah taufik untuk bisa mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan. Dan kita berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat. Wallahul musta’an. C&P.

KISAH AMANAH YANG MENAKJUBKAN

KISAH AMANAH YANG MENAKJUBKAN

Amanah merupakan sifat mulia dan termasuk budi pekerti yang luhur. Amanah hukumya wajib. Seorang yang tidak tersifati dengan amanah begitu dekat dengan sifat khianat.

Khianat hukumnya haram di dalam Islam, dan khianat merupakan salah satu sifat orang munafik.

Berikut ini ada kisah menarik seputar amanah. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita:

اشْتَرَى رَجُلٌ مِنْ رَجُلٍ عَقَارًا لَهُ فَوَجَدَ الرَّجُلُ الَّذِيْ اشْتَرَى الْعَقَارَ فِي عَقَارِهِ جَرَّةً فِيْهَا ذَهَبٌ، فَقَالَ لَهُ الَّذِي اشْتَرَى الْعَقَارَ: خُذْ ذَهَبَكَ مِنِّي، إِنَّمَا اشْتَرَيْتُ مِنْكَ الْأَرْضَ وَلَمْ أَبْتَعْ مِنْكَ الذَّهَبَ. وَقَالَ الَّذِيْ لَهُ الْأَرْضُ: إِنَّمَا بِعْتُكَ الْأَرْضَ وَمَا فِيْهَا. فَتَحَاكَمَا إِلَى رَجُلٍ. فَقَالَ الَّذِيْ تَحَاكَمَا إِلَيْهِ: أَلَكُمَا وَلَدٌ. قَالَ أَحَدُهُمَا: لِيْ غُلَامٌ. وَقَالَ الْآخَرُ: لِيْ جَارِيَةٌ. قَالَ: أَنْكِحُوْا الْغُلَامَ الْجَارِيَةَ، وَأَنْفِقُوا عَلَى أَنْفُسِهِمَا مِنْهُ وَتَصَدَّقَا.

Ada seorang laki-laki yang membeli sebidang tanah dari orang lain, lalu orang yang membeli itu menemukan sebuah guci berisi emas di dalam tanahnya itu.

Orang yang beli itu berkata: “Ambilah emasmu ini dariku, sebab aku hanya membeli sebidang tanahnya saja dan tidak membeli emasnya.”

Pemilik tanah itu lalu berkata: “Sesungguhnya aku menjual kepadamu tanah tersebut beserta apa yang ada di dalamnya.”

Akhirnya mereka bersepakat untuk memutuskan masalah itu kepada seseorang.

Pemutus perkara itu bertanya: “Apakah kalian berdua punya anak?”

Seorang dari mereka menjawab: “Aku punya anak laki-laki.”

Yang satunya lagi berkata: ”Aku punya anak perempuan.”

Akhirnya pemutus perkara itu berpendapat: “Nikahkanlah anak perempuan tersebut dengan anak laki-laki itu, lalu nafkahkan dan sedekahkanlah emas itu untuk keduanya.”

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

💧 PETIKAN FAEDAH:

1. Pentingnya dan mahalnya amanah.

2. Menyelesaikan masalah dengan meminta pendapat kepada seorang alim yang paham al-Quran dan as-Sunnah.

3. Tercelanya sifat tamak terhadap harta yang bukan miliknya.

4. Muslim yang baik adalah yang qonaah dengan rezeki yang halal meski sedikit.

5. Keputusan adil membuat ridho dua pihak yang bersengketa.

6. Rezeki telah diatur oleh Allah Ta’ala.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala mengokohkan amanah pada diri kita kaum muslimin. Aamiin. C&P.

DOA DAN PANDUAN UNTUK PELAJAR SPM TAHUN 2021

Untuk ibubapa yang mempunyai anak yang akan menduduki peperiksaan..

Perkongsian daripada Ust. Zahazan Mohamed

(YDP PIBG SMKAKL)

1. Hari exam ibubapa bangun awal, solat hajat, sahur, puasa & doakan utk mereka & sekalian org Islam sepanjang puasa.

2. Banyakkan sedeqah walaupun pada binatang.

3. Beri anak minum air zam2 atau air masak banyak.

4. Pastikan anak mendapat tidur yang mencukupi.

5. Amalkan doa ayat ke 74 surah al Furqan, Niatkan utk mereka agar diberikan idea, kefahaman & kelancaran dlm menjawab.

6. Beri anak keyakinan bahawa mereka mampu lakukan yag terbaik, pesan mereka untuk baca doa sebelum memulakan jawapan, berselawat bila menghadapi kesukaran & petua2 yang lain.

7. Ingat ! Jangan sekali2 menjadikan anak stres dengan permintaan2 yang luarbiasa, memadailah kata2 berisi doa, motivasi & peniup semangat untuk mereka.

Antara surah yg digalakkan utk baca,

1. Surah Alam Nasyrah

2. Surah al Hasyr ayat 21-24

3. Surah al Rahman 1-13

Niatkan semasa membaca surah2 ini agar anak mendapat ilmu, mudah menjawab dgn cemerlang …

Wallahua’lam.

#buat semua calon PEPERIKSAAN  SPM, STPM, STAM, 2020 DOA MENDUDUKI EXAM….

Keluar rumah:

بِسْمِ ٱللَّهِ تَوَکَّلْتُ عَلَى ٱللَّهُ

Otw :

يَا ذَٱلْجَلَالِ وَٱلْإِكْرَامِ

Msuk dewan periksa  : 

سَلٰمٌ قَوْلًا مِّن رَّبِّ ٱلرَّحِيمِ

Duduk :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينَ

Buka kertas soalan  :

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَاطَ اٱلْمُسْتَقِيمَ

Jawab soalan :

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Soalan susah  :         

وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

Check jawapan :        

إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلٍيمًا

Hantar  :

وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ يَسِيرًا

ٰ

Share utk anak2 kita yg akn menduduki exam  SPM pada 22.2.2021