22 KESAN DOSA (I)

Firman Allah seterusnya yang  bermaksud:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, iaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk   menipu (manusia). Jikalau Tuhan Mu menghendaki, nescaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.   (Al- An’aam : 112)

“Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan  senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya.Tahukah Anda sekalian apa akibat yang menimpa diri kita jika kita melakukan maksiat? Ibnu Qayyim          Al-Jauziyah telah meneliti tentang hal ini.

 “Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan  senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya.Tahukah Anda sekalian apa akibat yang menimpa diri kita jika kita melakukan maksiat?

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah telah meneliti tentang hal ini. Menurutnya, ada 22 akibat yang akan menimpa diri kita. Kerana itu, renungkahlah, wahai orang-orang yang berakal!

1. Maksiat akan menghalangi kita  untuk mendapatkan ilmu pengetahuan حُرْماَنُ الْعٍلْمِ lmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Tetapi ketahuilah, kemaksiatan dalam hati kita dapat menghalangi dan memadamkan cahaya itu. Suatu ketika Imam Malik melihat           kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi’i yang luar biasa. Imam Malik berkata, “Aku melihat Allah telah menyiratkan dan  memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat.”Perhatikan, wahai Saudaraku sekalian, Imam Malik menunjukkan kepada kita bahwa pintu ilmu pengetahuan akan tertutup dari hati kita jika kita melakukan maksiat.

2. Maksiat akan menghalang  Rezeki

  حُرْمَانُ الرِزْقِ  

Jika ketakwaan adalah penyebab  datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan bererti menimbulkan kefakiran. Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.” (HR. Ahmad)Karena itu, wahai Saudaraku sekalian, kita harus meyakini bahwa takwa adalah penyebab yang akan mendatangkan rezeki dan memudahkan rezeki kita. Jika saat ini kita merasakan betapa sulitnya mendapatkan rezeki Allah, maka  tinggalkan kemaksiatan! Jangan kita penuhi jiwa kita dengan debu-debu maksiat.

3. Maksiat membuat kita berjarak dengan Allah

Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. Para Ulamak berpesan, “Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa,

maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu. Dalam hati kita, tidak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa.”

4. maksiat menjarakkan kita dengan orang-orang soleh.

Kita akan punya jarak dengan orang-orang baik.Semakin banyak dan semakin berat maksiat yang kita lakukan, akan semakin jauh pula jarak kita dengan orang-orang baik. Sungguh jiwa kita akan kesepian. Sunyi dan jiwa kita yang gersang tanpa sentuhan orang-orang baik itu, akan memberi kesan pada hubungan kita dengan keluarga, istri, anak-anak, dan bahkan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, “Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang (kendaraan) dan isteriku.”

5. Maksiat  merumitkan segala urusan kita

          تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ 

Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka kemaksiatan akan menyusahkan segala urusan pelakunya.  Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gelita. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya,             perbuatan buruk itu mengundang ketidak ceriaan pada raut muka,            kegelapan di dalam kubur dan di hati,

kelemahan badan, kurangnya rezeki dan kebencian makhluk.”Begitulah, wahai Saudaraku, jika kita gemar bermaksiat, semua urusan kita akan menjadi sulit     kerana semua makhluk di alam semesta benci pada diri kita. Air yang kita minum tidak ridha kita minum. Makanan yang kita makan tidak suka kita makan. Orang-orang tidak mau berurusan dengan kita kerana benci.

6. Maksiat melemahkan hati dan badan

        أَنَ المَعاَ صِي تُوْهِن القَلْب َ و الْبَدَنَ

Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya tetapi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah. Tidak ada kekuatan dalam dirinya. Wahai Saudaraku, lihatlah bagaimana menyatunya kekuatan fizikal dan hati kaum muslimin pada diri generasi  pertama. Para sahabat berhasil mengalahkan kekuatan fizikal tentara bangsa Persi dan Romawi padahal para sahabat berperang dalam keadaan berpuasa.

7. Kita terhalang  untuk melakukan ketataatan

 حُرْماَن الطاَعَةِ

Orang yang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat. Orang yang  melakukan maksiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi mengalami sakit berpanjangan. Sakit itu menghalanginya dari memakan makanan lain yang lebih baik.       

Jika kita melazimi melakukan maksiat, kita akan terhalang untuk melakukan ketaatan.

8. Maksiat memendek umur dan  menghapus keberkatan

 

 أنَ المَعاَ صِي تَقْصرُ العُمْرَ وبرَكَتَهُ  

Ini akibat maksiat yang kelapan. Pada dasarnya, umur manusia dihisab dari masa hidupnya. Padahal, tidak ada kehidupan kecuali jika hidup itu dihabiskan untuk  ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada Allah serta mencari keredhaan-Nya. Jika usia kita saat ini 40 tahun. Tiga perempatnya kita isi dengan maksiat. Dalam kaca mata iman, usia kita tidak lebih hanya 10 tahun sahaja. Yang 30 tahun adalah sia-sia dan tidak memberi   keberkatan sedikitpun. Inilah maksud  pendeknya umur mereka yang melakukan maksiat. Sementara, Imam Nawawi yang  hanya diberi usia 30 tahun oleh Allah SWT. Usianya begitu panjang. Sebab, hidupnya  walaupun pendek namun berkah. Kitab Riyadus Sholihin dan Hadis Arbain yang           ditulisnya memberinya keberkatan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan datang.

BERSAMBUNG DI SIRI (II)

SEMOGA MEMBERI MANFAAT

KEPADA SEMUA PIHAK

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out /  Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out /  Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out /  Tukar )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: