FAKTA ILMIAH KEBENARAN AL-QUR’AN DALAM BERBAGAI BIDANG ILMU PENGETAHUAN

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).
Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad SAW?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.
Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.
Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.
A.     KEBUMIAN1.       Lapisan-Lapisan Atmosfer

Salah satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapisan.
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah:29)
“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (QS. Fussilat:11-12)
Kata “langit”, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada “langit” bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.
Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfer bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER.
LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER.. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)
Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.
Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut: Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfer. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfer. (http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html). Sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.
2.       Fungsi Gunung

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka...” (QS. Al Anbiya:31)
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi. Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern. Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut: Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)
Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai “pasak”:“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An Naba’:6-7)
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah “isostasi”. Isostasi bermakna sebagai berikut: Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster’s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition “Isostasy”, New York, s. 975)
Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.
3.       Pergerakan Gunung

Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An Naml:88)
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
4.       Dasar Lautan Yang Gelap

Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman  1000 meter  tidak terdapat cahaya sama sekali.
Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Alquran surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).
5.       Sungai di Bawah Laut

Maha Suci Allah yang Maha MenciptakanSungai dalam Laut
“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
6.       Api di Dasar Laut

“(1) Demi bukit (Sinai), (2) dan kitab yang ditulis (3) pada lembaran terbuka, (4) Demi Baitul Ma’mur (ka’bah), (5) atap yang ditinggikan (langit), (6) dan laut yang di dalam dasarnya ada api.”(QS. Ath-Thuur [52]: 1-6).
Klausa sajara at-tannur secara bahasa berarti ‘menyalakan api hingga panas’. Sejak diturunkannya Al-Qur’an hingga berabad-abad setelah itu, orang-orang arab belum mampu menguak fakta bagaimana di balik dasar laut terdapat api, sedangkan air dan panas adalah sesuatu yang berlawanan.
Hingga baru-baru ini di temukan bahwa bumi yang kita huni ini memiliki lapisan batu bagian luar yang terbelah menjadi beberapa lempengan yang terhampar hingga mencapai ratusan kilometer persegi. Kedalaman berkisar antara 65 hingga 150 km. yang mengherankan adalah lempengan-lempengan ini saling terkait antara satu dengan yang lainnya, sehingga menjadikannya seolah-olah seperti satu lempengan saja. Allah SWT pernah bersumpah dalam salah satu ayat berikut: “Dan demi bumi yang mempunyai belahan.” (QS. Ath-Thoriq [86]: 12).
Ini adalah ungkapan yang menjelaskan bahwa di atas permukaan bumi terdapat hamparan lempengan-lempengan yang berhubungan satu sama lain, sehingga menjadikannya seperti satu lempengan.
Dalam ayat ini, jelas sekali kemukjizatan dan keistimewaan Al-Qur’an, Allah SWT bersumpah demi belahan (lempengan) –yang merupakan kesatuan dari beberapa lempengan bumi- para ilmuan menyamakannyu seperti daging yang berbentuk bola tenis.
Lempengan-lempengan ini terletak di lembah atau dasar samudra. Ia menahan lelehan bebatuan panas yang dapat membuat laut meluap-luap. Akan tetapi banyaknya air di lautan dapat meredam panasnya bara yang memiliki suhu panas tinggi ini lebih dari 10000 C mampu menguapkan air laut. Ini adalah salah satu di antara banyak fakta-fakta bumi lainnya yang mengejutkan para ilmuan.
Dua orang ilmuawan Rusia, Anatho Sjabaftisy, ahli Geologi, dan Yuri Bejdenhov, ahli Biologi dan Geologi, bersama dengan seorang ilmuwan Amerika, Rona Clant, mengadakan penyelaman di dekat salah satu lempeng terpenting di dunia. Mereka menyelam dengan menggunakan kapal selam modern Mira hingga sampai pada titik tujuan berjarak 175 km dari pantai Miami. Mereka menyelam hingga kedalaman 2 mil dari permukaan air laut, sehingga sampai pada lahar di dalam laut. Tidak ada yang memisahkan mereka dari lahar tersebut kecuali sebuah lubang dari Akrelik. Saat itu suhu mencapai 2310C dan mereka berada pada tepi bebatuan jurang, yang dibawahnya memancar air mata menyala-nyala. Di sana merupakan pangkal bumi di lembah dalam samudra. Mereka benar-benar menyaksikan bahwa air dingin yang terdapat di permukaan laut bergerak menuju ke bawah.
Pada kedalaman satu mil di bawah laut, lahar letusan gunung berapi semakin dekat dan meleleh keluar dan memanas, hingga kemudian menyemburkan abu-abu vulkanik dan zat-zat tambang yang amat panas. Para ilmuan telah menegaskan bahwa hal seperti ini trejadi di seluruh lautan dan samudra. Kadang sering terjadi di satu tempat, tetapi pada tempat yang lainnya jarang terjadi. Gunung-gunung berapi di dasar samudra jumlahnya lebih banyak dan lebih aktif dibandingkan dengan gunung-gunung berapi di atas daratan. Gunung-gunung berapi tersebut terbentang sepanjang dasar samudra.
Keajaiban yang terdapat pada frasa al-bahru al-masjur adalah bahwa dengan tidak adanya oksigen di dasar lautan, tidak memungkinkan bagi lahar vulkanik menyeruak melewati lempengan di dasar samudra dan mencapai ketinggian garis lempengan tersebut. Selain itu, lahar vulkanik biasanya berwarna kehitam-hitaman, sangat panas, dan tidak langsung bergejolak. Lempengan di dasar lautan menyerupai tempat pembakaran roti. Jika dipanaskan di bawahnya dengan suatu bahan bakar, maka ia akan memanas dengan suhu tinggi, sehingga roti bisa matang di atasnya. Inilah yang dimaksud secara bahasa pada kata masjur. Tidak ada satu katapun yang tepat untuk menggantikan makna kata tersebut secara tepat, agar kita bisa merenungi keagungan ciptaan Allah SWT.
7.       Lautan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain

Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.” (QS. Ar Rahman:19-20)
Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)
Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Jibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.
Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an.
B.     BIOLOGI1.       Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (QS. Al Alaq:15-16)
Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan: Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)
Buku tersebut juga mengatakan: Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)
Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.
Jelas bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur’an sejak dulu.
2.       Sidik Jari

Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.
Alquran surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.
QS Al Qiyamah ayat 3-4:“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”
3.       Kelahiran Manusia“Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan nutfah (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?” (QS. Al Waqi’ah:57-59)
Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:1.      Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya.2.      Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.3.      Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.4.      Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.
Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur’an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.
4.       Setetes ManiDalam ilmu pengetahuan modern diteliti bahwa selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS. Al Qiyamah:36-37)
5.       Campuran Dalam Air ManiCairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.
Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:
“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al Insan:2)
6.       Jenis Kelamin BayiPenelitian sebelumnya diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur’an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.
“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. An Najm:45-46)
Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.
Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y.
Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita. Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.
Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur’an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.
7.       Segumpal Darah Yang Melekat di RahimKetika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.
Pada tahap awal perkembangannya, bayi dalam rahim ibu berbentuk zigot, yang menempel pada rahim agar dapat menghisap sari-sari makanan dari darah ibu. Zigot terlihat seperti sekerat daging. Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur’an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur’an and Sunnah, s. 36)
Informasi ini, yang ditemukan oleh embriologi modern, ternyata telah dinyatakan dalam Al Qur’an 14 abad yang lalu. Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur’an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata “‘alaq” dalam Al Qur’an:“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (Al ‘Alaq:1-3)
Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.
Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah, Tuhan Semesta Alam.
8.       Pembungkusan Tulang oleh OtotSisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS. Al Mu’minuun:14)
Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan.
Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya. Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut.
Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.
Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut: Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)
Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur’an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern. Tahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur’an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu’minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: “…dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging”.
9.       Tiga Tahapan Bayi Dalam RahimDalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya. “… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az Zumar:6)
Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:1.      Tahap Pre-embrionikPada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.2.      Tahap EmbrionikTahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.3.      Tahap FetusDimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.
Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur’an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur’an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.
10.      Air Susu IbuAir susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.
Setiap hari ditemukan satu manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant Nutrition, http:// www.icr.org/pubs/imp-259.htm)
Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya “…menyapihnya dalam dua tahun…”.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman:14)
C.      FISIKA1.       Rahasia Besi

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (QS. Al Hadid:25)
Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.
2.       Relativitas Waktu

Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)
Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.
3.       Penciptaan yang Berpasang-Pasangan

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yasin:36)
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan…dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
D.    ASTRONOMI1.       Pemisahan Langit dan Bumi

Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut :“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al Anbiya : 30)
Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, dimana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu. Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
2.       Mengembangnya Alam Semesta

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang. Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”.
Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.
3.       Bentuk Bulat Planet Bumi

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (QS. Az Zumar:5)
Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.
Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.
4.       Garis Edar Tata Surya

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”(QS. Al Anbiya:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yasin:38)
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur’an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut: “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (QS. Az Zariyat:7)
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya. Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh semesta alam.
5.       Kadar Hujan

Di dalam ayat kesebelas Surat Az-Zukhruf, hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam “ukuran tertentu”. Sebagaimana ayat di bawah ini:
“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf, (43):11)
“Kadar” yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satu karakteristik hujan. Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama. Diperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya. Hal ini menunjukkan bahwa hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah siklus seimbang menurut “ukuran” tertentu.
Pengukuran lain yang berkaitan dengan hujan adalah mengenai kecepatan turunnya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam. Tentunya, objek apapun yang jatuh dengan kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Dan apabila hujan turun dengan cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, permukiman, perumahan, kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra. 
Terlebih lagi, perhitungan ini dibuat untuk ketinggian 12.000 meter, faktanya terdapat awan yang memiliki ketinggian hanya sekitar 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini tentu saja akan jatuh pada kecepatan yang mampu merusak apa saja. Namun tidak demikian terjadinya, dari ketinggian berapapun hujan itu turun,  kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan karena bentuk tetesan hujan yang sangat istimewa. 
Keistimewaan bentuk tetesan hujan ini meningkatkan efek gesekan atmosfer dan mempertahankan kelajuan tetesan-tetesan hujan krtika mencapai “batas” kecepatan tertentu. (Saat ini, parasut dirancang dengan menggunakan teknik ini).
Tak sebatas itu saja “pengukuran” tentang hujan. Contoh lain misalnya, pada lapisan atmosferis tempat terjadinya hujan, temperatur bisa saja turun hingga 400oC di bawah nol. Meskipun demikian, tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es. (Hal ini tentunya merupakan ancaman mematikan bagi semua makhluk hidup di muka bumi.) 
Alasan tidak membekunya tetesan-tetesan hujan tersebut adalah karena air yang terkandung dalam atmosfer merupakan air murni. Sebagaimana kita ketahui, bahwa air murni hampir tidak membeku pada temperatur yang sangat rendah sekalipun.
6.       Angin yang Mengawinkan

Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)
Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran “mengawinkan” dari angin dalam pembentukan hujan.
Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.
Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi. Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam.

http://mujahidah213.blogspot.com/2015/03/fakta-ilmiah-kebenaran-al-quran-dalam.html

Ini Hikmah dan Manfaat Konsumsi Makanan Halal

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Kita semua tahu, hampir tidak ada orang yang bisa menahan dari lapar dan haus selama berhari-hari. Hal ini tentu menjadi indikasi bahwa makanan dan minuman sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Dalam Islam, mengonsumsi makanan dan minuman jelas telah diatur dalam Alquran dan Hadits. Ada makanan yang dibolehkan untuk dimakan (halal), ada juga yang dilarang (haram).  Makanan yang halal adalah makanan yang dibolehkan untuk dimakan menurut ketentuan syariat Islam. Hampir semua yang dapat dikonsumsi adalah halal, dan hanya sedikit yang diharamkan.

