Kehidupan Setelah Kematian

Kehidupan setelah Kematian

      πŸ“šπŸ”­πŸŒ’πŸ“–

      Kematian mengantarkan kita pada kehidupan Barzakhi, yaitu kehidupan yg berada di antara kehidupan dunia dan kehidupan Akhirat.

     Al-Qur’an walau sekilas memberikan isyarat tentang alam ini :

      “Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.”

         (QS 23:100)

   Barzakh adalah perantara yang menjepit kehidupan manusia.

     Dimana tidak ada kesempatan lagi bagi manusia tersebut untuk kembali ke alam dunia dan dirinya merasakan efek-efek akhirat.

      Ada dinding tebal yg memisahkan kedua kehidupan tersebut :

   “Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”

       (QS 55:20)

    Ruh manusia terus berkembang naik, setelah kematiannya ia menyaksikan peristiwa-peristiwa yg belum pernah tersaksikan sebelumnya karena kesempurnaan yg ada di Alam Barzakh.

    Banyak pemikir Islam memberikan gambaran bahwa Alam Barzakh berkali lipat lebih sempurna dari Alam Dunia ini.

     Bahkan ada yg mengibaratkan sebagai berikut :

    “Perbandingan antara kehidupan dunia dengan kehidupan Alam Barzakh bagaikan perbandingan antara kehidupan Alam Rahim dengan kehidupan Dunia. Jika Alam Rahim adalah fase persiapan dan Alam Dunia adalah alam nyatanya maka demikian juga bahwa Alam Dunia merupakan alam persiapan sedangkan Alam Barzakh adalah alam nyatanya”

    Sehingga apa yg akan dirasakan manusia pada Alam tersebut berkali lipat jika dibandingkan dengan apa yg dirasakan dalam kehidupan dunia ini.

   Kerapkali Alam Barzakh juga dimaknai sebagai Alam Kubur :

   Dalam salah satu hadist disebutkan :

   “Demi Allah, Takutlah kalian terhadap Barzakh.! Aku bertanya apa itu Barzakh ? Kemudian dikatakan : al-Qubur mulai dari kematian hingga hari Kiamat”

    Seperti do’a yg diajarkan Nabi Saw :

    “Ya Allah jadikan kubur ini sebagai taman di antara taman surga dan jangan Engkau jadikan tetesan dari tetasan Neraka”

     Ini menggambarkan bahwa Alam tersebut merupakan penggambaran dan manifestasi dari Alam Akhirat.

     Penghuninya telah terbagi di antara mereka yg beriman dengan beragam kesenangannya dan mereka yg Kafir dengan beragam deritanya.

   Imam Ja’far al-Shadiq menyatakan :

“Arwah orang-orang yang beriman berada di dalam kamar-kamar di surga, mereka memakan makanan, meminum beragam minuman, berziarah satu dengan lainnya dan berkata : “Duhai Tuhan kami segerakanlah kiamat bagi kami sehingga kami mendapatkan apa yg Engkau janjikan” sedangkan Arwah orang-orang Kafir berada dalam liputan api neraka jahannam dan tenggelam di dalamnya serta mereka berkata “Duhai Tuhan kami jangan hadirkan Kiamat dan jangan Engkau timpakan pada kami apa yg Engkau janjikan dan jangan pertemukan di antara kami baik yg dahulu maupun yg akan datang”

    Al-Nakhjawani dalam Tafsir Sufinya berkata :

     “Barzakh akan menggigitmu dalam ketakutan yg tak pernah kau rasakan. Karena tempat itu seluruh apa yg engkau lakukan akan di hamparkan dihadapanmu sedangkan sanak saudaramu perlahan melupkanmu”

Nabi Saw bersabda :

“Berhati-hatilah atas Alam Kuburmu karena Syafaatku hanya akan ada di akhirat kelak” πŸ“š

         Ψ§Ω„Ω„Ω‡Ω… Ψ΅Ω„ ΨΉΩ„Ω‰ Ω…Ψ­Ω…Ψ― ΩˆΨ’Ω„ Ω…Ψ­Ω…Ψ―

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s