Binatang Penanda Wafatnya Nabi Sulaiman

gomuslim.co.id – Dalam Al-Quran banyak disebutkan nama-nama hewan, baik sebagai perumpamaan maupun model untuk memberi pelajaran/hikmah serta petunjuk kepada manusia. Peran hewan dalam kehidupan manusia sejajar dengan sumber alam lainnya, seperti air dan tumbuhan dan semuanya merupakan tanda-tanda keesaan Allah Subhanallah Wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah  ayat 164 yang artinya;

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. Al-Baqarah : 164)

Salah satu dari sekian banyak hewan tersebut adalah Rayap. Binatang yang menjadi penanda akan kematian Nabi Sulaiman AS melalui tongkat yang dijadikan sandaran Nabi Sulaiman.

Kisah Wafatnya Nabi Sulaiman AS

Nabi sulaiman wafat pada tahun 935 SM. Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan duduk bertopang di atas tongkatnya dan tidak ada satupun dari para pengikutnya bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal dunia.

Dikisahkan bahwa pada suatu hari ketika Nabi Sulaiman sedang shalat, tiba-tiba ia melihat sebatang pohon di hadapannya, maka beliau pun bertanya,

“Siapa namamu?” tanya Nabi Sulaiman. Pohon itu menjawab, “Al-khurub (perusak).”

“Lalu untuk apa engkau datang?” tanya Sulaiman. “Untuk merusak rumah ini,” jawabnya.

Selanjutnya Nabi Sulaiman berdoa;

“Ya Allah tampakkanlah kematian kepada bangsa jin sehingga manusia mengetahui bahwa jin tidak mengetahui yang ghaib.”

Kemudian beliau menancapkan pohon tersebut sebagai tongkat dan bersandar padanya. Hingga kemudian malaikat mencabut nyawanya, Nabi Sulaiman tetap dalam keadaan demikian bahkan sampai satu tahun lamanya.

Sementara jin bekerja untuknya membangun sebuah bangunan tinggi, masih menganggap Nabi Sulaiman hidup. Mereka bekerja dengan sangat keras. Sampailah pada suatu ketika tongkat tersebut rapuh karena dimakan rayap dan roboh ke tanah, baru diketahui jika Nabi Sulaiman ternyata sudah wafat.

Sebagaimana doa Nabi Sulaiman bahwa, jin adalah makhluk yang tidak mengetahui perkara yang ghaib. Karena jika pasti mereka tau, maka sudah menyadari kematian Nabi Sulaiman dan tidak akan tetap berkerja untuk Nabi Sulaiman.

“Maka ketika kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan,” (Q.S Saba’ Ayat : 14)

Rayap Merugikan Ekonomi

Secara sains, rayap dikenal sebagai serangga pemakan kayu, serasah daun, jamur dan lainnya. Sekira 10% dari 4000 jenis yang ada, adalah rayap perusak bangunan. Koloni ini biasanya memakan properti rumah yang terbuat dari kayu.

Rayap yang seringkali juga merusak kayu atau menyerang pohon dan tanaman hidup sehingga menjadi hama yang potensial serta merugikan dari sisi ekonomi. Serangga ini merugikan karena merusak tanaman dan selain itu juga makan kayu kering, atau bahan lain yang mengandung selulosa.

Hampir semua jenis kayu potensial untuk dimakan rayap. Serangan rayap pada saat ini merupakan masalah yang sangat besar mengingat intensitas serangannya yang semakin tinggi dan meluas sehingga nilai kerugian akibat serangan rayap cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Kemampuan merusak rayap ada hubungannya dengan populasinya yang sangat tinggi, daya jelajah yang luas serta daya adaptasi terhadap lingkungan yang cukup baik. Dengan demikian dapatlah dimengerti mengapa rayap merupakan serangga perusak yang luas penyebarannya dan besar dampak ekonominya.

Manfaat Rayap bagi Ekosistem

Beberapa rayap jenis lain justru dapat meningkatkan produktivitas agroekosistem dan kesuburan tanah karena fungsinya yang nyata sebagai peluruh limbah organik. Besarnya peranan rayap, khususnya jenis rayap pemakan tanah, terhadap peningkatan kesuburan tanah di daerah tropika adalah karena sumbangannya yang berarti dalam proses persebaran, perlindungan, dan penytabilan bahan organik tanah; perbaikan mikroagregat, porositas, dan aerasi tanah; serta peningkatan proses humifikasi.

Rayap banyak memberikan manfaat bagi ekosistem bumi, sebagai makrofauna tanah, rayap memiliki peran dalam pembuatan lorong-lorong di dalam tanah dan mengakibatkan tanah menjadi gembur sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman. Spesies-spesies rayap tertentu mampu mempercepat daur hara sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah. (nov)

Wallahu a’lam bishawab

Sumber:

Ibnu Katsir, Kisah Para Nabi, Pustaka Azzam, 2006.

Umar Sulaiman al-Asyqar, Dr., Kisah Shahih Seputar Para Nabi dan Rasul, Pustaka Elba.

Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, Hewan dalam Perspektif al-Qur’an dan Sains, Jakarta: LPMA, 2012

Perdana, Ade Darian. Keragaman Jenis Rayap Tanah Pada Tiga Tegakan di  Hutan Pendidikan Wanagama, Universitas Gadjah Mada, 2013 ,

http://www.raudhatulmuhibbin.org/

https://www.aksaraumroh.net/keistimewaan-rayap-binatang-penanda-wafatnya-nabi-sulaiman/

Belalang Haiwan Penanda Hari Kebangkitan

gomuslim.co.id – Dalam sejarah Islam, Belalang turut menjadi bagian penting, yakni sebagai peringatan bagi orang-orang yang mengingkari Allah.  Dalam kisah Nabi Musa AS ketika melawan Firaun.

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. (Q.S Al-Araaf Ayat: 133)

Kisah Belalang, Binatang yang Allah Jadikan Peringatan

Ayat tersebut menceritakan kisah Nabi Musa saat berada di Mesir untuk membebaskan kaumnya, Bani Israil, dari siksaan Firaun. Sebagai bukti kebenarannya, Allah mengirimkan kepada mereka topan, katak, kutu, dan belalang dalam jumlah banyak.

Allah menurunkan kemarau panjang di Mesir, sehingga mereka meminta Musa berdoa pada Allah. Jika Allah telah menghilangkan kemarau ini, kami akan beriman. Allah menghilangkan kemarau, namun mereka tidak mau beriman. Allah mengirim belalang yang memakan tanaman dan buah milik mereka, namun mereka tetap tidak mau beriman. Lalu Allah mengirim kutu, katak, dan darah semuanya menguasai mereka.

Kutu membunuh mereka dan anak mereka, merusak tanaman dan makanan mereka. Sedangkan katak menyerang mereka di dalam rumah mereka. Ketika orang-orang Mesir ingin minum dari sungai Nil, airnya berubah menjadi darah.