Makanan yang halal adalah makanan yang halal zatnya, halal cara memprosesnya dan halal cara memperolehnya. Makanan yang halal zatnya yaitu makanan yang tidak mengandung hal-hal yang diharamkan oleh Allah seperti darah, daging babi, bangkai, dan lainnya.

Kemudian, makanan yang halal cara memprosesnya yaitu makanan yang diproses dengan menyebut asma Allah. Lalu makanan yang halal cara memperolehnya yaitu makanan yang tidak diperoleh dari hasil mencuri, menjarah, menipu, ataupun korupsi.

Alquran Surah Al-Baqarah [2] ayat 173, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dari ayat tersebut, sudah jelas makanan apa saja yang diharamkan untuk dikonsumsi. Artinya, selain makanan yang disebutkan tadi, maka semuanya diperbolehkan. Dalil tentang makanan yang diharamkan juga tercantum dalam Surah Al-Maidah [5] ayat 3:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala….”

Sementara, dalam hadits dari Abu Hurairah RA, dia berkata, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang yang beriman sebagaimana Ia memerintahkan kepada para Rasul-Nya dengan firman-Nya, ‘Wahai para Rasul! Makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian’. Kemudian beliau menyebutkan, ada seseorang yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu. Dia mengangkatkan tangannya ke langit seraya berkata, ‘Wahai Rabbku’, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.” (HR Muslim).

Persoalan pola makan dan minum, Rasulullah sebagai teladan dalam mengamalkan syariat Islam memiliki standard halal dan haram sebagaimana digariskan dalam Alquran. Semua makanan dan minuman boleh dikonsumsi selama memenuhi standard halal dan baik.

Hikmah Larangan Makanan Haram

Salah satu penyebab seseorang terkena penyakit adalah karena makanan. Biasanya, masyarakat Indonesia lebih berorientasi ‘kenyang’ dibanding sehat dalam pola makan sehari-hari. Padahal pola makan masyarakat yang tidak teratur dan tidak sehat menunjukkan masyarakat Indonesia mulai mengarah kepada gaya hidup tidak sehat.

Adanya larangan memakan makanan haram tentu memiliki manfaat besar bagi tubuh manusia. Misalnya agar tubuh terbebas dari penyakit-penyakit yang dibawa oleh makanan-makanan yang haram. Karena ternyata makanan yang diharamkan adalah makanan yang buruk.

Larangan memakan darah misalnya, menurut penelitian modern, darah adalah sarang serta media yang baik bagi perkembangan bakteri. Di samping itu, darah tidak mengandung gizi sedikit pun, akan tetapi ia justru menyebabkan gangguan pencernaan, sampai-sampai jika sebagian dari darah tersebut dimasukkan ke dalam perut (lambung) manusia, makan secara langsung lambung akan memuntahkannya.

Sebuah penelitian di Universitas Padjajaran menyimpulkan bahwa darah yang dikonsumi manusia mampu menyebabkan timbulnya penyakit. Alasannnya adalah ternyata darah merupakan media yang subur bagi bakteri. Bahkan darah dapat menyebabkan keguguran bagi ibu hamil.

Begitu juga bangkai yang haram untuk dimakan, karena darah dari hewan yang mati itu tidak keluar. Hal ini mampu mengakibatkan penyakit atau senyawa-senyawa berbahaya lainnya ikut masuk ke tubuh kita bersama daging bangkai tersebut.

Baca juga:

Ini Khasiat Bubur Susu untuk Orang Sakit

Manfaat Konsumsi Makanan Halal

Makanan halal dalam Islam tidak hanya sekadar bagaimana mendapatkan makanan tersebut, tetapi juga tentang apakah makanan tersebut baik untuk tubuh. Artinya makanan halal juga perlu memperhatikan kandungan gizi di dalamnya.

Ada beberapa manfaat dari mengonsumsi makanan halal, khususnya bagi kesehatan tubuh.  Beberapa diantaranya sebagai berikut:

Menjauhi Sumber Penyakit

Seperti dibahas sebelumnya, bahwa mengonsumsi makanan dan minuman halal dapat memberikan dampak positif bagi tubuh. Sistem kekebalan tubuh bisa semakin meningkat untuk melawan penyakit karena produk makanan halal terjaga dari najis, kotoran dan hal lainnya.

Sumber Tenaga

Makanan halal juga memiliki akhlakul karimah sebab jika makanan halal dikonsumsi nantinya akan berubah menjadi sumber energi yang tidak hanya bisa digunakan untuk beraktivitas seperti belajar atau berolahraga namun juga bisa digunakan dalam beribadah.

Menjaga Hati dan Akal

Mengonsumsi makanan halal akan berpengaruh positif pada pikiran dan juga hati seseorang. Sebaliknya apabila mengkonsumsi makanan haram seperti daging anjing bisa membuat hati seseorang tercemar sekaligus berpengaruh terhadap kekhusukan pada saat beribadah termasuk dalam shalat.

Menjaga Akhlak

Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, tentu akan menjadi darah dan daging. Jika yang dikonsumsi haram, maka sesuatu yang haram akan terus mengalir dalam darahnya. Untuk itu, mengonsumsi makanan halal akan membuat seseorang terjaga akhlaknya dari hal tidak terpuji.

Mendapatkan Ridha Allah SWT

Manfaat lain dari mengonsumsi makanan halal adalah agar mendapat ridha Allah SWT. Dengan begitu, semua yang masuk ke dalam tubuh adalah hal-hal bersih. Seorang muslim bisa khusyuk dalam beribadah karena memilih jenis makanan dan minuman yang halal.

Menuntun ke Surga

Makanan haram yang dikonsumsi seperti manfaat daging babi akan berubah menjadi daging. Daging tersebut nantinya akan membawa seseorang menuju ke neraka seperti yang sudah disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Untuk itu, dengan mengkonsumsi makanan yang sudah jelas tentang kehalalannya, maka kita akan terhindar dari api neraka tersebut.

Memperbaiki Keturunan

Mengkonsumsi makanan halal termasuk hanya memberikan makanan halal pada anak nantinya juga bisa menghasilkan kebaikan. Sebaliknya jika memberikan makanan haram pada anak seperti manfaat minyak babi, maka hal tersebut bisa merusak akhlak dan juga kebaikan pada diri anak.

Maka dari itu, orang tua harus bisa memaastikan untuk selalu memberikan makanan halal pada anak anak agar bisa terhindar dari sifat dan sikap anak yang sering membangkang dan sulit diatur.

Manfaat lainnya dari mengonsumsi makanan halal adalaj memberikan ketenangan dalam kehidupan dan kegiatan sehari hari, menjaga kesehatan baik jasmani dan rohani, mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, mendapatkan rezeki yang barokah baik dunia dan juga akhirat.

Wallahu’alam Bishawab

Sumber:

Andriawan, Didik. Rahasia Hidup Sehat Ala Nabi, Solo: Al Fath Publishing

Manfaat.co, belajar Islam, Islami.co, Asysyariah

Baca juga:

Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Ini Lima Olahraga Anjuran Nab

Buah Zaitun, Pohon yang Diberkahi dalam Al-Quran

Buah Zaitun merupakan satu dari buah-buah yang disebutkan dalam Alquran. Buah ini terkenal dengan minyaknya yang kaya akan manfaat yang baik bagi tubuh. Buah Zaitun berkali-kali disebutkan dalam Alquran yakni pada Surah; An-Nuur, Surah Al-An’aam, Surah An-Nahl, Surah Al-Muminuun, dan Surah Abas sehingga menjadi salah satu pohin yang diberkahi dalam Alquran.

Sebagaimana yang tercantum dalam Surah An-Nur ayat 35:

“… yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis).” (An-Nur: 35).

Minyak zaitun sudah dikenal memiliki banyak manfaat, bisa digunakan untuk memasak, merawat kecantikan wajah, menutrisi rambut, dan lain sebagainya. Buah zaitun memiliki kandungan nutrisi, vitamin, mineral, dan senyawa organika termasuk zat besi, serat, tembaga, vitamin E, senyawa fenolik, asam oleat, dan berbagai antioksidan.

Buah zaitun juga memiliki lemak baik yang tinggi, sebesar 11 hingga 15 persen, serta asal oelat yang termasuk asam lemak tak jenuh tunggal sebesar 74 persen dari seluruh kandungan buah Zaitun.

Buah Zaitun memiliki kandungan karbohidrat rendah yang hanya 4 hingga 6 persen. Sebagian besar karbohidrat yang terkandung terdiri dari serat sekitar 52 sampai 86 persen dari total kandungan karbohidrat dalam buah zaitun. Selain dikonsumsi minyaknya, buah Zaitun juga memiliki banyak manfaat jika dimakan langsung.

1. Melawan infeksi

Buah Zaitun memiliki kandungan antioksidan, seperti oleuropein, hydroxytyrosol, tyrosol, asam oleonalik, quercetin.

Kandungan antioksidan tersebut mampu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dan mengurangi kerusakan oksidatif.

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Buah Zaitun mengandung asam oelat yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengatur kadar kolestrol dalam tubuh. Selain itu, buah Zaitun juga dapat melindungi kolestrol LDL dari oksidasi serta membantu mengurangi tekanan darah. Kandungan hydroxytyrosol dalam buah Zaitun mampu melindungi jantung, dan bertindak sebagai antikoagulan, sehingga mengurangi kemungkinan pembekuan darah dan menghalangi aliran darah.

3. Memperbaiki kesehatan tulang

Senyawa yang terkandung dalam buah Zaitun dan minyak Zaitun mampu membantu mencegah keropos tulang.

