MUKMIN CERDAS, BERUSAHA MEMPERBERAT TIMBANGAN KEBAIKANNYA

MUKMIN CERDAS, BERUSAHA MEMPERBERAT TIMBANGAN KEBAIKANNYA

✍️  Mukmin yang cerdas, ialah mereka yang faham dan sadar betul bahwa detik-detik kehidupan yang dilaluinya di dunia ini, akan berakhir dengan kematian.

Maka orientasi kehidupannya akan berfokus kepada kehidupan kekal di akhirat.

Jangan sampai terjerumus kedalam neraka.

✍️ Berupaya keras agar timbangan kebaikannya menjadi lebih berat kelak di hari pembalasan.

✍️ Upaya itu antara lain ialah:

📍Pertama, beramal sebaik mungkin.

Dalam Al-Quran, Allah berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 1-2:

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ

“Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu”. (1)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun”. (2)         

         👇

Seperti apakah amalan yang terbaik itu? Salah satu indikatornya adalah, pekerjaan itu dilakukan dengan istiqamah. Dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

فَإِنَّ خَيْرَ الْعَمَلِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“Sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah yang rutin (berkelanjutan), meskipun itu sedikit. Dan ikhlas.

📍 Yang kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya.

Diantara yang dapat kita persiapkan adalah dengan memperbanyak amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh yang dapat mendoakan kita kelak. Sebagaimana hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَ))؛ رواه مسلم

 “Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendo`akan orang tuanya.” (HR. Muslim).

📍 Yang ketiga, berdoa agar diberikan husnul khatimah

Apakah itu husnul khatimah? Diantara tanda utama husnul khatimah ialah apabila ia mengucap kalimat “laa ilaaha illallaah” di akhir hayatnya. Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

‏” مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ ‏”‏

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk Surga.”

Jangan Pandang Rendah Orang Yang Tak Beribadah

Jangan Pandang Rendah Orang Yang Tak Beribadah

 Jika Allah memudahkan bagimu mengerjakan sholat malam, Maka janganlah memandang rendah orang-orang yg tidur.

 Jika Allah memudahkan bagimu melaksanakan puasa ,Maka janganlah memandang rendah orang-orang yg tidak berpuasa dgn tatapan yg menghinakan.

 Jika Allah memudahkam bagimu membuka pintu untuk berjihad, Maka janganlah kamu memandang rendah orang-orang yg tidak berjihad dgn pangangan meremehkan.

 Jika Allah memudahkan darimu dalam mengais rejeki bagimu , Maka janganlah memandang rendah orang-orang yg berhutang dan kurang rejekinya dgn pangangan yg mengejek dan mencela.

Karena itu semua adalah titipan Allah yg suatu saat akan kau pertanggungjawabkan kelak .

 Jika Allah memudahkan pemahaman Agama bagimu, Maka janganlah kamu meremehkan orang-orang yg belum faham Agama dgn pandangan hina.

 Jika Allah memudahkan ilmu bagimu, Maka janganlah kamu sombong dan bangga diri.

Karena Allahlah yg memberimu pemahaman itu.

” Boleh jadi orang yg tidak mengerjakan Qiyamul lail , Puasa ( sunnah) tidak Berjihad dan sebagainya mereka lebih dekat kepada Allah daripada dirimu 

 Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelancaran dalam segala urusan kita , keberkahan rejeki kita ,dijauhkan dari segala marabahaya serta ditutupkan umur kita dalam keadaan Husnul Khatimah. C&P.

