Design a site like this with WordPress.com
Mulakan

PERSAHABATAN YG SAMPAI KE SURGA SELAMANYA

PERSAHABATAN YG SAMPAI KE SURGA SELAMANYA

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar.

Umar bin Khattab berkata,

ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]

Sangat banyak keuntungan memiliki sahabat yang saleh diantaranya:

Sahabat yang saleh akan selalu membenarkan dan menasehati kita apabila salah. Inilah sahabat yang sesungguhnya, bukan hanya sahabat saat bersenang-senang saja atau sahabat yang memuji karena basa-basi saja.Sebuah ungkapan arab berbunyi:

ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ

“Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka”

“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”

Sahabat yang saleh juga akan selalu mendoakan shahabatnya karena apabila ia mendoakan sahabatnya, sedangkan sahabatnya tidak mengetaui, maka malaikat juga meng-amin-kan doa tersebut sambil mendoakan bagi yang berdoa tadi, artinya orang yang mendoakan juga mendapatkan apa yang ia doakan kepada saudaranya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim, no. 2733)

Sifat seseorang dan kesalehan itu “menular”, dengan berkumpul bersama orang saleh, maka kita juga akan menjadi saleh dengan izin Allah.Perhatikan hadits berikut:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “

“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar  pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.[HR. Bukhari dan Muslim]

Dari semua keutamaan memiliki sahabat yang saleh, ada keutamaan yang juga merupakan kenikmatan besar, yaitu persahabatan orang yang saleh akan berlanjut sampai surga dan akan kekal selamanya. Tentu ini kenikmatan yang sangat besar, karena antara sahabat dekat pasti tidak ingin berpisah dengan sahabat lainnya. Persahabatan sementara di dunia kemudian dipisahkan dengan kematian begitu saja, tentu bukan akhir yang indah.

Salah satu dalil bahwa akan ada persahabatan di hari kiamat akan berlanjut bahwa orang yang saling mencintai (termasuk para sahabat) akan dikumpulkan bersama di hari kiamat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’” (HR. Bukhari, no. 6170; Muslim, no. 2640)

Untuk memfasilitasi hal ini, Allah Ta’ala memberikan keutaamaan kepada seseorang untuk memberikan syafaat kepada sahabatnya yang lain, agar mereka bisa sama-sama masuk surga dan berkumpul kembali.

Hasan Al- Bashri berkata,

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat antara sahabat di hari kiamat,

حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…

“Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

“Ingin pahala jariyah yg terus mengalir setelah kita wafat??? Sebarkan ilmu syar’i ini ke grup lainnya”

AMALAN-AMALAN UNTUK BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK.

AMALAN² UNTUK BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK.

Kita harus selalu semangat dan berusaha memperbaiki diri dan amalan kita.

Imam Haddad membantu kita untuk merubah diri kita.

Beliau berwasiat :

Lazimilah dzikir

terutama untuk dzikir² yang telah ditentukan waktu membacanya, seperti Ratib Haddad, Wirdul Lathif, dll.

Dan dzikir² tersebut telah terkumpul di dalam kitab Khulashatul Madad Nurul Yaqin, yang telah dikumpulkan oleh Habib Umar bin Hafizh.

Barangsiapa yang istiqomah membacanya maka insya Allah dia pasti selamat dunia akhirat.

Habib Abdurrahman Assegaf berkata :

من ليس له ورد فهو قرد

“Barangsiapa yang tidak memiliki wirid, maka dia layaknya kera.”

Orang yang tidak berpegangan dengan wirid maka dia layaknya kera, yang hidupnya tak memiliki tujuan.

Istiqomahlah selalu untuk membaca wirid² tersebut.

Jika kita sedang udzur atau tidak mampu membacanya, seperti sedang bepergian atau sakit maka qodho’lah ketika mampu.

Karena setan akan putus asa ketika kita mampu menjaga wirid yang telah kita istiqomahi, walau kita istiqomah dengan mengqodho’nya.

Begitupun dengan amalan² yang sudah kita istiqomahi, jika kita tertinggal maka qodho’lah.

