Keistimewaan Unta Dalam Al-Quran

Unta, dari Mukjizat Nabi Shaleh Hingga Karakteristik dan Keistimewaannya yang Termaktub dalam AlquranUnta, merupakan salah satu hewan istimewa yang seringkali disebutkan dalam Alquran. Hewan ini tidak hanya bermanfaat sebagai moda transportasi utama pada masa lalu, tetapi juga sebagai binatang peliharaan yang favorit dengan nilai jual yang sangat tinggi. Unta diciptakan oleh Allah dengan segala kelebihan sehingga sangat cocok hidup di Jazirah Arab. Tentunya, hal itu menjadikan banyak sekali keterlibatan hewan ini dalam sejarah peradaban Islam, hingga sekarang. Bahkan, Rasulullah Muhammad SAW juga memiliki dua ekor unta kesayangan, ‘Adba dan Qashwa.

Salah satu dari banyaknya kisah yang melibatkan Unta, ada kisah yang sangat terkenal yakni dijadikan-Nya Unta sebagai mukjizat Allah untuk menguatkan dan mendukung Nabi Shaleh AS dalam menghadapi kaum Tsamud.

Unta, Mukjizat Nabi Shaleh

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Saleh. Ia berkata: ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.’” (QS. al-A’raf : 73)

Nabi Saleh diutus oleh Allah untuk menyeru ke kaum Tsamud. Kaum Tsamud ingkar terhadap nikmat yang Allah berikan. Mereka tidak menyembah Allah, melainkan menyembah berhala. Beliau pun amat sedih melihat kelakuan kaum Tsamud yang menyembah berhala. Suatu ketika beliau pun berkata, “Wahai kaumku, Sembahlah Allah. Tak ada Tuhan selain Dia.” Namun perkataan Nabi Saleh selalu ditentang oleh kaumnya. Bahkan mereka mengatakan bahwa Nabi Saleh telah gila. Kemudian, salah satu diantara mereka berkata, “Jika kau adalah Rasul Allah, dapatkah kau mengelurakan seekor unta betina hamil dari batu ini?”

Nabi Saleh berkata, “Aku akan memohonkan kepada Allah. Jika Dia mengabulkannya, maukah kalian percaya bahwa hanya ada satu Tuhan? Maukah kalian pecaya bahwa aku adalah Rasul Allah yan diutus untuk kalian?” Mereka mengiyakan dan menunggu hingga hari besoknya sesuai janji Nabi Saleh. Esoknya, Nabi Saleh pergi ke gunung tempat batu itu berada. Sedangkan para kaumnya berkumpul di sekitaran batu itu. Mereka melihat Nabi Saleh mengucapkan beberapa patah kata sembari menengadahkan tanggannya di langit. Tiba-tiba Nabi Saleh bangkit dan menunjuk ke arah batu. Terdengar suara keras dan batu itu pecah hingga keluarlah seekor unta betina indah sedang hamil.

Orang-orang begitu menyukainya. Mereka semua menundukkan kepala memuliakan Allah. Itulah yang menjadi simbol risalah kenabian dari Nabi Saleh. Namun tak sedikit yang mengingkari mukjizat tersebut bahkan merencanakan pembunuhan terhadap unta tersebut. Hingga Nabi Saleh berkata, “Nikmatilah rumahmu selama tiga hari ini, karena Allah akan menimpa kalian. kalian telah menindas orang lain, mengingkati ajaran Allah, dan membunuh unta betina-Nya. Kalian juga tidak menyukai kebaikan.” Kaum Tsamud tidak mau meminta maaf kepada Nabi Saleh meski mereka telah membunuh unta betina itu. Mereka juga tak mau bertobat kepada Allah. Bahkan mereka mengadakan pertemuan lagi, berencana untuk membunuh Nabi Saleh dan keluarganya.

Sebelum mereka melakukan pembunuhan lagi, peistiwa aneh terjadi. Awan hitam berkumpul di langit sehingga lembah dan pegunungan benar-benar gelap gulita. Ketika tengah malam, petir manghantam sangat kuat dan menghancurkan kaum Tsamud tanpa tersisa kecuali Nabi Saleh dan pengikutnya. Dan begitulah akhir dari kehidupan kaum Tsamud.

Karakteristik dan Keistimewaan Unta

Allah memberikan organ-organ khusus yang menunjang kehidupan unta sehingga binatang tersebut bisa bertahan di iklim gurun.

Pertama, Punuk Unta.

Punuk unta adalah gundukan lemak yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Lemak ini bisa diubah menjadi sumber tenaga dan air. Sehingga, unta dapat berjalan di padang pasir yang sangat panas dan bertahan selama sekitar tiga pekan tanpa makan dan minum. Ketika unta menemukan sumber air, ia akan meminumnya dan menyimpannya di tempat-tempat yang bisa menyimpannya, termasuk darah.

Kedua, Mata Unta

Bagian kelopak mata unta dapat tembus cahaya sehingga dia bisa tetap melihat walaupun matanya tertutup. Kelopak mata dan bulu matanya yang panjang berfungsi melindungi mata dari masuknya debu dan butiran pasir akibat hembusan badai pasir. Selain itu, bulu matanya bisa saling mengait membentuk semacam teralis melindungi mata dari debu.

Ketiga, Hidung Unta

Unta memiliki hidung yang dapat menutup ketika ada badai pasir, sehingga pasirnya tidak dapat mengganggu pernafasannya.