UBAT BAGI HATI YANG BERKARAT

UBAT BAGI HATI YANG BERKARAT

Rasulullah SAW bersabda:

إن هذه القلوب تصدأ كما يصدأ الحديد إذا أصابه الماء ” قيل : يا رسول الله وما جلاؤها ؟ قال : ” كثرة ذكر الموت وتلاوة القرآن ” روى البيهقي “

Sungguh hati ini berkarat seperti berkaratnya besi jika terkena air. Lalu beliau ditanya: Apa pembersihnya? Sabda beliau: “Banyak mengingat mati dan membaca Al-Quran.” (HR: Al-Baihaqi)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh hati itu berkarat. Beningkan ia dengan membaca Al-Quran, mengingat mati, dan menghadiri majelis zikir atau majelis ilmu.” (HR. Syihab dan Baihaqi).

Hati itu berkarat. Jika si pemilik hati melakukan apa yang diajarkan Nabi SAW, maka ia akan bening kembali. Jika tidak, hati akan menghitam. Ia menghitam karena memang jauh dari cahaya; ia pekat karena kecintaannya yang berlebih kepada dunia tanpa warak. Karena, jika hati seseorang didominasi oleh cinta dunia, waraknya akan hilang. Ia himpun harta dunia, baik yang halal maupun yang haram. Tak ada lagi upaya memilah-milah antara yang halal dan yang haram dalam mengumpulkan kekayaan. Rasa malunya kepada Allah pun pudar; ia lupa bahwa Allah senantiasa mengawasinya (muraqabah Allah). Wahai kaumku, ikutilah petunjuk Nabi kalian, Muhammad SAW.

Beningkan kembali hatimu yang berkarat dengan obat yang telah dijelaskan Rasulullah SAW kepada kalian. Kalau seorang di antara kalian sakit, lalu ia diberi resep oleh dokter, ia tidak akan merasakan nikmatnya hidup (penyakitnya takkan sembuh) sebelum ia meminum obat tersebut.

Tanamkan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasimu dalam khalwah (saat engkau menyendiri) dan jalwah ( bersama dengan orang lain). Jadikan Allah sebagai pusat perhatianmu sehingga seakan-akan engkau melihat-Nya. Bila engkau tak dapat melihat-Nya, ketahuilah bahwa Allah melihatmu. Siapa yang ingat kepada Allah dengan hati, dialah pezikir sejati. Dan siapa yang ingat kepada Allah tidak dengan hati, ia belum pantas disebut pezikir. Lidah itu pelayan dan pengikut hati.

Biasakanlah menyimak wejangan dan nasihat, karena hati yang tidak disirami wejangan dan nasihat akan buta.”

–Syekh Abdul Qadir dalam Mawa’izh karya Shalih Ahmad Asy-Syami

3 PERKARA YANG DISENANGI RASULULLAH ﷺ

3 PERKARA YANG DISENANGI RASULULLAH ﷺ

1)Bersihnya Hati

Bersihnya hati dari segala penyakit hati, yaitu : sombong, riya’, suka menunjuk, dengki, dendam, iri, su’udzon (berprasangka buruk), ghibah (gosip), dan lainnya, Jangan biarkan hatimu kotor berpenyakit. Kerana jika hati sudah berpenyakit, maka sangat susah ruhmu untuk menjalankan apa yang telah Allah SWT perintahkan.

2)Menjalankan Amanah

Menjalankan apa yang telah Allah SWT dan Rasulullah Saw perintahkan. Kerana perintah Tuhan dan Nabimu merupakan amanah yang harus engkau jalankan.

3)Menghilangkan Sikap Ego.

Jangan mementingkan diri sendiri.

Janganlah keras kepala dalam kesalahanmu dan jangan pula ego diatas penderitaan orang lain. Jangan mementingkan kenyamanan diri sendiri tetapi orang lain dalam penderitaan. Hiduplah dengan adil, dermawan dan bijaksana tanpa mendahulukan keegoisan. 3 PERKARA YANG DISENANGI RASULULLAH ﷺ

1)Bersihnya Hati

Bersihnya hati dari segala penyakit hati, yaitu : sombong, riya’, suka menunjuk, dengki, dendam, iri, su’udzon (berprasangka buruk), ghibah (gosip), dan lainnya, Jangan biarkan hatimu kotor berpenyakit. Kerana jika hati sudah berpenyakit, maka sangat susah ruhmu untuk menjalankan apa yang telah Allah SWT perintahkan.