4. Mencegah kanker

Kandungan antioksidan dan asal oelat yang tinggi pada buah Zaitun ternyata dapat membantu mengurangi resiko kanker juga. Hal tersebut telah dibuktikan dalam studi penelitian bahwa buah Zaitun mampu menganggu siklus hidup sel kanker payudara, usus besar dan perut.

Catatan Sejarah:

Pohon Zaitun pertama kali didomestikasi di Mediterania Timur antara 8.000-6.000 tahun yang lalu, melalui analisis genetik 1.900 sampel di sekitar laut Mediterania. Mengapa Mediterania, karena tempat di sekitar bukit Thursina ini merupakan tempat perpaduan iklim yang bagus untuk tumbuhan dan menjadi tempat tinggal favorit manusia.

sumber: Proceedings of the Royal society B)

*Domestikasi: adalah dari liar dijinakkan.

Wallahu’alam Bishawab

Baca juga:

Ini Rahasia Aloe Vera yang Kaya Manfaat 

Buah Delima Tanda-Tanda Kekuasaan Allah dalam Surah Al Anam

Allah SWT tuhan semesta alam telah menciptakan berbagai macam aneka buah-buahan untuk umat manusia. Di antara sekian banyak buah-buahan itu, salah satu yang disebutkan dalam Alquran adalah buah zaitun, anggur, kurma, dan delima.

Karena itu, kita (manusia) sebagai makluk yang dikaruniai akal dan pikiran wajib menggali pengetahuan lebih dalam mengenai berbagai kebaikan, kadungan, dan zat-zat yang terkandung dalam buah tersebut, sehingga, dapat memanfaatkan buah tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak ada sekecil apa pun Allah SWT  menciptakan sesuatu jika tidak membawa kemanfaatan bagi manusia.

Buah Delima (rumman) dalam Alquran disebutkan di beberapa surah, yaitu dalam Surah Al Anam Ayat 99 dan 141, serta Ar Rahman Ayat 68.

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman,” (Q.S Al Anam Ayat 99).

Ayat lain menyebutkan; “Di dalam keduanya (surga) juga ada buah-buahan dan pohon kurma dan delima,” (Q.S Ar Rahman Ayat 68).

Delima merupakan tumbuhan asli Persia dan daerah Himalaya di India Selatan. Menurut cerita, Pharaoh Tuthmosis membawaya ke Mesir pada tahun 1500 Sebelum Masehi. Dari sini delima menyebar ke Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Konon, tanaman ini bisa sampai ke Indonesia karena dibawa para pedagang dari Persia pada tahun 1416. Selama berabad-abad buah delima telah dipakai sebagai simbol kesuburan di banyak agama dan kebudayaan. Sisa-sisa kepercayaan ini antara lain bisa dilihat pada upacara nujuh bulan kehamilan pada masyarakat Jawa,. Pada acara tersebut, buah delima sebagai lambang kesuburan selalu hadir sebagai salah satu bahan rujak.

Tak hanya itu, sudah banyak pula penelitian yang telah menunjukkan bahwa buah merah delima ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh manusia, termasuk menurunkan risiko segala macam penyakit. Berikut manfaat buah delima bagi kesehatan:

1.  Meringankan nyeri arthritis dan nyeri persendian

Antioksidan flavonol yang terkandung dalam buah delima dapat membantu memblokir peradangan penyebab osteoarthritis dan kerusakan tulang rawan.

2. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah salah satu kondisi pemicu serangan jantung dan stroke yang paling umum. Sebuah studi meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacological Research menemukan bahwa rutin minum jus buah delima dapat menurunkan kadar tekanan darah sistolik dalam sedikitnya 2 minggu (hasil paling optimal terlihat dalam 12 minggu).

Jus delima kaya akan antioksidan polifenol yang dapat melawan aterosklerosis serta peradangan pembuluh darah, sehingga menurunkan tekanan darah. Lambat laun, manfaat buah delima juga akan tampak pada penurunan kolesterol dan kesehatan jantung secara keseluruhan.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Vitamin C adalah salah satu vitamin penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan sistem imun tubuh. Satu buah delima menyediakan sekitar 40 persen dari kebutuhan vitamin C harian Anda. Tapi ingat, jika Anda memilih untuk mengonsumsi jus delima, minum jus buatan rumah yang menggunakan buah segar untuk mendapatkan manfaat maksimalnya. Vitamin C akan pecah ketika melalui proses pasteurisasi.

Selain itu, antioksidan yang terkandung dalam buah delima juga bekerja melindungi Anda terhadap infeksi yang berkaitan dengan dialisis, atau penyakit ginjal, serta komplikasi penyakit kardiovaskular. Buah delima mengandung antioksidan kuat yang bekerja melawan peradangan di seluruh tubuh dan mencegah stres oksidatif serta kerusakan akibat radikal bebas.

4. Melawan infeksi virus dan bakteri

Buah delima dapat mencegah penyakit dan melawan infeksi. Delima telah terbukti memiliki sifat anti-bakteri dan anti-virus dalam tes laboratorium. Efek anti-bakteri dan anti-jamur dari buah delima dapat melindungi terhadap infeksi dan peradangan di mulut. Ini termasuk kondisi seperti gingivitis, periodontitis, dan denture stomatitis.

Manfaat buah delima juga telah ditunjukkan nyata terhadap beberapa jenis bakteri, termasuk pula Candida albicans penyebab infeksi vagina. Manfaat buah delima untuk infeksi lainnya masih diteliti lebih lanjut.

5. Menahan lapar

Buah delima tinggi kandungan seratnya. Dalam 180 gram buah delima, terkandung 7 gram serat.

Serat adalah salah satu nutrisi paling penting untuk menjaga berat badan sehat. Makanan yang tinggi serat dapat menjaga Anda untuk kenyang lebih lama, sehingga menghindari Anda dari kebiasaan ngemil iseng di sore hari. Makan delima segar adalah cara yang paling utama untuk mendapatkan nutrisinya hingga tetes terakhir, tapi ada beragam cara menarik untuk memanfaatkan delima ke dalam menu makan Anda, misalnya taburkan biji delima segar di atas bubur oatmeal, quinoa, atau yogurt sebagai topping lezat bergizi.

Baca juga:

 Buah Zaitun, Pohon yang Diberkahi dalam Alquran

6. Mencegah kanker

Sebuah studi dari University of California menemukan bahwa komponen tertentu dalam buah delima dapat memperlambat perkembangan reproduksi sel kanker prostat, dan bahkan memicu kematian sel kanker (apoptosis). Dalam sebuah studi asal Israel, peneliti menemukan bahwa jus delima dapat mencegah dan menghancurkan sel kanker payudara.

7. Menurunkan risiko penyakit Alzheimer

Buah delima tampaknya berperan penting dalam membantu penajaman memori verbal dan visual pada lansia yang rutin minum 250 ml jus delima setiap hari dalam jangka waktu panjang.

Delima mengandung polifenol disebut punicalagin yang diyakini menjadi sumber dari sifat anti-radang. Sebuah studi hewan menunjukkan bahwa tikus yang diberi minum jus delima mengalami penumpukan plak amiloid yang lebih lambat daripada tikus yang tidak mengonsumsi jus delima. Plak amiloid adalah plak yang menumpuk di antara sel saraf otak, yang dicurigai menjadi penyebab utama penyakit Alzheimer.

8. Meningkatkan gairah seks dan kesuburan

Kandungan antioksidan tinggi dalam buah delima dapat meredam stres oksidatif dalam tubuh dapat menyokong seberapa baiknya kesuburan Anda. Stres oksidatif telah ditunjukkan menyebabkan penurunan kualitas sperma dan menurunkan kesuburan wanita. Antioksidan dalam jus buah delima juga dapat menurunkan stres oksidatif pada plasenta. Selain itu, manfaat buah delima lainnya adalah meningkatkan kadar testosteron pada pria dan wanita, faktor utama pemicu gairah seks. (nat/dbs)

Wallahu a’lam Bishowab.

Sumber:

– Jurnal Phenomenon Vol 1 Nomor 1, Juli 2011 (Nur Khasanah).

– halosehat.com (dr. Tania Savitri – Dokter Umum)

– Foto: kiblatmuslimah, klikriau

Buah Anggur Disebutkan dalam Al-Quran, Ini Manfaat dan Khasiatnya

Aneka jenis buah-buahan segar diciptakan Allah SWT untuk umat manusia. Di antara sekian banyak buah-buahan itu, salah satu yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran dalah anggur. Buah yang rasanya lezat itu, disebutkan dalam Alquran sebanyak 14 kali.

Allah ta’ala berfirman: “Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.” (QS. Al Baqarah: 266).

‘Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.’‘ (QS. An Nahl: ayat 11).

Ibnul Qayyim menjelaskan, “Anggur termasuk buah-buahan yang terbaik dan paling banyak kegunaannya, bisa dimakan dalam keadaan basah maupun kering, yang hijau dan masak maupun yang masih mengkal. Anggur menjadi buah sesungguhnya bila dikombinasikan dengan buah-buahan, menjadi makanan pokok bila digabungkan dengan makanan lain, menjadi lauk bila dikombinasikan dengan lauk lain, menjadi obat bila dicampur dengan obat lain dan menjadi minuman bila dicampur dengan minuman lain.”

Sejarah Anggur

Anggur merupakan salah satu tanaman yang dikenal umat manusia sejak lama.  Menurut Tahlbah, anggur sudah dikenal sejak masa Nabi Nuh AS. Tanaman yang berbuah manis dan lezat itu tumbuh merambat ke atas, berlawanan arah dengan ujung kuncupnya, dan searah dengan penopang anggur.

“Anggur juga telah diketahui oleh orang-orang kuno sebagai tanaman berkhasiat tinggi dan memiliki manfaat sangat banyak. Kesimpulannya, anggur adalah salah satu buah yang paling banyak manfaatnya,” tutur Tahlbah.

Tanaman anggur diduga berasal dari sekitar Laut Hitam dan Laut Kaspi, kemudian menyebar ke Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa, selanjutnya ke Asia termasuk Indonesia. Ketinggian tempat yang baik adalah tidak lebih dari 300 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia, tanaman ini telah dibudidayakan secara luas di Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Palu, Malang, Pasuruan, Panarukan, Buleleng, dan Kupang.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), 71 persen dari total produksi anggur dunia digunakan untuk membuat wine, 27 persen sebagai buah segar, dan 2 persen sebagai buah kering.

Manfaat Anggur dari Kesehatan

Daging buahnya mempunyai rasa asam yang dominan adalah asam maleat dan asam sitrat. Penyebab rasa manis pada anggur adalah tingginya kadar glukosa dan fruktosa.