Keempat, Kaki Unta

Walaupun unta membawa beban ratusan kilogram, kaki unta tidak terperosok ke dalam pasir. Allah menciptakan kakinya lebar sehingga bisa menahan tubuhnya agar tidak tenggelam ke pasir. Kemudian juga, Allah menciptakan kaki unta panjang untuk menjauhkan tubuhnya dari pasir yang panas membakar di wajahnya.

Kelima, Tubuh Tertutup Kulit Tebal dan Rambut Lebat

Untuk mengatasi gurun yang panas, Allah menciptakan lapisan-lapisan tebal tubuhnya pada bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan tanah. Sehingga, ketika unta duduk di pasir yang panas kulitnya tidak terbakar. Kulit tebal dan rambut lebat unta juga digunakan untuk melindungi dirinya dari dinginnya malam yang membeku.

Unta juga dianugerahi keistimewaan lainnya. Disamping sebagai binatang tunggangan yang digunakan untuk transportasi atau pengangkut barang, unta juga bisa menghasilkan daging dan susu yang berkhasiat bagi kesehatan manusia.

Khasiat daging unta yakni di antaranya:

1. Menghentikan Pendarahan

2. Melawan kanker

3. Menghambat diabetes

4. Memperkuat imunitas

5. Kaya protein dan nol kolesterol

6. Pengobatan batuk

7. Penghilang asma

Sementara kandungan yang terdapat pada susu unta juga tak kalah istimewa, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam salah satu artikelnya menyebutkan susu unta adalah nektar murni, lebih asin dibandingkan susu sapi dan bagus untuk tubuh manusia, serta mengandung Vitamin C tiga kali lebih kaya dibandingkan susu sapi. Susu unta juga kaya zat besi, lemak tak jenuh dan Vitamin B.

Selain langsung diminum, kini sudah banyak diperjualbelikan sabun susu unta yang kaya manfaat bagi kulit manusia.

Nama Lain Unta

Beberapa bukti mengapa hewan ini mempunyai daya tarik yakni penyebutannya yang berulang-ulang dengan nama yang berbeda pula. Berikut ini sejumlah penyebutan nama lain unta dalam Alquran seperti dinukilkan dari kitab Mu’jam al-Fazh al-Quran al-Karim:

Pertama, Ibil. Sebutan ini diulang dua kali dalam Alquran yaitu surah al-Ghasyiyah ayat 17 dan surah al-An’ám ayat 144

Kedua, Naqah. Naqah adalah sebutan lain untuk unta perempuan dalam bentuk jamak, kata tunggalnya adalah nuq atau anuqun. Kata ini disebutkan tujuh kali dalam Alquran dan kesemuanya berbicara soal  unta Nabi Shaleh AS. Ketujuh kata itu terdapat dua dalam surah al-A’raaf, dan masing-masing satu di surah Hud, al-Isra’, as-Syu’ara, al-Qamar, dan as-Syams.

Ketiga, Al-Íru. Kata tersebut digunakan untuk menyebut unta jantan yang khusus dipakai sebagai angkutan barang. Disebutkan tiga kali dalam Alquran dan kesemuanya terdapat dalam surah Yusuf.

Keempat, Budnah. Yang hanya disebutkan satu kali dalam Alquran, yakni surat al-Hajj ayat ke-36. Penggunaan kata ini pada dasarnya tidak dikhususkan saja untuk unta, tetapi juga hewan-hewan kurban lainnya.

Terakhir, Jamal. Kata ini adalah kata yang paling kerap terdengar sebagai sebutan unta. Namun justru dalam Alquran hanya disebutkan sekali yaitu pada suarah al-A’raaf ayat 40.

Unta, Binatang untuk Berkurban

Hewan unta dan sapi memiliki banyak kesamaan dalam masalah hukum dan syarat, baik dalam ibadah kurban maupun akikah. Dalam ibadah kurban, jenis hewan (Binatang) untuk Kurban (Qurban) sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Hajj ayat 34 hewan yang dapat disembelih untuk ibadah kurban adalah dari jenis Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak). Dalam bahasa arab, yang dimaksud Bahiimatul Al An’aam hanya mencakup tiga binatang yaitu Unta, Sapi atau Kambing.

Alquran menempatkan binatang ini sebagai salah satu hewan yang layak dijadikan sebagai bahan tadabur terhadap penciptaan Allah SWT. Dalam Alquran surah al-Gasyiyah ayat 17: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan.”

(nov/dbs/gomuslim)

Sumber :

Kitab Tafsir Jami’li Ahkam al-Quran, Imam al-Qurthubi

Kitab Mu’jam al-Fazh al-Quran al-Karim,Muhammad Fuad ‘Abd Al Baqi, Dar Al Kutub Al Mishriyyah,

The Greatest Stories of Al-Qur’an, Syekh Kamal As Sayyid

Jurnal: Unta Sebagai Mobil Primitif Dari Gurun Sahara, Yusliha Fitria Firdaus

Hikmah Dan Keunikan Lalat

 Siapa yang tak tahu lalat? Hampir di semua tempat, pernah didatangi lalat. Namun, lalat identik dengan lingkungan yang bersanitasi buruk, makanan basi, ruangan kotor, tumpukan sampah dan sebagainya. Bahkan, keberadaan lalat dianggap mengganggu karena lalat dikenal sebagai penyebar bibit penyakit.

Selain itu, lalat sangat mudah berkembangbiak sehingga dengan mudah mampu menularkan virus-virus yang menjadi penyebab diare, disentri, dan kolera, dan masih banyak lagi.

Meski begitu, lalat yang merupakan hewan yang sering kita jumpai ini memiliki kemampuan untuk memproses informasi visual tujuh kali lebih cepat daripada manusia. Maka dari itu lalat sangat tanggap dalam mengidentifikasi dan menghindari upaya untuk memukul atau menangkap mereka.

Bagi sahabat gomuslim, yang pernah mencoba menangkap lalat, pasti mengetahui bahwa lalat mempunyai refleks yang sangat cepat sehingga sangat sulit ditangkap. Hal tersebut disebabkan oleh kemampuan lalat melihat gerakan manusia dalam gerakan lambat dengan laju pelipisan flicker (kemampuan berkedip) mereka yang lebih tinggi.

Tafsir QS AL Hajj Ayat 73

Tahukah sahabat gomuslim, bahwa melalui lalat, Allah memperingatkan seluruh umat manusia hingga pada puncak kejayaan pengetahuan ilmiahnya tetap tidak mampu menciptakan seekor lalat pun?

Hal tersebut jelas tertuang dalam QS Al Hajj Ayat 73, yang artinya;

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah”

Ayat ini merupakan kemujizatan tersendiri pada waktu itu ketika Allah menantang orang-orang kafir bahwa sesembahan selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun, sebab penciptaan menjadi milik prerogative Sang Pencipta yang tidak ada tandingannya.

Selain itu, dalam Ayat ini juga mengandung aspek kemukjizatan lain yang baru diketahui seiring dengan kemajuan disiplin ilmu serangga, yaitu kemampuan lalat dalam menularkan virus-virus penyebab penyakit.

Manusia maupun sesembahan mereka selain Allah tidak akan mampu menciptakan serangga lemah seperti lalat. Lebih dari itu, merekapun tidak akan mampu merebut kembali sesuatu yang telah dirampas lalat, entah itu makanan, minuman, kesehatan hingga sebabnya hilangnya nyawa. Mereka bahkan jauh lebih lemah lagi, sementara Allah Maha Perkasa lagi Maha Pencipta.

Mukjizat besar lain yang terkandung dalam ayat Al Hajj dan merupakan langkah maju mendahului sains modern, yakni ketika lalat mengambil sesuatu di makanan, ia mengeluarkan getah khusus yang berasal dari air liurnya, lalu dengan kecepatan tinggi yang diperkirakan mencapai sepersekian detik, getah tersebut sudah tercampur dengan makanan, sehingga memudahkan lalat untuk menyerapnya dengan belalainya.

Karena itu, makanan yang sudah dirampas lalat, meski remeh dan tidak bernilai, tetap tidak bisa diselamatkan dan direbut kembali, sebab dengan efek getah  tersebut ia sudah berubah secara kimiawi menjadi komposisi  jenis khusus sebelum ke dalam perut lalat, sehingga orang akan kewalahan untuk merebut kembali makanan yang telah dicuri lalat.

Karakteristik Lalat

Sains modern telah membuktikan bahwa lalat memiliki kelenjar air liur yang sangat banyak. Ketika lalat mengambil suatu makanan, ia mengeluarkan getah khusus yang berasal dari air liurnya, lalu dengan kecepatan tinggi yang diperkirakan mencapai sepersekian detik, getah tersebut sudah tercampur dengan makanan, sehingga memudahkan lalat untuk menyerapnya dengan belalainya.

Lalat memiliki kepala yang sangat cembung di bagian depan dan mengerucut di belakang. Mereka memiliki tiga mata sederhana (ocelli) dan sepasang antena pendek. Hewan ini juga mempunyai kemampuan yang tinggi dalam melihat gerakan manusia serta laju flicker (kemampuan berkedip) mereka yang lebih tinggi.

Dalam jenisnya, lalat termasuk ke dalam keluarga Diptera/dua sayap yang memiliki lebih dari 80.000 jenis spesies. Binatang kecil yang sangat suka dengan tempat kotor ini umumnya berukuran 6-7 mm. Lalat betina mempunyai sayap yang lebih besar dari lalat jantan, namun lalat jantan memiliki kaki yang lebih panjang dari lalat betina.

Sementara itu, dilihat dari anatomi tubuh lalat, kaki dan belalai alat penghisap yang penuh ditumbuhi rambut halus, memungkinkan kotoran dan kuman-kuman penyebab penyakit menempel dan ikut berpindah secara mekanik mengikuti keseharian kehidupan lalat yang selalu hidup dekat dengan manusia dan ikut menikmati makanan/minuman kita.

Menurut penelitian, dari 5000 kg sampah yang diteliti, sekitar 2/3 nya sudah dihinggapi dan berisi telur lalat. Diperkirakan satu bak sampah menghasilkan 20.000 belatung setiap minggu. Hal tersebut menyebabka lingkaran hidup lalat dari telur menjadi kepompong sekitar 1 minggu, dan dari kepompong menjadi lalat sekitar 3 hari.

Hewan ini tidak termasuk binatang yang menggigit, tetapi lalat dapat menularkan penyakit karena kebiasaan mereka hinggap pada bahan-bahan yang tercemar kotoran manusia, kemudian hinggap pada bahan makanan dan minuman, atau pada borok kulit dan selaput lendir, itulah cara penularan secara mekanik. Diperkirakan 1 ekor lalat rumah di daerah kumuh membawa 4 juta kuman penyebab penyakit di dalam tubuhnya.

Memang banyak mikroorganisme yang bersarang di lalat dan mikroorganisme itu terdiri dari berbagai jenis bakteri, virus, protozoa, dan juga cacing-cacing nematod, yang mana dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit kepada manusia dan hewan ternak. Seekor lalat dapat memindahkan lebih dari 30 jenis bakteri yang membawa penyakit, sedangkan lalat tersebut membawa kurang lebih 5 juta bakteri.

Lalat mempunyai alat-alat yang tidak dapat diproduksi oleh manusia, betapapun kemajuan ilmu pengetahuan yang telah mereka capai. Lalat memiliki tanduk perasa yang di dalamnya terdapat zat kimia yang dapat menangkap bebauan.

Hewan ini bergerak dan mencari makanannya berdasarkan informasi yang disediakan zat kimia tersebut. Inilah yang menjelaskan mengapa lalat senantiasa mengerubungi bangkai, manisan, atau benda-benda lain yang memancarkan bau di udara. Lalat mencium bebauan tersebut, lalu mendatanginya.

Siklus Hidup Lalat

Berkembangbiaknya lalat termasuk cepat dan menakutkan. Lalat berkembang biak setiap 10 hari sekali. Proses perkembang biakannya pun mengagumkan. Seekor lalat bisa mengeluarkan lebih dari 100 telur dalam sehari.

Lalat bertelur menghasilkan embrio, kemudian dalam waktu 23 jam embrio itu berkembang biak menjadi instar larva 1, kemudian dalam waktu 27 jam berkembang biak lagi menjadi instar larva 2, kemudian dalam waktu 22 jam berkembang biak lagi menjadi instar larva 3, lalu selama 130 jam berkembang biak lagi menjadi pupa, dan dalam waktu kurang lebih 143 jam, lalat itu sudah menjadi lalat dewasa.

Rahasia Obat Pada Sayap Lalat

Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang dari kalian, maka celupkanlah ia, sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawarnya, maka dari itu celupkan semuanya,” (HR Abu Daud).

Hadist tersebut terbukti di zaman serba modern, ilmuwan asal Australia menemukan bahwa dalam seekor lalat pada sebalah sayapnya dapat ditemukan 1 Gen Refilin yaitu gen yang memiliki dua fungsi yaitu fungsi Industri dan fungsi Kesehatan.

Masya Allah, sungguh itulah bagian dari tanda-tanda kerasulan Nabi Muhammad SAW. Meski pada masa itu belum ditemukan mikroskop ataupun kecangihan teknologi yang digunakan untuk meneliti tentang lalat tetapi Beliau mampu mengetahuinya. (nov/gomuslim)

Sumber:

Kemukjizatan Al Quran dan Sunnah oleh Prof DR Yusuf al Hajj Ahmad

Thoriq Mu’iz Muhammad, Hubungan Manusia, Hewan dan Serangga, Kuala Lumpur: Usnie Sdn Bhd 2001

dbs

Baca juga:

Sebelum Sains Modern, Rasulullah Ungkap Rahasia Obat pada Sayap Lalat

https://www.aksaraumroh.net/termaktub-dalam-surat-al-hajj-inilah-hikmah-dan-keunikan-lalat/

Jangan Malu Melakukan 10 Perkara

10 PERKARA KITA JANGAN MALU JIKA :-

1) JANGAN MALU hidup seperti orang biasa asalkan kewangan stabil simpanan ada. Sebaliknya malulah jika kelihatan kaya tapi hutang sini sana.

2) JANGAN MALU suka bertanya untuk dapatkan ilmu.

    Sebaliknya malulah jika diam walau tidak faham.

3) JANGAN MALU mengungkapkan kebenaran walau tidak diterima ramai.

    Sebaliknya malulah jika sanggup menipu untuk menjaga hati dan mendapat puji.

4) JANGAN MALU mengalah dan memohon maaf walau kita dipihak yang betul.

    Sebaliknya malulah jika terus ego dan berkeras hingga menimbulkan perbalahan.

5) JANGAN MALU merendah diri di depan orang bawahan.

    Sebaliknya malulah jika bongkak dan sombong walau tidak berjawatan.

6) JANGAN MALU berkawan dengan sesiapa sahaja waima tukang sapu yang tidak berkelulusan.  

   Sebaliknya malulah jika memilih untuk mendekat dengan orang yang kaya dan berdarjat sahaja.

7) JANGAN MALU menahan sabar dan amarah walau dihina dan dipersenda.

    Sebaliknya malulah jika melenting atas hal yang kecil sahaja.

8) JANGAN MALU memimpin tangan ayah bonda yang sudah tua.

    Sebaliknya malulah jika mula melupakan jasa mereka.

9) JANGAN MALU mendengar pandangan walau dari orang yang rendah darjat dan pangkat.

     Sebaliknya malulah jika bertegas kononnya kita betul semua.

10) JANGAN MALU duduk makan, borak dan bercerita bersama fakir miskin dan gelandangan.

     Sebaliknya malulah jika tidak membantu dan menghulur sumbangan.

7 Tanda Keberkatan Rezeki

7 Tanda keberkatan rezeki tersebut adalah:

*1. Iman Yang Mantap Dan Hati Yang Semakin Dekat Dengan Allah SWT.*

Apabila rezeki yang kita perolehi memiliki keberkatan, Iman kita makin mantap dan hati kita lebih mudah dekat dengan Allah SWT. Kita mudah untuk melakukan amalan wajib dan sunat dan tidak bermalas-malasan dalam urusan ibadah.

*2. Hati Semakin Rasa Tenang.*

Dengan Rezeki yang berkat, akan meraih pandangan Allah SWT dengan diberinya ketenangan hati dan jiwa kita. Hanya Allah SWT yang berhak memberi ketenangan hati kepada kita.

*3. Menjadi Insan Yang Pemurah.*

Amalan memberi sedekah dan zakat juga mudah untuk kita lakukan tanpa ada rasa sayang kepada harta yang kita ada. Ini kerana kita sedar bahawa rezeki yang kita miliki datangnya daripada Allah SWT.

*4. Akan Dijauhkan Daripada Bala Allah SWT.*

Rezeki yang berkat akan mampu menjauhkan bala bencana, kerana Allah SWT sentiasa melindungi orang yang gemar mencari keberkatan dalam rezeki yang dimilikinya.

*5. Dapat Membentuk Keluarga Yang Harmoni.*

Tanda keberkatan rezeki yang seterusnya adalah keharmonian dalam keluarga. Cuba kita perhatikan sesetengah keluarga yang mungkin hidup serba kekurangan dari segi wang ringgit, namun mereka tetap aman damai dan hidup bahagia.

*6. Menjadikan Anak-Anak Yang cemerlang Di Dunia Dan Akhirat.*

Duit yang banyak tidak menjamin kecemerlangan anak-anak di masa hadapan. Namun, rezeki yang berkat yang kita cari mampu menghasilkan anak-anak yang taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dan menjadi anak yang cemerlang dalam meniti hidup di dunia dan akhirat.

*7. Sentiasa Merasa Cukup Dan Bersyukur Dengan Segala Bentuk Pemberian Allah SWT.*

Setiap yang kita perolehi datangnya daripada Allah SWT. Dalam mencari rezeki yang berkat kita perlu sentiasa bersyukur dan merasa cukup dengan segala bentuk pemberian Allah SWT tersebut.

KESAN BURUK REZEKI YANG HARAM

KESAN BURUK REZEKI YANG HARAM

1-TIDAK BERAS PUAS DENGAN REZEKI YANG DIPEROLEHI.

2-HARTA TIDAK MEMBAWA KEBERKATAN KEPADA DIRI DAN AHLI KELUARGA.

3-HARTA YANG DIPEROLEHI HASIL MENZALIMI ORANG LAIN.

4-MENIMBULKAN STRES DAN BANYAK MASLAH.

5-AHLI KELUARGA CENDERUNG MELAKUKAN KEJAHATAN.

6-KEBAHAGIAAN SEBENAR TIDAK TERCAPAI.

7-DIBENCI OLEH ORANG RAMAI DAN HILANG KEPERCAYAAN.

8-MENDAPAT NIKMAT ALLAH SWT MELALUI ISTIDRAJ.

16 Golongan Yang Terkena Laknat.

Siapakàh mereka yang Terkena Laknat?

1- Orang yang menyembelih haiwan untuk selain Allah

2- Orang yang Melindungi pelaku maksiat dan pelaku bid’ah.

3- Orang yang mencela kedua orang tuanya

4- Orang yang merubah batas tanah (tanda sempàdàn)

‘Ali bin Abi Thalib ra. menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Allah melaknat siapa saja yang melakukan sembelihan (tumbal) pada selain Allah (menyebut nama selain Allah, pen.) Allah melaknat orang yang melindungi pelaku maksiat (dan bid’ah). Allah melaknat orang yang melaknat orang tuanya. Allah melaknat orang yang merubah batas tanah.”

 (HR. Muslim, no. 1978)

Apa yang dimaksud melaknat orang tua?

Boleh dimaksudkàn adalah dia menjadi sebab orang tuanya tercela.

Dari Abdullah bin ‘Umar rhm, (beliau berkata bahwa) Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya di antara dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya.” Lalu ada yang berkata,

“Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang boleh mencela kedua orang tuanya.” Beliau SAW bersabda,

“Seseorang mencela ayah orang lain, lalu orang lain tersebut mencela ayahnya. Dan seseorang mencela ibu orang lain, lalu orang lain tersebut mencela ibunya.”

 (HR. Bukhari, no. 5973)

Berarti melaknat seperti di atas termasuk dèrhaka pada orang tua. Kenapa?

‘Uququl walidain atau durhaka pada orang tua adalah segala bentuk menyakiti orang tua.

Tidak termasuk dèrhaka jika kita mendahulukan kewajiban pada Allah. Juga tidak termasuk dèrhaka jika kita tidak taat dalam maksiat.

Taat pada orang tua itu wajib dalam segala hal selain pada perkara maksiat. Menyelisihi perintah keduanya termasuk dèrhaka.

Lihat Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi, 2: 77.

5- Orang yang terlibat dalam sesuatu yang memabukkan (khamar) dan menjadi penyokongnya.

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata,

“Rasulullah SAW melaknat dalam khamar sepuluh hal: (1) yang memerahnya, (2) yang mengambil hasil perahannya, (3) yang meminumnya, (4) yang mendistribusikannya, (5) yang memesannya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang memakan hasil penjualannya, (9) yang membeli secara langsung, dan (10) yang membelikan untuk yang lainnya.”

(HR. Tirmidzi, no. 1295. Hadits ini dinilai hasan shahih menurut Syaikh Al-Albani)

6- Yang memakan riba dan menolong dalam terlaksananya transaksi riba

Dari Jabir ra, ia berkata,

“Rasulullah SAW, melaknat pemakan riba, wakil yang menyetorkan riba, pencatat transaksi riba dan dua orang saksi dalam transaksi riba.” Beliau mengatakan, “Mereka semua sama (dapat dosa, pen.).”

 (HR. Muslim, no. 1598)

Kaedah untuk memahami riba di antaranya,

“Setiap piutang yang mendatangkan kemanfaatan (keuntungan), maka itu adalah riba.”

 (Lihat Al Majmu’ Al-Fatawa, 29: 533)

7- Orang yang meratapi mayàt

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata,

“Rasulullah SAW, melaknat orang yang meratapi dan meminta untuk mendengar ratapan.”

 (HR. Abu Daud, no. 3128. Sanad hadits ini dha’if menurut Syaikh Al-Albani)

8- Orang yang memberi suap dan yang menerima suapàn.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ra ia berkata,

“Rasulullah SAW melaknat orang yang memberi suapàn dan yang menerima suap”.

 (HR. Abu Daud no. 3580, Tirmidzi no. 1337, Ibnu Majah no. 2313. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

9- Pemuda Lelaki  yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai pria.

Dari Ibnu ‘Abbas rhm, ia berkata,

“Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki”

(HR. Bukhari, no. 5885)

Ibnu ‘Abbas juga berkata,

“Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Nabi SAW melaknat pria yang bergaya seperti wanita dan wanita yang bergaya seperti pria.” Beliau SAW bersabda, “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian.”

Ibnu ‘Abbas katakan, “Nabi pernah mengeluarkan orang yang seperti itu. Demikian halnya dengan ‘Umar.”

 (HR. Bukhari, no. 5886)

Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah ra disebutkan,

“Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian lelaki.”

 (HR. Ahmad, no. 8309, 14: 61. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, perawinya tsiqah termasuk perawi Bukhari Muslim selain Suhail bin Abi Shaih yang termasuk perawi Muslim saja).

10- Orang yang menyambung rambut.

11- Orang yang bertatù (tatto)

Dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar rhm , ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

 “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tàto dan yang meminta dibuatkan tato.”

 (HR. Bukhari no. 5933, 5937 dan Muslim no. 2124).

12- Orang yang memimpin kaumnya lantas kaumnya tidak suka padanya (dalam hal terkait agama.)

13- Istèri yang tidak taat pada suami.

14- Tidak memenuhi panggilan azan untuk solat berjama’ah

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata,

“Rasulullah SAW melaknat tiga orang: (1) orang yang memimpin kaumnya lantas mereka tidak suka (kernà urusan agama, bukan masalah dunia, pen.), (2) istèri yang di malam hari membuat suaminya membencinya (karena tidak mau taat pada suami, pen.), (3) orang yang mendengar ‘hayya ‘alal falaah’ (marilah meraih kebahagiaan) lantas ia tidak memenuhi panggilan berjamaah tersebut.”*

 (HR. Tirmidzi, no. 358. Hadits ini sanadnya benar-benar lemah menurut Syaikh Al-Albani)

15- Orang yang menyetubuhi di dubur .

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,

“Benar-benar terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya.”

 (HR. Ahmad, 2: 479. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

16- Orang yang gila dunia dan tidak mahu mendalami agama, bahkan tidak menyukainya

Dari Abu Hurairah rà, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Dunia dan seluruh isinya dilaknati, kecuali zikir mengingat Allah,jugà segala yang dicintai-Nya, orang yang berilmu atau orang yang sedang belajar menuntut ilmu.”

 (HR Ibnu Majah, no. 4112; Tirmidzi, no. 2322. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Yang jelas janganlah jadi orang yang asal-asalan dalam beramal. Dari Al-Hasan Al-Bashri, dari Abu Ad-Darda’, ia berkata,

“Jadilah seorang alim atau seorang yang mau belajar, atau seorang yang mèndengar, atau seorang yang menyintài, janganlah jadi yang kelima.”

 Humaid berkata pada Al-Hasan Al-Bashri, yang kelima itu apa. Jawab Hasan,

“Janganlah jadi ahli bid’ah (yang beramal asal-asalan tanpa ilmu, pen.)

 (Al-Ibanah Al-Kubra karya Ibnu Batthah)

Hanya Allah yang memberi taufik untuk menjauhi setiap dosa yang dilaknat.

PETUA HIDUP TENANG

-PETUA HIDUP TENANG-

1. Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita mungkin tidak tahu bagaimana perjalanan susah senang kehidupan mereka.

2. Jangan berfikiran negatif terhadap benda yang kita tidak boleh kawal. Sebaliknya, tumpukan pada apa yg kita ada.

Tenaga, masa dan wang kita, fokus terhadap benda positif yang mampu kita buat pada masa ini.

3. Tidak berlebihan melakukan  apa yang anda tidak mampu buat.  Cukuplah setakat yang anda mampu. Jangan terlalu obses.

4. Jangan terlalu beremosi terhadap diri sendiri, jika ada yang perli, senyum kan saja..

5. Jangan bazirkan tenaga dan masa  terhadap kata nista dan gosip liar yang keterlaluan.

6. Berfikir dengan tenang dan positif terhadap masalah dan musibah yg menimpa.

Redho akan hasilkan ketenangan dalam hidup.

7. Iri hati adalah sia-sia. Harta org bukan rezeki dan hak kita.

Manafaatkan apa sahaja yg kita miliki dgn baik.