2)Menjalankan Amanah

Menjalankan apa yang telah Allah SWT dan Rasulullah Saw perintahkan. Kerana perintah Tuhan dan Nabimu merupakan amanah yang harus engkau jalankan.

3)Menghilangkan Sikap Ego.

Jangan mementingkan diri sendiri.

Janganlah keras kepala dalam kesalahanmu dan jangan pula ego diatas penderitaan orang lain. Jangan mementingkan kenyamanan diri sendiri tetapi orang lain dalam penderitaan. Hiduplah dengan adil, dermawan dan bijaksana tanpa mendahulukan keegoisan.

Tiga Hikmah Musibah Bagi Manusia

Tiga Hikmah Musibah Bagi Manusia

📝 Musibah adalah takdir Allah ﷻ yang dirasa buruk oleh makhluknya. Namun meskipun itu buruk dan terasa berat bagi makhluk, musibah pasti memiliki hikmah. Karna semuanya tadir Allah ﷻ ini selalu ada hikmah dibaliknya. Musibah ada tiga hikmahnya, tergantung dari keadaan orang yang ditimpa musibah tersebut, yaitu:

▪️Pertama, sebagai adzab yaitu bagi orang yang berpaling dari agama Allah. Allah berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)

Allah berfirman:

 فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang Telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)

▪️Kedua, sebagai peringatan dari Allah ﷻ agar kita jadi lebih baik.

Allah ﷻ berfirman:

 وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan kami timpakan kepada mereka adzab supaya mereka kembali.” (QS. az-Zukhruf: 48)

▪️Ketiga, tanda kebaikan dan kecintaan Allah ﷻ kepada seorang hamba.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik maka Allah timpakan musibah kepadanya.” (HR. Bukhari: 5645)

Dalam hadits yang lain:

إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ

“Sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka.” (HR. Ibnu Majah: 4031, Tirmidzi: 2/64, dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Silsilah ash-Shahihah: 1/227)

Oleh karena itu manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi dan Rasul. Karena memang merekalah orang-orang yang paling dicintai Allah. Sa’ad bin Abi Waqqash pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Siapakah manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau ﷺ menjawab:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ

“Manusia yang paling berat dan keras cobaannya adalah para nabi, kemudian  yang seperti mereka, kemudian yang seperti mereka (yakni di bawah Nabi).” (HR. Tirmidzi: 2/64, Ibnu Majah: 4023, dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Silsilah ash-Shahihah: 1/225)

✍️ Oleh sebab itu, jika kita ditimpa musibah atau sesuatu yang buruk maka segeralah muhasabah (introspeksi) diri, dimanakah kita dari tiga golongan itu. Jika selama ini kita yang jauh dari agama Allah ﷻ maka itu adalah adzab yang disegerakan, atau jika kita selama ini lalai itu adalah peringatan maka segeralah bertaubat kepada Allah ﷻ dan perbaiki diri. Sedangkan jika kita sudah berada diatas ketaatan maka musibah itu bisa jadi tanda kecintaan Allah ﷻ, bersabar dan ridhalah dengan takdir Allah ﷻ itu, jangan biarkan setan mengambil bagian lewat kesedihan dari musibah yang kita terima. Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang kedua dan ketiga dan berlindung kepada Allah ﷻ agar tidak termasuk golongan yang pertama. Amin.