Namun, jika Bani Israil ingin meminumnya, darah itu kembali menjadi air seperti semula. Firaun selalu berjanji pada Musaakan beriman dan membebaskan Bani Israil dari kejahatannya, jika ia mau berdoa pada Tuhannya. Ini merupakan penangguhan yang diberikan Allah pada Firaun, agar ia menjadi muslim atau membiarkan Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir.

Kisah ini menunjukkan betapa taatnya makhluk pada Allah. Kekuatan manusia lemah dan terbatas, sedangkan kekuatan Allah tidak ada batasnya. Bahwa Orang zalim pasti kalah, walaupun kezalimannya berlangsung lama serta sabar terhadap kepahitan di jalan Allah.

Halalnya Bangkai Belalang

Para ulama menjelaskan, boleh memakan belalang walau sudah menjadi bangkai. Binatang ini halal sebagaimana terdapat dalil dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.”  (HR. Ahmad 2:97 dan Ibnu Majah no. 3314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Belalang jika mati dengan sendirinya, sudahlah halal sehingga tidak butuh pada penyembelihan khusus karena bangkainya saja suci.

Imam Nawawi berkata, “Ikan dan belalang itu halal dimakan walau tidak lewat proses penyembelihan.” Lalu beliau rahimahullah berkata, “Dan tidak mungkin berdasarkan kebiasaan untuk menyembelih ikan dan belalang, maka penyembelihan keduanya tidak diperlukan.” (Al Majmu’, 9: 72)

Kandungan Gizi Belalang

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dikatakan bahwa Rasulullah dan pasukan memakan belalang sebagai asupan tenaga.

“Kami Berperang bersama Rasulullah SAW dalam tujuh peperangan dengan mengonsumsi belalang.” (HR. Muslim)

Sementara itu, Pakar ilmu gizi dari Department of Community Nutrition, Facultas Ekologi dan Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Ahmad Sulaiman juga menyebutkan belalang merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti, protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral.

Belalang yang masih segar, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Belum kulitnya yang juga mengandung zat kitosan seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya, pada musim-musim tertentu ada jenis belang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi.  Belalang juga dapat  memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A.

Selain kadar proteinnya tinggi, dalam belalang terkandung beragam jenis mineral seperti kalsium, magnesium, potassium, sodium, fosfor, zat besi, zinc, mangan dan tembaga. Sedangkan, kandungan vitaminnya beragam mulai dari vitamin A, B, B1, B2, B6, E dan C, asam folat hingga berbagai jenis asam lemak.

Belalang saat ini masih dijadikan sumber pangan alternatif, terutama pada masyarakat di sejumlah daerah yang mengalami kesulitan sumber makanan. Bahkan di beberapa negara, belalang sebenarnya sudah dijadikan makanan pokok. (nov)

Wallahu A’lam Bishawab

Sumber:

Dr. Hamid Ahmad Al-Thahir, Kisah Burung dan Hewan dalam Alquran, Kairo: Dâr Al-Ghad Al-Jadîd, 2006

Kathir, ibn, Imam Imaduddin Abul Fida Islail, Stories of The Prophets, Darussalam, Riyadh Saudi Arabia, hal 119.

Ustadz Ali Zainal Abidin, Pondok Pesantren Kaliwining Jember Jawa Timur, islam.nu.or.id

PKM GT, Pemanfaatan Belalang dan Jangkrik yang Ekonomis dan Eco-Friendly Untuk Mencukupi Kebutuhan Protein Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, 2014

Api Di Dasar Laut Terbukti Dalam Al-Quran

gomuslim.co.id- Alquran memang bukan kitab suci yang menjelaskan secara spesifik tentang ilmu pengetahuan (sains). Namun, hampir semua penemuan ilmiah abad terakhir sudah disebutkan dalam Alquran. Salah satunya seperti fenomena api di dasar lautan.

Dalam Alquran Surat At-Thur ayat 1-6 Allah SWT berfirman: “Demi bukit. Dan Kitab yang ditulis. Pada lembaran yang terbuka. Dan Demi Baitul Makmur (Ka’bah). Dan demi surga langit yang ditinggikan. Dan Demi laut, yang di dalam tanahnya ada api.”

Dulu, ketika Alquran diturunkan, bangsa Arab belum bisa memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Ketika itu, mereka hanya mengetahui makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih.

Dalam persepsi mereka, air dan panas merupakan dua hal yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Tidak mungkin kedua hal ini dapat berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya.

Sejumlah ahli tafsir pun meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara,” yaitu “mala’a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan).

Fenomena api di dasar lautan ini pun mulai terbukti secara ilmiah ketika dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint meneliti tentang kerak bumi dan patahannya di dasar laut pada pertengahan tahun 1990-an.

Mereka menyelam ke dasar laut sedalam 1.750 kilometer di lepas pantai Miami. Sbagovich bersama kedua rekannya menggunakan kapal selam canggih yang kemudian beristirahat di batu karang dasar laut.

Di dasar laut itulah, mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir ke arah retakan batu. Kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api didaratan, dan disertai dengan debu vulkanik layaknya asap kebakaran di daratan. Tidak tanggung-tanggung panasnya suhu api vulkanis didalam air tersebut ternyata mencapai 231 derajat celcius.

Mereka menemukan fakta bahwa fenomena alam itu terjadi akibat aliran lava vulkanis yang terjadi di dasar laut, layaknya gunung api bila di daratan. Dan kemudian mereka menemukan lebih banyak lagi gunung api aktif di bawah laut, yang tersebar diseluruh lautan.

Selain itu, penjelasan terkait fenomena ini juga muncul ketika para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ‘gunung-gunung tengah samudera’.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar.

Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera.”

Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera.

Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah.

Fenomena retakan di dasar lautan mengeluarkan lava. Lava tersebut menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-ruah, ia tidak bisa memadamkan api.

Sesungguhnya, Alquran telah menyebutkan fakta itu sejak 1.400 tahun lalu. Alquran menjelaskan api di dalam lautan itu dengan istilah “Masjur.” Dalam bahasa Arab, “Masjur,” dimaknai dengan sesuatu yang berada di atas, dipanaskan dari oleh panas dibawahnya.

Nabi SAW pun pernah bersabda: “Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan,” (HR Abu Daud).

Dari sini, kita dapat memahami bahwa Alquran dan Hadits selalu terhubung dan datang dari Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi.

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm 3-10)

Wallahua’lam bishawab

Sumber:

Pembuktian Sains dalam Sunnah buku 1, karya Dr. Zaghlul An-Najjar.

(keajaiban-quran/religiusandart)

Penemuan Sungai di Dasar Laut Jadi Bukti Kebenaran Al-Quran

gomuslim.co.id- Banyak fenomena unik yang sukar untuk diterima logika manusia namun ada di kehidupan nyata. Menariknya lagi, fenomena tersebut ternyata sudah ada dalam Alquran sebelum para ilmuwan membuktikan secara ilmiah. Salah satunya tentang keberadaan sungai di dasar laut.

