PEMBAGIAN TAUHID DAN SYIRIK

PEMBAGIAN TAUHID DAN SYIRIK

📌Tauhid dibagi menjadi tiga:

  1. Tauhid Rububiyah.
  2. Tauhid Uluhiyah.
  3. Tauhid Asma’ wa Shifat.

Tauhid Rububiyah ialah mengimani bahwa Allah ﷻ adalah pencipta segala sesuatu dan mengurus kesemuanya dan tidak ada sekutu bagiNya dalam hal tersebut.

Adapun Tauhid Uluhiyah ialah mengimani bahwa Allah ﷻ Dia-lah yang berhak untuk disembah dengan haq, tidak ada sekutu bagiNya dalam hal tersebut. Inilah makna لا إله إلا الله, artinya tidak ada yang pantas disembah dengan haq kecuali Allah ﷻ. Maka, segala bentuk ibadah seperti shalat, puasa dan yang lainnya, wajib dilaksanakan hanya untuk Allah ﷻ semata. Tidak boleh ada satu bentuk ibadah pun yang ditujukan kepada selain Allah ﷻ.

Selanjutnya Tauhid Asma’ wa Shifat ialah mengimani semua apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an Al-Karim dan Hadits-hadits shahih tentang nama-nama Allah ﷻ dan sifat-sifatNya. Lalu menetapkan itu semua untuk Allah ﷻ tanpa tahrif (mengubah), tanpa ta’thil (meniadakan), takyif (menanyakan bagimana caranya), dan tanpa tamtsil (penyerupaan), sesuai dengan firman Allah ﷻ,

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Katakanlah, “Dia-lah Allâh, yang Maha Esa. Allâh adalah Rabb Ash-Shamad. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Dan Firman Allah ﷻ, QS Asy-Syura Ayat 11 :

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Tapi ada sebagian ulama yang membagi tauhid menjadi dua saja dengan menggabungkan Tauhid Asma’ wa Shifat pada Tauhid Rububiyah. Dan tidak ada masalah dalam hal ini, karena yang dimaksud oleh dua macam pembagian ini sudah jelas.

📍Syirik dibagi menjadi tiga bagian:

  1. Syirik Akbar (Besar).
  2. Syirik Ashgar (Kecil).
  3. Syirik Khafi (Samar).

▪Syirik Akbar (Besar)

Syirik akbar akan menghapuskan pahala amsl dan akan mengekalkan pelakunya di dalam Neraka. Seperti yang difirmankan oleh Allah ﷻ,

‎( وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُون َ)

“Seandainya mereka mempersekutukan Alloh, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88)

Allah ﷻ berfirman,

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّـهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنفُسِهِم بِالْكُفْرِ ۚ أُولَـٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amalannya, dan mereka kekal di dalam neraka.” (QS. At-Taubah: 17)

Dan barangsiapa yang mati dalam keadaan melakukan syirik akbar, maka dia tidak akan diampuni, dan surga diharamkan baginya. Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.
(QS. An Nisa’: 48)

Di dalam ayat lain Allah ﷻ juga berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّـهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّـهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang melakukan kesyirikan kepada Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah: 72)

Yang termasuk syirik akbar, diantaranya adalah berdoa (meminta) kepada orang mati dan patung (berhala), mohon perlindungan kepada mereka, juga bernadzar dan berkurban (menyembelih binatang) untuk mereka dan lain sebagainya.

▪Syirik Asghar (Kecil)

Syirik kecil ialah beberapa tindakan yang sudah jelas disebutkan dalam nash-nash Al Qur’an dan As-Sunnah sebagai syirik, tetapi tidak termasuk jenis syirik besar. Contohnya adalah riya’ (ingin dilihat orang) dalam beramal, bersumpah tidak dengan nama Allah dan mengatakan مَا شَاءَ اللهُ وَشَاءَ فُلاَن (Sesuatu yang dikehendaki oleh Allah dan dikehendaki oleh fulan) dan lain sebagainya. Rasulullah ﷺ bersabda,

إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر قالوا وما الشرك الأصغر يا رسول الله قال الرياء

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari apa yang aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para Shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apa itu syirik kecil?” Beliau berkata, “Riya’”.” (HR. Ahmad 39/39 – Syaikh Al-Albani dalam “Shohih At-Targhib wat Tarhib” 1/8 berkata, Shohih”)

Rasulullah ﷺ bersabda,

‎مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرأَشْرَكَ

“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan”.
(HR. Abu Daud no 3251, dishahihkan al-Albani)

Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ تَقُوْلُوْا مَا شَاءَ اللهُ وَشَاءَ فُلاَنٌ، وَلَكِنْ قُوْلُوْا مَا شَاءَ اللهُ ثُمَّ شَاءَ فُلاَنٌ

“Janganlah kalian mengatakan: ‘Atas kehendak Allah dan kehendak si fulan,’ tapi katakanlah: ‘Atas kehendak Allah kemudian atas kehendak si fulan.”
(HR. Abu Dawud dengan sanad yang baik)

Syirik kecil ini tidak menyebabkan seseorang keluar dari Islam serta tidak memastikan kekalnya seseorang di dalam neraka, tetapi menghilangkan kesempurnaan tauhid yang semestinya.

▪Syirik Khafi (Samar)

Syirik khafi ini didasarkan pada sabda Rasulullah ﷺ, yang mana beliau bertamya kepada para sahabat,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنْ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ, قَالَ: قُلْنَا: بَلَى , فَقَالَ: الشِّرْكُ الْخَفِيُّ, أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ
.
“Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatau yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) Al-Masih ad-Dajjal? Para sahabat berkata, “Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya.” (HR. Ahmad dalam musnadnya dari Abi Sa’id al-khudri Radhiyallahu ‘anhu. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jami’ no.2604)

Bisa juga syirik itu dibagi menjadi dua bagian saja. Syirik besar dan syirik kecil. Adapun syirik khafi, bisa masuk dalam dua jenis syirik tadi. Bisa terjadi pada syirik besar, seperti syiriknya orang-orang munafik. Karena mereka itu menyembunyikan keyakinan sesat mereka dan berpura-pura masuk Islam dengan dasar riya’ dan khawatir akan keselamatan diri mereka. Bisa juga terjadi pada syirik kecil seperti yang disebutkan dalam hadits Mahmud bin Labid al-Anshari yang terdahulu dan hadits Abu Sa’id yang tersebut di atas.
📚(Kitab ‘Ad Durus al-Muhimmah li ‘Ammah al-Ummah, Syaikh Ibnu Baz rahimahullâh, hal: 6-14)

✍🏻Ditulis oleh : Abu Abdillah Mochamad Riski حفظه الله

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Google photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: