6 PERTANYAAN DARI PARA MALAIKAT

6 PERTANYAAN DARI PARA MALAIKAT

Rasulullah Saw bersabda :

“Ketika hari kiamat tiba kelak, akan ditumbuhkan oleh Allah Swt sayap² pada sekelompok umatku”

Mereka akan terbang menuju Surga dan bercengkrama disana diberi nikmat sepuasnya.

Kemudian para Malaikat mengajukan beberapa pertanyaan kpd mereka:

✓”Apakah kalian telah menyaksikan hasil perhitungan (hisab) kalian?”

Mereka menjawab:

“Kami tidak melihat perhitungan tersebut”

✓”Apakah kalian melewati titian Shirathal Mustaqim?”

Mereka menjawab:

“Kami tidak melewati titian Shirathal Mustaqim”.

✓”Apakah kalian melihat Neraka Jahanam?” Mereka menjawab:

“Kami sama sekali tidak melihat Neraka itu”

✓”Umat siapakah kalian ini?”

Mereka menjawab:

“Kami umat Nabi Muhammad Saw”

✓”Kami bersumpah, jelaskan kepada kami dengan sebenar-benarnya, Apakah amalan kalian didunia dahulu?”

Merekapun menjawab:

“Kami mencapai derajat seperti ini karena 2 AMALAN”

✓”Apakah yg 2 itu?”

Mereka menjawab:

“KETIKA BERADA DITEMPAT SUNYI, KAMI MALU BERBUAT MAKSIAT KEPADA ALLAH SWT DAN KAMI RIDHA DENGAN DIBERI YANG SEDIKIT DARI KARUNIA ALLAH KEPADA KAMI (rezeki)”

Kemudian para Malaikat pun berkata:

“Kalau begitu, memang kalian benar² berhak dengan ini semua”

Semoga kita dimudahkan oleh Allah Swt mencapai derajat tsb, Aamiin yaa ALLAH

Ihya ‘Ulumuddin – lmam Al-Ghazzali

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

BERHENTI MERUNGUT DAN BERSYUKURLAH.

BERHENTI MERUNGUT DAN BERSYUKURLAH.

Berhentilah merungut dan mulalah bersyukur dengan apa yang kamu miliki kerna masih ramai yang lebih sempit kehidupannya berbanding dirimu…

Bersyukurlah kerna Allah tidak menimpakan kamu dengan ujian yang lebih berat dari apa yang kamu alami sekarang ini…

Bilamana kamu ditimpa masalah dunia, bersyukurlah, kerna ia akan berakhir bilamana berakhirnya dunia kamu..

Bilamana dirimu bermasalah dalam agama, maka risaulah, kerna ia akan turut bersama kamu hingga ke akhirat…

Risaulah amal soleh kamu tidak mampu memberatkan timbangan mizan kelak, di mana amal kejahatan mu lebih berat dari amal soleh mu…

Risaulah dirimu tak mampu menjawab soal malaikat munkar dan nankir di kubur kelak…

Man Robbuka, siapa Tuhanmu….

Ia bukan dijawab dengan mulutmu, namun dengan amalmu di dunia ini..

🌹🤝🏻Adab kata buat diri sendiri.

20 AMALAN HARIAN YANG PERLU DIJAGA CARA ISTIQOMAH.

AMALAN HARIAN YANG PERLU DIJAGA CARA ISTIQOMAH.

1. Solat Tahajud di waktu ¾ malam sekurang-kurangnya 2 rakaat & solat sunat Witir sekurang-kurangnya 1 rakaat sebelum masuk waktu Subuh

2.Selepas Subuh, zikir 100x tasbih,tahmid dan takbir, 100x selawat & 100x istighfar

3.Kemudian bacalah surah Yasin, Allah janji segala hajatnya pada hari itu akan dipenuhi.

4.Kemudian selepas 26 minit naik matahari solat sunat Isyraq 4 rakaat, Allah janji akan menolong kamu menyempurnakan segala urusanmu pada hari itu.

5.Kemudian solat sunat Dhuha, boleh dilakukan bermula 20 minit selepas Isyraq (di antara jam 8-12 tghari)

6. Selepas solat Zohor, bacalah surah Ar-Rahman- Nabi SAW bersabda: “Segala sesuatu itu mempunyai mempelai, dan mempelai bagi Al-Quran adalah surah Ar-Rahman.”