Penemuan tentang fenomena ini berawal ketika Jacques Yves Costeau, seorang ahli kelautan (oceanographer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang melakukan penelitian bawah laut di Cenota Angelita, Mexico. Penelitian tersebut dilakukan untuk tayangan program televisi Discovery Channel.

Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya telah menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia. Ia juga membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Ketika dirinya melakukan eksplorasi di Mexico, ia menemukan air tawar di antara air laut yang asin. Keduanya tidak bercampur, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Sontak, penemuan itu membuatnya takjub.

Costeau pun kembali menyelam lebih dalam lagi dan menyaksikan fenomena alam yang lebih mengejutkan. Betapa tidak. Ia melihat ada sungai di dasar lautan. Sungai di bawah laut itu ditumbuhi daun-daunan dan pohon. Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai lapisan Hidrogen Sulfida atau H2S.

Fenomena ganjil itu membuat heran Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir bahwa fenomena itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam.

Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu.

Profesor itu teringat pada Alquran ayat surat Ar-Rahman ayat 19-20 tentang bertemunya dua lautan yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”

Kemudian dibacakan pula surat Al Furqan ayat 53, yang artinya: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut.

Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Costeau pun terpesona mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Ia beranggapan Alquran ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam, akhirnya terbukti pada abad 20. Costeau mengatakan bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Akhirnya ia pun memeluk Islam. Jacques-Yves Cousteau yang lahir di Prancis pada 11 Juni 1910 itu pun meninggal dunia di Paris pada 25 Juni 1997.

Dinding Tak Tembus didalam Air

Ketika air tawar tersebut tidak tercampur dengan air asin di bawah kedalaman laut, logika manusia akan menyebutkan bahwa ada dinding yang dibuat di antara kedua sumber air tersebut. Namun ternyata dinding tersebut tak pernah dibuat oleh manusia.

Kenyataannya ialah, ada semacam dinding alami yang ternyata tak tertembus dan membuat air tawar dan air laut itu menjadi tercampur. Dinding tersebut telah diciptakan oleh Allah dan hal itu telah dijelaskan di dalam Alquran. Secara ilmiah, fenomena ini disebut dengan fenomena Hidrogen Sulfida yang berarti adanya pertemuan antara air asin dan air tawar namun tidak tercampur.

Bahkan fenomena ini juga membuat air tawar yang berada di bawah laut tersebut memiliki bentuk yang mengalir layaknya sebuah sungai. Apabila dipikir menggunakan logika manusia biasa, maka tak akan ada yang mampu menjelaskannya. Tetapi ketika Allah sudah berkehendak, maka apapun yang telah tertulis pasti akan terjadi seperti apa yang sudah dikehendakinya.

Sungai Air Tawar Yang Ditumbuhi Dedaunan

Di sekitar tepian sungai air tawar tersebut, ilmuwan menemukan berbagai dedaunan yang terdapat di sepanjang tepiannya. Seperti layaknya sungai air tawar yang terdapat di daratan, berbagai jenis dedaunan tumbuh di sepanjang sungai air tawar tersebut dan menambah keindahan sungai air tawar di bawah laut tersebut.

Fenomena menarik ini menjadi bukti bahwa Alquran bukan buatan manusia sekaligus menjadi salah satu bukti kebesaran Allah yang dapat dilihat oleh seluruh umat manusia. Semoga fenomena alam ini makin menambah keimanan umat Islam, senantiasa bersyukur dan terus belajar mengamalkan isi kandungan Alquran.

Wallahu’alam bishawab

Sumber: Faktakah, Media Ihram Asia, Keajaiban Alquran, Islam Guide

Jari Sebagai Tanda Pengenal Unik Manusia

gomuslim.co.id- Jika kita mengkaji isi kandungan Alquran, maka akan semakin banyak terungkap kebenaran. Alquran memang tidak menjelaskan secara rinci tentang fakta-fakta ilmiah atau fenomena alam, tetapi di dalamnya disebutkan tanda-tanda agar manusia bisa meneliti lebih dalam. Salah satu hal yang menarik adalah tentang sidik jari manusia.

Pada abad modern ini, penggunaan sidik jari sudah sangat lazim dilakukan. Seorang pegawai negeri sipil (PNS) misalnya, sebagai bukti kehadiran kerja, mereka harus menempelkan jari tangannya melalui sistem fingerprint. Bahkan, untuk keamanan smartphone setiap orang juga sudah bisa menggunakan sidik jari.

Mengapa demikian? karena sidik jari setiap manusia berbeda-beda. Termasuk bagi mereka yang terlahir kembar identik, pasti memiliki pola sidik jari yang khas, unik dan berbeda satu sama lain. Maka tidaklah heran jika sidik jadi menjadi tanda pengenal manusia untuk membedakan seseorang dengan orang lainnya.

Tentang Sidik Jari

Coba kita perhatikan dengan teliti ujung jemari tangan kita. Di sana kita akan melihat tiga jenis garis, yaitu garis melengkung, garis melingkar dan garis meliuk-liuk atau garis kompleks karena terdiri dari beragam bentuk garis.

Dari garis-garis tersebut akan terbentuk suatu pola yang unik dan khusus di setiap jari manusia, mencerminkan identitas diri dan kepribadian masing-masing orang. Bentuk sidik jari tetap dan tidak akan berubah sepanjang pemiliknya masih hidup.

Bentuk sidik jari (fingerprint) dikelompokan menjadi tiga kategori yakni whorls, loop, dan arch. Semua orang memiliki pola guratan sidik jari berdasarkan ke dalam tiga kelompok tersebut.

Whorls lazimnya berbentuk spiral atau memutar. Pola guratan ini dapat dilihat dengan jelas disebabkan bentuknya yang menonjol dan kontras. Sedangkan arch memiliki bentuk pola agak datar. Arch juga mempunyai bentuk pola garis-garis yang umumnya agak menonjol (bergelombang ke atas).

Sedangkan pola sidik jari yang terakhir, loop, memiliki bentuk yang hampir mirip dengan spiral namun tidak melingkar secara utuh. Website Softpedia menyebutkan, ada bentuk yang secara general hampir mirip antara satu orang dan orang lainnya, namun bentuk rinciannya dapat dipastikan berbeda.

Faktor lingkungan juga turut berpengaruh dalam memberi bentuk pola pada sidik jari seseorang. Faktor lingkungan yang dimaksud antara lain, posisi janin di dalam rahim dan kepadatan cairan ketuban yang mengelilinginya.

Penemuan Sidik Jari dan Hadirnya Ilmu Daktiloskopi

Sidik jari berperan penting dalam proses mengidentifikasi data diri seseorang. Saking pentingnya, ada ilmu khusus untuk memperlajari tentang sidik jari dengan bernama Daktiloskopi.

Keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19 M. Pertama kali yang memperkenalkan sidik jari ini adalah Johann Christoph Andreas Mayer (1747-1801) pada tahun 1788, seorang ahli anatomi Jerman. Pernyataan ini diteruskan oleh Sir William James Herschel pada tahun 1858. Namun keduanya hanya membahas tentang keunikan sidik jari dan tidak mengkaji sidik jari sebagai identitas.

Kajian bahwa sidik jari bisa dijadikan untuk mengidentifikasi seseorang dilakukan oleh Sir Francis Golt pada tahun 1880. Menurutnya, setiap sidik jari manusia berbeda dan tidak ada yang sama. Setelah kajiannya, teknologi di dunia mengalami perkembangan termasuk teknologi untuk mengkaji sidik jari.

Akhirnya sekitar tahun 1960-an muncullah berbagai alat teknologi sidik jari dengan sistem analisa elektronik. Alat ini digunakan pertama kali oleh Federal Bureau Investigation (FBI) di Amerika Serikat. FBI menggunakannya untuk proses identifikasi kasus-kasus yang mereka kerjakan. Dengan alat ini FBI dengan mudah menemukan data diri seseorang, bahkan bisa untuk menemukan pelaku kejahatan.

Setelah itu, sidik jari tidak saja digunakan sebagai alat untuk mengungkap kriminalitas, tapi juga mulai memasuki ranah yang lain, seperti untuk mesin absensi, teknologi akses kontrol pintu, finger print data secure, aplikasi retail, sistem payment dan masih banyak lagi. Seiring dengan itu, muncullah disiplin ilmu yang mempelajari sidik jari, yaitu Daktiloskopi.

Daktiloskopi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dactylos yang berarti jari jemari atau garis jari, dan scopein yang artinya mengamati atau meneliti. Kemudian dari pengertian itu timbul istilah dalam bahasa Inggris, dactyloscopy yang kita kenal menjadi ilmu sidik jari.

Sifat dan Karakteristik Sidik Jari

Ada beberapa sifat dan karakteristik dari sidik jari. Pertama, parennial nature, yaitu adanya guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia yang bersifat seumur hidup. Karena itu, pola sidik jari relatif mudah diklasifikasikan. Dalam sidik jari, ada pola-pola yang dapat diklasifikasikan sehingga untuk berbagai keperluan, misalnya pengukuran, mudah dilakukan.

Kedua, immutability, yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah. Sidik jari bersifat permanen, tidak pernah berubah sepanjang hayat. Sejak lahir, dewasa, hingga akhir hayat, pola sidik jari seseorang bersifat tetap kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada.  Hal ini berbeda dengan anggota tubuh lain yang senantiasa berubah, seperti bentuk wajah yang berubah seiring usia.

Ketiga, individuality, yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik. Dengan kata lain, sidik jari bersifat spesifik untuk setiap orang.

Kemungkinan pola sidik jari sama adalah 1:64.000.000.000, jadi tentunya hampir mustahil ditemukan pola sidik jari sama antara dua orang. Pola sidik jari di setiap tangan seseorang juga akan berbeda-beda. Pola sidik jari di ibu jari akan berbeda dengan pola sidik jari di telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking.

Dengan tiga sifat dan karakter di atas, maka pantas jika sidik jari dijadikan sebagai alat pembeda identitas. Dan selama ini, cara ini sangat ampuh dalam mengungkap berbagai kriminalitas di berbagai belahan dunia dan berbagai kebutuhan lainnya.

Harun Yahya menyebutkan, sistem pengkodean dalam sidik jari dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang umum digunakan saat ini. Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus.

Sidik Jadi dalam Alquran

Jauh sebelum penggunaan sidik jari ini dilakukan, Alquran yang turun pada abad ke-7 Masehi lebih dulu menjelaskan bahwa sidik jari merupakan bagian penting sebagai tanda pengenal seseorang. Hal ini tertuang dalam dalam surat Al-Qiyamah ayat 3-4:

Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.

Ayat tersebut menyebutkan begitu mudahnya bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya. Pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus pun ditekankan dalam ayat ini.

Ayat ini sekaligus menjadi bukti kebenaran Alquran mencakup ilmu pengetahuan sepanjang masa. Alquran adalah bukti tertulis otentik yang bisa dijadikan sebagai rujukan ilmiah dalam mengupas masalah teknologi di zaman sekarang. Semoga bisa menambah keimanan kita semua. Aamiin.

Wallahua’lam bishawab

Sumber : Harun Yahya, ‘Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah’, Tafsir Ilmi ‘Penciptaan Manusia dalam perspektif Alquran dan Sains’, Infoyunik

https://www.aksaraumroh.net/alquran-ungkap-fakta-sidik-jari-sebagai-tanda-pengenal-unik-manusia/

Al-Quran Sebutkan Fakta Ilmiah Garis Edar Tata Surya

gomuslim.co.id- Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang isi kandungannya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan (sains). Banyak penemuan penting dari para ilmuwan pada abad terakhir ini justru telah disebutkan dalam Alquran. Salah satunya adalah tentang garis edar tata surya.

Tata surya merupakan bagian di alam semesta yang sangat luas. Tata surya terletak di dalam satu galaksi dan galaksi yang kita tempati adalah galaksi Bimasakti. Galaksi Bimasakti disebut juga Milky Way. Bumi tempat kita berpijak adalah salah satu dari delapan planet yang ada dalam tata surya.

Tata surya terdiri dari delapan planet yang mengelilingi Matahari. Matahari merupakan pusat tata surya. Benda-benda langit lain seperti Bulan, Asteroid, dan Komet. Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua obyek yang yang mengelilinginya. Selain 8 planet tersebut juga terdapat anggota tata surya yang lain yaitu satelit, komet asteroid, dan meteorid.

Fakta Sains Garis Edar

Sebelum ilmu astronomi berkembang, sebagian orang percaya matahari bergerak mengitari bumi, bukan sebaliknya. Barulah di saat astronom Nicholas Copernicus pada 1512 masehi mengungkapkan bahwa matahari menjadi pusat tata surya, ilmu astronomi sedikit mengalami pencerahan.

Kemudian pada 1609, seorang ilmuwan Jerman bernama Johannes Kepler juga mengungkapnya teorinya yang disebut Astronomia Nova. Dalam teorinya, planet-planet di tata surya tidak hanya berputar di garis edarnya, namun juga berputar pada porosnya. Dengan adanya teori tersebut memungkinkan banyak orang untuk mempelajari mekanisme tata surya yang sebenarnya.

Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut Ilmu Astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Artinya, matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari.

Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.

Sejumlah ilmuwan menyebut ada sekitar 200 miliar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan.

Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing bergerak sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

Aapun, semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Garis Edar Tata Surya dalam Alquran

Fakta sains diatas sejatinya telah ada dalam Alquran yang hadir sejak abad ke-7 M. Padahal, pada zaman itu manusia tidak memiliki teleskop ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anbiya [21] ayat 33: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

Kata ‘yasbahun’ yang berasal kata ‘sabaha’ memiliki makna bergerak (rotasi) yang berasal dari tubuh yang bergerak. Kata ‘yasbah’ diterapkan pada benda-benda ruang angkasa seperti matahari, namun bukan berarti hanya terbang di ruang angkasa. Hal itu dapat diartikan bahwa matahari tersebut berputar atau berotasi saat berjalan melalui ruang angkasa.

Selanjutnya, dalam surah Yasin [36] ayat 38: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” Lalu dalam Surah Az-Zariyat [51] ayat 7 disebutkan bahwa keseluruhan alam semesta dipenuhi oleh lintasan dan garis edar: “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yasin: 39)

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yasin: 40)

Penjelasan Alquran terkait garis edar tata surya, jauh sebelum sains modern mengungkapnya ini membuktikan bahwa Alquran bukan buatan manusia. Tetapi datang langsung dari Allah SWT untuk menjadi pedoman kehidupan umat manusia. Semoga dapat menambah keimanan kita dan mendorong untuk terus mempelajari isi kandungan Alquran.

Wallahu a’lam bishawab

Sumber: Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik (Ramadhani), Islamsainspedia, Bacaanmadani, harun yahya.

4 PERSEPSI YANG SALAH TERHADAP ISLAM

Manusia memang berhak untuk berpendapat, mempersepsikan suatu hal dan lain sebagainya. Namun kita sebagai makhluk yang serba keterbatasan pengetahuan kadang memandang suatu hanya berdasarkan intuisi bukan berdasarkan fakta dan bukti yang nyata. Dan satu hal yang banyak orang salah mempersepsikannya adalah tentang islam. Dan berikut saya sampai beberapa Persepsi Yang Salah Tentang Islam yang semoga menambah pengetahuan dan wawasan anda.

sumber: islamalternatif.com

1.     Islam adalah agama Teroris? NO!, islam itu Rahmatan Lil’alamin
Saya yakin anda sudah tidak asing lagi dengan hal ini, banyak orang ketika mendengar ada kasus teroris pasti langsung muncul dibenak anda kata ISLAM. Memang tidak bisa kita pungkiri, sekuat apapun kita melawan pemikiran itu pasti pikiran kita akan langsung mengarah kepada islam karena memang perspektif masyarakat sudah terbentuk dan susah untuk dihilangkan. Salah satu cara yang bisa menghilangkan perspektif itu di masyarakat adalah dengan ilmu pengetahuan, kita bisa memberikan pemahaman kepada anak cucu kita pandanga yang benar mengenai hal ini sehingga stigma negatif ini bisa hilang di masa mendatang.Karena memang faktanya bukan islam lah yang salah. Logikanya

kalo sebuah mobil menabrak orang yang tidak bersalah dipinggir jalan. Maka yang salah pengemudi atau mobilnya? Jelas pengemudinya.

Begitu juga dengan islam, islam tidak pernah pernah memerintahnya menganutnya untuk membunuh orang. Ketika ada penganut islam yang melakukan aksi bom bunuh diri dan menyebabkan kerusakan dan beberapa orang meninggal maka yang salah bukanlah agamanya tapi kembali lagi kemasing-masing individu.Dan kita bisa cari di alquran tidak ada satupun ayat yang memerintahnya untuk membunuh orang atau melakukan kerusakan. Justru islam tidak menyukai kerusakanDan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. QS. Al-‘A`raf [7] : 742.      Islam Disebarkan dengan peperangan ? Tidak, penyebab peperangan bukanlah karena misi penyebaran islam
Dalam islam tidak ada paksaan untuk memeluk ajaran islam.Sebagai mana yang telah dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 256 bahwasanya “Tidak ada paksaan dalam agama.” Dari ini kita bisa menyimpulkan bahwa Rasulullah menyebarkan islam tidak dengan cara memaksa orang lain untuk ikut dalam ajaran islam apalagi dengan jalan berperang dengan tujuan untuk memaksa lawan perangnya untuk memeluk islam.
Adapun adanya peperangan pada masa Rasulullah memiliki konteks yang berbeda dengan penyebaran islam. Contohnya pada perang melawan bangsa Quraisy it dipicu karena adanya provokasi oleh orang-orang Quraisy terhadap umat islam bahkan sebelum Rasulullah Hijrah ke madinah orang-orang Quraisy telah menunjukan permusuhan mereka.
3.      Penduduk Islam Terbesar terletak di negara-negara timur tegah? Salah, yang benar adalah INDONESIA.
Hal ini mungkin sudah banyak diketahui oleh banyak orang, tapi nyatanya mash banyak orang yang mengira bahwa penduduk terbesar islam adalah Saudi Arabia  atau negara-negara di Timur tengah karena berlandaskan bahwa islam berasal dari Arab.Namun berdasarkan fakta dan data yang diperoleh Indonesia menempati urutan pertama dengan jumlah penduduk islam terbesar dunia dengan kontribusi sebesar 12,7 persen dari total muslim dunia. Dengan sebaran penduduk pada tahun 2010 penganut islam di indonesia berkisar 205.000.000 jiwa atau 88,1 persen dari total jumlah penduduk indonesia.
4.       Semua penduduk di Arab beragama islam? Tidak juga
Ternyata masih banyak orang yang berpikir dan berpendapat bahwa semua orang di dunia Arab itu muslim. Padahal pada faktanya 5-6 persen dari total penduduk di negara-negara arab adalah orang Kristen. Ya walaupun negara-negara arab adalah basisnya orang islam tapi kita tida bisa menyangkal bahwa masih ada orang non muslim yang tinggal di daerah arab bahkan sebagian dari mereka menganggap ras mereka adalah penduduk asli negara tersebut, seperti kristen koptik di mesir yang merupakan keturunan dari dinasti Firaun yang telah ada sebelum islam muncul itu sebabnya kenapa masih ada agama-agama lain selain islam di negara-negara arab mereka yang masih berusaha mempertahankan agama nenek moyangnya. 

https://islamtahkik.blogspot.com/2017/06/4-persepsi-yang-salah-terhadap-islam.html

Al-Quran dan Sains Ungkap Rahsia Elemen Besi bagi Kehidupan Manusia

Al-Quran dan Sains Ungkap Rahasia Elemen Besi bagi Kehidupan Manusia

gomuslim.co.id- Ada banyak rahasia yang tertulis dalam kitab suci Alquran. Salah satunya adalah penamaan surat Al Hadid atau Besi. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, mengapa bisa, salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, besi (Fe=ferrum) secara khusus menjadi nama surat di Alquran? Apa keistimewaan besi dibandingkan dengan benda lainnya yang lebih berharga?.

Dari sini, ternyata Allah menyimpan rahasia besar yang baru terungkap setelah para ilmuwan melakukan penelitian. Malik Ben Nabi pernah mengatakan, laksana “kilauan anak panah” yang menarik perhatian bagi kaum berakal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

Besi dalam Alquran

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” Alquran Surat Al-Hadiid (57) ayat 25.