Buah anggur termasuk dalam famili vitaceae dan genus vitis. Bentuk buah anggur hampir bulat dengan kulit buahnya berwarna merah kehitaman, hijau, kuning keemasan, atau ungu dan dilapisi tepung. Daging buahnya mempunyai rasa asam manis, dan kandungan airnya banyak. Jenis asam yang dominan pada anggur adalah asam maleat dan asam sitrat. Penyebab rasa manis pada anggur adalah tingginya kadar glukosa dan fruktosa.

Prof Ali Khomsan menambahkan, berbagai penelitian menunjukkan, biji anggur megandung pycnogenol sebagi penguat kolagen untuk kelenturan pembuluh darah (anti aging) dan kulit anggur tenyata kaya flavonoid dengan daya antioksidan lebih tinggi dari vitamin C. Tak hanya itu, biah anggur sendiri kaya kalium untuk mengontrol tekanan darah.

Kandungan vitamin C, B6, K dan B1 dalam anggur juga tinggi dengan khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Vitamin C buah anggur dapat meningkatkan imunitas dan penyembuhan luka. Kandungan B6 pada anggur juga sangat penting untuk otak agar dapat berfungsi normal.

Melalui tes laboratorium, jus anggur terbukti mampu menghentikan produksi hormon esterogen dala sel. Penelitian terakhir menggunakan tikus yang ditanami sel tumor menunjukkan bahwa tikus yang diberi 0,5 ml jus anggur selama lima minggu, ukuran tumornya hanya sepertiga dari tikus yang tidak diberi jus anggur.

Anggur sangat kaya antioksidan dan antimikroba. Kandungan zat gizinya tergolong excellent dan mampu menangkal berbagai penyakit. Manfaat lain, buah ini dapat meningkatkan gairah seks dan melelapkan tidur.

Penelitian para ahli pengobatan dan ahli medis memaparkan bahwa buah anggur memiliki banyak manfaat dan khasiat.

Di antara manfaat buah anggur untuk kesehatan antara lain:

  1. Untuk Kesehatan Jantung
    Kandungan flavonoid pada buah anggur terdiri dari dua jenis, yaitu quercitin dan reveratrolResveratrol pada anggur terbukti dapat menghambar endothelin-1 (ET-1). Untuk jenis anggur merah ini kaya akan gizinya.
  2. Mengobati Gangguan Pencernaan
    Karena mengandung magnesium. Perjalanan anggur sebagai makanan obat ternyata telah berawal pada zaman Mesir kuno. Selian disajika sebagai buah meja di lingkungan kekaisaran Yunani dan Mesir Kuno, buah anggur telah dimanfaatkan sebagai bagian dalam pengobatan alami gangguan pencernaan.
  3. Sebagai Penggelontor Kotoran (Buang Air Besar)
    Prosesnya, lantaran kandungan serat kasarnya yang melimpah dalam kulit buah dan zat pencahar ringan (laksatif) yang terdapat dalam buah anggur.
  4. Meningkatkan Energi Tubuh
    Karena kandungan zat besi dan mineral penyusun sel-sel darah merah yang merupakan pengangkut sumber energi untuk jenis anggur yang berwarna gelap.
  5. Mencegah Kanker
    Prosesnya dengan meningkatkan daya tahan tubuh, melalui keampuhan resveratrol alami dalam buah anggur ini sudah terbukti lewat kemampuannya mengganyang sel-sel kanker dalam tiga tahapan. Bila anggur lebih dini dikonsumsi, reveratrol sudah akan beraksi meredam kerusakan DNA dalam sel pada tahap awal pertunasan sel benih kanker.
  6. Mencegah Penuaan Dini
    Biji anggur memiliki kekuatan antioksidan yang dipunyai vitamin A, C, dan E.
  7. Mencegah Kerusakan Gigi
    Yakni dengan kandungan tanin dalam anggur. Asal elegat dalam anggur juga mampu menghancurkan hidrokarbon, senyawa penyebab kakner yang disebabkan asap rokok.
  8. Menjaga Vitalitas Pria
    Karena dalam anggur merah terdapat mineral mikro yakni mangan dan seng untuk menjaga libido seks pria, menjaga kesuburan pria, serta mncegah dan membantu mengatasi peradangan prostat.
  9. Mengurangi Gejala Insomnia/Sulit Tidur
    Sebuah penelitian di Italia menunjukkan bahwa pada anggur terdapat melatonin, suatu hormon yang dikenal bisa membantu mengatur jam biologis manusia. Hormon melatotnin umumnya akan muncul di malam hari, sehingga mengantarkan orang untuk tertidur pulas. (nat/dbs)

Sumber:

-Jurnal Phenomenon Vol 1 Nomor 1, Juli 2011 (Nur Khasanah).

-muslimah.or.id (Maria Nova Nurfitri)

Baca juga:

Buah Delima Tanda-Tanda Kekuasaan Allah dalam Surah Al Anam

Kurma, Buah Sunnah Rasulullah untuk Berbuka Puasa

 Sahabat gomuslim, ketika menjelang Ramadhan Kurma menjadi hidangan yang paling dicari karena menjadi buah sunnah untuk ifthar (berbuka puasa). Saat buka puasa Sahabat gomuslim dianjurkan untuk mengkonsumsi kurma dengan jumlah yang ganjil. Kurma juga disebutkan dalam Alquran yang menunjukkan keistimewaannya.

Kurma disebutkan dalam Surah Maryam“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini,” (Q.S Maryam: 25-26).

Ayat ini menarik karena Allah memerintahkan Siti Maryam untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma, seperti yang kita tahu memiliki sifat yang cukup kuat, di tengah kondisi beliau yang lemah dan kondisi sekitarnya yang kering, dingin, dan sepi. Sepintas, hal tersebut tidak mungkin akan membuat biji kurma jatuh dari tangkainya.

Ust. Budi Ashari memberikan komentar pada salah satu ceramah beliau tentang kondisi tersebut bahwa ayat ini menjelaskan tentang tawakkal. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa orang itu yang paling penting adalah berusaha dan percaya kalau Allah akan menolong. Urusan mustahil itu adalah urusan yang lain, yang penting tugas kita adalah berusaha dan percaya (tawakkal) kepada Allah.

Hal lain yang lebih menarik dari ayat-ayat di atas adalah mengapa Allah memerintahkan Siti Maryam untuk memakan buah kurma ketika proses melahirkan? Layaknya yang kita tahu adalah perempuan yang melahirkan akan banyak kehilangan dua hal, yaitu energi dan darah. Tetapi Allah mengatasi dan melengkapi dua kehilangan tersebut hanya dengan Kurma.

Sejarah Kurma

Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Pada zaman selanjutnya, orang Arab menyebarkanluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765.

Ada juga ditemukan pohon kurma utuh di sebuah kuburan kuno daerah Shakra dan kuburan tersebut sudah ada sejak 3200 tahun sebelum masehi. Di daerah yang menjadi ibukota Al-Wadi Al-Jadidi di Mesir juga ditemukan sisa-sisa pohon kurma dari zaman batu.

Kurma itu Unik

Dalam Buku ‘Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik‘ karya Ramadhani dkk menjelaskan sebuah hadits Shahih Bukhari, Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang pada pagi hari memakan tujuh buah kurma aliyah, tidak akan terkena racun atau sihir pada hari itu.”

Kurma merupakan buah yang unik karena Allah SWT menyebutnya sebanyak 20 kali di 16 surah yang berbeda dalam Alquran. Unik karena Rasulullah SAW menjadikan kurma sehari-hari sebagai makanan wajib keluarga. Unik karena dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia, dari ujung akar sampai daun memiliki manfaat, dapat bertahan dalam suhu tinggi hingga 50º C dan dalam kadar garam yang ekstrim, bisa memiliki jangka waktu kadaluwarsa hingga 1,5 tahun (kurma yang berkualitas dan disimpan dengan teknik yang baik), dan unik karena dari 2 jenis tanaman kurma, yaitu jantan dan betina, hanya tanaman kurma betina saja yang dapat menghasilkan buah (6-7 bulan).

Berikut manfaat kurma yang telah dirangkum gomuslim dari perspektif Hadits dan Sains :

1. Memperlancar Proses Melahirkan

Dokter Muhammad an-Nasimi dalam kitabnya, ath-Thib an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadis (Pengobatan Ala Nabi dan Ilmu Modern) mengatakan perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan makanan dan minuman yang kaya akan unsur gula. Hal ini dikarenakan banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan jabang bayi, terlebih lagi jika hal itu membutuhkan waktu yang lama.

Sehingga kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolennya, yaitu kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi. Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam Kurma basah (ruthab). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah dan cepat dicerna oleh tubuh.

2. Memperlancar ASI dan Mengobati Kemandulan

Beberapa hormon yang terkandung dalam kurma juga berfungsi untuk menghambat aktivitas hormon kelenjar gondok atau glandula thyreoidea dan hormon pembangkit kelenjar susu, sehingga dapat memperlancar ASI sehingga cocok diberikan pada perempuan yang sudah melahirkan. Selain itu, sari kurma juga dipercaya dapat mengobati kemandulan.

3. Memberikan Tambahan Tenaga Bagi yang Lemas, Letih, dan Lesu

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) menyatakan bahwa zat gula yang berada di dalam kurma itu berbeda dengan zat gula pada buah-buahan lain yang biasa mengandung sukrosa yang mana zat tersebut tidak langsung diserap oleh tubuh, melainkan dipecahkan terlebih dahulu oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa.

Adapun zat gula pada kurma tidak membutuhkan proses tersebut sehingga lebih mudah diserap tubuh. Adapun bila dibandingkan dengan nasi yang penyerapan dalam tubuh membutuhkan waktu berjam-jam (sekitar 5 jam), penyerapan gula kurma dalam tubuh cukup cepat, yakni sekitar 45-60 menit atau sekitar 1 jam. Itulah sebabnya mengapa kurma sangat baik untuk dijadikan sebagai makanan pembuka puasa karena dapat menyuplai asupan gizi dengan cepat. Adapun kandungan Potasium di dalam kurma berguna untuk mengatasi masalah stress, sembelit, dan lemah otot sehingga cocok diberikan pada wanita yang sudah melahirkan.

4. Meningkatkan Daya Kecerdasan

“Berilah makan buah kurma kepada istri-istrimu yang sedang hamil, karena sekiranya wanita hamil itu makan buah kurma, niscaya anak yang lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun, serta cerdas. Sesungguhnya makanan Maryam tatkala melahirkan Nabi Isa adalah buah kurma. Sekiranya Allah menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada kurma, maka Allah akan memberikan buah itu kepada Maryam.” (H.R Bukhari).

Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW tersebut, Ibnu Qayyim menyampaikan, “Sesungguhnya Kurma basah (ruthab) dapat menambahkan kecerdasan terutama jika dimakan dengan biji buah cemara.” Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim tersebut, salah satu penelitian dari WHO mengungkapkan fakta bahwa kurma mengandung kalsium yang tinggi sehingga dapat memperlancar pengiriman dan distribusi oksigen ke otak serta membantu proses keseimbangan cairan tubuh.