7. Selepas solat fardhu Asar, zikir 100x tasbih,tahmid dan takbir, 100x selawat & 100x istighfar

Kemudian baca Surah An-Naba’ – Nabi SAW bersabda: “ Jika kamu tahu fadhilat dan besarnya pahala membaca surah An-Naba’, maka kamu akan berhenti daripada tugas-tugas kamu, lalu mempelajari surah tersebut dan mendekatkan diri kepada Allah dengan membacanya. Sesungguhnya Allah akan mengampunkan dosa-dosa mereka yang mengamalkan membacanya selain dosa syirik.”

8. Selepas solat Maghrib, solat sunat Auwabin-Allah janji akan memberi keampunan terhadap dosa-dosa melainkan dosa syirik kepadaNya,baca lah surah Al Mulk dan As Sajdah

9. Selepas Isya’ bacalah surah Al- Waqiah Allah janji akan memelihara daripada kefakiran

10. Setiap malam bacalah Ayatul Kursi dan “Amanar-Rasul” hingga habis. Sangat-sangat penting untuk melindung diri daripada pengaruh syaitan dan kejahatan

11. Sebelum tidur, solat sunat Taubat dan tidur beradab seperti mana Nabi s.a.w. tunjuk ajar.

12. Setiap malam apabila hendak tidur, Muhasabah diri, pohonlah keampunanmu kepada Allah diatas dosa-dosa dan bagi setiap amalan yang baik, nyatakan kesyukuranmu kepada Allah.

13. Sebelum tidur fikirkan dan renunglah(muqarabah) juga mengenai mati dan peristiwa-peristiwa selepas maut. Muqaraba adalah perlu untuk membentuk sifat Taqwa.

14. Setiap hari bacalah al-Quran (Tilawatul Quran) walaupun hanya satu ‘ain’. Latihan tilawah sangat memberi kesan kepada hati. Hati yang tidak ada al-Quran seumpama hati yang mati.Pembacaan Al-Quran janganlah ditinggalkan.Hak Al-Quran adalah perlu dikhatamkan dua kali setiap tahun.

15. Malam Jumaat merupakan salah satu dari pandangan Allah(yang menyelamatkan hambanya) maka perbanyakkan Selawat,malam Jumaat baca surah Al Kahfi,Ad Dukhan serta datang awal ke Masjid

16. Hendaklah hati & lidah sentiasa sibuk dengan berzikir didalam apa jua kegiatan sama ada berjalan, duduk atau bekerja. Berzikirlah ‘Lailahailallah’ sebagai amalan tetap dan berkekalan.

17. Puasa sunat Isnin & Khamis, juga puasa sunat pada hari-hari yang digalakkan dalam Islam. Untuk puasa-puasa sunat

18. Cubalah sedaya-upaya berada dalam keadaan berwudhu’. Sabda Nabi SAW: ‘Wudhu’ adalah senjata orang-orang mukmin.’ Faedah wudhu’ sangat besar.

19. Tatkala Haid, jangan tinggalkan zikrullah. Meninggalkan zikir akan mengeraskan hati dan melayukan cahaya rohaniah bagi hati.

20. Tetaplah dengan usaha kamu melawan hawa nafsu. Jagalah mata, telinga, lidah dan hati. Mengumpat dan mengata-ngata orang lain adalah bencana yang sangat besar. Ia menghapuskan dan melenyapkan pahala dan kesan ibadat.

Ingatan untuk diri sendiri.

Mari sama-sama kita tingkatkan iman dan ilmu dengan Persiapan Kematian, juga salah satu usaha kita sebagai persiapan dan bekalan ke Sana (Akhirat).

Membantu Isteri Adalah Sunnah Nabi SAW.

Salah satu sunnah yang mungkin mulai ditinggalkan para suami adalah membantu istri dan pekerjaannya di rumah

Semoga para suami boleh menerapkan sunnah ini walaupun hanya sedikit saja.

Beberapa suami boleh jadi cuek terhadap pekerjaan istri di rumahnya apalagi istri pekerjaannya sangat banyak dan anak-anak juga banyak yang harus diurus dan dididik.

Merupakan kebiasaan dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membantu pekerjaan istrinya di rumah.

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:

كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu shalat, maka beliau pun pergi shalat.