8. Jangan ungkit kesilapan pada masa lampau. Lupakan! Ianya akan menghancurkan kegembiraan kita di masa depan..

9. Hidup ini terlalu singkat untuk membenci sesiapa. Sebarkan kasih sayang..

10. Berdamailah dengan diri dan bersyukur dgn apa yg ALLAH telah kurniakan..

11. Tiada siapa yang boleh menggembirakan kita selain dari diri kita sendiri..

12. Ketahuilah bahawa hidup ini ialah seperti sekolah dan kita harus terus belajar.

Setiap masaalah adalah ujiannya.

Jangan mudah putus asa dengan masalah yg datang.

13. Apa sahaja yg kita miliki dan kita hadapi waktu ini bukanlah sebuah keputusan.

Keputusan yg sebenar adalah setelah kita mati nanti.

PENGERTIAN TASAWUF

Para ulama memberikan pengertian tasawuf berbeza-beza antaranya:

1. Abu Hamid al Hariri: Tasawuf adalah sentiasa menjaga keadaan (ingatan kepada Allah) dan beradab.

2 Imam Nawawi: Tasawuf bukanlah berbentuk-bentuk dan ilmu yang bersusun-susun, tetapi (tasauf) ialah budi pekerti (akhlak)

3. Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Kattani: Tasawuf adalah kebersihan (hati) dan bermusyahadah (celik mata hati kepada Allah)

4. Syaikh Abu Yazid Thaifuri bin Isa al_Bustami: Tasawuf adalah Ha’ (ح), Kha’ (خ) dan Jim (ج)’ Iaitu Tahalli/ menghiaskan diri dengan akhlak terpuji, Takhalli/ melepaskan diri daripada akhlak tercela dan Tajalli/mendekatkan diri kepada Tuhan daripada semua makhluk.

5. Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Kattani dan al-Hariths ash- Shufi: Tasauf adalah ilmu yang membahas berkenaan keadaan hati dari segi kebersihannya dari selain Allah dan mengingatkan roh (jiwa manusia) ke alam kesucian dengan mengikhlaskan pengabdian hanya kerana Allah semata-mata.

6. Abdul Qadir Bin Abdul Mutalib al-Mandili: Ilmu Tasawuf adalah pengetahuan yang diketahui dengan dia akan segala kelakuan hati, sama ada kelakuan yang dipuji seperti merendah diri dan sabar atau kelakuan yang dicela seperti dengki dan membesarkan diri.

7. Al-Imam al-Ghazali: Jalan (tasawuf) adalah mendahulukan kesungguhan dalam memerangi hawa nafsu dan beribadah, menghilangkan segala sifat yang tercela, memutuskan segala hubungan dan menghadap dengan penuh kemahuan kepada Allah Ta’ala.

8. Syekh Abul Hasan asy-Syadzili (m. 1258) syekh sufi besar dari Afrika Utara, mendefinisikan tasawuf sebagai “praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan Tuhan” .

9. Syaikh `Abd al-Qadir al-Jilani: tasawuf ialah pembersihan hati (tasfiyah) dari sesuatu yang lain dari Allah.

10. Syaikh Abu Bakr al-Kattani: tasawuf ialah kejernihan hati (safa’) dan penyaksian batin (mushahadah).

Allahumma solli a’la sayyidina muhammad wa’ala ali sayyidina muhammad

Laahaulaa walaaquw-wata il-laabillahil ‘aliy-yil ‘adziim.

”Tiada daya upaya dan kekuatan selain atas izin/pertolongan Allah”

Astaghfirullahal A’zim Allazi Lailaa Hailla Hual hayyul qayyum wa atubuu Ilaih..

Keharusan  berbaik sangka kepada Allah…

Manusia wajib berbaik sangka kepada Allah apa pun keadaannya.

Allah akan berbuat terhadap hamba-Nya sesuai persangkaannya.

Jika hamba itu bersangka baik, maka Allah akan memberikan keputusan yang baik untuknya.

Jika hamba itu berburuk sangka, maka berarti ia telah menghendaki keputusan yang buruk dari Allah untuknya.

Allah tidak akan menyia-nyiakan harapan hambanya yang berbaik sangka kepada-Nya.

Karena itu manusia harus yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doanya ketika berdoa,

 ia harus yakin bahwa taubatnya akan diampuni ketika memohon ampunan 

dan yakin bahwa akan diterima amalnya dan mendapat balasan ketika ia beramal baik.

Rasulullah saw. bersabda:

Berdoalah kepada Allah disertai keyakinan bahwa doa itu akan diterima-Nya (hadits riwayat Tirmidzi).

Berbaik sangka kepada Allah atas segala takdir yang diberikan kepada kita juga merupakan konsekuensi dari tauhid.

Sebab tauhid merupakan pondasi dari ilmu yang dengannya kita mengetahui rahmat Allah,

kehendak-Nya dan kebaikan-Nya.

Allahumma solli a’la sayyidina muhammad wa’ala ali sayyidina muhammad

Laahaulaa walaaquw-wata il-laabillahil ‘aliy-yil ‘adziim.

”Tiada daya upaya dan kekuatan selain atas izin/pertolongan Allah”

Astaghfirullahal A’zim Allazi Lailaa Hailla Hual hayyul qayyum wa atubuu Ilaih..

Saling sama kita berbahagi dalam menata hati,  selebihnya…ku menegur hati sendiri..

Lima Perkara Yang Menandakan Orang Yang Sengsara

Lima Perkara Yang Menandakan Orang Yang Sengsara

MANUSIA akan hidup sengsara dan hina apabila mereka tinggalkan ajaran Islam dan memiliki akhlak yang buruk. Hanya Islam sahaja satu- satu cara hidup yang lengkap dan sempurna.