5. Menghindarkan Orang Dari Bahaya Racun dan Sihir

“Barangsiapa mengkonsumsi Kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir” (H.R Muslim).

Kurma Ajwa berbentuk mungil, bulat, daging tebal, kering, teksturnya lembut, dan hanya tumbuh di tanah Madinah. Rasanya mirip seperti kismis dan tidak terlalu manis. Berkaitan dengan keistimewaan kurma Ajwa, Ibnu Hajar Al-Asqalani yang menukil perkataan Imam Al-Khathabi mengungkapkan, “Kurma Ajwa bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a dan keberkahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah, bukan karena dzat itu sendiri.”

6. Vaksinasi Bayi dengan Kurma

Abu Musa berkata, “Seorang anakku lahir, akupun membawanya ke nabi. Beliau menamainya Ibrahim. Lalu Nabi melolohnya dengan sebutir kurma, memohonkan berkah baginya, lalu memberikannya kepadaku” (H.R Bukhari)

Kurma adalah makanan yang dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia sehingga bayi yang baru lahir pun dapat diberikan makanan kurma dengan cara syar’i yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu tahnik. Metode ini disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Tentunya pasti memiliki hikmah dibalik itu.

Kurma memiliki banyak manfaat bagi perkembangan bayi dan melindunginya dari berbagai bahan penyakit sehingga membantu bayi dalam penguatan daya tahan tubuh. Istilah umumnya adalah kurma berperan sebagai vaksin layaknya bayi yang diberi imunisasi.

Hal didukung oleh fakta bahwa komposisi buah kurma terdiri atas 70% zat gula, 20% protein, dan 3% lemak. Kurma juga mengandung zat-zat fitokimia seperti polifenol, sterol, tanin, dan karoten yang bertindak sebagai antioksidan yang mampu mencegah pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Kandungan lysin (2000 kali lipat dibanding apel dan pisang) pada Kurma bermanfaat untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan sel otot.

7. Dapat Menjadi Bahan Makanan Pokok

Ar-Razi atau dikenal dengan nama Ibnu Al-Khatib Asy-Syafi’i Al-Faqih ketika menafsirkan Surah Al-Mukminun ayat 10 yang dikutip oleh Syamil (2013), beliau menyampaikan , “…..yakni Allah menyebutkan kalimat kurma dalam ayat ini, karena kurma bukan sekedar pelengkap makanan tapi juga menjadi makanan pokok bagi manusia.”

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sebuah rumah yang memiliki kurma, penghuninya tidak merasa lapar.” Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa memakan kurma sebanyak 100 gram (sekitar 7 buah) dapat memenuhi kecukupan energi harian sebesar 12%-15%. Dari analisis secara kimia terbukti bahwa kurma kering mengandung 70,6% karbohidrat, 2,5% lemak, serta 1,32% mineral termasuk kalsium, zat besi, fosfat, magnesium, kalium, seng dan mineral lainnya. Kurma kering juga mengandung 10% serat , vitamin (A, B1, B2, dan C), gula, dan protein. Jadi wajar jikalau kurma dapat memenuhi minimal kebutuhan makanan pokok sekeluarga di rumah.

8. Baik untuk Makanan Buka Puasa

“Apabila salah seorang diantara kamu ingin berbuka puasa, maka hendaklah memulainya dengan kurma, karena ia memiliki keberkahan, jika tidak ada kurma, maka mulailah dengan air minum, karena ia menyucikan.” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi).

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kurma memiliki kandungan gula yang penyerapannya oleh tubuh lebih cepat daripada nasi. Penyerapan unsur gula yang dikandung nasi di dalam tubuh sekitar 5 jam, sedangkan untuk kandungan gula Kurma sekitar 45-60 menit (sekitar 1 jam). Itu sebabnya kurma merupakan makanan yang sangat baik untuk berbuka puasa karena dapat menyuplai asupan energi secara cepat.

Manfaat dari Kurma sebenarnya lebih banyak  dari yang telah disebutkan. Belum lagi dibahas manfaat dari akarnya, pelepah daunnya, batangnya, dan lain-lain. Karena itu sangat tepatlah yang disampaikan oleh salah satu ulama tafsir yakni As-Sa’di bahwa:

“Kurma adalah sebaik-baik buah yang Allah jadikan di atas muka bumi ini karena padanya terdapat manfaat yang banyak dan kelezatan.”

Baca juga:

Buah Anggur Disebutkan dalam Alquran, Ini Manfaat dan Khasiatnya

Sumber :

Naik, Zakir. 2016. Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah. Solo: AQWAM.

Syamil, Ahmad. 2013. Keistimewaan Kurma dalam Al-Qur’an Ditinjau dari Perspektif Ilmu Kesehatan. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif

Anonim, https://www.hidayatullah.com/ramadhan/inspirasiramadhan/read/2015/06/23/72726/10-rahasia-keajaiban-buah-kurma-yang-dianjurkan-nabi-2.html, . Diakses 31 Januari 2019

Anonim, http://www.kabarmakkah.com/2014/09/kupas-tuntas-tentang-kurma.html. Diakses 31 Januari 2019

Pangkalan Ide. 2011. Health Secrets of Dates. Jakarta: Elex Media Komputindo. https://books.google.co.id/books?

pegipegi.comDownload Best WordPress Themes Free DownloadPremium WordPress Themes DownloadDownload Nulled WordPress ThemesDownload Best WordPress Themes Free Downloadfree download udemy coursedownload micromax firmwareFree Download WordPress Themesfree download udemy course

https://www.aksaraumroh.net/kurma-buah-sunnah-rasulullah-untuk-berbuka-puasa/

Buah Pisang dalam Surah Al Waqi’ah

Pisang merupakan buah yang disebut dalam Alquran dan manfaatnya baik untuk kesehatan. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengkonsumsi pisang sebagai buah pencuci mulut, hajatan, upacara adat dan panganan lokal di berbagai daerah.

Kini, pisang juga banyak diolah menjadi makanan camilan yang lezat, seperti pisang goreng, pisang keju, keripik pisang, kue pisang, dan lain sebagainya. Hal ini karena kandungan nutrisi dalam pisang sangat besar, kaya akan manfaat untuk kesehatan dan ternyata buah pisang menjadi salah satu buah yang ada di surga.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang para penghuni Surga dan kenikmatan yang dialami mereka dengan firman-Nya:

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah.” (QS. Al Waqi’ah Ayat: 27-31)

Dan yang menjadi pendapat mayoritas Ulama dari kalangan Shahabat dan Tabi’in adalah bahwa yang dimaksud adalah pisang. Dan ini adalah yang disebutkan oleh para ahli Tafsir seperti ath-Thabari, ar-Razi, al-Qurtubi, Ibnu Katsir dan asy-Syaukani rahimahumullah.

Pisang (Banana) adalah pohon jenis Terna (pohon dengan batang yang lunak dan tidak berkayu) dari suku Musaceae, yang tingginya mencapai enam meter, dengan batang yang kuat, dan daun-daun yang besar memanjang dan berwarna hijau tua. Buah pohon ini nampak dalam bentuk sisir-sisir, yang tiap sisirnya berisi (10/20) pisang, dan dalam buahnya tidak terdapat biji.

Orang-orang Arab menyebutnya dengan Banan (jari-jari), karena ia mirip dengan jari-jari kedua tangan. Ketika ia sampai ke Eropa melalui jalur Spanyol, mereka (orang Eropa) menyebutnya dengan kata dalam bahasa Arab yaitu Banana (pisang). Manusia telah mengenal pisang semenjak ribuan tahun SM (sebelum Masehi), dan ada yang mengatakan bahwa ia pada asalnya berasal dari India.

Sejarah Pisang

Menurut sejarah, Buah Pisang berasal dari Asia Tenggara yang oleh para penyebar agama Islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.  Selanjutnya, pisang menyebar ke seluruh dunia, meliputi daerah tropis dan subtropis. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di antaranya adalah: Brasilia, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador, Thailand, Karibia, Columbia, Mexico, Venezuela,  dan Hawai. Indonesia merupakan negara penghasil pisang nomor empat di dunia. Pisang mengalami perjalanan dan sejarah panjang yang dimulai dari hutan di Asia Tenggara hingga menjadi salah satu buah paling populer di dunia.

Kata ‘Pisang’ berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘maus’ yang oleh Linneus dimasukkan ke dalam keluarga Musaceae, untuk memberikan penghargaan kepada Antonius Musa, yaitu seorang dokter pribadi kaisar Romawi (Octaviani Agustinus) yang menganjurkan untuk memakan pisang.  Itulah sebabnya dalam bahasa latin, pisang disebut sebagai ‘Musa paradisiacal.’

Para ahli berpendapat bahwa buah ini merupakan yang pertama dibudidayakan oleh manusia dan mendahului budidaya padi. Budidaya pisang diyakini pertama kali dilakukan di dataran tinggi Papua Nugini.

Bukti tertulis paling awal tentang keberadaan pisang ditemukan dalam tulisan-tulisan Buddhis Pali dari abad ke-6 SM, yang menunjukkan bahwa buah tersebut telah mencapai India saat itu. Pisang juga disebutkan dalam berbagai kitab-kitab kuno Hindu, Cina, Islam, Yunani, dan Romawi. Awalnya, pisang berwarna merah dan hijau. Pisang pada masa kini merupakan hasil mutasi yang dilakukan oleh Jean Francois Poujot pada tahun 1836 di Jamaika.

Pada tahun 327 SM, Alexander Agung dan pasukannya menemukan pisang selama ekspedisi mereka ke wilayah Laut Tengah. Kemudian, dengan bantuan penakluk Islam, pisang mencapai Madagaskar dan Palestina.

Pisang kemudian melanjutkan perjalanan melalui pelaut Portugis yang membawa pisang ke Eropa dari Afrika Barat pada awal abad ke-15. Pada tahun 1482, pisang dibawa oleh para penjelajah Portugis ke Canary Island dan Hindia Barat.

Penjelajah Portugis dan Spanyol juga berjasa menyebarkan pisang ke kawasan Karibia dan Amerika. China adalah wilayah pertama yang melakukan budidaya pisang secara terorganisir.

Orang Amerika Serikat tidak mengenal pisang sampai tahun 1870. Pisang diperkenalkan kepada masyarakat Amerika hampir pada saat bersamaan oleh dua orang yang berbeda yaitu Lorenzo Dow Baker dan Minor Keith. Lorenzo adalah seorang kapten laut yang berkunjung ke Jamaika dan menjadi tertarik dengan buah kuning yang dijual di pasar.