HR. Bukhari

Hal ini merupakan sifat tawadhu rendah hati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencontohkan pada manusia

padahal beliau adalah seorang pimpinan dan qadhi tertinggi kaum Muslimin.

Boleh jadi ada suami yang merasa diri menjadi rendah jika melakukan perbuatan dan pekerjaan rumah tangga karena ia adalah orang besar dan berkedudukan bahkan bos di tempat kerjanya.

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata menjelaskan hadis ini:

من أخلاق الأنبياء التواضع ، والبعد عن التنعم ، وامتهان النفس ليستن بهم ولئلا يخلدوا إلى الرفاهية المذمومة

Di antara akhlak mulai para Nabi adalah tawadhu dan sangat jauh dari suka bersenang-senang (bermewah-mewah) dan melatih diri untuk hal ini, agar mereka tidak terus-menerus berada pada kemewahan yang tercela mewah tidak tercela secara mutlak

Fathul Bari, kitab adab, hal. 472

Membantu istri dengan boleh dilakukan dengan pekerjaan sederhana, terkadang membantu hal yang sederhana saja sudah membuat senang dan bahagia para istri, semisal menyapu lantai saja, mencuci piring dan lain-lainnya.

Dalam hadis lainnya, Aisyah menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan hal-hal sederhana untuk membantu istri-istri beliau

semisal mengangkat ember dan menjahit bajunya.

Urwah berkata kepada Aisyah:

Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu di rumahmu?

Aisyah berkata

melakukan seperti apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya ia memperbaiki sandalnya menjahit bajunya dan mengangkat air di ember.

HR. Ibnu Hibban

Ini adalah bentuk muamalah yang baik kepada istri dan diperintahkan dalam Al-Quran.

Allah Ta’ala berfirman:

وعَاشِرُوْهُنَّ بِالمَعْرُوْف

Dan pergaulilah mereka istri-istri kalian dengan cara yang makruf.

QS. An-Nisaa: 19

Dan firman Allah:

وَلَهٌنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْف

Dan hak mereka semisal kewajiban mereka dengan cara yang makruf.

QS. Al-Baqarah: 228

Berbuat baik pada istri merupakan bentuk akhlak sebenarnya akhlak asli seorang suami.

 Istri merupakan bawahan suami dan seseorang akan mudah melampiaskan akhlak buruknya ketika menghadapi orang yang derajat atau jabatannya di bawahnya.

Oleh karena itu, sebaik-baiknya akhlak seseorang adalah yang paling baik terhadap istrinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya.

HR. At-Tirmidzi As-Shahihah no 284

Seorang suami di rumah bersama istri dan keluarganya tidak boleh gengsinya tinggi dan kasar, tetapi harus ramah dan berlapang-lapang dengan keluarga dan istrinya.

Dari Tsabit bin Ubaid berkata:

عن ثابت بن عبيد رحمه الله قال : مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَجَلَّ إِذَا جَلَسَ مَعَ الْقَوْمِ ، وَلاَ أَفْكَهَ فِي بَيْتِهِ ، مِنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِت

Aku belum pernah melihat seorang yang demikian berwibawa saat duduk bersama kawan-kawan, namun demikian akrab dan kocak saat berada di rumah melebihi Zaid bin Tsabit.

Al-Adab Al-Mufrad karya Al-Bukhari, no 286

Semoga bermanfaat.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu a’nhu bahawa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku

meski pun satu ayat.

HR. Bukhari no: 346

Kajian Al-Qur’an Hadits, Dakwah yang unik dan menarik serta memudahkan masyarakat dalam belajar islam yang benar.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُم

5 Jenis Tidur

Hukum tidur setelah subuh

Tidur ada lima macam:

1. ‘ailulah yaitu tidur setelah fajar ,boleh mewariskan lupa.

2. Ghoiluloh yaitu tidur di waktu dhuha ,boleh mewariskan faqir

3. Qoiluloh yaitu tidur di waktu istiwa ; boleh mewariskan kaya

4. Kailulah yaitu tidur setelah ‘ ashar boleh mewariskan gila

5. Failulah yaitu tidur setelah Maghrib, boleh mewariskan fitnah..

TUKAR CARA BERDOA?

TUKAR CARA BERDOA?

IN SHAA ALLAH siapa yang betul-betul amalkan, The Powerof Doa ini, boleh mengubah hidup kita menjadi yang lebih baik. Biiznillah.

❤️FORMULA 1

Sebelum ini kita selalu berdoa, ” Ya ALLAH berikanlah aku kekuatan.” Jika kita berdoa begitu, maka ALLAH akan sentiasa uji untuk test kekuatan kita. Faham faham?

Jadi doa yang kita boleh betulkan ialah,

” Ya ALLAH lapangkan kesulitan apa yang aku hadapi ini, Ya ALLAH keluarkan aku dari kesulitan ini, Ya ALLAH bantulah aku “.

❤️FORMULA KE 2

Selain daripada itu, kita sebelum ini mungkin selalu berdoa, “Ya ALLAH berilah aku…”. Jadi, selepas ini kita tukar sikit doa iaitu,

” Ya ALLAH kurniakanlah aku…”

Kerana apa? Jika kita sebut beri maka bila-bila masa ALLAH boleh ambil balik. Namun, jika sebut kurnia, maka ALLAH akan kurniakan kita sesuatu sampai bila-bila IN SHAA ALLAH.

❤️FORMULA KE 3

Satu lagi, selalu saya dengar dan nampak orang doa begini, “semoga DIMURAHKAN rezeki”. Selepas ini, latihkan baca doa begini,

” semoga DILIMPAHKAN rezeki yang berpanjangan dan berkat.”

Nampakkan dua perbezaan doa itu? Doa kena betul, sebab setiap doa kita ALLAH dengar dan yakin ALLAH makbulkan doa kita. Jadi dengan doa ini saya nampak betapa pentingnya untuk kita praktikkan dalam kehidupan seharian.

❤️FORMULA KE 4

Selain itu, selalu kan kita berdoa seperti ini, contonya, “Ya ALLAH, kurniakanlah kami zuriat, anak yang soleh dan solehah.” Dan setiap kali itu jugalah kita akan berasa kecewa, stress bila doa tidak dimakbulkan ALLAH.

Kalau selama ni kita hanya minta pada ALLAH sekadar nikmat sahaja. Kita tak benar-benar ikhlas meminta padaNya supaya diberikan nikmat yang lebih bernilai. Maka hari ini, ayuh kita tukar cara berdoa seperti ini, contohnya,

‘ Ya ALLAH, sekiranya dengan mempunyai zuriat dapat mendekatkan aku dengan diriMu maka makbulkan ya ALLAH..

Sekiranya dengan mempunyai anak membuatkan Engkau lebih memandangku ya Allah, maka kurniakanlah..

Sekiranya dengan mempunyai anak membuatkan ibadahku lebih bertambah dan solatku lebih khusyuk maka izinkanlah nikmat ini Engkau pinjamkan padaku ya ALLAH..

Kerana Engkau sahajalah sebaik2 perancang dan Engkaulah Rabb Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang terbatas bagiku. ‘

Amin Ya Mujib.

Sebabnya, bilamana kita berdoa seperti di atas ini, matlamat dan objektif dalam doa itu bukan terfokus pada nikmat semata, tapi lebih ikhlas kerana hubungan kita pada ALLAH yang memberikan nikmat itu.

❤️FORMULA KE 5

Selalu juga, bila kita berdoa kita minta macam-macam pada ALLAH.. Hingga kita lupa nak bersyukur atas segala nikmat yg telah ALLAH beri.. Kita lupa nak bersyukur dengan rezeki yg sudah ada di hadapan kita..

Jadinya, bersyukur dulu atas apa yg ALLAH dah beri, maka ALLAH akan tambahkan lagi.. Sebagai contoh,

‘ Ya ALLAH, aku bersyukur umurku masih panjang lagi pada hari ini, maka Engkau jadikanlah hariku sebagai ibadah kepada Mu. Dan redhalah kepadaku ya ALLAH..’

❤️FORMULA KE 6

Satu lagi cara berdoa adalah dengan mendoakan orang lain. Kerana bila mendoakan orang lain, seluruh malaikat di arasy akan turut mengaminkan doa kita.. satu contoh,

‘ Ya ALLAH, sahabatku ini dalam kesulitan dan kesempitan ya ALLAH.. bantu lah dia ya ALLAH, lapangkan kesulitannya.. permudahkan perjalanan hidupnya ya ALLAH..’