Rasulullah bersabda :

إذا مرض العبد او سافر كتب له مثل ما كان يعمل مقيما او صحيحا

“Apabila seorang hamba itu sakit atau dia sedang bepergian maka dicatat untuknya amalan-amalan yang ia lakukan ketika sedang tidak bepergian dalam keadaan sehat.”

Rasulullah menjelaskan bahwa apabila seorang hamba itu sakit atau dia sedang bepergian lalu ia tidak mampu mengamalkan ibadah² yang telah ia istiqomahi, maka dia tetap tercatat melakukannya seperti dia yang sedang di rumah dalam keadaan sehat.

Jagalah Kesucian Zhahir dan Bathin.

Jagalah bathin kita dari penyakit hati, seperti benci, iri, dengki dll.

Bersihkan hati kita dari itu semua, karena itulah yang menjadi penghalang pandangan Allah kepada kita.

Dan menjaga kesucian zhahir itu juga penting, karena Allah itu mencintai keindahan.

إن الله جميل يحب الجمال

“Sesungguhnya Allah itu dzat yang Maha Indah yang mencintai keindahan.”

Selalu dalam keadaan suci.

Maksudnya disini adalah suci secara syari’at, yaitu selalu dalam keadaan berwudhu.

Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa AS, “Wahai Musa, jika engkau terkena musibah dan kau tidak dalam keadaan berwudhu, maka jangan salahkan siapapun kecuali dirimu sendiri.”

Jadilah orang yang berguna untuk orang lain.

Jadilah orang yang dermawan, menyayangi orang muslim, berbuat baik dan menolong teman, berupayalah untuk selalu membahagiakan teman dan menasehatinya dan ajaklah mereka kepada segala sesuatu yang bermanfaat.

Jangan malu menasehati orang lain!

Jangan takut jika kita dikira merasa lebih baik dari orang lain ketika kita berani menasehati mereka, malu itu ada tempatnya.

Seburuk-buruknya malu adalah malu yang mencegah seseorang dari berbuat baik dan mengajak kebaikan kepada orang-orang.

Berakhlak dengan akhlak yang baik.

Dengan siapapun, keluarga, teman bahkan orang asing.

Dan ketahuilah bahwa seorang mukmin itu lambat marah, dan apabila ia marah, marahnya cepat untuk hilang.6

Dan yang terpenting

المؤمن لا يغضب لنفسه ولكن يغضب لربه

“Seorang mukmin itu tidak marah untuk dirinya sendiri tapi ia marah untuk Tuhan-Nya.”

Maksudnya ketika ia dicaci orang² ia tak marah, namun ketika Allah yang dicaci, diremehkan ia marah.

Tapi ingat, marah bukan bararti meluapkan emosi dengan membabi buta.

Sebelum kita ingin meluapkan amarah yang kita rasakan, fikirkan dahulu ‘Apakah Rasulullah ridho jika kita seperti ini?’

Kitab Al-Washaya An-Nafiah

MELATIH HATI AGAR TENANG

MELATIH HATI AGAR TENANG

♦️Ketika merasa sunyi BERDZIKIRLAH karena ALLAH Maha Mendengar.

♦️Ketika merasa gembira BERSYUKURLAH karena ALLAH Maha Memberi.

♦️ Ketika marah BERISTIGHFARLAH

 Karena ALLAH Maha Pemaaf

♦️ Ketika merasa sedih BERSUJUDLAH karena ALLAH Maha Pengasih.

♦️ Terkadang ALLAH memberi apa yang kita perlu bukan apa yang kita mau karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik.

♦️ ALLAH itu Maha Adil juga Maha Penyayang. Segala yang berlaku akan ada hikmahnya.

♦️ Latih hati untuk PERPRASANGKA BAIK terhadap ALLAH.

♦️ Latih hati untuk BERGANTUNG KEPADA ALLAH bukan kepada manusia.

♦️ Latih hati untuk BERSYUKUR. In Shaa’Allah kita bahagia.

♦️Latih hati untuk MEMINTA MAAF dan MEMAAFKAN,” In Shaa’Allah keresahan sirna.

♦️ Semoga Kita Semua dapat Mengamalkan nya. In Shaa’Allah hidup akan tenang, Aamiin.

♦️”Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR TIRMIDZI).

MENJADI HAMBA YANG BERSYUKUR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ  

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.   Surah Ibrahim : 7.