Karena penasaran, dia membeli beberapa tandan pisang mentah dan menjualnya di pasar buah New Jersey. Pada saat yang sama, Minor Keith, yang membangun jalan kereta api di Kosta Rika, menanam pohon pisang di dekat jalur kereta api.

Ketika pembangunan jalan kereta api selesai, pisang yang sudah matang diangkut ke pelabuhan dengan kereta api dan kemudian diekspor ke Amerika. Segera, pisang menjadi makanan populer di Amerika Serikat. Saat ini, pisang dibudidayakan di lebih dari 170 negara dan memainkan peran penting dalam perekonomian negara-negara berkembang.

Pisang Dalam Ilmu Kedokteran Kuno

Disebutkan dalam pengobatan kuno bahwa pisang bermanfaat dalam (pengobatan) inflamasi (radang) dada, paru-paru dan batuk. Dan melancarkan buang air kecil, dan bermanfaat untuk luka ginjal dan kandung kemih. Pisang juga membangkitkan hasrat hubungan suami isteri dan meningkatkan produksi sperma (air mani).

Selain itu, pisang juga dapat melunakkan perut, meningkatan produksi empedu, dan kelenjar yang lain, namun terlalu banyak mengkonsumsinya juga kurang bagus karena ia berat dicerna (oleh lambung).

Komposisi Ilmiah dan Zat Aktif yang Dikandungnya

Analisis menunjukkan bahwa pisang mengandung (68%) air, (25%) gula, (2%) protein, (1%), lemak dan minyak, (1%) serat Selulosa. Sebagaimana juga pisang mengandung pati dan asam tanin, vitamin A (300 IU per seratus gram), vitamin B dengan berbagai jenisnya; B1, B2, B 6, dan 12 (100 mg per seratus gram), persentase yang cukup dari vitamin D, dan sedikit Vitamin Z. Dan pisang juga mengandung Kalsium (100 mg per seratus gram), Fosfor, Besi, Sodium, Kalium (potassium), Magnesium, dan Seng.

Pisang Dalam Kedokteran Modern dan Manfaatnya untuk Kesehatan:

1. Pisang terhitung sebagai makanan (sumber gizi) yang hampir sempurna dikarenakan ia mengandung 6 nutrisi, yaitu; air, gula, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dan berkat tingginya nilai gizi yang dikandungnya, maka ia telah menjadi makanan penting (pokok) bagi banyak orang.

2. Pisang terhitung sebagai salah satu makanan yang menyediakan energi dan kalori bagi tubuh dalam jumlah yang cukup. Maka setiap 100 gram pisang segar dan matang memberikan tubuh (100 kalori), yaitu seperti yang diberikan oleh seratus gram daging. Dan adapun seratus gram pisang kering memberikan (250 kalori).

3Pisang dapat dimanfaatkan dari pisang dalam pencegahan Osteomalasia dan Osteoporosis.

Maksudnya adalah pelunakan tulang pada bayi pada anak dan Osteoporosis (pengeroposan tulang) pada orang dewasa (tua), dan kekurangan kalsium pada wanita hamil dan ibu menyusui. Karena mengandung jumlah kalsium yang cukup, yaitu setiap 1 kg pisang mengandung 1 gram kalsium. Dan perlu diketahui bahwa kebutuhan harian kalsium untuk tubuh adalah satu setengah gram, dan bahwasanya kalsium pisang lebih mudah dicerna dibandingkan kalsium susu dan kalsium dari produk susu.

4. Pisang mengandung Fosfor dalam jumlah yang cukup.

Inilah yang membuatnya bermanfaat dalam perkembangan otak dan kemampuan akal, seperti kecerdasan, berpikir dan menghafal. Dahulu dikatakan tentang pisang bahwa ia adalah makanan para ahli Filosofi, karena mereka memakannya secara rutin, seperti yang terjadi pada orang-orang (bangsa) Asyur dari bangsa kuno.

5. Pisang juga bermanfaat dalam perlindungan dan pencegahan gigi dari kerusakan. Dan juga bermanfaat untuk radang mulut dan gusi, karena ia mengandung fluoride, yaitu suatu zat penyeteril.

6. Pisang mengandung zat Besi dan vitamin D.

Karena itu, buah ini berguna dalam pencegahan dan pengobatan anemia dan kekurangan zat Besi, dimana vitamin D mempermudah penyerapan zat besi dalam usus.

7. Pisang mengandung vitamin B 1, B 6, B 12.

Buah ini berguna dalam pengobatan peradangan (infeksi) saraf dan kerusakan saraf, seperti dalam disk (gangguan pada saraf lumbar dan sakral) dan cerebral Bell (gangguan pada saraf wajah). Dan yang perlu diketahui bahwa kekurangan vitamin vitamin B 1, B 6, B 12 menyebabkan peradangan saraf yang berbeda dari yang lain, dan kekurangan vitamin B 12 menyebabkan anemia, di samping radang saraf.

8. Pisang berguna untuk memperbaiki penglihatan dan mencegah timbulnya penyakit mata dan penglihatan.

Karena buah ini mengandung vitamin A dalam jumlah yang cukup (300 IU per seratus gram). Dan yang perlu diketahui bahwa kebutuhan harian vitamin A bagi tubuh adalah (3500 IU per hari).

9. Bermanfaat dalam pengobatan diare.

Jika pisang itu matang namun, jika ia mentah maka ia berguna dalam pengobatan sembelit.

10. Pisang mengandung hormon-hormon yang berfungsi untuk mengatur aktivitas sistem saraf.

Buah ini juga bermanfaat dalam pengobatan penyakit psikologis dan depresi, terutama pada anak-anak.

Wallahu A’lam Bishowab.

Sumber :

Kamal al-Muil, dari http://almowil.com/aleejaz.htm. Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono. Alsofwa.com.

http://www.kompas.com

http://www.amazine.co

Manfaat dan Keistimewaan Buah Tin yang Termaktub dalam Al-Quran

Keanekaragaman tumbuh-tumbuhan di bumi sangat luar biasa, Allah SWT menciptakan semua sumber kehidupan dari alam. Salah satunya buah-buahan, buah Tin/Fig atau sering juga disebut buah Ara disebut satu kali dalam surah At-Tin. Banyak yang menafsirkan buah Tin sama dengan buah Zaitun namun banyak juga yang menganggap buah Tin dan buah Zaitun berbeda.

Kata Tin dalam Alquran di sebut dalam At-Tin surah ke 95 Ayat 1 tetang pohon Tin dan Zaitun:

Wat tiini waz zaituun” (demi tin dan zaitun). (Q.S At Tin Ayat: 1)

Selain disebutkan dalam surah At-Tin, dalam riwayat Adam dan Hawa juga dikisahkan tentang pohon Tin yang serat pohonnya dijadikan bahan untuk pakaian mereka.

Buah Tin telah ada sejak 1400 tahun Masehi lalu, dikenal sebagai buah musiman yang awalnya ditemukan di Asia Barat. Kini, sudah dibudidayakan dan telah tersedia di banyak daerah di Indonesia.

Buah yang memiliki nama ilmiah Ficus carica ini termasuk salah satu superfood karena memiliki serat yang tinggi, rendah kalori dan tidak mengandung lemak. Buah Tin rasanya manis dan renyah ini mengandung vitamin A, vitamin B kompleks dan vitamin C yang tinggi.

Sebenarnya, pohon buah Tin masih satu keluarga dengan pohon beringin dan banyak ditemui di daerah Afganistan sampai dengan Balkan.

Pohon buah Tin juga akan berbuah sepanjang tahun karena bukan termasuk buah musiman. Buah Tin juga banyak jenis atau varietasnya, buah Tin yordan adalah yang paling terkenal diantara jenis lainnya di Indonesia.

Uniknya, semakin hitam warna buah Tin, maka semakin manis rasanya. Mungkin sebagian orang ada yang belum familiar dengan buah Tin, apalagi mencicipi kelezatannya. Tapi, kebanyakan orang sudah tidak asing lagi dengan buah tersebut.

Baca juga:

Buah Pisang dalam Surah Al Waqi’ah

Khasiat Buah Tin dalam Alquran dan Hadits

Buah Tin memiliki khasiat yang sangat fenomenal. Sampai-sampai, bukan hanya dikenal oleh kalangan masyarakat secara umum saja, tapi juga disebutkan oleh Allah SWT di dalam kitab suci Alquran, tepatnya di surat At-Tin ayat 1-2. Begitupun di dalam Hadits Rasuluah SAW yang menyebutkan beberapa khasiat dari buah Tin.

Abu Darda radhiallahu’anhu juga meriwayatkan sabda Nabi bahwa: “Sekiranya kukatakan ada buah-buahan yang turun dari surga, maka itulah buah Tin. Karena, buah-buahan surga itu tanpa biji. Makanlah ia, karena ia dapat menghentikan wasir dan bermanfaat menyembuhkan encok”. (Dituturkan oleh Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’aad).

Manfaat Buah Tin Bagi Kesehatan dan Penyakit

1. Baik untuk Diet

Manfaat buah tin untuk diet ini terdapat pada seratnya yang membantu memperlancar metabolisme tubuh dan pencernaan. Pada kandungan 100 gram buah Tin, hanya terkandung 74 kalori, yang mana bagus untuk Sahabat gomuslim yang sedang diet. Manfaat lain yang bisa didapat dari buah Tin adalah kandungan mineral, vitamin serta pigmennnya yang baik untuk mencerahkan dan melembabkan kulit.

2. Pencegah Kanker dan Masalah Pencernaan Lainnya

Zat pektin yang hanya didapatkan pada buah-buahan tertentu, nyatanya ada dalam kandungan buah Tin. Kandungan pektin yang ada dalam manfaat buah tin juga berdampak baik bagi pencernaan, terutama usus besar dan usus kecil. Bagi sebagian masyarakat timur tengah, buah tin ini juga digunakan sebagai obat pencahar tradisional, karena kandungan serat yang berlimpah pada buah Tin.

Selain manfaat pencernaan usus tersebut, buah Tin juga dapat mencegah beberapa kanker pada bagian perut tertentu, yaitu kanker usus. Satu biji buah Tin segar, cukup mengandung beberapa kadar vitamin yang mengandung zat anti oksidan seperti vitamin A, E, dan K. Keseluruhan senyawa fitokimia dalam buah tin dapat membantu menghilangkan bahaya radikal bebas dari tubuh manusia dan dengan demikian melindungi kita dari kanker, diabetes, penyakit degeneratif lainnya, dan bahkan infeksi organ dalam tubuh.

3. Banyak kandungan gizi dan vitamin yang bermanfaat

Buah Tin yang dikonsumsi dengan cara dikeringkan terlebih dahulu, merupakan sumber vitamin dan mineral baik untuk tubuh. Contohnya, 100 g buah tin kering mengandung 680 mg potasium, 162 mg kalsium, dan 2,03 mg zat besi. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah. Nah, sedangkan zat tembaga dan besi diperlukan dalam produksi sel darah merah tubuh.

4. Sebagai ramuan obat seksualitas sejak dulu

Selama berabad-abad yang lalu, khususnya masyarakat Arab, buah Tin telah direkomendasikan sebagai obat tradisional untuk memperbaiki masalah seksualitas, seperti kemandulan, daya tahan seks yang lemah, atau bahkan disfungsi ereksi. Hal ini juga menjadi bagian dari budaya dan mitologi bangsa Arab sendiri, terlebih pada masanya, manfaat buah tin ini menjadikan buah tin sebagai obat kesuburuan dan kejantanan pria.

Kegunaan serta manfaat buah Tin dalam obat seksualitas sebenarnya masih dipertanyakan, tetapi kandungan jumlah yang besar, teruatama vitamin dan mineral  yang baik untuk tubuh, sangat berdampak bagi bagi stamina dan energi tambahan. Masyarakat Timur Tengah meramu buah Tin dengan merendam 3-4 buah tersebut dalam susu selama semalam. Lalu diminum pada waktu petang esok hari, untuk mendapatkan stamina dan energi di malam harinya.

Manfaat Daun Tin :1. Memperkuat Tulang.
2. Menormalkan Nafsu Makan.
3. Mengurangi Penyakit Sesak Nafas.

4. Mencegah Penyebaran Sel Kanker.
5. Menstabilakan Detak Jantung.
6. Menghilangkan Bakteri Jahat.

7. Menurunkan Kadar Kolesterol.
8. Menambah Kadar Hemoglobin.
9. Membantu Proses Diet.

Itulah berbagai manfaat buah tin si “buah dari surga”. Untuk mendapatkan semua khasiat buah Tin diatas, silahkan konsumsi jus buahnya dan gunakan masker daging buah Tin secara rutin setiap hari.

Cara Makan Buah Tin/Ara :

Berikut cara-cara makan buah tin yang disarankan:

Cara Makan Buah Tin Segar
1. Dimakan secara utuh.
2. Disajikan bersama keju yang kuat rasanya.
3. Merebusnya terlebih dahulu.

4. Diawetkan terlebih dahulu.
5. Ditambahkan ke dalam roti atau kue.

Cara Makan Buah Tin Kering
1. Dimakan secara langsung.
2. Direndam di dalam air.
3. Ditambahkan ke dalam roti atau kue.
4. Ditambahkan ke dalam oatmeal atau bubur.
5. Dimasukkan ke dalam keju cottage atau yogurt.

Wallahu A’lam Bishowab.

Sumber :

-hellosehat.com

-wikihow.com

-kelambit.com

Baca juga:

Kurma, Buah Sunnah Rasulullah untuk Berbuka Puasa

Khasiat Timun dari Anjuran Nabi Musa

Allah SWT menciptakan beragam tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari bunga, buah, dan sayur. Salah satu sayuran yang tercantum dalam Alquran adalah Mentimun. Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentimun atau Timun yang biasa kita sebut, sudah dipakai sebagai salah satu sayuran yang baik untuk kesehatan. Biasanya, Timun dikombinasi dengan kurma segar untuk menjaga kesehatan. Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering membuatnya.

Dari Aisyah bahwasanya, “Rasulullah sering makan Mentimun dicampur dengan kurma basah.” (HR.Tirmidzi).

Kata ‘Mentimun’ dalam Alquran disebut dalam Surah Al Baqarah Ayat 61 :

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” (Q.S Al Baqarah Ayat: 61).

Selain untuk menjaga kesehatan, kombinasi keduanya juga untuk meningkatkan berat badan dan mengubah bentuk tubuh yang semula kurus ceking menjadi lebih berisi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Aisyah Radhiyallahu’anha (RA) ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah SAW, rutin mengonsumsi Mentimun dan kurmabasah untuk mendapatkan tubuh yang ideal.

Aisyah berkata, “Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah SAW, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan Mentimun dengan kurmabasah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal.” (HR.Ibnu Majah).

Berdasarkan Penelitian

Hasil penelitian modern menyebutkan bahwa Timun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Karena banyak mengandung bahan penting itu, Timun sangat baik digunakan sebagai tonik (menjaga kesehatan). Subhanallah sebelum penelitian pada zaman modern sekarang, Alquran dan Hadits sudah membuktikan khasiat dan manfaatnya.

Baca juga:

Inilah Manfaat dan Keistimewaan Buah Tin yang Termaktub dalam Alquran

Selain itu, Timun juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Jus Timun bersifat mendinginkan badan dan menurunkan panas pada saat demam. Juga menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan.

Mentimun juga merupakan peluruh buang air kecil yang baik, sementara irisan Timun yang dikompreskan pada kelopak mata saat terpejam, dapat menghilangkan noda hitam pada kantung mata akibat kurang tidur.

Timun untuk Kecantikan

Masker wajah dengan Timun yang dihaluskan merupakan ramuan alami untuk meremajakan sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda dan mencegah keriput. Sementara bila secara teratur dioleskan / dibalurkan pada pangkal paha atau bagian bokong, bisa berkhasiat menghilangkan selulit.

Kandungan

Kandungan air dan mineral kalium dalam Timun juga mengeluarkan kelebihan asam urat dan sisa metabolisme melalui ginjal. Cara penyajiannya yaitu dengan makan buah segar setiap hari kurang lebih 400 gr sehari dua kali. Selain memakannya secara langsung juga dapat disajikan dalam bentuk lain yaitu dengan cara dijus atau diparut. Jus timun bersifat mendinginkan badan dan menurunkan panas saat demam. Juga menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan.

Khasiat yang terdapat dalam Timun

Banyak khasiat yang diberikan oleh timun entah itu dalam kesehatan tubuh maupun dalam kecantikan kulit, rambut dan lainnya, maka tidak aneh lagi jika saat ini timun banyak digunakan dalam produk kecantikan atau dikonsumsi karena untuk perawatan kecantikan. Fungsi timun sendiri bisa sebagai untuk mengobati atau mencegah atau sebagai penjagaan bagi tubuh sehingga menjadi suatu rutinitas mengkonsumsi timun bagi masyarakat yang memiliki penyakit tertentu dan timun sebagai obat alaminya.

1. Mengurangi lingkar hitam pada sekitar mata

Bagi para kaum hawa yang memiliki masalah pada sekitar mata ternyata Timun mampu memberikan khasiat dalam mengurangi lingkar hitam pada sekitar mata, banyak orang yang sering melakukan hal ini ketika lingkar mata mereka mulai timbul karena faktor tidur yang terlalu larut malam. Cukup dengan mengiris Timun menjadi dua irisan lalu irisan tersebut disimpan pada kedua mata, hal ini memberikan efek rileks bagi mata karena merasa disekitar mata terasa sejuk. Kandungan yang terdapat pada Timun yang berfungsi untuk menghilangkan lingkar hitam pada mata adalah antioksidan dan silika yang dapat memudarkan lingkar hitam pada sekitar mata.

2. Agar kulit lebih kencang

Produk kecantikan yang dihasilkan dari Timun berasal dari sari Timun nya sendiri yang sering dijadikan masker atau tonic untuk wajah dalam meremajakan kulit, kandung yang sama seperti untuk mengurangi lingkar hitam pada sekitar mata juga ternyata dapat meremajakan kulit sehingga kulit menjadi lebih kencang.

3. Memperkecil kantong mata

Untuk memperkecil kantong mata tidak perlu melakukan operasi plastik yang membutuhkan banyak biaya atau dengan concealer pada make up, Timun juga bisa mengatasi masalah seperti ini. Kandungan yang terdapat pada Timun yaitu asam askorbat dan asam caffeic memiliki fungsi untuk mengurangi pembengkakan pada sekitar mata atau kantong mata.

4. Pengurangan kolesterol jahat dalam darah

Terlalu banyak memakan makanan yang mengandung kolesterol jahat yang tinggi dapat menimbulkan penyakit-penyakit cukup berat bahkan penyakit pun bisa timbul karena adanya kolesterol tinggi dalam tubuh. Untuk menguranginya bisa dengan mengkonsumsi timun atau untuk menguranginya lebih cepat bisa dikonsumsi secara rutin, hal ini terjadi kandungan yang terdapat pada Timun yaitu streol, streol sendiri merupakan senyawa yang dapat mengurangi kolsterol jahat yang ada dalam tubuh.

5. Membantu melawan pertumbuhan kanker

Antioksidan yang terkandung dalam Timun mampu membantu melawan pertumbuhan kanker, untuk mengehentikan pertumbuhan kanker yang semakin menjalar keseluruh tubuh bisa mengkonsusmi Timun karena antioksidan yang terkandung mampu membantu melawan pertumbuhannya.

6. Pengurangan kerontokkan pada rambut

Masalah rambut rontok lebih sering ditemukan pada kaum wanita dibanding pada kaum pria, sehingga menimbulkan keluhan-keluhan dikalangan kaum wanita yang menginginkan rambut indah. Kandungan yang terdapat pada timun seperti sulfur sodium, fosfor, kalsium, dan silika yang merupakan nutrisi bagi rambut.

7. Mengobati penyakit cacingan

Racun alkoid jenis hipoxanti yang terkandung pada biji Timun mampu mengeluarkan cacing yang terdapat dalam usus atau dikalangan masyarakat sering disebut dengan penyakit cacingan.

8. Meredakan radang tenggorokan

Sifat anti inflamasi yang terdapat pada biji Timun mampu meredakan radang tenggorokan, mengobati ketika selaput lendir dan tenggorokan mengalami pembekakkan.

9. Membersihkan ginjal

Silika, flourin dan kalium yang terdapat dalam Timun mampu membersihkan sisa metabolisme karena ginjal mendapatkan rangsangan oleh kandungan tersebut sehingga ginjal mampu membersihkan sisa metabolisme dalam tubuh.

10. Memelihara gigi dan gusi

Dengan mengkonsumsi Timun kelenjar air liur yang ada dimulut mengalami rangsangan produksi yang lebih banyak dalam mulut dan membantu pertumbuhan bakteri dalam mulut karena zat asam yang ada didalam mulut berkurang, selain itu vitamin C yang terkandung dalam timun mampu mengobati sariwan disekitar mulut.

11. Menjaga kelangsingan tubuh

Hanya dengan memakan Timun dapat menimbulkan kenyang yang cukup lama, karena terdapat serat dan kalori pada Timun yang dapat menjaga kelangsingan tubuh dengan mengkonsumsi Timun. Karena hal ini serat yang larut dalam usus berubah menjadi gel yang menimbulkan kenyang dan juga mampu memperlambat pencernaan.