Moga Allah makbulkan setiap permintaan kita. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

7 Peringkat Nafsu

Nafsu ada 7 peringkat:

1. Nafsu Amarah: Sangat menyuruh berbuat jahat dan bangga dengan kejahatannya. Sifat-sifat tercelanya mudah dizahirkan.

2. Nafsu Lauwamah: Tahu berbuat jahat itu salah dengan ilmunya, tapi masih terlibat dengan kejahatan dan dia akan menyesal kemudian.

3. Nafsu Mulhamah: Sudah terkumpul banyak sifat-sifat baik di dalam jiwanya. Jiwa ini memerlukan kesabaran, tabah dalam mujahadah dan sentiasa syukur dengan Tuhan.

4. Nafsu Muthmainah: Cahaya ketenangan telah menerangi sehingga jiwanya terlepas daripada sifat-sifat negatif. Pada keadaan ini, ianya dapat bertahan pada tingkat kesempurnaannya. Dan apabila keadaan ini kekal, tarafnya akan naik lagi.

5. Nafsu Radhiah: Jiwa yang rela terhadap Tuhan, bersedudukan di dalam kesejahteraan dan merasa nikmat Tuhan, puas dengan apa yang ada.

6. Nafsu Mardiah: Jiwanya diredhai Tuhan. Bukti keredhaan Tuhan itu lahir pada akhlaknya yang sangat mulia, mempunyai karamah, ikhlas dan sentiasa bersama Tuhan.

7. Nafsu Kamilah: Jiwa yang sudah sempurna dalam dasar dan bentuknya. Jiwa yang berada peringkat tertinggi kesempurnaan seperti yang ada pada Rasulullah SAW.

7 SENJATA MEMATIKAN IBLIS

7 SENJATA MEMATIKAN IBLIS.

Pada suatu hari, iblis berdiri di salah satu sudut Masjidil Haram. Ketika itu,2 Rasulullah ﷺ sibuk melakukan thawaf. Setelah selesai thawaf, beliau melihat iblis

“ Hai terkutuk, mengapa engkau kurus kering dan menderita?” Tanya Rosululloh ﷺ

“ Umatmu telah membuat diriku menderita dan tersiksa ” jawab Iblis

“ Apa yang dilakukan oleh umatku?” kata nabi ﷺ yang kemudian dijawab iblis,

” Wahai Rasulullah ada beberapa amal yang menjadi 7 senjata mematikan dari pihak mereka, dan telah membuat banyak derita dari kaumku.”

• PERTAMA, tatkala bertemu, mereka saling memberi salam, sedangkan salam salah satu nama ALLAH

• KEDUA, tatkala bertemu, mereka berjabat tangan dan perbuatan ini memiliki pahala besar. Selama mereka belum melepas tangan, rahmat ALLAH senantiasa meliputi mereka berdua

• KETIGA, tatkala hendak makan dan memulai pekerjaan, mereka membaca Bismillah. Bacaan itu menghalangiku menikmati makanan dan menjauhkanku dari perbuatannya

• KEEMPAT, setiap kali berbicara, mereka mengucapkan In Syaa ALLAH dan ridha akan ketetapan ALLAH sehingga aku tidak dapat merusakkan pekerjaan mereka

• KELIMA, seharian aku berusaha mendorong mereka berbuat maksiat dan menyebar fitnah. Saat malam mereka bertaubat dan memohon ampun kepada ALLAH dan ALLAH pun mengampuninya. Itulah penyebab jerih payahku menjadi sia sia

• KEENAM, dan lebih dari semua itu, tatkala mendengar namamu disebut, mereka dengan lantang membaca shalawat untukmu. Aku mengetahui seberapa besar pahala shalawat. Karenanya, aku melarikan diri kecewa. Aku tidak mampu menyaksikan besarnya pahala yang mereka terima

• KETUJUH, tatkala melihat keluargamu, mereka menyayangi dan mencintainya dan ini merupakan sebaik baik perbuatan “

Kemudian Rosululloh ﷺ menghadap kepada para Sahabat seraya bersabda,

“ Barangsiapa mengamalkan satu dari perbuatan ini, ia telah membuat derita kaum iblis, dan akan menjadi penghuni surga”

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Create your website with WordPress.com
Get started