Tiga Hikmah Musibah Bagi Manusia

📝 Musibah adalah takdir Allah ﷻ yang dirasa buruk oleh makhluknya. Namun meskipun itu buruk dan terasa berat bagi makhluk, musibah pasti memiliki hikmah. Karna semuanya tadir Allah ﷻ ini selalu ada hikmah dibaliknya. Musibah ada tiga hikmahnya, tergantung dari keadaan orang yang ditimpa musibah tersebut, yaitu:

▪️Pertama, sebagai adzab yaitu bagi orang yang berpaling dari agama Allah. Allah berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)

Allah berfirman:

 فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang Telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)

▪️Kedua, sebagai peringatan dari Allah ﷻ agar kita jadi lebih baik.

Allah ﷻ berfirman:

 وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan kami timpakan kepada mereka adzab supaya mereka kembali.” (QS. az-Zukhruf: 48)

▪️Ketiga, tanda kebaikan dan kecintaan Allah ﷻ kepada seorang hamba.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik maka Allah timpakan musibah kepadanya.” (HR. Bukhari: 5645)

Dalam hadits yang lain:

إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ

“Sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka.” (HR. Ibnu Majah: 4031, Tirmidzi: 2/64, dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Silsilah ash-Shahihah: 1/227)

Oleh karena itu manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi dan Rasul. Karena memang merekalah orang-orang yang paling dicintai Allah. Sa’ad bin Abi Waqqash pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Siapakah manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau ﷺ menjawab:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ

“Manusia yang paling berat dan keras cobaannya adalah para nabi, kemudian  yang seperti mereka, kemudian yang seperti mereka (yakni di bawah Nabi).” (HR. Tirmidzi: 2/64, Ibnu Majah: 4023, dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Silsilah ash-Shahihah: 1/225)

✍️ Oleh sebab itu, jika kita ditimpa musibah atau sesuatu yang buruk maka segeralah muhasabah (introspeksi) diri, dimanakah kita dari tiga golongan itu. Jika selama ini kita yang jauh dari agama Allah ﷻ maka itu adalah adzab yang disegerakan, atau jika kita selama ini lalai itu adalah peringatan maka segeralah bertaubat kepada Allah ﷻ dan perbaiki diri. Sedangkan jika kita sudah berada diatas ketaatan maka musibah itu bisa jadi tanda kecintaan Allah ﷻ, bersabar dan ridhalah dengan takdir Allah ﷻ itu, jangan biarkan setan mengambil bagian lewat kesedihan dari musibah yang kita terima. Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang kedua dan ketiga dan berlindung kepada Allah ﷻ agar tidak termasuk golongan yang pertama. Amin.

TEMPAT-TEMPAT RIYA’

TEMPAT-TEMPAT RIYA’

Riya’ melalui fizikal – Contohnya memperlihatkan dirinya kurus dan pucat agar dipandang sebagai seorang yang kuat beribadah. Jika bukan kerana riya’, tidak mengapa.

Riya’ melalui pakaian – Contohnya meniru ahli-ahli agama dengan memakai pakaian-pakaian kemuliaan ataupun dengan memakai pakaian-pakaian yang buruk. Jika bukan kerana riya’, tidak mengapa.

Riya’ melalui kata-kata – Contohnya dengan memberi nasihat, berkata-kata dengan gaya berhikmah, memperdengarkan hafazan untuk menunjukkan banyak ilmu, menunjuk-nunjuk beramar ma’ruf dan nahi munkar, berdebat di hadapan orang, dan sebagainya. Jika bukan kerana riya’ , tidak mengapa.

Riya’ melalui amalan – Contohnya melamakan sujud di depan orang lain, bercakap dengan penuh sopan santun seperti ahli agama, dan asyik menundukkan kepala. Jika bukan kerana riya’, tidak mengapa.

Riya’ melalui pergaulan – Contohnya menunjukkan yang dia punya hubungan baik dengan orang-orang alim dan para pemimpin, selalu mengunjungi dan dikunjungi orang-orang hebat, menceritakan senarai nama guru-gurunya dan sebagainya. Jika bukan kerana riya’, tidak mengapa. Ada pula yang meninggalkan pergaulan lalu beruzlah ke hutan dan gunung. Tujuannya agar dia disebut-sebut orang sebagai orang soleh. Ini pun riya’ juga. Tetapi jika dilakukan bukan kerana riya’, tidak mengapa.