Ayat diatas, ada kata wa anzalnal-hadida yang artinya “Dan Kami turunkan besi”. Kata turunkan berarti, besi tidak dibuat dibumi, melainkan turun dari langit. Hal ini pun terjawab setelah Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”. Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Penjelasan Ilmiah tentang Besi

Astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa.

Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat.

Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Seorang ilmuwan terkenal yang menjadi pembicara dalam seminar ‘Mukjizat Ilmiah al-Qur’an al-Karim,’ DR Strogh juga mengatakan hal senada. Ia telah melakukan berbagai penelitian terhadap sejumlah barang tambang bumi dan sejumlah penelitian laboratorium. Namun hanya satu jenis barang tambang yang sangat membingungkan para ilmuan, yaitu besi.

“Dari sisi kapasitasnya, besi memiliki bentuk (struktur) yang unik. Agar elektron-elektron dan nitron-nitron dapat menyatu dalam unsur besi maka ia butuh energi yang luar biasa mencapai 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet matahari kita.”

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat Alquran.

Inti Besi Sebagai Perisai Medan Magnet Bumi

Fakta selanjutnya, sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares.

Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.

Dari ini mungkin kita paham mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam Alquran. Inti besi dan nikel “melindungi makhluk bumi” berupa perisai elektromagnetik dengan “kekuatan yang hebat”. Namun yang terpenting, Alquran ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat diproduksi di bumi. Besi langsung diturunkan dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.

Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun.

Elemen Berat Besi, Fe-57 dan Surat Al Hadiid ke-57

Karakter selanjutnya berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat¬sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.

Secara alamiah unsur besi mempunyai 4 isotop, yaitu 54, 56, 57 dan 58. Yang stabil ada 3, yaitu 56, 57 dan 58. Dari ketiganya Isotop 57 adalah satu-satunya yang punya nuclear spin. Uniknya ini sesuai dengan urutan surat Al Hadid (besi) yang merupakan surat ke-57.

Kata “besi” dalam al-Qur’an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang menarik lainnya adalah keterangan yang berhubungan dengan “rahasia” Dzulkarnain pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti “gua”.

Ayat tersebut berkisah tentang “pintu besi” yang dibangun oleh Dzulkarnain “di antara kedua puncak gunung”. Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat.

Cara Mengolah Besi

Alquran tidak hanya menjelaskan dari mana besi berasal, namun juga bagaimana cara mengolah besi itu sendiri. Allah SWT berfirman dalan QS Al Kahfi : 96 dan Saba : 10 :

Berilah aku potongan-potongan besi. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, ‘Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api ‘, dia pun berkata,’ Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu” QS Al-Khafi ayat 96

Dan sesungguhnya telah Kami berikan ke pada Nabi Daud limpah kurnia dari Kami. (Kami berfirman), Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.” QS Saba ‘(Kaum Saba) ayat 10

Salah satu teknik mengolah besi ialah besi dipanaskan hingga mendidih atau menjadi bara lalu baru dibentuk sesuai keinginan. Lagi-lagi proses ini 100 % persis dengan apa yang disebutkan dalam Alquran. Uniknya, Alquran menjelaskan bahwa cara ini sudah dipakai berabad- abad jauh sebelum era sains modern seperti sekarang ini. Proses pengolahan besi sekarang lebih modern, melalui proses peleburan bijih besi, pembakaran, proses tuang, cor, tempa, dan lainnya.

Wallahua’lam Bishawab

Sumber:

Matematika Alam Semesta karya Arifin Muftie, Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Quran, scientist.com, harunyahya/youtube, miraclesofthequran, baitulmaqdis.

https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2018/10/06/9191/-p-alquran-dan-sains-ungkap-rahasia-elemen-besi-bagi-kehidupan-manusia-p-.html

Fakta Alam Semesta yang Terkembang Sudah Termaktub dalam Al-Quran

Fakta Alam Semesta yang Terkembang Sudah Termaktub dalam Alquran

gomuslim.co.id – Fenomena alam dan penemuan ilmiah semakin membukakan mata kita bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui. Namun, sejak 14 abad yang lalu, Allah SWT menurunkan Alquran untuk dijadikan pedoman bagi umat manusia. Kitab suci umat Islam ini juga memberikan informasi mengenai rahasia-rahasia alam raya. Salah satunya tentang fakta alam semesta yang terus mengembang.

Dunia ilmu pengetahuan sebelumnya meyakini bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus mengembang.

Penjelasan Para Ilmuwan

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop besar, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Ia mengatakan sifat alam semesta yang terus membesar dan mengembang.  

Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa bintang-bintang tersebut memancarkan cahaya merah. Menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah.

Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.

Selanjutnya Hubble dalam pengamatannya menemukan penting lainnnya. Bintang dan galaksi “bergerak” tak hanya menjauhi kita, tapi tetapi saling menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus “mengembang”.

Perkembangan alam semesta berarti jika andai saja waktu bisa kita tarik mundur, maka dapat dipastikan bahwa alam semesta yang dapat kita perhatikan sekarang ini, berasal dari satu titik dentuman besar atau satu titik tunggal yang terpecah.

Edwin Hubble mencatat bahwa galaksi di luar Bima Sakti semua bergerak menjauhi kita. Semakin jauh jarak sebuah galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang.

Arno Penzias dan Robert Wilson, dua peneliti ini pada tahun 1965 menemukan suatu bentuk radiasi yang belum pernah teramati sebelumnya. Mereka menemukan bahwa di alam semesta ini terdapat suatu radiasi yang tidak dapat ditentukan berasal dari mana sumbernya tapi terdapat dan menyebar merata diseluruh ruang alam semesta.

Radiasi ini disebut dengan “Radiasi latar belakang kosmis”(Cosmic Background).  Yang kemudian diketahui bahwa ternyata radiasi ini merupakan sisa-sisa dari dentuman/pecahan besar pembentukan “Alam Semesta”. Karena penemuan ini Arno Penzias dan Robert Wilson kemudian dianugrahi hadiah Nobel atas penemuan mereka.

Hal ini semakin memperkuat teori sebelumnya dari Gerge Gamov (1948) yang mengatakan bila jika alam semesta ini berasal dari “Dentuman Raksasa” maka haruslah sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan itu  ada dialam. Selain itu, radiasi tersebut haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Yang dikemudian hari Radiasi ini diketemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson berdasarkan hasil pengamatannya.

Lalu NASA dan satelitnya pada tahun 1989 meluncurkan sebuah satelit keluar angkasa dengan membawa serta alat “Cosmic Background Emission Explorer” (COBE) yang bertujuan untuk meneliti “Radiasi latar belakang kosmis” yang sebelumnya dilaporkan Arno Penzias dan Robert Wilson.

Sebagai hasil dari penelitiannya COBE memastikan bahwa telah menemukan apa yang disebut sebagai “radiasi kosmis” sebagaimana yang didapatkan dari hasil pengamatan Arno Penzias dan Robert Wilson tersebut, yang kemudian hal ini dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa. Dengan adanya penemuan ini secara menyakinkan telah  membuktikan kebenaran dari teori “Dentuman Besar” yang berasal dari satu titik dan sekaligus juga meruntuhkan teori-teori lainnya.

Pada Oktober 1994 Scientific American menyatakan bahwa “Dentuman Besar” adalah satu-satunya yang dapat menjelaskan dari hal ihwal keadaan “meluasnya” secara terus menerus alam semesta ini.

Baca juga:

Sebelum Sains Modern, Alquran Sudah Jelaskan Fenomena Pergerakan Gunung

Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Peneliti juga percaya bahwa alam semesta terbentuk sekira 10 hingga 20 miliar tahun yang lalu. Alam semesta terbentuk dari energi yang sangat besar dan padat, lalu terus-menerus mengalami perluasan.

Mengembangnya Alam Semesta dalam Alquran

Alquran yang diturunkan 14 abad silam ketika ilmu astronomi masih terbelakang menyebutkan bahwa alam semesta mengembang. Hal ini sebagaimana dalam surah Adz-Dzariyat [51] ayat 47.

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”

Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Alquran dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Alquran dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Dalam ayat ini menggunakan kata muusi’uun. Dalam bahasa arab perkataan muusi’uun berasal daripada perkataan wasa-‘a. Hans Wehr A Dictionary of Modern Written Arabic oleh J Milton Cowan menterjemahkan perkataan wasa-‘a sebagai to be wide, roomy, spacious, extensive yang bermaksud ‘menjadi besar’ atau luas.

Justeru Imam Ibn Kathir dalam Tafsir al-Quran al-azim menyatakan ayat ini bermaksud, “Kami (Allah) meluaskan segenap penjuru langit dan kami meninggikannya tanpa tiang.”

Pendapat ini diperkukuhkan lagi oleh As-Seikh Said Hawa di dalam Al-Asas fi al-Tafsir. beliau berkata, “Maksud ayat ini adalah langit ini Allah akan jadikan dalam keadaan mengembang secara berterusan ataupun Allah jadikan ia luas. Ayat ini adalah ayat mukjizat berhubung kejadian alam. Ia menunjukkan ilmu Alquran jauh ke hadapan, melampaui tempat dan zaman.”

Fakta ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Alquran bukanlah ciptaan manusia, melainkan firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta. Islam menganjurkan umatnya untuk mendalami Alquran. Sebab di dalamnya terdapat banyak kebenaran ilmiah yang baru terungkap di zaman modern.

Wallahu’alam Bishawab

Sumber: Harun Yahya. “Miracles of The Qur’an” . Harun Yahya Publishings. 2001.

Quran Saintifik, Meneroka Kecemerlangan Quran Daripada Teropong Sains, Dr. Danial Zainal Abidin

Keajaiban Alquran, Mengajimakna, Fakta Quran, Saudi Gasette.

Baca juga:

Alquran dan Sains Ungkap Rahasia Elemen Besi bagi Kehidupan Manusia

Al-Quran Sudah Menjelaskan Penciptaan Alam Semesta.

gomuslim.co.id – Al-Qauran ternyata banyak memberikan isyarat ilmu pengetahuan. Tak sedikit ilmuwan yang akhirnya mengakui kebenaran pesan sains dari kitab yang diturunkan 14 abad silam itu. Salah satu diantaranya yang secara redaksional disinggung Alquran adalah adanya proses penciptan alam semesta atau teori Big Bang.

Teori Big Bang yaitu teori terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar yang menghasilkan pecahan-pecahan dan meluas. Teori Big Bang adalah teori penciptaan bumi yang paling diakui di era modern.

Kesesuaian yang harmoni antara Alquran dengan Teori Big Bang adalah suatu hal yang tidak dapat dielakkan lagi. Hal ini sudah dijelaskan Allah dalam Alquran 1.400 tahun silam.

Allah SWT berfirman:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-anbiya:30)

Dari ayat tersebut, terlihat jelas kesesuaian antara ayat Alquran dan teori Big Bang. Persamaan keduanya tidak bisa dihindari.

Disebutkan bahwa kata ‘ratk’ dalam bahasa Arab merujuk sebagai ‘suatu yang padu, bercampur, dan bersatu’. Kata itu digunakan untuk menyebut dua zat yang berbeda yang bercampur menjadi satu.

Kalimat ‘kami pisahkan’ merupakan terjemahan dari kata kerja bahasa Arab, yaitu ‘fatk’ yang berarti terjadi pemisahan dari struktur ‘ratk’. Jadi menurut ayat ini, langit dan Bumi pada awalnya bersatu (ratk), kemudian dipisahkan.

Pendapat Para Ahli Tafsir dan Ulama

Dalam QS. Al-Anbiya ayat 30 ini seluruh musafir sepakat bahwa ayat ini membahas tentang kekuasaan Allah SWT dalam meciptakan alam semesta termasuk penciptaan bumi dan langit.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Ta’ala berfirman mengingatkan tentang kekuasaan-Nya yang sempurna dan kerajaan-Nya yang agung. “Dan apakah orang-orang yang kafir itu tidak mengetahui”, yaitu orang-orang yang mengingkari kekuasaan Allah. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Allah adalah Rabb Yang Maha Esa dalam penciptaan lagi bebas dalam penataan, maka bagaimana mungkin Dia layak disekutukan bersama yang lain-Nya? Apakah mereka tidak mengetahui bahwa langit dan bumi dahulunya adalah bersatu? Lalu berpecah-belah, maka langit menjadi tujuh dan bumi menjadi tujuh serta antara langit dan bumi dipisahkan oleh udara, hingga hujan turun dari langit dan tanah pun menumbuhkan tanam-tanaman.

Untuk itu Dia berfirman: “Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” yaitu, mereka menyaksikan berbagai makhluk, satu kejadian demi kejadian secara nyata. Semua itu adalah bukti tentang adanya Maha Pencipta yang berbuat secara bebas lagi Maha kuasa atas apa yang dikehendaki-Nya.

Tafsir Al-Mishbah

Berbeda-beda pendapat ulama tentang firman-Nya ini. Ada yang memahaminya dalam arti langit dan bumi tadinya merupakan gumpalan yang terpadu. Hujan tidak turun dan bumipun tidak ditumbuhi pepohonan, kemudian Allah membelah langit dan bumi dengan jalan menurunkan hujan dari langit dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di bumi. Ada lagi yang berpendapat bahwa bumi dan langit tadinya merupakan sesuatu yang utuh tidak terpisah, kemudian Allah pisahkan dengan mengangkat langit ke atas dan membiarkan bumi tetap ditempatnya berada dibawah lalu memisahkan keduanya dengan udara.