Apabila terdapat 5 perkara pada diri anak Adam maka dia adalah orang yang sengsara

Menurut Al- Imam al-Fudhail b Iyad  terdapat 5 perkara tanda-tanda orang sengsara.

Pertama : Hati Yang Keras

* Enggan menerima nasihat dari pandangan, kelakuan dan pendiriannya yg salah.

* Tetap menolak kebenaran dan kebaikan.

Firman Allah SWT.

Maksudnya, “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

(Surah az-Zumar (39) ayat 22)

Kedua : Mata Yang Kering

* Tidak mahu/tidak pernah menangis atas dosa-dosa.

* Tidak berasa insaf.

Abu Hurairah r.a menyebutkan bahawasanya Rasulullah SAW bersabda maksudnya :

“Ada tiga pasang mata tidak terlihat dalam neraka; (iaitu) mata yang menangis kerana takut kepada Allah, mata yang (tidak tertidur untuk) berjaga di jalan Allah dan mata yang menutup dari apa yang diharamkan oleh Allah,”

(HR al-Khila’i dalam kitab al-Fawa’id dan Ibnu ‘Asakir dalam kitab at-Tarikh).

Ketiga : Malu Yang Sedikit

* Terang-terangan mengeluarkn kata- kata berbuat dan bertindak atas keburuknnya.

Malu yang ada pada diri seseorang akan meninggikan darjat keimanannya seperti sabda Rasulullah SAW bermaksud:

“Sifat malu itu akan menghasilkan kebaikan.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Keempat : Cinta Terhadap Dunia

* Rakus mengejar dunia (tanpa hirau kewara’an) dn sebab menjdi bakhil darinya.

Rasulallah shallallahu alaihi wasallam pernah mengkhabarkan bahawa sifat tamak iaitu cinta dunia tidak pernah mengenal kata puas.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu al-Zubair tatkala di atas mimbar di Mekah dalam khutbahnya, beliau berkata :

“Wahai manusia sekalian, Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda,

“Seandainya anak keturunan Adam diberi satu lembah penuh dengan emas nescaya dia masih akan menginginkan yang kedua. Jika diberi lembah emas yang kedua maka dia menginginkan lembah emas ketiga. Tidak akan pernah menyumbat rongga anak Adam selain tanah, dan Allah menerima taubat bagi siapa pun yang maju bertaubat.”

(HR. Al-Bukhari No.6438)

Kelima : Panjang Angan-Angan.

* Mengejar keinginan yg bersifat keduniaan.

* Tidak mengingati mati dan tiada persediaan bekal untuk akhirat.

* Berharap hidup lebeh lama untuk mengejar cita-citanya.

Nabi SAW bersabda yang bermaksud :

“Barangsiapa obsesinya (cita- citanya)  akhirat maka Allah akan mengumpulkan urusannya yang terserak, menjadikannya kecukupannya dalam hati dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Barangsiapa obsesinya (cita-citanya) adalah dunia maka Allah akan mencerai beraikan urusannya, menjadikan kefakiran didepan matanya dan ia hanya akan mendapatkan dunia apa yang telah ditentukan oleh Allah untuknya”

(HR. Ibnu Majah, dari Zaid bin Tsabit. Disahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’ Ash Shoghir no. 6392).

Oleh itu tinggalkan 5 perkara seperti yang di jelaskan diatas yang boleh menyebabkan seseorang sengsara hidup di dunia ini.

14 Hikmah Sakit

H I K M A H N Y A  S A K I T

Allah memberi kita sakit, sesuai dengan daya tahan hambaNya, dan banyak hikmahnya.

1. Sakit itu zikrullah. Mereka yang diuji dengan sakit, SENTIASA menyebut nama Allah berbanding di waktu sihatnya.

2. Sakit itu istighfar. Kita akan mudah teringat akan dosa ketika sakit sehingga lisan mudah untuk memohon ampun.

3. Sakit itu juga muhasabah. Orang yang sakit akan lebih banyak waktu merenung diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal untuk kembali.

4. Sakit itu jihad. Orang yang sakit tidak boleh menyerah kalah, diwajibkan untuk berikhtiar demi kesembuhan.

5. Sakit itu ilmu. Sakit akan membuat kita memeriksa dan mencari ilmu untuk tidak mudah sakit.

6. Sakit itu juga nasihat. Yang sakit selalu suka menasihati yang sihat agar jaga diri. Yang sihat menasihati yang sakit agar bersabar.

7. Sakit itu silaturrahim. Keluarga yang jarang datang jengok akan datang menziarahi, penuh senyum dan rindu mesra dan dapat buah tangan lagi.

8. Sakit itu gugur dosa. Anggota badan yg sakit akan mendapat penyucian.

9. Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi mengelilingi kota mencari orang yang sakit agar mendoakannya.

10. Sakit itu menyusahkan syaitan. Diajak maksiat tak mahu dan tak mampu, malah dikesalinya.

11. Sakit itu sedikit tertawa dan banyak menangis. Satu sikap keinsafan yang disukai Rasulullah s.a.w dan makhluk di langit.

12. Sakit meningkatkan kualiti ibadah. Rukuk sujud kita lebih khusyuk, tasbih istighfar lebih banyak, tahyat juga jadi lebih lama.

13. Sakit itu memperbaiki akhlak. Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, peribadi akan jadi santun, lembut dan tawaduk.

14. Sakit mengingatkan kita akan mati, membuatkan kita sentiasa beringat untuk menghadapinya.