– Buku Anugerah Berwangian Cinta untuk Tetamu Taman Cahaya (Petikan, Ringkasan & Rumusan kitab Ihya’ ‘Ulumuddin), ms 112

Fatwa Berkaitan Maksiat Lisan Dan Anggota

فتاوى معاصي اللسان والجوارح

Fatwa Sekelian Maksiat Lisan & Anggota

 فصل في الواجبات القلبية

Fasal Pada Menerangkan Yang Wajib Yang Bangsa Hati

الإخلاص بالطاعة

Ikhlas Melakukan Ketaatan

من أعمال القلوب الواجبة الإخلاص وهو إخلاص عمل الطاعة لله تعالى أي أن لا يقصد بعمل الطاعة محمدة الناس والنظر إليه بعين الإحترام والتعظيم والإجلال .

Setengah dari amalan-amalan hati yang wajib ialah ikhlas. Dan yaitu ikhlas mengerjakan taat bagi Allah Taala yakni tidaklah tujuan dengan amal taat itu hendakkan pujian manusia dan memandang   manusia kepadanya dengan pandang yang memuliakan dan mengagungkannya.

KETERANGAN

TA’RIF IKHLAS

Terdapat pelbagai ta’rif ikhlas yang telah disebut olih para ulamak setengahnya ringkas dan setengahnya lebih lengkap yang kesemuanya mempunyai maksud yang sama.

Antaranya :

الإخلاص التبرِّي عن كل ما دون الله تعالى

Artinya : “Ikhlas adalah melepaskan dari sekelian barang selain Allah Taala” (Al-Mufradat Ligharib Al-Quran)

 الإخلاص صدقُ النية مع الله

Artinya : “Ikhlas ialah benar niat dengan Allah.” (Ibrahim bin Adham)

الاخلاص أن تستوي أفعال العبد في الظاهر والباطن

Artinya : “Ikhlas itu bahawa bersamaan segala perbuatan hamba pada zahir dan dabtin.” (Huzaifah Al-Mar’asyi)

إفراد الحق سبحانه في الطاعة بالقصد، وهو أن يريد بطاعته التقرب إلى الله سبحانه دون شيء آخر من تصنع لمخلوق، أو اكتساب صفة حميدة عند الناس، أو محبة مدح من الخلق 

Artinya : “Menunggalkan Allah Taala pada berbuat taat dengan qasad. Dan yaitu bahawa menghendaki seorang itu dengan taatnya mendekatkan diri kepada Allah Taala bukan tujuan lain seperti menunjuk-nunjuk bagi makhluk atau mengusahakan sifat terpuji di sisi manusia atau kasihkan pujian daripada makhluk.” (Imam Abu Al-Qasim Al-Qusyairi)

استواء المدح والذم من العامة، ونسيان رؤية الأعمال في الأعمال، ونسيان اقتضاء ثواب العمل في الآخرة        

Artinya : “Bersamaan olih pujian dan celaan dari orang awam dan lupa melihat segala amalan dan lupa menuntut pahala amal pada akhirat.” (Zunnun Al-Misri)

PERINTAH IKHLAS DI DALAM QURAN

Allah Taala berfirman :

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ 

Artinya : “Dan tiadalah mereka itu diperintahkan melainkan supaya mereka beribadah akan Allah dalam keadaan ikhlas mereka itu bagi-Nya agama.” (Al-Bayyinah : 5)

Dan firman Allah :

إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ أَلا للَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

Artinya : “Sungguhnya Kami telah turunkan akan Al-Kitab dengan sebenar maka sembahlah akan Allah dalam keadaan ikhlas bagi-Nya agama dan ketahuilah bahawa bagi Allah agama orang yang ikhlas.” (Az-Zumar : 2 & 3)

Dan firman Allah :

فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا   الكهف، الآية

Artinya : “Maka barangsiapa adalah ia mahu bertemu akan Tuhannya maka perbuatlah amalan yang solih dan jangan sekutukan dalam beribadah akan Tuhannya dengan seorang jua pun.” (Al-Kahfi : 110)

DARJAT IKHLAS

Darjat ikhlas yang paling tinggi ialah melakukan segala suruhan dan meninggalkan segala larangan semata-mata kerana Allah.