Ayat ini dipahami oleh sementara ilmuan sebagai salah satu mukjizat Alquran yang mengungkap peristiwa penciptaan planet-planet.  Banyak teori ilmiah yang dikemukakan oleh para pakar dengan bukti-bukti  yang cukup kuat, yang menyatakan bahwa langit dan bumi tadinya merupakan satu gumpalan atau yang diistilahan oleh ayat ini dengan  ratqan. Lalu gumpalan itu berpisah sehingga terjadilah pemisahan antar bumi dan langit.

Tafsir Jalalain

Menurut Tafsir Jalalain, apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu. Kemudian Allah telah menjadikan langit tujuh lapis dan bumi tujuh lapis pula. Kemudian langit itu dibuka sehingga dapat menurunkan hujan yang sebelumnya tidak dapat menurunkan hujan. Kami buka pula bumi itu sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, yang sebelumnya tidak dapat menumbuhkannya.

“Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. Maksudnya airlah yang menjadi penyebab bagi seluruh kehidupan baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Namun mengapalah orang-orang kafir tiada juga beriman terhadap keesaan Allah.

Pandangan dr. Zakir Naik

Zakir Naik, pendakwah dari tanah Hindustan dalam bukunya, Miracles of Al-Quran and As-Sunnah menjelaskan Alquran dan teori Big Bang menurutnya memiliki keserasian.

Menurutnya, dengan menelaah QS Al-Anbiya’: 30, adanya kesesuaian nan harmoni antara Alquran dan teori Big Bang. Ini sungguh menakjubkan! Bagaimana mungkin sebuah kitab yang muncul di padang pasir Arab 1.400 tahun lalu mengandung kebenaran sains modern”. Jelas Zakir Naik

Paparan Quraish Shihab

Dalam buku Mukjizat Alquran, Quraish Shihab mengemukakan mengenai tafir QS Al-Anbiya’: 30. Menurutnya Alquran mengisyaratkan mengenai asal-usul alam semesta, yakni isyarat bahwa langit dan bumi tadinya merupakan satu gumpalan.

Alquran memang tidak menjelaskan bagaimana terjadinya pemisahan tersebut, tetapi apa yang dikemukakan tentang keterpaduan alam raya dalam pemisahannya itu dibenarkan oleh para ilmuwan.

Ilmuan Klasik dan Modern Mengenai Teori Bing Bang

Teori Big Bang pertama kali ditemukan oleh Abbe Georges Lemaitre, seorang kosmolog asal Belgia pada tahun 1920-an. Menurutnya, alam semesta ini mulanya berasal dari gumpalan superatom yang berbentuk bola api kecil dengan ukuran sangat kecil. Gumpalan itu semakin lama semakin memadat dan memanas, kemudian meledak dan memuntahkan seluruh isi darialam semesta. Big Bang melepaskan sejumlah besar energi di alam semesta yang kemudian membentuk seluruh materi alam semesta dan kemudian berkembang hingga menjadi bentuk yang sekarang ini dan akan terus berkembang.

Di awal tahun 1920-an, astronom Amerika, Vesto Silpher membuat penemuan yang akan segera membuat perubahan keyakinan astronom tentang alam semesta. Slipher melihat bahwasemesta bergerak menjauh dari bumi dengan kecepatan yang sangat besar.

Astronom Amerika yang lain adalah Edwin Hubble yang menemukan bahwa galaksi tidak tetap berada di posisi mereka dan terus bergerak dan berkembang menjauhi bumi. Penemuan ini dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dalam sejarah astronomi.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa jika alam semesta terbentukmelalui ledakan raksasa, maka sisa radiasi yang ditinggalkan olehledakan itu haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi itu juga harustersebar merata di semua penjuru alam semesta

Hal ini kemudian dibuktikan oleh Arno Penziaz dan Robert Wilson yang menemukan sisa sisa ledakan yang berupa gelobang radiasi. Sisa ledakan ini tidak hanya memancar pada satu sumber, tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Atas penemuan ini, Penzias dan Wilson dianugerahi Nobel untuk penemuan mereka.

Sains modern kemudian melengkapi penemuan-penemuan para ilmuan klasik. Salah satunya adalah Ilmuwan sains asal Inggris Stepehen Hawking dalam bukunya, A Brief History of Time, mengemukakan dukungannya atas teori penciptaan alam semesta Big Bang. Hawking berkeyakinan jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal.

Teori Big Bang semakin menguat berkat penemuan para pakar astronom Amerika Serikat yang membuktikan bahwa semua galaksi di jagad raya ini bergerak saling menjauh. Para pakar astronomi menyatakan alam semesta bergerak mengembang/meluas.

Dari ledakan inilah kemudian dikenal istilah teori The Expanding Universe. Menurut teori ini, alam semesta bersifat seperti balon atau gelembung karet yang sedang ditiup ke segala arah. Adapun langit yang kita lihat saat ini sebenarnya semakin tinggi dan semakin mengembang ke segala arah dengan kecepatan yang luar biasa.

NASA pada tahun 1989 memaparkan kebenaran terkait teori big bang. Penelitian ini dilakukan dengan NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer (COBE) ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menitbagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta, dan penemuan itu dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, yang juga membuktikan kebenaran teori Big Bang.

Lanjut, dari berbagai fakta ilmiah ini, akhirnya teori Big Bang mendapatkan persetujuan dunia ilmiah. Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Oktober 2014, Scientific American menuliskan bahwa teori Big Bang adalah satu-satunya teori yang dapat menjelaskan asal mula alam semesta.

Ini membuktikan penelitian sains dari era klasik hingga modern, tak ada sedikitpun yang melenceng dari apa yang diisyaratkan Alquran. Padahal Alquran diturunkan sejak masa-masa sebelumnya atau berabad-abad lalu atau tepatnya pada 27 Oktober 632 Masehi.

Kesimpulan

Alquran, baik secara eksplisit maupun implisit tidak menjelaskan secara pasti kapan terjadinya proses Big Bang dan seperti apa proses terjadinya Big Bang. Tapi seluruh ahli tasir dan ulama Islam bahwa QS. Al-anbiya:30 ini merupakan isyarat dari Allah SWT mengenai proses terjadinya alam semesta atau teori Big Bang.

Keabsahan teori Big Bang dalam Alquran ini bahkan diterima hampir seluruh ilmuwan sains dari klasik dan modern hingga hari ini. QS. Al-anbiya:30 menjadi menjadi bukti bahwa selama ini, Alquran dan perkembangan sains selalu berjalan seiring dan tidak berlawanan. (mr)

Wallahu a’lam Bishawab

Sumber:

Quraish Shihab, Mukjizat Alquran

Ramadhani, Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik’

Nadiah Thayyarah, Buku Pintar Sains Dalam Al-Qur’an

Muhammad Hasan, Benda Astronomi Dalam Al-Quran Dari Perspektif Sains

https://umma.id/post/isyarat-alquran-tentang-awal-mula-penciptaan-alam-semesta-696409?lang=id