12. Fungsi kerja otak yang selalu terjaga

Khasiat Timun bagi otak memiliki peran yang cukup besar, karena denga mengkonsumsi Timun daya ingat dan memori menjadi lama dan terjaga karena dalam Timun sendiri terdapat senyawa flavanol atau fisetin yang mampu melindungi otak agar tidak mengalami ganguan ingatan atau memori seperti alzheimer.

MassyaAllah ya Sahabat gomuslim, semoga dengan bertambahnya pengetahuan kita tentang manfaat Timun bisa lebih mensyukuri ciptaan Allah SWT dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Sumber :

-http://www.journal.unair.ac.id

-https://halosehat.com

-http://pustakamuhibbin.blogspot.com

Baca juga:

Kurma, Buah Sunnah Rasulullah untuk Berbuka Puasa

Manfaat Labu dalam Surah As Shaffaat

gomuslim.co.id – Labu merupakan salah satu sayuran yang digemari para nabi. Hal ini dikarenakan Labu merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang kaya manfaat. Bahkan, Labu termasuk di antara tanaman sayuran yang abadikan dalam Alquran. Kata ‘Labu’ dalam Alquran disebut dalam Surah As Shaffat Ayat 146:

“Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (Q.S As Shaffaat Ayat: 146).

Sejarah mencatat labu termasuk sayuran yang menjadi kegemaran Rasulullah SAW. Meski demikian, bukan berarti Rasulullah adalah sosok yang tebang pilih makanan.

Kisah kegemaran Rasulullah menyantap Labu itu dituturkan Anas bin Malik. Sahabat terdekat yang kerap menemani Rasul di berbagai kesempatan. Pernah ada seorang penjahit yang mengundang Rasulullah untuk pesta dan makan hidangannya.

Baca juga:

Kurma, Buah Sunnah Rasulullah untuk Berbuka Puasa

“Aku pergi bersama dengan Rasulullah ke pesta itu. Dia menyajikan roti gandum, sup Labu dan potongan daging. Aku melihat Rasulullah pergi setelah menghabiskan satu piring sup Labu, jadi saya selalu menyukai labu sejak saat itu.”

Anas bin Malik juga mengatakan dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi sangat menyukai Labu. Dia membawa makanan terbuat dari Labu dan mengajak makan. “Aku mengambil labu di meletakkan di piringnya karena saya tahu dia menyukainya.”

Kandungan Nutrisi Labu Kuning

Labu kuning kaya akan nutrisi seperti kalium, antioksidan dan vitamin. Nutrisi dalam satu cangkir labu kuning rebus tanpa garam antara lain 49 kalori, 1,76 gram protein, 0,17 gram lemak, 12 gram karbohidrat, 2,7 gram serat dan 5,1 gram gula.

Mengonsumsi satu cangkir Labu kuning dapat mememuhi kebutuhan vitamin A lebih dari 100 persen, vitamin C 20 persen, vitamin E, riboflavin, kalium, tembaga dan mangan hingga 10 persen, dan lima persen untuk thamin, B6, folat, asam pantotenat, niasin, besi, magnesium dan fosfor.

Jika dengan dimasak Labu kuning dapat memberikan manfaat sedemikian besar, tentu Labu segar akan memberikan lebih banyak manfaat. Labu kalengan juga tetap banyak nutrisinya, tetapi harus dipilih yang tidak terlalu mengandung banyak gula.

Berikut beberapa manfaat Labu dari segi kesehatan:

  1. Memperkuat Jantung

Aisyah pun pernah diperintahkan Rasulullah ketika memasak untuk menambahkan Labu yang lebih banyak karena dapat memperkuat jantung. Rasulullah memang bukan yang pertama di antara nabi yang memakan Labu dan menjelaskan manfaat kesehatannya.

  1. Menyembuhkan Luka Kulit

Ketika Nabi Yunus AS keluar dari perut paus, saat membersihkan diri, dia menemukan Labu dan memakannya untuk membantu memulihkan kondisi tubuhnya. Tak hanya buahnya, daun labu juga dapat dimanfaatkan untuk obat yang dapat menyembuhkan luka kulit.

  1. Menurunkan Berat Badan

Labu besar atau Labu kuning merupakan sumber vitamin A yang baik. Di dalamnya juga mengandung zat besi dan zat kapur. Biji Labu bermanfaat untuk mengeluarkan cacing pita dari usus besar.   Seratus gram labu memiliki 65 kalori. Sehingga dapat menjadi sumber makanan yang baik bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Bagi mereka yang sedang sakit juga baik untuk menaikkan tekanan darah.

4. Rendah Kalori dan Tinggi Serat

Jika sedang mencoba menurunkan berat badan, Labu kuning bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan makanan diet. Selain rasanya yang enak, mirip ubi jalar, Labu kuning juga membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori dan karbohidrat.

Tidak hanya itu, mengonsumsi Labu kuning akan terasa kenyang lebih lama. Hal ini dikarenakan Labu memiliki kandungan serat yang cukup tinggi yang berfungsi untuk memperlambat proses pencernaan. Dengan merasa kenyang lebih lama, maka dapat terhindar dari berbagai camilan yang akan membuat badan gemuk.

   5.Menajamkan Penglihatan

Kandungan beta-karoten yang terdapat di dalam Labu, menjadikan buah ini kaya akan vitamin A. Beta-karoten, yang akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh, berfungsi untuk membantu retina menyerap dan memproses cahaya. Pasalnya penurunan fungsi retina bisa menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan baik.

Selain itu, labu kuning juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang bisa membantu mencegah katarak dan bahkan memperlambat perkembangan degenerasi makula.

6. Mempercantik Kulit

Manfaat Labu kuning lainnya adalah merawat kecantikan kulit. Labu kuning kaya akan berbagai vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang diperlukan tubuh agar tetap sehat dan muda. Lebih dari itu, buah yang satu ini juga mampu menjadikan kulit selalu kenyal dan lembut.

Kandungan beta-karoten dalam Labu menghasilkan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dan mencegah radiasi dari sinar UV. Itu sebabnya, mengonsumsi makanan yang kaya akan beta-karoten dapat membuat lebih awet muda.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Mengonsumsi Labu kuning bisa jadi salah satu cara memperbaiki sistem kekebalan tubuh untuk menangkal berbagai macam penyakit. Kandungan vitamin A yang berlimpah bisa membantu tubuh melawan infeksi, virus dan penyakit menular.

Minyak labu bahkan membantu melawan berbagai infeksi bakteri dan jamur. Tidak hanya itu, karena labu kuning mengandung hampir 20 persen dari jumlah vitamin C harian yang disarankan, hal ini membantu dalam memulihkan influenza lebih cepat. Itu sebabnya, sangat pas menyantap sup Labu kuning di musim hujan yang dingin untuk mencegah terserang penyakit, seperti flu, pilek, dan batuk.

8. Mencegah Kanker

Kandungan beta-karoten yang tinggi pada labu selain untuk mata dan kulit, juga ternyata membantu melawan kanker. Penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi makanan yang kaya beta-karoten memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker, terutama kanker prostat dan kanker paru-paru.

Selain itu kandungan antioksidan dari vitamin A dan C dalam labu kuning bertindak sebagai pelindung sel dalam tubuh Anda dalam melawan radikal bebas penyebab kanker.

9. Memelihara Kesehatan Jantung

Kandungan folat, karotenoid, dan magnesium di dalam labu kuning membuatnya sangat baik bagi kesehatan jantung. Magnesium akan bekerja sebagai relaksan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya penyakit stroke dan serangan jantung. Selain itu, Labu kuning juga dapat mencegah terjadinya aterosklerosis yaitu suatu keadaan di mana dinding pembuluh darah arteri mengeras akibat penumpukkan lemak pada dinding dalamnya.

10. Menurunkan Tekanan Darah

Labu kuning sangat kaya akan kalium. Mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, sama pentingnya dengan mengurangi asupan natrium untuk menurunkan tekanan darah. Asupan kalium ke dalam tubuh juga mengurangi kemungkinan terserang stroke, pembentukan batu ginjal dan mempertahankan kepadatan tulang. Selain Labu, makanan lain yang mengandung kalium yang tinggi adalah nanas, tomat, jeruk, bayam, dan pisang.

Berdasarkan Penelitian

Manfaat dan Kandungan Gizi Labu Kuning Labu kuning mengandung karotenoid (betakaroten), Vitamin A dan C, mineral, lemak serta karbohidrat. Daunnya berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan kuaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara bijinya menjadi obat cacing pita.

Daging buahnya pun mengandung antioksidan sebagai penangkal kanker. Labu kuning juga dapat digunakan untuk penyembuhan radang, pengobatan ginjal, demam dan diare (Anonimb , 2010). Pada buah Labu kuning terdapat kandungan kimia seperti saponin, flavanoid dan tanin. Kandungan kimia pada Labuh inilah yang akan berfungsi untuk mengurangi kadar gula dalam darah, menjadi sumber anti-bakteri dan anti-virus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi terjadinya penggumpalan darah.

Selain itu, labu juga dapat meningkatkan aktifitas vitamin C sebagai antioksidan mencegah oksidasi LDL kolesterol yang dapat mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh arteri (proses awal terjadinya atherosklerosis) dan menghambat 18 penggumpalan keping-keping darah sehingga baik untuk orang yang sudah mulai penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau orang pasca serangan/ stroke, serta dapat digunakan sebagai pengikat protein dan pelindung protein dari degradasi mikroba rumen.

Produk tepung mempunyai kadar air yang rendah, sehingga memiliki kestabilan mikrobiologis maupun kimia yang lebih baik. Dalam bentuk tepung, volume dari bahan segar menjadi berkurang serta terjadi penurunan komposisi nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, besi, serta vitamin A, C dan B.

Namun demikian, diharapkan penurunan komposisi nutrisi Labu relatif tidak banyak. Pemanfaatan Labu menjadi produk tepung yang mempunyai daya simpan lama dan sekaligus berupa produk olahan yang disukai oleh konsumen yaitu seperti pembuatan kue-kue kering (cookies), cake, kue-kue basah serta mie memerlukan proses pengolahan yang tepat sehingga dihasilkan produk yang bermutu tinggi baik tekstur, sifat-sifat fungsional maupun kandungan gizinya.

Labu kuning merupakan sumber karbohidrat yang mengandung karotenoid yang memiliki sifat fungsional sebagai antioksidan, sehingga dapat mencegah penuaan, kanker, diabetes dan katarak (Hendrasty, 2003). (nat/dbs)

Sumber :

-http://digilib.unila.ac.id

-http://hellosehat.com

Baca juga:

Khasiat Timun dari Anjuran Nabi Musa

https://www.aksaraumroh.net/manfaat-labu-dalam-surah-as-shaffaat/