Tersebut pada Kitab Al-Masu’atul Fiqhiyah :

وَدَرَجَاتُ الإْخْلاَصِ ثَلاَثَةٌ: عُلْيَا وَهِيَ أَنْ يَعْمَل الْعَبْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ امْتِثَالاً لأِمْرِهِ وَقِيَامًا بِحَقِّ عُبُودِيَّتِهِ. وَوُسْطَى وَهِيَ أَنْ يَعْمَل لِثَوَابِ الآْخِرَةِ. وَدُنْيَا وَهِيَ أَنْ يَعْمَل لِلإْكْرَامِ فِي الدُّنْيَا وَالسَّلاَمَةِ مِنْ آفَاتِهَا. وَمَا عَدَا الثَّلاَثَ مِنَ الرِّيَاء

Artinya : “Dan segala darjat ikhlas itu ada tiga. Petamanya darjat yang paling tinggi yaitu bahawa beramal seorang hamba bagi Allah semata-mata kerana menjunjung bagi suruh-Nya dan kerana mendirikan hak kehambaannya. Dan kedua ialah darjat pertengahan yaitu bahawa beramal kerana ganjaran akhirat. Dan ketiganya darjat yang paling rendah yaitu beramal kerana kemuliaan didalam dunia dan selamat dari segala kebinasaanya. Dan adapun selain dari tiga ini ialah termasuk daripada riak.” (Kitab Kasyful Qina’ & Al-Mausu’atul Fiqhiyah)

AMALAN YANG SAH YANG TIADA IKHLAS

Seorang yang telah melakukan suatu amalan dengan betul seperti sempurna syarat dan rukunnya maka amalanya itu dikira sebagai sah akan tetapi jika tiada ikhlas padanya maka tidak ada baginya pahala dan tidak diterima.

Berkata Fudahil bin Iyadh :

إن العمل إذا كان خالصاً ولم يكن صواباً لم يًقبل ، وإذا كان صواباً ولم يكن خالصاً لم يقبل حتى يكون خالصاً صواباً

Artinya : “Sungguhnya amalan itu apabila adalah ia ikhlas dan tetapi tidak betul nescaya tidak akan diterima dan apabila adalah amalan itu betul dan tetapi tidak ada ikhlas nescaya tidak juga akan diterima sehinggalah amalan itu ikhlas dan betul.”

Misalnya seorang yang ikhlas mengerjakan solat tetapi dia tidak menutup aurat atau tidak berwuduk maka solatnya itu tidak diterima walau pun dia ikhlas kerana solat tanpa menututp aurat dan berwuduk itu tidak betul.

Begitu juga jika seorang yang mengerjakan haji bertujuan mendapat pujian dari manusia sekalipun dia menyempurnakan sekelian rukun-rukunnya adalah hajinya itu tidak diterima kerana dia tidak ikhlas.

Bahkan orang yang tidak ikhlas dalam melakukan ibadah itu mendapat pula akan dosa.

Berkata Ibrahim bin Yusuf :

لَوْ صَلَّى رِيَاءً فَلاَ أَجْرَ لَهُ وَعَلَيْهِ الْوِزْرُ

Artinya : “Kalau seorang itu solat dalam keadaan riak maka tiada pahala baginya dan atasnya dosa.”

KELEBIHAN IKHLAS

TERLEPAS DARI HASUTAN SYAITAN

Tersangat banyak kelebihan orang yang ikhlas melakukan amal kerana Allah disebut di dalam Quran dan hadith-hadith Nabi saw.

Diantaranya ialah firman Allah Taala :

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ * إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Artinya : “Berkata Iblis : Maka demi kekuasaan-Mu sungguh aku akan menyesatkan keturunan manusia itu melainkan hamba-hamba-Mu dari kalangan orang-orang yang ikhlas.” (Shad : 82 & 83)

MENDAPAT PERTOLONGAN ALLAH

Telah diriwayatkan daripada Sa’ad bin Abi Waqas  r.a. Rasululllah saw telah bersabda :

إِنَّما يَنْصُرُ اللهُ هذه الأُمَّةَ بِضَعِيفِها ؛ بِدَعْوَتِهمْ و صلاتِهِمْ و إِخْلاصِهِمْ

Artinya : “Hanya sungguhnya Allah menolong akan umat ini dengan yang lemah dari mereka itu dengan dakwah mereka dan dengan solat mereka dan dengan ikhlas mereka.” (Hadith riwayat Abu Nu’aim)

MENDAPAT SYURGA

Firman Allah Taala :

إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ * أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ * فَوَاكِهُ وَهُمْ مُكْرَمُونَ * فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Artinya : “Melainkan hamba-hamba-Mu dari kalangan orang-orang yang ikhlas. Bagi mereka itu  rezeki yang telah diketahui. Buah-buahan dan mereka itu dimuliakan. Di dalam syurga Na’im.”  (As-Soffat : 40-43)

JIHAD TIDAK BERGUNA TANPA IKHLAS

Telah diriwayatkan daripada Abu Musa Al-As’ari r.a. berkata :

جاءَ أعرابيٌّ إلى رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ ، فقالَ الرَّجلُ : يقاتِلُ ليذكَرَ ، ويقاتلُ ليغنَمَ ، ويقاتلُ ليُرى مَكانُهُ ، فمن في سبيلِ اللَّهِ ؟ قالَ : مَن قاتلَ لتَكونَ كلِمةُ اللَّهِ هيَ العليا فَهوَ في سبيلِ اللَّهِ عزَّ وجلَّ

Artinya : “Telah datang seorang lelaki Badwi kepada Nabi saw lalu dia bertanya : Seorang yang berperang supaya disebut-sebut dan seorang berperang kerana harta ghanimah dan seorang berperang supaya dilihat darjatnya maka siapakah yag berada pada jalan Allah? Sabdanya : Siapa berperang supaya tinggi agama Allah maka dialah yang berada pada jalan Allah.” (Hadith riwayat Nasaie)

wallahua’lam

CINTANYA 5…LUPANYA 5..

CINTANYA 5…LUPANYA 5..

Manusia akan cintai 5 dan

melupai 5 perkara

Rasulullah S.A.W telah bersabda,

“Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

1. Mereka cinta kepada dunia.

        Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

2. Mereka cinta kepada harta benda.

       Tetapi mereka lupa kepada hisab.

3. Mereka cinta kepada makhluk.

      Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.

4. Mereka cinta kepada dosa.

      Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah.

       Tetapi mereka lupa kepada kubur.”

TIGA UKURAN KEHEBATAN SESEORANG

TIGA UKURAN KEHEBATAN SESEORANG:

_

‎قال الإمام الشافعي رحمه الله ‎

جوهر المرء في ثلاث :

_

Imam Syafi’i berkata:

kehebatan seseorang terdapat pada tiga perkara.

_

‎كتمان الفقر

‎حتى يظن الناس من عفتك أنك غني

_

1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.

_

‎وكتمان الغضب

‎حتى يظن الناس أنك راض

_

2.Kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa ridha.

_

‎وكتمان الشدة

‎حتى يظن الناس أنك متنعم

_

3.Kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang.

_

‎[ مناقب الشافعي للبيهقي (y/2) ]

(Kitab manaqib Imam Syafi’i, karya Al Baihaqi,2/188).

TIGA AMALAN YANG TAK TERBATAS GANJARANNYA

TIGA AMALAN YANG TAK TERBATAS GANJARANNYA*

Berikut tiga amal kebaikan yang tidak masuk dalam timbangan pada hari kiamat karena keagungan amal tersebut.

1. MEMAAFKAN ORANG LAIN.

ALLAH SWT berfirman:

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّه

Barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik,

maka pahalanya dalam tanggungan ALLAH SWT. (Qs.Assyuro:40)

2. SABAR.

ALLAH SWT berfirman:

 ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang akan dicukupkan pahala mereka tanpa hisab

(tanpa batas).

(Qs. Azzumar:10)

3. PUASA.

ALLAH SWT berfirman dalam hadits qudsi :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِه.

(رواه البخاريِ)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi SAW, Beliau bersabda:

“Semua amalan bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku (ALLAH),

dan Aku-lah yang membalasnya,

(H.R.BUKHORI).

Diriwayatkan bahwa di akherat kelak akan ada seseorang yg memanggil : “Mana orang-orang yang pahala mereka di tanggung oleh ALLAH SWT?”

Kemudian menghadaplah orang-orang yang sabar, orang-orang yang berpuasa dan orang-orang yang suka mema’afkan orang lain.

Amalan untuk menghindari fikiran kotor

Sayyidinal Imam Al Qutub Al Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthos.Ra

Berkata:

“Jika dalam hatimu terlintas bisikan buruk atau ajakan untuk bermaksiat, angkatlah kepalamu ke langit lalu ucapkan ; “Allaah…..”

DENGAN SATU NAFAS.

Ini akan membakar dan menghapus dengan seketika bisikan² buruk dalam hati.

Hikmah dari menengadahkan kepala ke langit adalah karena Iblis tidak mendatangi manusia dari atas kepalanya.

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى,

“Kemudian saya (iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka !”.

(QS. Al-A’rof, 7;17)

Sesungguhnya Allah SWT mengatakan bahwa iblis tidak akan mendatangi mereka dari atas..!”

مـاشــاءاللـــــه لاقـــــوةالابااللــــــــه

Yang mana amalan ini terdapat dalam kitab:

(‘Uqudul Almas bi Manaqibil Sayyid Ahmad bin Hasan Al-Atthos”, Al-‘Allamah Al Habib Alwi bin Thohir Al-Haddad.Ra, Mufti Johor)

Semoga kita semua tergolong dari golongan orang-orang yang dipanggil di akhirat kelak.

Aamiin

Berusahalah untuk mema’afkan setiap orang yang menyakiti, menzholimi dan menggangu kita, karena pada hakekatnya itu adalah ujian ALLAH SWT bagi kita.

Ia tidak akan bisa menyakiti,

berbuat zholim atau menggangu kecuali dengan izin ALLAH SWT.

Hendaklah kita senantiasa mengoreksi diri kita, mungkin karena kelalaian kita kepada ALLAH SWT atau karena dosa-dosa yang telah kita lakukan yang tidak kita sadari sehingga ALLAH SWT mengirim orang untuk menggangu atau menyakiti kita.

Semoga bermanfaat

*آمين.. آمين.. آمين يَآرَبْ العالمين*

Saudara Hijrahku

Rasulullah saw bersabda:

((من دل على خير فله مثل أجر فاعله)) رواه مسلم

Barang siapa menunjukkan kebaikan, maka ia mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.

( HR. Muslim )

((بلغوا عني ولو آية)) رواه البخاري

Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat

(HR. Bukhari)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya) :

Hendaknya ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang beruntung

”(Qs. Ali-‘Imran: 104)

Robbana Taqobbal Minna

Ya Allah terimalah dari kami(amalan kami),